Anda di halaman 1dari 9

Erosi kornea

Willy Zodia T.
2121210048
Definisi
Erosi kornea merupakan keadaan terlepasnya epitel
kornea yang disebabkan oleh gesekan keras pada epitel
kornea. Defek pada epitel kornea memudahkan kuman
menyerang kornea sehingga mengakibatkan terjadinya
infeksi sekunder.
Etiologi
 Trauma tajam atau Tumpul
 Penggunaan lensa kontak
 Hypoxia atau kekurangan oksigen
 Mata kering
Manifestasi klinis
Gejala erosi kornea termasuk rasa sakit, fotofobia,
blefarospasme, dan produksi mata berlebih. Tandalain
meliputi kerusakan epitel dan edema, dan sering
didapatkan injeksi konjungtiva, kelopak mata bengkak
serta penglihatan kabur.
Penegakan Diagnosis
 Pada pemeriksaan slit lamp adanya defek yang terjadi
pada lapisan epitel bersamaan dengan adanya
edema kornea.
 Dengan tes fluoresensi, daerah defek/abrasi dapat
dilihat pada daerah yang berwarna hijau.
Penatalaksanaan
 Erosi kornea umumnya sembuh dengan cepat dan harus diterapi dengan
salep antibiotik dan pelindung mata.
 Siklopegi seperti atropine 1% pada kasus yang berat, hematropine 5%
pada kasus sedang dan cyclopentolate 1% untuk pasien dengan KASUS
yang ringan.
 Antibiotik topikal yang terdiri dari polytrim, gentamycin dan tombramycin.
 Pasien dianjurkan untuk istirahat total (bed-rest) diharapkan tidak adanya
pergerakkan pasien secara aktif.
Komplikasi
Komplikasi yang terjadi apabila penyembuhan epitel tidak
terjadi secara baik atau minimal sehingga kerusakan
lapisan kornea bisa terjadi hingga pada daerah
membrane descemen. Dengan keadaan seperti itu, maka
akan terjadi pelepasan pada lapisan kornea hingga
terjadi Recurrent Corneal Erosions (RCE) dalam beberapa
bulan atau hingga beberapa tahun.
Prognosis
Pada pengobatan topical umumnya dengan prognosis
yang baik. Penyembuhan pada lapisan kornea ini dapat
terjadi dalam beberapa hari. Pada erosi yang terjadi agak
dalam dapat terjadi penyembuhan dengan jaringan
sikatriks berupa nebula, makula ataupun leukoma kornea.
Terima kasih