Anda di halaman 1dari 27

DISKUSI KASUS

Sinta Anggraini
17710170
Pembimbing : dr. Meivy Isnoviana, SH
DM RSUD PARE
Kasus 1

• Pasien Nn.A usia 25 th, datang bersama ibunya ke poli


bedah umum RSUD pare pada pukul 11 siang , dengan
keluhan terdapat benjolan pada payudara sebelah kanan
sejak 6 bulan yang lalu. Di poli pasien bertemu dokter
bedah dan di periksa, lalu pasien di konsulkan ke bagian
patologi anatomi untuk di FNAB. Setelah jam praktek
selesai, dokter pulang dan pindah ke rumah sakit swasta
untuk melakukan praktek lagi. Lalu hasil FNAB keluar
pada hari itu juga , lalu pasien tadi membawa hasil
kembali ke poli, tetapi di poli dokter sudah tidak ada,
sehingga hasil dari pemeriksaan di jelaskan oleh perawat
yang bertugas di poli tersebut.
• Serta tindakan yang harus dilakukan pun perawat
tersebut yang menjelaskan. Lalu pasien di jadwalkan
untuk operasi minggu depan, karena giliran dokter yang
memeriksa tadi, di kamar operasi minggu depan.
Keesokan harinya pasien datang untuk pemeriksaan
penunjang untuk prosedur operasi , setelah semua hasil
keluar pasien di konsulkan ke bagian anasthesy. Setelah
semua prosedur siap, pasien di panggil beserta ibunya
untuk tanda tangan surat persetujuan, pada saat itu
penjelasan tentang dignosis, tindakan, dan resiko operasi
dijelaskan kembali oleh perawat poli bedah umum.
Dilema

• DILEMA KDB :

• Otonomi
• Non malificence
KDB 1 (Beneficence)
Kriteria Ada Tidak
Ada
1.Utamakan alturisme (menolong tanpa pamrih, rela berkorban) √

2.Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia √

3.Memandang pasien/keluarga dan sesuatu tak sejauh menguntung √


dokter

4.Mengusakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan
dengan keburukannya.
5.Paternalisme bertanggung jawab/ kasih sayang √
6.Menjamin kehidupan baik minimal manusia √
7.Pembatasan Goal-Based √
8.Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasein √
9.Minimalisasi akibat buruk. √
10.Kewajiban menolong pasien gawat darurat √
Kriteria Ada Tidak
Ada

11. Menghargai hak pasien secara keseluruhan √

12. Tidak menarik honorarium diluar kepantasan √

13.Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara √


keselurushan
14.Mengembangkan profesi secara terus-menerus. √
15. Memberikan obat berkhasiat namun murah √

16. Menerapkan Golden Rule Principle
KDB 2 Non-Maleficence
Kriteria Ada Tidak
Ada
1. Menolong pasien emergensi √
2. Kondisi untuk menggambarkan kriteria ini adalah: √
a.Pasien dalam keadaan berbahaya. √
b.Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan.

c.Tindakan Kedokteran tadi terbukti efektif

d.Manfaat bagi pasien > kerugian dokter (hanya mengalami
risiko minimal).
3. Mengobati pasien yang luka. √
4. Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia) √
5. Tidak menghina/caci maki. √
6. Tidak memandang pasien sebagai objek √
7.Mengobati secara tidak proporsional √
8.Tidak mencegah pasien secara berbahaya √
9.Menghindari misrepresentasi dari pasien √
10. Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian √
11. Tidak memberikan semangat hidup

12. Tidak melindungi pasien dari serangan

13.Tidak melakukan white collar dalam bidang kesehatan

KDB 3 Autonomi
Kriteria Ada Tidak Ada

1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, √


menghargai martabat pasien.

