Anda di halaman 1dari 24

CASE BASED DISCUSSION

PERDARAHAN INTRASEREBRAL

Oleh
Airlangga Damara 1718012173
Fauzia Tria Andara S 1718012147
Nuzulut Fiana 1618012116
Rahmanindya D P 1718012144
Preceptor
dr. Noflih Sulistia, Sp. Rad
dr. Rasyidah, Sp. Rad

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN RADIOLOGI


RSUD DR H ABDOEL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
PENDAHULUAN

Stroke adalah penyebab kematian dan disabilitas utama. Dengan kombinasi seluruh
tipe stroke secara keseluruhan, stroke menempati urutan ketiga penyebab utama
kematian dan urutan pertama penyebab utama disabilitas. Stroke sering terjadi pada
kelompok usia 45 tahun ke atas dengan angka kematian yang diakibatnya cukup
tinggi.

Perdarahan intra serebral terhitung sekitar 10 – 15% dari seluruh stroke dan memiliki
tingkat mortalitas lebih tinggi dari infark cerebral. Literature lain menyatakan 8 – 18%
dari stroke keseluruhan yang bersifat hemoragik. Namun, pengkajian retrospektif
terbaru menemukan bahwa 40,9% dari 757 kasus stroke adalah stroke hemoragik.
STATUS PASIEN

Nama : Tn. Y
Umur : 55 tahun
Alamat : Purworejo, Padang Ratu
Agama : Islam
Status : Menikah
Kewarganegaraan : WNI
Anamnesis

Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis pada hari Senin tanggal 6


Agustus 2018.

Keluhan Tambahan
Keluhan Utama
Kelemahan anggota gerak
Penurunan kesadaran sejak 1 sebelah kanan, nyeri kepala,
hari SMRS mual dan muntah, sulit
berbicara
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengalami penurunan kesadaran 1 hari SMRS. Keluarga pasien
mengatakan awalnya tiba-tiba anggota gerak kanan terasa lemas saat
berjalan ke ruang keluarga, setelah itu pasien pingsan dan langsung
dibawa keluarga ke RS, lalu tak lama pasien sadar kembali. Setelah sadar
kembali paseien menjadi sulit bicara. Keluhan muncul secara mendadak.
Pasien juga awalnya merasakan sakit kepala. Keluhan lain berupa mual
dan muntah yang muncul secara mendadak. Keluhan kejang dan
pandangan mata kabur disangkal oleh keluarga pasien. Keluhan seperti ini
merupakan keluhan pertama kalinya dirasakan oleh pasien.

Riwayat kepala terbentur dan jatuh juga disangkal. Pasien memiliki riwayat
sakit darah tinggi, rutin minum obat sejak 3 tahun terakhir. Pasien juga
memiliki kebiasaan merokok 1 bungkus perhari dan merokok sejak usia
muda. Riwayat penyakit diabetes mellitus disangkal.
• Hipertensi sejak 3 tahun yang lalu, rutin mengonsumsi
Riwayat Penyakit obat antihipertensi
• DM (-)
Dahulu
• Stroke sebelumnya (-)

Riwayat Penyakit • Hipertensi (+)

Keluarga • DM (-)

Riwayat Pribadi • Perokok aktif sebanyak 1 bungkus per hari


Pemeriksaan Fisik

STATUS PRESENT STATUS GENERALIS

Keadaan umum : Baik Kepala : Normocephal


Kesadaran : Compos Mentis Mata : CA -/- , SI -/-
GCS : E4V5 M6 = 15 Thorak : kesan tampak normal
Abdomen : Hepar dan lien tidak
Vital Sign teraba, BU (+) normal
Tekanan darah : 130/80 mmHg Ekstremitas : kesan tampak normal
Nadi : 80 x/menit,
RR : 16 x/menit
Suhu : 36,3 oC
SISTEM MOTORIK
Kanan Kiri Keterangan

Ekstremitas atas
Gerak Aktif Pasif Kesan: Hemiparese
Kekuatan dextra
Distal 3 5
Proksimal 3 5
Tonus Normal Normal
Trofi Eutrofi Eutrofi
Ger.involunter (-) (-)

Ekstremitas bawah
Gerak Aktif Pasif Kesan: Hemiparese
Kekuatan dextra
Distal 3 5
Proksimal 3 5
Tonus Normal Normal
Trofi Eutrofi Eutrofi
Ger.involunter (-) (-)
Pemeriksaan Penunjang

DARAH LENGKAP
Hb :13,8 g/dl (N: 11,5-16,5 g/dl)
Leukosit :14.770/µL (N: 4.500-11.000 /uL)
Eritrosit : 5 juta/µL (N: 3,8-5,8 juta/uL)
Hematokrit : 41 % (N: 37-47%)
Trombosit : 342.000/µL (N: 154.000-386.000 /uL)
MCV : 82 fL (N: 76-96 fL)
MCH : 28 g/dL (N: 27-32 g/dl)
MCHC : 34 g/dL (N: 30-35 g/dl)

