Anda di halaman 1dari 37

LBM 4 Modul Penglihatan

1. Mengapa tajam pengelihatan pasien semakin


buram?

PENYEBAB DASAR PENURUNAN VISUS


Kelainan media refrakta
Refraksi anomali
Kelainan pada sistem syaraf
KELAINAN PADA MEDIA REFRAKTA YANG DAPAT
MENYEBABKAN PENURUNAN VISUS
Yang termasuk media refrakta adalah kornea, humor akuos, lensa dan
korpus vitreum.
Kelainan pada kornea: Edema, Infiltrat, Ulkus, sikatrik, panus (nebula,
makula, lekoma)
Kelainan pada Humor akuos: kekeruhan pada humor akuos (Flare/sel
radang, hifema, hipopion)
Kelainan pada lensa: Katarak
Kelainan pada korpus vitreum: Vitritis, perdarahan vitreus, Proliferative
VitreoRetinopathy/PVR)
Refraksi Anomali
Kelainan pada sistem saraf
Kelainan pada retina (retinitis, retinopati, ablasio retina,
atrofi retina, sikatrik retina, ARMD), kelainan pada nervus
Optikus sampai pusat penglihatan di kortek cerebri
(papillitis, neuritis optik, atrofi papil nervus optikus,
tumor atau kelainan lain yang dapat merusak saraf)
Ilyas S. 2006. Ilmu Penyakit Mata. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta
Penglihatan Buram
 Epitel lensa diyakini mengalami perubahan yang berkaitan dengan
usia, khususnya penurunan kepadatan sel epitel lensa dan
penyimpangan diferensiasi sel serat lensa. Akumulasi penurunan epitel
dalam skala kecil dapat menyebabkan perubahan pembentukan serat
lensa dan homeostasis, akhirnya menyebabkan
penurunan transparansi lensa.
 Selain itu, karena usia lensa, penurunan tingkat air dan metabolit larut
air berat molekul rendah dapat memasuki sel-sel inti lensa melalui
epitel dan korteks terjadi dengan penurunan tingkat transportasi air,
nutrisi, dan antioksidan. Akibatnya kerusakan oksidatif progresif
untuk lensa seiring penuaan berlangsung, menyebabkan katarak
senilis. Berbagai studi menunjukkan peningkatan produk oksidasi
(misalnya, glutathione teroksidasi), penurunan vitamin antioksidan
dan enzim superoksida dismutase menyebabkan proses oksidatif pada
cataractogenesis.
Leedez J. Guide to Eye Cataract and Cataract Surgery.
Komposisi lensa sebagian besar berupa air dan protein
yaitu kristalin. Kristalin α dan β adalah chaperon, yang
merupakan heat shock protein. Heat shock protein
berguna untuk menjaga keadaan normal dan
mempertahankan molekul protein agar tetap inaktif
sehingga lensa tetap jernih. Lensa orang dewasa tidak
dapat lagi mensintesis kristalin untuk menggantikan
kristalin yang rusak, sehingga dapat menyebabkan
terjadinya kekeruhan lensa
2. Apa hubungan penggunaan kaca mata sejak remaja
(15 th)?
Kausa :
a. Axis bola mata lebih panjang dari normal
b. Index refraksi media refrakta yang lebih besar dari
normal
c. Kurvatura Cornea terlalu cembung ( misal pada
keratokonus) masih dapat mencembung
d. Posisi lensa terlalu kedepan (misal subluksasi
lensa)
Komplikasi Miopia adalah :
1. Ablasio retina
Terjadi jika RPE (retinal pigmen epitel) lepas dari sel fotoreseptor
2. Vitreal Liquefaction dan Detachment
Badan vitreus yang berada di antara lensa dan retina mengandung 98% air dan 2% serat
kolagen yang seiring pertumbuhan usia akan mencair secara perlahan-lahan, namun
proses ini akan meningkat pada penderita miopia tinggi. Hali ni berhubungan dengan
hilangnya struktur normal kolagen. Pada tahap awal, penderita akan melihat
bayangan-bayangan kecil (floaters). Pada keadaan lanjut, dapat terjadi kolaps
badan viterus sehingga kehilangan kontak dengan retina. Fungsi tampon untuk
menampung retina berkurang Keadaan ini nantinya akan menimbulkan risiko
untuk terlepasnya retina dan menyebabkan kerusakan retina dan terjadi ablasio
retina. Vitreus detachment pada miopia tinggi terjadi karena luasnya volume yang
harus diisi akibat memanjangnya bola mata (Sidarta, 2003).
3. Miopik makulopati
Dapat terjadi penipisan koroid dan retina serta hilangnya pembuluh darah kapiler
pada mata yang berakibat atrofi sel-sel retina sehingga lapangan pandang
berkurang. Dapat juga terjadi perdarahan retina dan koroid yang bisa menyebabkan
berkurangnya lapangan pandang. Miopi vaskular koroid atau degenerasi makular
miopia juga merupakan konsekuensi dari degenerasi makular normal dan ini
disebabkan oleh pembuluh darah yang abnormal yang tumbuh di bawah sentral retina
4. Glaukoma
Risiko terjadinya glaukoma pada mata normal adalah 1,2%, pada miopia sedang 4,2%,
dan pada miopia tinggi 4,4%. Glaukoma pada miopia terjadi dikarenakan stres
akomodasi dan konvergensi serta kelainan struktur jaringan ikat penyambung
pada trabekula
5. Katarak
3. Apa hubungan pasien DM dan hipertensi dengan
keluhannya?

