Anda di halaman 1dari 29

Laporan Kunjungan Rumah

Pasien TB Paru

ARBI ARDIANI HAMZAH, S.KED

PEMBIMBING :
dr.SYAMSIAH PAWENNAI M.KES

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
DEFINISI

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi


menular yang disebabkan oleh bakteri jenis
mycobacterium tuberculosis. Infeksi dapat bersifat
lokal dan sistemik, namun sebagian besar kasus
infeksi bermanifestasi sebagai tuberkulosis pada
organ paru dan biasanya merupakan lokasi infeksi
primer.
Etiologi

Penyebab TB adalah Mycobacterium


tuberculosis

Cara penularan melalui inhalasi basil yang


mengandung droplet nuclei yang khususnya
didapat dari penderita paru yang batuk
berdahak atau batuk berdarah, bersin, berbicara
PATOFISIOLOGI
Gejala Klinis

Gejala respiratorik Gejala sistemik

• Batuk kering > 3 • Demam


minggu • Malaise
• Batuk dengan • Keringat malam
dahak atau darah • Anoreksia
• Sesak napas • Berat badan
• Nyeri dada menurun
Alur Diagnosis
PENATALAKSAAN
Paduan obat yang dianjurkan
Kasus
Kategori Fase awal Fase lanjutan
I TB Paru BTA +, 2 RHZS (RHZE) 6 HE
TB extraparu (berat), 2 RHZS (RHZE) 4 HR
BTA negatif lesi luas. 2 RHZS (RHZE) 4H3R3

II Kambuh 2 RHZES /1 RHZE 5 HRE


Gagal pengobatan 2 RHZES /1 RHZE 5 H3R3E3

III TB paru BTA (-), lesi minimal 2 RHZ atau 2 R3H3Z 6 HE atau 2 HR/ 4 H

IV Kasus Kronik (BTA masih (+) setelah Pertimbangkan untuk menggunakan OAT lini
pengobatan ulang yang disupervisi) kedua, sesuai hasil uji resistensi kuman
(minimal 3 obat sensitif dengan H tetap
diberikan), H dapat diberikan seumur hidup
(WHO).
Identitas Pasien

Nama : Tn. Muh. Asraf


Umur : 18 tahun
Alamat : Jl. B. Kelurahan, Lapulu
Agama : Islam
Suku : Bugis
Anggota keluarga
Keduduka
Umur Pendidika
No Nama n dalam JK Pekerjaan Ket.
(thn) n terakhir
Keluarga
1. Tn. Ali Razak Suami L 28 SMA Security Sehat
Ibu Rumah
2. Ny. Saharia Istri P 42 SMA Hamil
Tangga
3. Nn. Novianti Anak P 21 SMA Mahasiswa Sehat

4. Tn. Muh. Asraf Anak L 18 SMP Wiraswasta Sakit

5 An.Sherin Anak P 9 SD Pelajar Sehat

6 An. Aisyah Anak P 2 - - Sehat


ANAMNESIS

Batuk sejak 4 bulan yang lalu, batuk dirasakan terus menerus


meskipun telah minum obat batuk. Batuk disertai dahak
berwarna putih, tidak disertai darah, pasien tidak pernah
sesak dan tidak pilek. Pasien mengaku kadang demam,
pusing dan sering berkeringat saat malam hari meskipu
tanpa aktivitas. Pasien mengaku berat badannya menurun
dalam 3 bulan terakhir. Pasien mudah lelah dan lemas.
Pasien kemmudian berobat ke puskesmas dan dilakukan
pemeriksaan dahak namunn hasilnya negatif, kemudian
pasien dirujuk untuk foto rontgen dan hasil foto rontgen
menujukkan TB Paru. Dan mulai diberikan pengobatan sejak
2 November 2017.
 Riwayat penyakit sebelumnya tidak ada. Riwayat
merokok(+), alkohol (+). Riwayat imunisasi
lengkap. Riwayat kontak dengan orang yang batuk
lama (+).
 Riwayat penyakit dalam keluarga
Ayah pasien telah meninggal akibat penyakit
jantung.
Pemeriksaan Fisis

Status Present Tanda Vital

 KU : Sakit ringan,  TD :110/70 MmHg


compos mentis
 Nadi : 84 x/mnt
 BB : 48 kg
 TB : 162 cm  Prnapasan : 24 x/mnt

 IMT : 18,2  Suhu : 37,0 oC


(Underweight)
Status Generalisata

Kulit • Coklat, turgor baik, ikterus (-)

Kepala • normocepal

• Konjungtiva anemis (-/-), sklera


Mata ikterik (-/-)
• Mata cekung (-)
• Bibir kering (-)
Mulut • Lidah kotor (-), tremor (-)
• Stomatitis (-)

Hidung • Rinore (-)

• Inspeksi : Pergerakan simetris kanan kiri.


retraksi sela iga (-)
• Palpasi : nyeri tekan (-), krepitasi (-)
Thoraks vokal fremitus simetris
• Perkusi : sonor
• Auskultasi : bronkovesikuler, ronkhi
+/+,wheezing -/-
• Inspeksi : IC tidak terlihat