KIMIA DARAH
Gula Darah Sewaktu : 132 mg/dL (N: <140 mg/dL)
Ureum : 27 mg/dL (N: 13-43 mg/dL)
Creatinine : 0,69 mg/dL (N: 0,72-1,18 mg/dL)
SGOT : 20 U/L (N: <37 U/L)
SGPT : 11 U/L (N: <41 U/L)
Natrium 137 mmol/L (N: 135-145 mmol/L)
Kalium : 3,7 mmol/L (N: 3,5-5 mmol/L)
Calsium : 8,4 mg/dL (N: 8,6-10 mg/dL)
Chlorida : 101 mmol/L (N: 96-106 mmol/L)
CT Scan Kepala
CT-Scan Kepala Tanpa Kontras

Kesan :
• Jaringan lunak ekstra calvaria, dan calvaria masih memberi
kan bentuk dan densitas yang normal
• Lesi hiperdens batas tegas tepi ireguler berukuran lk 1,5 x
5,5 x 3,5 cm di subkortikal temporoparietalis kiri dengan
lesi hipodens disekitarnya yang menyempitkan sulci dan
gyri disekitarnya, fissura sylvii kiri dan mendesak ventrikel
lateralis kiri
• Sulci dan gyri corticalis lainnya, fissura sylvii kanan dan
fissura interhemisfer tampak normal
• Ukuran ventrikel lateralis kanan, ventrikel 3 dan 4 tampak
normal
• Ruang subaraknoid tampak normal
• Sisterna ambiens dan basalis tampak normal
Kesimpulan :
Perdarahan intraserebri di subkortikal temporoparietalis kiri
dengan edema perifokal.
Diagnosis Diagnosis Diagnosis
Klinis Topis Etiologi

Hemiparesis
Cerebri hemisfer Perdarahan
dextra ec stroke
sinistra intraserebri
hemoragik
Penatalaksanaan

Umum Medikamentosa
• Kontrol vital sign dan • IVFD RL: Aminufluid 2:1 XV
neurologis gtt/m
• Pemberian nutrisi peroral • IVFD Manitol 20% gtt
sesuai kebutuhan kalori • Inj ranitidin amp/12 jam
pasien • B1 B6 B12 tablet/12 jam
• Tirah baring • Amlodipin tablet 5 mg/24
jam
TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi
Definisi Stroke Hemoragik

Menurut WHO, stroke didefinisikan sebagai manifestasi klinis


dari gangguan fungsi otak, baik fokal maupun global
(menyeluruh), yang berlangsung cepat, berlangsung lebih dari
24 jam atau sampai menyebabkan kematian, tanpa penyebab
lain selain gangguan vaskuler.

Sedangkan, stroke hemoragik adalah stroke yang diakibatkan


oleh perdarahan arteri otak didalam jaringan otak (intracerebral
hemorrhage) dan/atau perdarahan arteri diantara lapisan
pembungkus otak, piamater dan arachnoidea.
Etiologi

Amyloid Arteriovenous Aneurisma


Hipertensi
Angiopathy Malformation intracranial

Dural venous
Angioma Venous Neoplasma
sinus
Kavernosum Angioma intracranial
thrombosis

Penggunaan
Koagulopati kokain dan
alcohol
Patofisiologi
ANALISA KASUS

Anamnesis Teori

• Penurunan kesadaran • Menurut WHO, stroke


sejak 1 hari SMRS didefinisikan sebagai
• Kelemahan pada manifestasi klinis dari
anggota gerak tubuh gangguan fungsi otak,
sebelah kanan baik fokal maupun
• Keluhan tambahan global (menyeluruh),
berupa nyeri kepala, yang berlangsung
mual, muntah dan sulit cepat, berlangsung
berbicara lebih dari 24 jam atau
• Riwayat hipertensi sejak sampai menyebabkan
3 tahun yang lalu kematian, tanpa
• Perokok aktif penyebab lain selain
• Usia lansia (>50 tahun) gangguan vaskuler.
Skoring stroke Siriraj Score CSS < -1 : Stroke Non Haemoragik
CSS > 1 : Stroke Hemoragik

Pada kasus
(1x2,5) + (1x2) + (1x2) + (80x0,1) – (0x3) – 12 = 2,5  Stroke hemoragik
Pemeriksaan Radiologis
Hasil
Lesi hiperdens batas tegas tepi ireguler
berukuran lk 1,5 x 5,5 x 3,5 cm di
subkortikal temporoparietalis kiri
dengan lesi hipodens disekitarnya yang
menyempitkan sulci dan gyri
disekitarnya, fissura sylvii kiri dan
mendesak ventrikel lateralis kiri

Kesimpulan
Perdarahan intraserebri di subkortikal
temporoparietalis kiri dengan edema
perifokal.
Berdasarkan lokasi terjadinya perdarahan di intracerebri dapat
menunjukkan gejala berupa
a. Sakit kepala oksipital
b. Muntah berulang, serta ataksia gait.
c. Dapat juga terjadi paresis gerakan mata lateral ke arah lesi,
d. Paresis saraf kranialis VII.
e. Stupor ataupun koma (penurunan kesadaran) akibat kompresi
batang otak.
THANK YOU