Anda di halaman 1dari 11

 Atropi papil merupakan kerusakan pada

saraf optik yang mengakibatkan


degenerasi saraf optik yang terjadi sebagai
hasil akhir suatu proses patologik yang
merusak akson pada sistem penglihatan
anterior.
 Atropi papil merupakan suatu tanda yang
penting dari suatu penyakit saraf optik
lanjut.
 Atropi papil tidak terjadi dengan segera
tetapi umumnya terjadi 4-6 minggu setelah
terjadinya kerusakan akson
 Akson saraf optik ditutupi oleh
oligodendrosit, jika sekali akson ini rusak
maka tidak akan dapat beregeneras
 Terdapat 3 teori patogenesis:
1. Degenerasi serabut saraf yang
berhubungan dengan gliosis
berlebihan.Perubahan ini merupakan
tanda patologis dari consecutive optic
atrophy dan postneuritic optic atrophy
2. Degenerasi serabut saraf dan gliosis dalam
keadaan normal,di mana astrosit berproliferasi
dengan sendirinya dan tersusun pada kolum
longitudinal mengganti serabut saraf
(columnar gliosis). Keadaan ini terjadi pada
atropi papil primer.
3. Degenerasi serabut saraf yang berhubungan
dengan gliosis yang tidak berfungsi.Hal ini
terjadi akibat berkurangnya aliran
darah.Perubahan patologi ini disebut sebagai
cavernous optic atrophy dan merupakan ciri
dari glaukoma dan ischaemic optic atrophy.
A. Klasifikasi berdasarkan Etiologi
1. Atropi Papil Primer
 Atropi papil primer disebabkan oleh
adanya lesi yang mengenai jalur visual
pada bagian retrolaminar saraf optik ke
badan genikulatum lateral. Lesi yang
mengenai saraf optik akan menghasilkan
atropi papil yang unilateral,sedang lesi
yang mengenai chiasma dan traktus
optikus akan menyebabkan atropi papil
yang bilateral.
 Gambaran papil :
-Papil putih,datar dengan gambaran
batas yang jelas
-Penurunan jumlah pembuluh darah kecil
pada papil
-Pengecilan pembuluh darah peripapiler
dan penipisan lapisan sarabut saraf
retina
2. Atropi Papil Sekunder
 Didahului oleh pembengkakan opticnerve
head.
 Penyebab :
a. Papil edema kronis
b. Anterior Ischaemic Optic Neuropathy
c. Papillitis
 Gambaran papil :
- Papil putih,meninggi dengan gambaran
batas yang berhubungan dengan gliosis
-Penurunan jumlah pembuluh darah kecil
pada papil
1. Hilangnya penglihatan,dapat terjadi secara
tiba-tiba atau perlahan-lahan (tergantung
pada penyebab atropi papil) dan bersifat
parsial atau total (tergantung derajat atropi
papil).
2. Pupil semi dilatasi dan reflex cahaya langsung
sangat sedikit atau tidak ada sama sekali
3. Hilangnya lapang pandangan akan bervariasi
dengan distribusi serabut-serabut saraf yang
rusak.
4. Gambaran funduskopi dari papil bervariasi
tergantung dari tipe atropi papil
5. Gangguan pengelihatan warna.
 Papil atropi komplit yang sudah
mengganggu fungsi penglihatan tidak
dapat dipulihkan kembali.
 Penanganan terhadap penyebab yang
mendasarinya dapat membantu
mempertahankan penglihatan pada
pasien dengan atropi papil parsial