 Hipertensi
Hipertensi yang lama menyebabkan penyempitan arteriol seluruh
tubuh. Pada pembuluh darah mata, kelainan ini berhubungan
dengan rusaknya inner blood retinal barrier, ekstravasasi
dari plasma dan sel darah merah. penyempitan arteriol ini
menyebabkan perubahan ratio arteri-vena. Apabila penyempitan
arteriol disebabkan oleh spasme dari arteriol, maka bersifat
reversibel, tetapi apabila disebabkan oleh edema atau
adanya fibrosis pada dinding pembuluh darah, maka
bersifat irreversibel.
Akibat hipertensi yang lama juga menyebabkan terjadinya
arteriosklerosis. Arteriosklerosis diawali dengan
meningkatnya jaringan elastin pada lapisan intima,
kemudian secara bertahap intima akan digantikan dengan
jaringan hialin dan lapisan otot akan menjadi fibrosis
A. Grade I hypertension and grade I arteriolar sclerosis showing the earliest
generalized narrowing with increase light reflex.
B. Grade I hypertension showing generalized narrowing and grade II arteriolar
sclerosis showing increase in light reflex plus arteriovenous compression.
C.Grade I hypertension showing generalized narrowing and grade III arteriolar
sclerosis showing broad light reflex, arteriovenous compression plus copper
wire arterioles.
D. Grade I hypertension plus grade IV arteriolar sclerosis showing increase of
light reflex, arteriovenous compression, copper and silver wire arterioles.
(Scheie HG, Ashley BJ, Yanoff M: Medical ophthalmology: Hypertension and
arteriosclerosis. In Scheie HG [ed]: Medical Ophthalmology: Ophthalmologic
Manifestations of Systemic Diseases, p 17 .
Metabolisme Glukosa
3. Apa interpretasi dari px visus dari pasien di scenario (
VOD 6/60 dengan S-1,75 jadi 6/12 nbc, VOS 6/48
dengan S-1,5 jadi 6/9,6 nbc, Addisi S=1,5 J4,)?
presbiopi
orang indonesia yang emetrop memrlukan kacamata
tambahan ( addisi) untuk melihat dekat ( membaca)
pada umur tertentu:
umur 40 tahun addisi S+ 1 D
umur 45 tahun addisi S +1.5 D
umur 50 tahun addisi S+2 D
umur 55 tahun addisi S+2.5 D
umur 60 tahun atau lebih addisi S+3 D
pasien di scenario (segmen anterior tenang lensa keruh tidak
merata,segmen posterior terdapat adanya kelainan pada retina
dan vitreus)
yang dapat digunakan untuk
menegakkan scenario?
Beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk melihat tanda dari
katarak:
- Pemeriksaan ketajaman penglihatan
Ketajaman penglihatan dapat bervariasi mulai dari 6/9 sampai
hanya persepsi cahaya, tergantung pada lokasi dan maturitas
katarak.
- Iluminasi oblik
Pemeriksaan iluminasi oblik dapat memperlihatkan warna lensa di
daerah pupil yang bervariasi dari setiap jenis katarak.
- Tes iris shadow
Ketika cahaya disinarka ke pupil, akan terbentuk bayangan
berebentuk bulan sabit (crescenteric shadow) di tepi pupil pada
lensa yang keruh keabuan, selama masih ada korteks yang jernih
dianatara kekeruhan dan tepi pupil,
- Pemeriksaan oftalmoskop langsung
Pada media tanpa kekeruhan akan tampak refleks fundus yang
berwarna kuning kemerahan, sedangkan pada lensa dengan
kekeruhan parsial akan tampak bayangan hitam yang
berlawanan dengan cahaya kemerahan tersebut pada area yang
keruh.
- Pemeriksaan slit-lamp
Pemeriksaan dengan slit-lamp dilakukan dengan dilatasi pupil.
Pemeriksaan ini memberikan gambaran menegenai morfologi
kekeruhan (lokasi, ukuran, bentuk, pola warna, dan kepadatan
dari nukleus). Pengelompokan berdasarkan konsistensi nukleus
penting dalam parameter ekstraksi lensa teknik
fakoemulsifikasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan slit-lamp,
konsistensi nukleus dapat dikelompokkan seperti tabel berikut
ini:
Dx. retinopati hipertensi
Diagnosis retinopati hipertensi ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisis. Selain itu pemeriksaan penunjang seperti
funduskopi, pemeriksaan visus, pemeriksaan tonometri terutama pada
pasien lanjut usia dan pemeriksaan USG B-Scan untuk melihat kondisi
di belakang lensa diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis
pasti. Pemeriksaan laboratorium juga penting untuk menyingkirkan
penyebab lain retinopati selain dari hipertensi.
Pasien dengan hipertensi biasanya akan mengeluhkan sakit kepala dan
nyeri pada mata. Penurunan penglihatan atau penglihatan kabur hanya
terjadi pada stadium III atau stadium IV peubahan vaskularisasi akibat
hipertensi. Arteriosklerosis tidak memberikan simptom pada mata
Ilyas S. 2006. Ilmu Penyakit Mata. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia: Jakarta
Sebutkan dan jelaskan kelainan
pada retina dan vitreus ?
BADAN VITREUS
Kekeruhan pada badan kacakadang kadang terjadi akibat penuaan disertai
degenerasi berupa terjadinya koagulasi badan kaca.Hal ini disertai dengan
pencairan badan kaca bagian belakang
Perdarahan pada badan kaca  gawat  memberikan penyulit yang
mengakibatkan kebutaan pada mata
Perdarahan pada badan kaca dapat terjadi spontan pada diabetes mellitus,
rupture retina, ablasi badan kaca posterior, oklusi vena retina dan pecahnya
pembuluh darah neovaskuler, dapat disebabkan oleh trauma
RETINA
Neovaskularisasi pada retina mudah timbul perdarahan ke dalam badan kaca
 keruh
Karena oklusi vena retina  penumbatan vena retina  gangguan perdarahan
pada bola mata
Pada penyumbatan retina sentral sring didapatkan pada pasien gaukoma, DM,
hipertensi, kelainan darah, aterosklerosis, papiledem
Sumber : Ilyas S. 2006. Ilmu Penyakit Mata. Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia: Jakarta..
Apa DD dan diagnosis dari kasus di
scenario?

