Anda di halaman 1dari 8

Endoftalmitis

Ulfatul Hasanah
2121210063
 Peradangan berat dalam bola mata
 Berbentuk radang supuratif didalam bola mata dan struktur
didalamnya.
 Peradangan supuratif di dalam bola bata → abses didalam
badan kaca.
 Klasifikasi
1. Endoftalmitis eksogen
 Inokulasi agen infeksius yang merupakan komplikasi dari
pembedahan membuka bola mata.
 Trauma tembus, terutama jika cedera terkait adanya benda
asing intraokular dengan temuan klinis berupa luka
perforasi.
Endoftalmitis eksogen
2.

 Infeksi mikroorganisme yang berasal dari bagian tubuh


lain melalui hematogen.
 Terjadi akibat penyebaran bakteri, jamur, ataupun
parasit dari fokus infeksi tubuh.
 Bakteri penyebab : stafilokok, streptokok, pneumokok,
pseudomonas, bacilus spesies.
 Jamur : tinomises, apergilus, phitomikosis sporothrix,
kokidiodes.
Pemeriksaan Penunjang
 Laboratorium :
Endoftalmitis eksogen : Vitreous tap
Endoftalmitis endogen : DL, kimia darah
 Study imaging :
B-scan (USG), chest X-ray, USG jantung
Manifestasi klinis

 Gejala :
 mata merah,
 nyeri pada mata,
 penglihatan kabur,
 fotofobia.
 Tanda :
 Kelopak mata bengkat dan eritema,
 Konjungtiva kemotik & merah,
 Kornea keruh,
 Kekeruhan/ abses dalam badan kaca,
 Pseudoretinoblastoma.
Penatalaksanaan
 Antibiotik :
 Gram (+) : Vancomycin
 Gram (-) : gol. Aminoglikosida (Gentamycin)
 Cara pemberian :
topical, sub-conjunctival, intravitreal, intravenous.
 Anti fungal : amfoterisin B 150 mikro gram sub-konjungtiva.
 Kortikosteroid, diberikan dengan hat-hati
 Terapi suportif : sikloplegik 3x/hari tetes mata.
Prognosis
 Sangat buruk terutama bila disebabkan jamur atau parasit.