Anda di halaman 1dari 43

CASE REPORT SESSION (CRS)

8/25/2018
G2P1A0 GRAVIDA 39 MINGGU INPARTU KALA I FASE
LATEN JANIN TUNGGAL HIDUP INTRAUTERIN PRESKEP +
KETUBAN PECAH DINI

OLEH :
Sora Melisa, S.Ked

1
PEMBIMBING :
Dr. dr. Herlambang Noerjasin, Sp.OG (K) FM
8/25/2018
2
PENDAHULUAN

8/25/2018
Ketuban Pecah Dini (KPD) atau Premature Rupture Of
Membrane (PROM)  Masalah penting dalam obstetri infeksi
dan persalinan prematur.

Sekitar 2,7% - 17% kehamilan  Terjadi secara spontan.

30% terjadi pada kehamilan preterm

3
8/25/2018
LAPORAN KASUS

4
CONT..

8/25/2018
Autoanamnesa dan Alloanamnesa.
Nama : Ny. L
Umur : 34 tahun
Pendidikan : SMA
Agama : Kristen
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Tempino
Pekerjaan : IRT
Tanggal MRS :17 Februari 2015 ,pukul 12.30 WIB

5
Keluhan Utama

8/25/2018
Os mengeluh keluar air-air berwarna bening dari
jalan lahir 7 Jam SMRS.

6
RPS

8/25/2018
Keluar air-air berwarna bening dari jalan lahir 7
Jam SMRS, Berbau amis dan merembes terus
menerus hingga membasahi kain yang dipakai
sebagai alas. Nyeri perut menjalar sampai ke
pinggang sejak pukul 16.00 wib. Keluar lendir
bercampur darah (+)

7
RPD & RPK

8/25/2018
Riwayat penyakit dahulu :
Asma, hipertensi, diabetes mellitus dan penyakit jantung
disangkal oleh pasien.
Riwayat hipertensi dalam kehamilan sebelumnya juga
disangkal oleh pasien.

Riwayat penyakit keluarga :


Riwayat asma, hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit
jantung dalam keluarga disangkal.

8
CONT..

Riwayat haid

8/25/2018
Menarche : 14 tahun
Lama haid : 7 hari
Rasa sakit yang menyertai haid : (+)
Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) : 17 Mei 2014
Taksiran Persalinan (TP) : 24 Februari 2015
Usia Kehamilan : 39 Minggu

Riwayat perkawinan
Menikah 1 kali dengan suami sekarang sejak 2 tahun yang
9
lalu.
CONT..

Riwayat obstetri

8/25/2018
a) Anak ke 1 : Laki – laki, 2800 gram, aterm, persalinan
normal, ditolong oleh bidan, sehat
b) Anak ke 2 : Hamil ini

Riwayat ginekologi
a) Keputihan (+), sebelum haid
b) Riwayat operasi (-)
c) Riwayat kontrasepsi (+), suntik 3 bulan, berhenti karna
ingin punya anak.
10
d) Riwayat lain : minum jamu, pijat disangkal.
CONT..

8/25/2018
Riwayat Penyakit Keluarga

a. Keturunan kembar : Tidak ada


b. Riwayat asma, hipertensi, diabetes mellitus, dan
penyakit jantung dalam keluarga disangkal.

11
Pemeriksaan fisik

8/25/2018
Keadaan umum : Tampak lemah
Kesadaran : Compos Mentis
Vital sign :
TD : 120/70 mmHg
N : 82 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 36,7 C
Tinggi badan : 152 cm
Berat Badan setelah hamil : 55 kg
Berat badan sebelum hamil : 80 kg 12
Pemeriksaan fisik

8/25/2018
Kepala : Mesocephal

Mata : Conjunctica anemis -/-, sclera ikterik -/-

Telinga : Tidak ada secret, tidak ada perdarahan

Hidung : Tidak ada secret, tidak ada perdarahan

Mulut : Bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor,


lidah tidak tremor

Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid


dan tidak ada pembesaran getah bening, JVP 5-2 CmH20
13
CONT..

8/25/2018
Dada
Inspeksi : Bekas luka (-), retraksi (-)
Perkusi : Sonor +/+
Palpasi : Pengembangan dada simetris +/+, Fremitus (+) normal
Auskultasi
Cor : S1 S2 reguler, bising jantung (-)
Pulmo : Vesikuler +/+, suara tambahan ronkhi (-), wheezing (-)

Perut
Membesar, sesuai umur kehamilan, tinggi fundus uteri 3 jari
di bawah processus xyphoideus, stria gravidarum (+), janin
tunggal, puki, presentasi kepala, DJJ =139 x/menit, TFU =
32 cm, HIS : 3x/10 menit : 30”, TBJ = 3100 gram.