KATARAK
DEFINISI
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yg dapat terjadi
akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa,
atau akibat kedua2nya.
Etiologi
Bahan toksik khusus (kimia & fisik)
Keracunan obat (eserin, kortikosteroid, ergot, antikolinesterase topikal)
Kelainan sistemik / metabolic (DM, galaktosemi, dan distrofi miotonik)
Ilmu Penyakit Mata, Prof. dr. H. Sidarta Ilyas, Sp.M
klasifikasi katarak
a. Developmental:
Congenital
Juvenil
b. Degeneratif/senilis:
Insipiens
Immatura
Matura
Hypermatura
c. Komplikata: oleh karena penyakit/kelainan di Mata atau tempat lain
Glaucoma
Iridocyclitis
DM, galaktosemia, hipoparatiroid, miotonia distrofi
Efek samping obat: steroid, amiodaron, miotika antikolinesterase, klorpromazine,
ergot, naftalein, dinitrofenol, triparanol (MER-29)
d. Traumatika
RETINOPATI DIABETIKUM
Definisi
Aalah suatu mikroangiopti progresif yang ditandai dengan kerusakan dan sumbatan
pembuluh-pembuluh halus
Risiko mengalaminya meningkat sejalan dengan lamany diabetes
Etiologi
Penyebabnya sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun keadaan
hiperglikemi yang berlangsung lama dianggap sebagai factor risiko utama
penyebab
Retinopati diabetikum terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah yang menuju
ke retina. Kadar gula darah (glukosa) yang tinggi pada diabetes menyebabkan penebalan
pembuluh darah yang kecil.
Pada stadium awal (retinopati non-proliferatif), pembuluh darah menjadi berlubang-
lubang dan isinya merembes ke dalam retina, menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
Pada stadium lanjut (retinopati proliferatif), terjadi pertumbuhan pembuluh darah yang
baru di dalam mata. Pembuluh darah yang baru ini sangat rapuh dan bisa mengalami
perdarahan sehingga menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.
Beratnya retinopati dan penurunan fungsi berhubungan dengan kadar glukosa dan lamanya
seseorang menderita diabetes. Biasanya retinopati baru terjadi dalam waktu 10 tahun
setelah seseorang menderita diabetes.
Retinopati nonproliferatif. Merupakan stadium awal dari proses
penyakit ini. Selama menderita diabetes, keadaan ini
menyebabkan dinding pembuluh darah kecil pada mata
melemah. Timbul tonjolan kecil pada pembuluh darah tersebut
(mikroaneurisma) yang dapat pecah sehingga membocorkan
cairan dan protein ke dalam retina. Menurunnya aliran darah ke
retina menyebabkan pembentukan bercak berbentuk “cotton
wool” berwarna abu-abu atau putih. Endapan lemak protein
yang berwarna putih kuning (eksudat yang keras) juga terbentuk
pada retina. Perubahan ini mungkin tidak mempengaruhi
penglihatan kecuali cairan dan protein dari pembuluh darah
yang rusak menyebabkan pembengkakan pada pusat retina
(makula). Keadaan ini yang disebut makula edema, yang dapat
memperparah pusat penglihatan seseorang
Retinopati proliferatif. Retinopati nonproliferatif dapat berkembang
menjadi retinopati proliferatif yaitu stadium yang lebih berat pada