Jantung • Palpasi : IC teraba di ICS 5 linea midclavicularis sinistra


• Perkusi : Batas Jantung Normal
• Auskultasi: BJI,II reguler,BJIII/gallop (-), Murmur (-)

• Inspeksi : datar, ikut gerak napas

Abdomen •

Palpasi : Nyeri tekan (-)
Perkusi : timpani
• Auskultasi : Peristaltik (+)

Ekstremitas • gerakan bebas, jaringan parut (-), pigmentasi


normal, telapak pucat (-), jari tabuh (-).
Pemeriksaan penunjang

Sputum BTA : Negatif

Foto Thoraks

• TB Paru aktif, lesi luas


• Efusi pleura bilateral minimal

Uji tuberkulin
DIAGNOSA

TB Paru Kategori I
Penyelesaian masalah Kapan dirujuk

 Pengobatan di  jika mengalami


puskesmas dan komplikasi dan apabila
meminum obat secara pasien mengalami
rutin kondisi tertentu yang
 Berhenti merokok dan membutuhkan
pola hidup sehat perhatian terkait
 Menggunakan masker pengobatan TB
untuk mencegah
penularan
Penjelasan kepada pasien dan keluarga

 Peran anggota keluarga yang lain terutama mendampingi pasien


berobat ke puskesmas dan mengingatkan pasien untuk minum obat
secara teratur

 Peran anggota keluarga yang lain terutama untuk selalu mencegah


penularan.

 Penularan bisa dicegah dengan bantuan anggota keluarga agar


mengingatkan pasien untuk menggunakan masker, menutup mulut
saat batuk, serta melakukan pola hidup yang sehat, membuka
jendela rumah agar kumannya terkena sinar matahari.
Penyuluhan yang dilakukan

 Definisi TB
 Etiologi
 Cara penularan
 Gejala klinis
 Terapi
 Edukasi
Upaya pencegahan

Primer Sekunder Tersier

• Upaya promotif, • Pemeriksaan • Bila obatnya


penyuluhan dengan tes hampir habis,
tentang TB dan tuberkulin pada segera ke
cara kelompok puskesmas
penularannya beresiko tinggi • Melakukan
• Imunisasi lengkap • Melaporkan ke pemeriksaan
untuk semua petugas kesehatan sesuai dengan
anggota keluarga jika ada orang instruksi petugas
• Membuka jendela yang memiliki dari puskesmas
rumah agar gejala seperti TB • Bila terdapat
kuman terkena di sekitar rumah. gejala atau tanda
sinar matahari • Pasien yang komplikasi segera
• Membersihkan didiagnosa TB ke dokter
lingkungan rumah harus minum obat
secara teratur.
Kegiatan yang dilakukan saat kunjungan rumah

Memantau kondisi pasien dan


lingkungan sekitar

Melakukan diagnosis holistik

Melakukan pengobatan dan


tindakan holistik
Diagnosis holistik

Aspek personal

• Pasien datang berobat dengan harapan rasa sakit yang dirasakan


• Pasien juga merasa khawatir terjadi komplikasi.
• Pasien khawatir dapat menularkan pada orang lain

Aspek risiko internal

• Merokok dan minum alkohol


• Kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Aspek psikososial keluarga

• Hubungan dengan keluarga yang sangat baik.


• Semua keluarga pasien mengharapkan untuk kesembuhan pasien
• Ada tetangga yang mengalami batuk lama dan pernah berobat TB
Analisa kasus dengan menggunakan pendekatan
kedokteran keluarga

Dari hasil kunjungan rumah diperoleh informasi pasien laki-laki usia 18


tahun dengan diagnosis :
TB Paru Kategori I

Dari hasil pengamatan terdapat beberapa factor risiko yang dapat


menjadi penyebab pasien menderita yaitu:

 Merokok
Riwayat kontak dengan penderita batuk lama
Dari hasil kunjungan rumah maka didapatkan
masalah yang terjadi pada keluarga

Pengetahuan anggota keluarga yang masih kurang


tentang penyakit TB Paru
Pola hidup yang tidak sehat

Adanya riwayat kontak dengan penderita batuk lama


disekitar rumah
Intervensi yang dilakukan kepada keluarga

 Melakukan edukasi dan diskusi bersama pasien dan keluarga


mengenai dari penyakit yang diderita.
 Melakukan edukasi agar pasien menerapkan pola hidup sehat,
berhenti merokok dan minum alkohol, menggunakan masker
untuk mencegah penularan, menutup mulut jika bersin dan
batuk, serta tidak membuang dahak di sembarang tempat.
 Menyarankan kepada pasien untuk memeriksakan diri sesuai
instruksi dari petugas puskesmas
 Menyarankan kepada pasien agar minum obat teratur dan
selalu berkonsultasi ke dokter atau puskesmas terdekat.
 Memberikan edukasi pada ibu pasien agar memperhatikan
imunisasi anak-anaknya.
 Memberikan edukasi kepada keluarga agar rumahnya tetap
terkena sinar matahari.
DOKUMENTASI
TERIMA
KASIH