2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat
keputusan (pada kondisi elektif) √
3. Berterus terang √
4. Menghargai privasi. √
5. Menjaga rahasia pribadi √
6. Menghargai rasionalitas pasien. √
7. Melaksanakan informed consent √
8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil √
keputusan sendiri. √
9. Tidak mengintervensi atau meghalangi outonomi
pasien.
10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dan

membuat keputusan, termasuk, termasuk keluarga
pasien sendiri.
11. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien √
pada kasus non emergensi.
12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan
pasien. √
13. Menjaga hubungan (kontrak)…………….. √
KDB 4 Justice
Kriteria Ada Tidak
Ada
1. Memberlakukan segala sesuatu secara universal
2. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia
lakukan.
3. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi
yang sama.
4. Menghargai hak sehat pasien (affordability,
equality,accessibility,availability,quality) √
5. Menghargai hak hukum pasien.
6. Menghargai hak orang lain.
7. Menjaga kelompok yang rentan (yang paling dirugikan)
8. Tidak melakukan penyalahgunaan.

9. Bijak dalam makro alokasi.
10. Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan
pasien
11. Meminta partisipasi pasien seusai dengan kemampuan.
12. Kewajiban mendistribusi keuntungan dan kerugian (biaya, √
beban ., sanki) secara adil
13. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat √
dan kompeten.
14. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan
sah/tepat.


15. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan
penyakit/ggn kesehatan.
16. Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status
sosial dll.
4-BOX METHOD OF CLINICAL ETHICS
Medical Indications, didasarkan pada penetapan permasalahan medis &
diagnosis;
• Apakah tergolong akut, kronis, kritis ataupun darurat ? Akut
• Tujuan akhir dari pengobatan ? Kesembuhan dan keselamatan pasien
• Rencana jika saja pengobatan atau tindakan mengalami kegagalan ?
Evaluasi berdasarkan guideline dan konsultasi ke dokter sub spesialis
• Keuntungan tindakan yang diambil ? Pasien sembuh
• Bagaimana resikonya jika tindakan medis tidak dilakukan ? Kanker yang
tadinya jinak dapat menjadi sel ganas

Client Preferences, didasarkan pada pilihan pasien;


• Apakah pasien memiliki kemampuan untuk memutuskan ? Iya
• Jika iya, apakah pasien sudah diberi penjelasan secara cukup dan
dimengerti ? Iya
• Jika tidak, siapa yang berhak menggantikan ? Ibu pasien
• Apakah terdapat persetujuan tindakan terlebih dahulu ? Iya
4-BOX METHOD OF CLINICAL ETHICS
Quality of Life, mendiskripsikan kualitas hidup pasien setelah
mengalami pengobatan;
• Apakah pasien dapat terselamatkan ? dapat
• Bagaimana perasaan pasien setelah dilakukan pengobatan ?
Lebih baik
• Apakah value yang didapatkan oleh pasien setelah menjalani
pengobatan ? Diharapkan kualitas hidup pasien membaik

Contextual Features, menggambarkan pengaruh keadaan sosial,


hukum, ekonomi serta institusi dalam pengambilan keputusan
pada hubungan terapeutik antara dokter dengan pasien;
• Apakah ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi pasien
dalam mengambil keputusan pengobatan ? Tidak Ada
Kesimpulan : Dokter tidak berusaha untuk menjelaskan penyakit yang di derita
pasien, dan dokter juga tidak memberikan penjelasan kepada pasien terkait
inform consent.
Prima Facie yang dipilih dokter : Otonomi
Dokter memberikan keputusan sepenuhnya kepada perawat poli untuk
menjelaskan penyakit pasien, pilihan pengobatan serta isi inform consent kepada
pasien dan keluarganya.