Ekstremitas : Akral hangat, edema (-), tidak ada varices.


14
STATUS OBSTETRIC

8/25/2018
Inspeksi
Kepala : Cloasma gravidarum (-)
Dada : Mammae tegang, areola dan paplilla mammae
hiperpigmentasi
Abdomen : Perut tampak membesar kedepan, stria
gravidarum (+), bekas operasi (-)
Urogenital : Tampak air merembes dan lendir campur
darah keluar dari vagina

Palpasi
a. Leopold 1 : Besar, bulat, lunak, jumlah 1, TFU 32 cm
b. Leopold 2 :
Kiri : Teraba bagian yang memanjang dari janin
Kanan : Teraba bagian-bagian kecil janin
a. Leopold 3 : Teraba masa keras melenting
b. Leopold 4 : Divergen 15
STATUS OBSTETRIC

8/25/2018
Pemeriksaan Dalam

a. Portio : Posisi anterior


b. Konsistensi : Tipis lunak
c. Pendataran : 50%
d. Pembukaan : 3 cm
e. Ketuban : (-)
f. Presentasi : Kepala
g. Petunjuk : UUK
h. Penurunan : HI

16
Pemeriksaan Laboratorium

8/25/2018
17/02/2015

WBC : 10,3 .103/mm3


RBC : 5,48 .106/mm3
Hb : 12,8 gr%
HCT : 37,2 %
PLT : 243 .103/mm3
Gol. Darah :O
Masa perdarahan (BT) : 1,5 menit
Masa Pembekuan (CT) : 3 menit

17
DIAGNOSIS

8/25/2018
G2P1A0 Gravida 39 minggu Inpartu Kala I fase laten
Janin Tunggal Hidup intrauterin Presentasi Kepala
dengan Ketuban Pecah Dini.

18
TERAPI

8/25/2018
Lapor DPJP:
a. Observasi  KU, Vital Sign, DJJ, HIS
b. Observasi kemajuan persalinan
c. IFVD Ringer Laktat 20 tetes/menit
d. Inj. Ampicilin 3 × 1 gram
e. Oksigenasi 4 L / menit

19
FOLLOW UP

17/02/2015 pukul 12.30 wib 17/02/2015 pukul 03.30 wib

S : Pasien mengeluh keluar air – air S : Ibu ingin mengejan

8/25/2018
sejak 7 jam SMRS, nyeri O : Ku : Lemah
perut menjalar sampai ke
pinggang (+), keluar lendir TD: 110/70 mmHg
bercampur darah (+) N: 80 ×/i
O : TD: 120/70 mmHg RR: 21×/i
RR: 20 x/i DJJ : 137x/i S: 36,3 C
N: 82 x/I HIS : 3x/10
menit : 45" Pemeriksaan dalam:
T: 36,7 C Pembukaan: Lengkap
Pemeriksaan dalam: Ketuban: (-)
Pembukaan : 3 cm Presentasi: kepala
Ketuban : (-) Penunjuk: UUK
Presentasi : Kepala Penurunan: Hodge III
Penurunan : Hodge 1 A : Kala II
A : G2P1A0 gravida 38-39 minggu P : Pukul 02.30 wib bayi lahir
inpartu kala I fase laten JTH spontan, a/s: 7/9, JK: PR,
intrauterin preskep + KPD BB: 3000 g, PB: 46 cm
P : Observasi Ku, TTV, DJJ, HIS, Observasi KU, TTV,
Kemajuan persalinan Perdarahan 20
Inj. Apicilin 3 × 1 gram
Oksigenasi 4 L/i
FOLLOW UP

17/02/2015 pukul 03.50 wib 17/02/2015 Pukul 04.30 wib

8/25/2018
S : Ibu tampah letih S : ibu merasa senang atas
O : Ku: Lemah kelahiran bayinya
TD: 110/70 mmHg O : Ku: lemah
N: 80 ×/i TD: 110/70 mmHg
RR: 19 ×/i N: 80 ×/i
T: 36,3 C RR: 20 ×/i
A : Kala III T: 36,8 C
P : Inj. Oksitosin 1 amp (IV) Konut: Keras
Melakukan PTT TFU: Sepusat
Pukul 04.00 WIB plasenta Perdarahan: 250 cc
dan selaput lahir spontan A : Kala IV
lengkap. P :Observasi KU, TTV,
Melakukan massase fundus Perdarahan
uteri selama 2 menit. Melakukan Hecting 21
Perineum ruptur perineum
CONT..

