Anda di halaman 1dari 12

Papil Edema

KARINA INDAH PRAYOGI


2121210015
Papil edema

 Papil edema adalah kongesti noninflamasi diskus optikus yang berkaitan dengan
peningkatan tekanan intrakranium. Tampilan diskus pada papil edema tidak dapat
dibedakan dari edema oleh penyebab lain (contohnya papililtis) yang mana secara
tidak spesifik diistilahkan dengan edema diskus optikus
 Penyebab tersering adalah :
 tumor serebrum,
 abses,
 gangguan endokrin seperti : Addison’s disease, Cushing’s disease
 hematoma subdura,
 hidrosefalus, perdarahan sud arakhnoid atau perdarahan subdural,
 Glaukoma akut, uveitis
 malformasi arteriovena, dan
 hipertensi maligna
 Peninkatan produksi Cairan serebrospinal
 Cerebral edema
Tanda awal papilledema :

 Hiperemia diskus (tanda yang paling dini dari adanya papilledema)


 Pelebaran telangiectasia kapiler permukaan
 Pengkaburan batas diskus peripaplar
 Kekaburan dari batas papil ini dimulai pada bagian atas dan bawah, selanjutnya akan
menjalar kebagian nasal.
 Hilangnya denyut vena spontan
 Edema peripapiler (yang dapat meluas ke macula)
 Jaringan diskus bengkak, meninggi, dan mengalami kongesti
 Pebuluh darah vena membesar secara mencolok
 perdarahan peripapiler
Bercak Cotton wool
 Bercak-bercak cotton wool
Papil edama akut

Pada papil edema akut, fungsi nervus optikus seringkali normal.


Ketajaman penglihatan biasanya normal, seperti pada penglihatan
warna (kecuali jika pada makula terdapat eksudat, edema atau
perdarahan). Respon pupil juga biasanya normal. Lapangan pandang
biasanya normal atau dapat menunjukkan adanya pelebaran dari bintik
buta.
Papil edema kronik

 Jika papilledema menetap selama beberapa bulan, hiperemia diskus perlahan


menghilang, memberikan gambaran abu-abu akibat gliosis astrositik dan atrofi
saraf disertai konstriksi sekunder pembuluh darah retina
 Dapat muncul pembuluh darah kolateral optikosiliaris dan eksudat halus atau
drusen diskus optikus
 Penurunan lapang pandang perifer
 Kekaburan penglihatan sementara

Drusen discus optikus


Berdasarkan pemeriksaan funduskopi, papil
edema terbagi dalam 4 tingkatan

1. Early
 Tidak ada gejala visual dan tajam
penglihatan normal
 Diskus optikus tampak hiperemis dan
Fundus Normal
elevasi ringan. Garis tepi diskus (awalnya
nasal, kemudian superior, inferior dan
temporal) tampak tidak jelas, dan mulai
terjadi pembengkakan lapisan serat saraf
papil retina.

Early papil edema


2. Established
 Penglihatan kabur yang transien dapat
terjadi pada satu atau kedua mata,
terjadi beberapa detik, terutama saat
berdiri.
 Tajam penglihatan normal atau
berkurang
. Established papil edema  Diskus optikus terlihat hiperemis berat dan
elevasi sedang dengan garis tepi yang
tidak jelas, dimana awalnya dapat
asimetris. Optic cup dan pembuluh darah
kecil di diskus tampak kabur. Terjadi
sumbatan vena, dan perdarahan
peripapiler berupa flame shape, dan
dapat terlihat cotton-wool spots.
 Bintik buta membesar
3. Longstanding
Tajam penglihatan bervariasi dan
Longstanding papil edema

lapangan pandang mulai menyempit.
 Elevasi diskus optikus yang nyata. Cotton-
wool spots dan perdarahan tidak ada.
4. Atrophic
 Tajam penglihatan sangat terganggu
 Diskus optikus terlihat berwarna abu-abu
. Athropic
kotor , sedikit elevasi, dan garis tepi yang
tidak jelas.
Pemeriksaan penunjang

 Ct scan : untuk melihat lesi intracranial


 Lumbar pungsi : untuk mendeteksi adanya infeksi di CSS
 Fundus fluorescence angiography (FFA) : untuk melihat fase-fase
dari papiledema
Penatalaksanaan

 Hipertensi :
Diuretik : inhibitor carbonic anhydrase , acetazolamide (Diamox),
dapat berguna pada kasus tertentu, terutama pada kasus-kasus
hipertensi intrakranial idiopatik.
kortikosteroid,
pirau lumboperotoneum, dan
fenestrasi selaput saraf optikus
 Tumor otak : craniotomy