Dasar Hukum
 Undang-undang PERMENKES no 290 tahun 2008
Pasal 12 :
Persetujuan tindakan medis

 Permenkes No.585 Pasal 8 :


Jika pasien sudah dewasa (sudah berumur 21 tahun atau sudah pernah
menikah) dan sehat akalnya maka yang berhak memberikan persetujuan adalah
pasien yang bersangkutan. Jika pasien belum dewasa atau tidak sehat akalnya
maka yang berhak adalah orang tuanya atau walinya sebab mereka dianggap
tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum.
Prinsip Profesionalisme

1. Altruisme : Tidak ada


2. Duty : Ada
3. Respect for others : Tidak ada
4. Accountable : Tidak ada
5. Humanity: ada
Kasus 2

• Pasien perempuan berusia 55 tahun datang ke IGD


rujukan dari rumah sakit swasta, dengan keluhan
nyeri perut, tidak bisa flaktus, demam tinggi,
terpasang NGT dengan cairan berwarna hijau. Dan
pasien di diagnosa dengan perforasi gaster. Pasien
datang ke igd pukul 03.00 sore. Alasan pasien dirujuk
karena pada rumah sakit swasta tersebut tidak
mempunyai fasilitas peralatan medis yang lengkap.
• Tidak lama setelah di IGD pasien mengalami
penurunan kesadaran dan di pindah rawat ke
ruang ICU. Karena kondisi pasien yang buruk
dan juga terbatasnya fasilitas alat di RSUD
pare, dokter bedah merujuk pasien kepada
temannya di RSUD saiful anwar Malang.
Dokter menjelaskan semua nya kepada suami
pasien. Kalau pasien harus segera di operasi ,
ubuk menyelamatkan nyawa pasien, tapi
dokter yang mampu untuk melakukan operasi
tersebut ada di RSUD saiful anwar Malang.
• Setelah itu suami pasien menolak untuk di
rujuk karena terhalang masalah biaya.
Suami pasien menandatangani surat
penolakan rujukan. Pasien tetap di rawat
di RSUD pare , sampai dua hari kedepan
pasien dinyatakan meninggal.
Dilema

• DILEMA KDB :

• Otonomi
• Non malificence
KDB 1 (Beneficence)
Kriteria Ada Tidak
Ada
1.Utamakan alturisme (menolong tanpa pamrih, rela √
berkorban)

2.Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia √

3.Memandang pasien/keluarga dan sesuatu tak sejauh √


menguntung dokter
4.Mengusakan agar kebaikan/manfaatnya lebih √
banyak dibandingkan dengan keburukannya.
5.Paternalisme bertanggung jawab/ kasih sayang √
6.Menjamin kehidupan baik minimal manusia √
7.Pembatasan Goal-Based √
8.Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi √
pasein
9.Minimalisasi akibat buruk. √
10.Kewajiban menolong pasien gawat darurat √
Kriteria Ada Tidak
Ada
11. Menghargai hak pasien secara keseluruhan √

12. Tidak menarik honorarium diluar kepantasan √

13.Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara √


keselurushan
14.Mengembangkan profesi secara terus- √
menerus.
15. Memberikan obat berkhasiat namun murah √
16. Menerapkan Golden Rule Principle
KDB 2 Non-Maleficence
Kriteria Ada Tidak
Ada
1. Menolong pasien emergensi √
2. Kondisi untuk menggambarkan kriteria ini adalah:
a.Pasien dalam keadaan berbahaya. √
b.Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan.

c.Tindakan Kedokteran tadi terbukti efektif

d.Manfaat bagi pasien > kerugian dokter (hanya mengalami
risiko minimal). √
3. Mengobati pasien yang luka. √
4. Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia) √
5. Tidak menghina/caci maki. √
6. Tidak memandang pasien sebagai objek √
7.Mengobati secara tidak proporsional √
8.Tidak mencegah pasien secara berbahaya √
9.Menghindari misrepresentasi dari pasien √
10. Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian √
11. Tidak memberikan semangat hidup

12. Tidak melindungi pasien dari serangan

13.Tidak melakukan white collar dalam bidang kesehatan

KDB 3 Autonomi
Kriteria Ada Tidak
Ada
1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, √
menghargai martabat pasien.
2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat
keputusan (pada kondisi elektif) √
3. Berterus terang

4. Menghargai privasi.
5. Menjaga rahasia pribadi √
6. Menghargai rasionalitas pasien. √
7. Melaksanakan informed consent √
8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten
mengambil keputusan sendiri. √
9. Tidak mengintervensi atau meghalangi outonomi √
pasien.