8/25/2018
17/02/2015 Pukul 20.00 WIB

Pasien pindah ke zaal kebidanan

22
8/25/2018
TINJAUAN PUSTAKA

23
SELAPUT KETUBAN

8/25/2018
24
AMNION DAN LIQUOR AMNION
Terbentuk 10-12 hari setelah
pembuahan

8/25/2018
Cairan yg mengisi
Epitel kuboid (ektoderm)
rongga amnion

Transudasi plasma maternal

Normal (± 50 cc (12 hari stlh pembuahan), ± 1000


pada > 38 minggu, berkurang saat posterm ±
500cc.
Polyhidramnion

Abnormal

Oligohidramnion 25
DEFINISI

8/25/2018
Ketuban pecah dini adalah pecahnya
selaput ketuban yang terjadi sebelum
terjadinya persalinan.

26
EPIDEMIOLOGI

8/25/2018
KPD  2,7% - 17% kehamilan dan pada kebanyakan kasus
terjadi secara spontan.

KPD  masalah obstetri, dan 30% terjadi pada kehamilan


preterm 95% pada aterm.

27
ETIOLOGI

8/25/2018
a. Infeksi Traktus Urinarius dan Genital, Termasuk
Penyakit Menular Seksual
b. Infeksi Intrauterin
c. Status Sosial Ekonomi yang Rendah
d. Peregangan Uterus dan Saccus Amniotik yang
Berlebihan
e. Defisiensi Vitamin C
f. Faktor umur dan paritas

28
GEJALA KLINIS

8/25/2018
a. Keluarnya cairan dari vagina yang dapat keluar sebagai
pancaran yang besar dan mendadak atau sebagai suatu
tetesan yang konstan lambat.
b. Keluarnya cairan berupa air-air dari vagina setelah
kehamilan 22 minggu.
c. Terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.

29
Anamnesa

8/25/2018
Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan Ginekologi :
1. Inspekulo
2. Periksa dalam
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Penunjang (USG)

Pemeriksaan penunjang lainnya

30
Pemeriksaan Penunjang

Nitrazin Test Ferning Test

8/25/2018
31
PENATALAKSANAAN

8/25/2018
1. Antibiotik
KONSERVATIF 2. Tokolitik
3. Deksamethason
1. Rawat di RS
2. Antibiotik
3. Tergantung usia
kehamilan AKTIF
- Inpartu
- Belum partus 1. Usia kehamilan
- Infeksi 2. Tanda-tanda infeksi

32
Tatalaksana

Ketuban Pecah Dini


Masuk Rumah Sakit :

8/25/2018
 Antibiotik
 Batasi Pemeriksaan Dalam
 Observasi tanda infeksidan fetal distres

Hasil premature :
Kehamilan aterm
 Observasi (suhu, fetal
distress) Kelainan obstetri :
 Kortikosteroid
 Fetal distress Letak Kepala
 Letak sungsang
 CPD
 Riwayat obstetric buruk Indikasi induksi :
 Grandemultipara Infeksi
 Ederly primigravida Waktu
 Infertilitas
 Persalinna Obstetrik
Gagal : Berhasil :
 Reaksi uterus tidak ada Persalinan vaginal
Seksio Sesarea  Kelainan letak kepala
 Fase laten dan aktif
memanjang
 Fetal distress
33
 Rupture uteri iminen
 CPD
8/25/2018
ANALISA KASUS

34
ANAMNESA

8/25/2018
PEMERIKSAAN
FISIK
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Diagnosa Klinis : G2P1A0 Gravida 39 minggu, Inpartu Kala I fase


laten, Janin Tunggal Hidup Intrauterin Presentasi Kepala
dengan Ketuban Pecah Dini.

35
ANAMNESIS

TEORI KASUS

8/25/2018
1. Pasien merasa basah pada 1. Pasien mengaku keluar air-
vagina air dari jalan lahir .
2. Mengeluarkan cairan 2. Cairan berbau amis dan
banyak/ tiba-tiba dari merembes terus menerus
jalan lahir. hingga membasahi kain
3. Warna cairan yang dipakai sebagai alas.
diperhatikan. 3. Keluar lendir bercampur
darah (+).
4. Nyeri perut menjalar ke
pinggang (+) .

