Anda di halaman 1dari 30

Dr.

Kelvin Candiago
Mini projek PKM Singandaru
2018
BAB I

LATAR BELAKANG

 Skabies merupakan penyakit yang disebabkan
oleh parasit yang paling sering terjadi. Skabies
adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi
Sarcoptes scabei var. Hominis. Skabies yang juga
dikenal dengan nama the itch, gudik, budukan, gatal
agogo ini sangat mudah menular. Predileksi dari
skabies ialah axilla, areola mammae, sekitar
umbilikus, genital, bokong, pergelangan tangan
bagian volar, sela-sela jari tangan, siku flexor,
telapak tangan dan telapak kaki.
RUMUSAN MASALAH

 Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka
dapat dirumuskan permasalahannya yaitu : belum
diketahuinya jumlah penyakit skabies dan tidak
tersedianya obat skabies di wilayah kerja Puskesmas
Singandaru.
TUJUAN PENELITIAN

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
sejauh mana tingkat pengetahuan masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas Singandaru mengenai
penyakit skabies.
MANFAAT PENELITIAN

 Bagi masyarakat menjadi masukan ilmu pengetahuan
tentang penanggulangan dan kewaspadaan terhadap
bahaya skabies.
 Bagi Petugas Dinas Kesehatan dan Petugas Puskesmas
sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk
melakukan penyuluhan tentang penularan dan
pencegahan scabies serta pengadaan obat scabies.
 Bagi peneliti, menambah wawasan dalam aplikasi
keilmuan dibidang manajemen bencana non alam;
penyakit skabies.
 Bagi penelitian selanjutnya secara ilmiah hasil penelitian
ini diharapkan dapat menjadi referensi.
BAB II

Tinjauan Pustaka
DEFINISI

 Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh
infestasi dan sensitisasi tungau Sarcoptes scabiei
varietas hominis dan produknya pada tubuh, kerap
dikenal juga dengan istilah budukan, gudik, dan
gatal agogo.
ETIOLOGI

 Klasifikasi Sarcoptes scabiei
 Penyebab skabies adalah tungau Sarcoptes scabiei
varietas hominis yang termasuk filum Arthropoda,
kelas Arachnida, ordoacarina, super-famili
Sarcoptoidea, famili Sarcoptidae, genus Sarcoptes.
ETIOLOGI

 Morfologi
tungau Sarcoptes scaibiei berbentuk oval/lonjong dan
gepeng, berwarna putih kotor, punggungnya cembung
dan bagian dadanya rata, dan tidak memiliki mata.
Ukuran betinanya lebih besar dibandingkan jantan,
yakni 330-450 mikron x 250-350 mikron, sedangkan
yang jantan berkisar antara 200-240 mikron x 150-200
mikron.
ETIOLOGI

 Siklus hidup
 Sarcoptes scabiei varietas hominisini hidup di lapisan
terluar epidermis manusia, mereka menggali permukaan
epidermis ini hingga terbentuk terowongan dan
kemudian bertelur.
 Telur dapat mencapai jumlah 40 hingga 50. Kemudian
telur menetas menjadi larva yang memiliki 3 pasang kaki
dan terus tumbuh dan berkembang hingga menjadi nimfa
yang memiliki 4 pasang kaki. Nimfa akan menjadi tungau
dewasa dalam waktu tiga hari. Keseluruhan siklus hidup
ini dialami selama kurang lebih 8-12 hari.
PATOGENESIS
EPIDEMIOLOGI