penyakit retinopati diabetik. Bentuk utama dari retinopati proliferatif
adalah pertumbuhan (proliferasi) dari pembuluh darah yang rapuh
pada permukaan retina. Pembuluh darah yang abnormal ini mudah
pecah, terjadi perdarahan pada pertengahan bola mata sehingga
menghalangi penglihatan. Juga akan terbentuk jaringan parut yang
dapat menarik retina sehingga retina terlepas dari tempatnya. Jika
tidak diobati, retinopati proliferatif dapat merusak retina secara
permanen serta bahagian-bahagian lain dari mata sehingga
mengakibatkan kehilangan penglihatan yang berat atau kebutaan.
Apa saja factor resiko dari
diagnosis pada scenario?
Bagaimana penatalaksanaan dari
kasus di scenario?
Intra Capsular Cataract Extraction (ICCE)
Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan seluruh
lensa bersama kapsul. Seluruh lensa dibekukan di dalam
kapsulnya dengan cryophake dan dipindahkan dari mata
melalui incisi korneal superior yang lebar. Sekarang
metode ini hanya dilakukan hanya pada keadaan lensa
subluksatio dan dislokasi. Pada ICCE tidak akan terjadi
katarak sekunder dan merupakan tindakan pembedahan
yang sangat lama populer.ICCE tidak boleh dilakukan atau
kontraindikasi pada pasien berusia kurang dari 40 tahun
yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsular.
Penyulit yang dapat terjadi pada pembedahan ini
astigmatisme, glukoma, uveitis, endoftalmitis, dan
perdarahan.
Extra Capsular Cataract Extraction ( ECCE )
Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan
pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul
lensa anterior sehingga massa lensa dan kortek lensa dapat
keluar melalui robekan. Pembedahan ini dilakukan pada pasien
katarak muda, pasien dengan kelainan endotel, implantasi lensa
intra ocular posterior, perencanaan implantasi sekunder lensa
intra ocular, kemungkinan akan dilakukan bedah glukoma, mata
dengan prediposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca, mata
sebelahnya telah mengalami prolap badan kaca, ada riwayat
mengalami ablasi retina, mata dengan sitoid macular edema,
pasca bedah ablasi, untuk mencegah penyulit pada saat
melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca.
Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat
terjadinya katarak sekunder.
Phacoemulsification
Phakoemulsifikasi (phaco) adalah teknik untuk
membongkar dan memindahkan kristal lensa. Pada teknik
ini diperlukan irisan yang sangat kecil (sekitar 2-3mm) di
kornea. Getaran ultrasonic akan digunakan untuk
menghancurkan katarak, selanjutnya mesin PHACO akan
menyedot massa katarak yang telah hancur sampai bersih.
Sebuah lensa Intra Okular yang dapat dilipat dimasukkan
melalui irisan tersebut. Karena incisi yang kecil maka tidak
diperlukan jahitan, akan pulih dengan sendirinya, yang
memungkinkan pasien dapat dengan cepat kembali
melakukan aktivitas sehari-hari.Tehnik ini bermanfaat
pada katarak kongenital, traumatik, dan kebanyakan
katarak senilis
Apa indikasi dilakukannya laser
fotokoagulasi?