10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dan
membuat keputusan, termasuk, termasuk keluarga
pasien sendiri.
11. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil
pasien pada kasus non emergensi. √
12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan √
pasien.

13. Menjaga hubungan (kontrak)……………..
KDB 4 Justice
Kriteria Ada Tidak
Ada
1. Memberlakukan segala sesuatu secara universal √
2. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia
lakukan.
3. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi
yang sama.
4. Menghargai hak sehat pasien (affordability,
equality,accessibility,availability,quality)
5. Menghargai hak hukum pasien.
6. Menghargai hak orang lain. √
7. Menjaga kelompok yang rentan (yang paling dirugikan)
8. Tidak melakukan penyalahgunaan.
9. Bijak dalam makro alokasi. √
10. Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan √
pasien
11. Meminta partisipasi pasien seusai dengan kemampuan.
12. Kewajiban mendistribusi keuntungan dan kerugian (biaya, beban √
., sanki) secara adil
13. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan
kompeten.
14. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan
sah/tepat.
15. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/ggn
kesehatan.
16. Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status √
sosial dll.
4-BOX METHOD OF CLINICAL ETHICS
Medical Indications, didasarkan pada penetapan permasalahan medis &
diagnosis;
• Apakah tergolong akut, kronis, kritis ataupun darurat ? Darurat
• Tujuan akhir dari pengobatan ? Kesembuhan dan keselamatan Pasien
• Rencana jika saja pengobatan atau tindakan mengalami kegagalan ?
Evaluasi berdasarkan guideline dan konsultasi dr sub spesialis
• Keuntungan tindakan yang diambil ? Pasien sembuh dan dapat
melanjutkan hidup
• Bagaimana resikonya jika tindakan medis tidak dilakukan ? Pasien dapat
mengalami kematian

Client Preferences, didasarkan pada pilihan pasien;


• Apakah pasien memiliki kemampuan untuk memutuskan ? tidak
• Jika iya, apakah pasien sudah diberi penjelasan secara cukup dan
dimengerti ?
• Jika tidak, siapa yang berhak menggantikan ? Suami pasien
• Apakah terdapat persetujuan tindakan terlebih dahulu ? Iya
4-BOX METHOD OF CLINICAL ETHICS
Quality of Life, mendiskripsikan kualitas hidup pasien setelah
mengalami pengobatan;
• Apakah pasien dapat terselamatkan ? dapat
• Bagaimana perasaan pasien setelah dilakukan pengobatan ? Tidak
ada perubahan
• Apakah value yang didapatkan oleh pasien setelah menjalani
pengobatan ? Diharapkan pasien sembuh dari sakitnya dan kualitas
hidup pasien membaik

Contextual Features, menggambarkan pengaruh keadaan sosial,


hukum, ekonomi serta institusi dalam pengambilan keputusan pada
hubungan terapeutik antara dokter dengan pasien;
• Apakah ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi pasien dalam
mengambil keputusan pengobatan ? Ada
Kesimpulan : dokter berusaha untuk merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih
lengkap peralatan dan ditangni dokter yang lebih kompeten.
Prima Facie yang dipilih dokter : Otonomi
Dokter memberikan keputusan sepenuhnya kepada suami paien beserta keluarga
dan dokter menyarankan Pasien untuk di rujuk dan segera di lakukan operasi.

Dasar Hukum
 Undang-undang PERMENKES no 290 tahun 2008
Pasal 12 :
Persetujuan tindakan medis

 Permenkes No.585 Pasal 8 :


Jika pasien sudah dewasa (sudah berumur 21 tahun atau sudah pernah
menikah) dan sehat akalnya maka yang berhak memberikan persetujuan adalah
pasien yang bersangkutan. Jika pasien belum dewasa atau tidak sehat akalnya
maka yang berhak adalah orang tuanya atau walinya sebab mereka dianggap
tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum.
Prinsip Profesionalisme

1. Altruisme : ada
2. Duty : Ada
3. Respect for others : ada
4. Accountable : ada
5. Humanity: ada