36
Pemeriksaan Fisik

8/25/2018
TEORI KASUS

1. Tanda-tanda infeksi : Tidak ada tanda-tanda


2. Suhu ibu > 38o C infeksi
3. Nadi cepat - Suhu ibu Afebris
- Nadi 80 kali/menit

37
PEMERIKSAAN DALAM

8/25/2018
TEORI KASUS

1. PD seminimal mungkin 1. Pemeriksaan dalam


untuk mencegah infeksi. dilakukan pertama datang
untuk memastikan
1. Selaput ketuban negatif. pembukaan.

2. Lakukan pemeriksaan dalam


setiap 4 jam, untuk
meminimalisir infeksi.

38
PEMERIKSAAN PENUNJANG

TEORI KASUS

8/25/2018
• Pemeriksaan leukosit untuk • Leukosit 10.300/mm3.
mengetahui tanda-tanda
infeksi. • Nitrazin dan Ferning Test
tidak dilakukan.
• Kertas lakmus merah
berubah menjadi biru pH • Pada pasien ini tidak
air ketuban adalah 7,7,5. pernah melakukan
pemeriksaan USG.
• USG untuk melihat jumlah
cairan ketuban dalam
cavum uteri.
39
Penatalaksanaan

8/25/2018
TEORI KASUS

• Pemberian antibiotik • Pasien diberikan antibiotik


profilaksis dapat ceftriaxone 1 × 2 gram.
menurunkan infeksi pada
ibu. • Observasi kemajuan
persalinan.
• Pada presbo tidak
diberikan induksi. • Tidak diberikan induksi.

40
kesimpulan

8/25/2018
Pasien Ny. L (34 tahun) datang ke rumah sakit dengan keluhan
utama keluar air-air dari jalan lahir. Setelah dilakukan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, maka didapatkan
dx  G2P1A0 Gravida 39 minggu, Inpartu Kala I fase laten, Janin
Tunggal Hidup Intrauterin Presentasi Kepala dengan Ketuban
Pecah Dini. Pada pasien ini dilakukan persalinan pervaginam. Bayi
segera menangis, APGAR Score 7/8, JK perempuan, BB 3.000 gr.
PB 46 cm. anus (+).

41
DAFTAR PUSTAKA
1. Cunningham F.G., Mac Donald P.C., Gant N.F., et al. Preterin Birth. In : William’s Obstetric,
20th ed. Appleteon and Lange, 1997 : 797 – 826.

8/25/2018
2. Soewarto S. Ketuban Pecah Dini. In Prawirohardjo S.(ed.) Ilmu Kebidanan. Bagian Ketiga:
Patologi Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Edisi Keempat. Cetakan Kedua.
Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2009. Pp 677
3. Practice Guidelines ACOG Guidelines on Premature Rupture of Membranes Am Fam
Physician. 2008 Jan 15;77(2):245-246. Diunduh dari
http://www.greenjournal.org/content/vol109/issue4/
4. Siswosudarmo, R. Obstetri Fisiologi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
UGM. Yogyakarta. PT Pustaka Cendekia. 2010.
5. Standar Profesi. Ketuban Pecah Dini. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unsri/RSUP
DR. Mohhammad Hoesin Palembang. 2007.
6. Odunsi K, Rinaudo P. 2006. Premature Rupture of the Fetal Membranes. Vol.2. No 4. Yale-
New Haven Hospital: England. (http://hygeia.org/poems17.htm, diakses 20 Maret 2013).
7. Parry and Strauss III. 2012. Premature Rupture of Fetal Membrane. New England Journal of
Medicine, 338:10. Online 5 March 2009. Diunduh dari www.nejm.org
8. Elva J A, Hasibuan S. 2006. Ketuban Pecah Dini Pada Persalinan Preterm. Obstetri dan
Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RS Dr. Sardjito Jogjakarta:
Jogjakarta. (http://obgin-ugm.com/dokumen/KPDPP.pdf, diakses 20 Maret 2013).
9. Obstetri Patologi. Kelainan Air Tuban. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
Universitas Padjajaran Bandung. PT Elstar Offset. 1984. Hal. 55-57
10. Norwitz, E. Schorge. At a Glance Obstetri dan Ginekologi Edisi Kedua. Gangguan Volume
Cairan Amnion. Jakarta. Penerbit Erlangga. 2007. Hal. 100-101.

42