 Di negara berkembang dilaporkan bahwa angka
prevalensi skabies mencapai 6-27% dengan insidens
terbesar di kalangan anak-anak dan remaja.
 Skabies ditemukan diseluruh dunia dengan angka
prevalensi bervariasi yang disebabkan karena faktor-
faktor berhubungan. Beberapa faktor tersebut antara lain
adalah higiene perseorangan yang buruk, tingkat sosial
ekonomi yang rendah, kebiasaan berganti-ganti pasangan
seksual, dan juga kepadatan penduduk. Diantara faktor –
faktor tersebut yang paling mempengaruhi adalah faktor
kepadatan penduduk.
GAMBARAN KLINIS
 Pada Anak-anak
 Pada dewasa
 Rasa gatal yang terjadi
pada malam hari.  Lesi kulit dapat berupa
 Lesi pada kulit berupa vesikel, papul, dan urtika.
terowongan halus sedikit  Pada tahap yang kronik,
meninggi, berkelok-kelok
dengan warna putih keabu- skabies dapat
abuan mengakibatkan penebalan
 Sarcoptes scabiei memilih kulit (likenifikasi) dan
tempat tertentu untuk
membuat terowongan berwarna lebih gelap
seperti sela jari, (hiperpigmentasi).
pergelangan tangan dan
kaki, penis, areola
mammae, umbilikus,
dibawah payudara wanita
dan aksila.
FAKTOR MEMPENGARUHI

 Kebersihan diri
 Kebersihan kulit
 Kebersihan tangan dan kuku
 Kebersihan kaki
 Kebersihan genitalia
 Perilaku
 Lingkungan
 Budaya
 Sosial & ekonomi
DIAGNOSIS

Terdapat empat tanda kardinal skabies. Diagnosis
dapat ditegakkan bila memnuhi dua dari empat tanda
kardinal.
 Pruritus nokturna
 Menyerang secara berkelompok
 Terdapat terowongan atau kanlikulus
 Menemukan tungau
DIAGNOSIS BANDING

 Dermatitis
 Prurigo
 Pedikulosis korporis
 Impetigo
 Psoriasis
 Folikulitis
PENGOBATAN

 Medikamentosa
 Permetrin
 Sulfur
 Emulsi benzil-benzoat
 Gama benzene heksa klorida
 Krotamiton 10%

 Non Medikamentosa
 edukasi
 menjaga kebersihan diri sendiri, lingkungan
PROGNOSIS

 Ad vitam : dubia ad bonam
 Ad functionam : dubia ad bonam
 Ad sanationam : dubia
BAB III

KERANGKA TEORI

BAB IV

DATA GEOGRAFIS

 Dinas Kesehatan Kota Serang terletak di Kecamatan
Serang yang mempunyai luas wilayah kurang lebih
2,9 Km2.
 Secara geografis puskesmas Singandaru terdiri dari 3
kelurahan yaitu :
 Kelurahan Lontar Baru
 Kelurahan Kagungan
 Kelurahan Kota Baru
DATA DEMOGRAFIS
 Jumlah penduduk

 Tingkat Pendidikan
Sarana pendidikan yang berada diwilayah kerja Puskesmas
Singandaru terdiri dari : Taman Kanank-kanak 10 buah, SD 23 buah,
SMP 9 buah, Madrasah Tsanawiyah 2 buah , SMA 8 buah, Madrasah
Aliyah 1 buah.
SUMBER DAYA KESEHATAN

 Sumber daya kesehatan yang tersedia di Puskesmas
Pasar Kepahiang terdiri dari 1 orang dokter umum, 2
orang perawat gigi, 12 orang bidan dan 3 orang
perawat serta dibantu oleh TKS (Tenaga Kerja
Sukarela) sebanyak 26 orang.
DATA KESEHATAN

 Data primer berupa laporan kumulatif pasien di
Puskesmas Singandaru periode Februari-April 2018.
Dari data tersebut didapatkan 250 pasien skabies
dari total 5895 pasien yang berobat ke Puskesmas
Singandaru.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
 Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa terdapat
cukup banyak masyarakat yang menderita scabies,
dan tidak memiliki pengetahuan tentang penyakit
ini dan pencegahannya.
 Tidak tersedianya obat untuk menangani penyakit
ini.
KESIMPULAN DAN SARAN

Saran
 Bagi puskesmas dapat melakukan penyuluhan
tentang scabies, mengenai cara penularan,
pencegahan dan terapi.
 Bagi dinas kesehatan, mungkin dapat mengadakan
penyediaan obat scabies.
Terima Kasih