Anda di halaman 1dari 50

ANTIBIOTIK,

ANTIVIRAL,
ANTIFUNGI
VIRUS
BAKTERI
JAMUR
PARASIT INFEKSI
dll

SISTEM BIOLOGI SIMPTOM & SIGN


TUBUH MANUSIA PATOLOGIS

TUMBUH dan
BERBIAK
2
OBAT- OBAT ANTIINFEKSI

Obat-obat
Obat-obat Antifungal
Antiviral
Obat-obat
Antiprotozoal
Obat-obat
Antibakterial
Obat-obat
Anthelmintik
3
KLASSIFIKASI ANTIINFEKSI

1. BERDASARKAN JENIS MIKROORGANISME :


 ANTIVIRAL
 ANTIBAKTERIAL
 ANTIFUNGAL
 ANTIPROTOZOA ANTIPARASIT
 ANTHELMINTHIK

2. BERDASARKAN SIFAT TERHADAP BAKTERI :


- BAKTERIOSID
- BAKTERIOSTATIK

3. BERASARKAN PADA SPEKTRUM ANTI MIKRORGANISME :


- BROAD SPECTRUM ( berspektrum luas )
- NARROW SPECTRUM ( berspektrum sempit )

4. BERDASARKAN STRUKTUR / GUGUS KIMIAWI.


4
INTRODUCTION
o Peresepan obat Ab cukup tinggi saat ini
o Peresepan Ab yang rasional diperlukan
o Resistensi Ab
o Biaya pengobatan meningkat
SIZE OF MICROBES
BACTERIA
Tortora, Funke and Case, 2013
Discovery Of Penicillin in 1928

Sir Alexander Flamming


1881 - 1955

Tortora, Funke and Case, 2013


ACTION MECHANISM OF
ANTIMICROBES
ANTIBIOTICS EFFECT ON
BACTERIA
RESISTENSI ANTIBIOTIKA
AB PENGHAMBAT SINTESA DINDING SEL;
PENISILIN, SEFALOSPORIN, VANCOMYCIN
AB PENGHAMBAT SINTESA DINDING SEL;
COTRIMOXASOL, QUINOLON, NITROIMIDASOL
AB PENGHAMBAT SINTESA DINDING SEL;
TETRASIKLIN, AMINOGLIKOSIDA, MAKROLIDE
ANTIBIOTIKA UNTUK DIARE SPESIFIK
OBAT-OBAT ANTIVIRAL
VIRUS

 parasite/mikroorganisme yang hidup


intraseluler host

 berkembang dengan replikasi


didalam sel (host) hidup

 metabolisme virus sangat mirip


dengan metabolisme sel host
sehingga sulit untuk mendapatkan
obat antiviral yg selektif dan aman.

28
ACRONYMS & OTHER NAMES (pada virologi)

3TC Lamivudine
AZT Zidovudine (previously azido-thymidine)
CMV Cytomegalovirus
CYP Cytochrome P450 (enzym)
d4T Stavudine
ddC Zalcitabine
ddL Didanosine
EBV Epstein-Barr virus
FTC Emtricitabine
HAART Highly active antiretroviral therapy
(aksi/potensi)
HBV Hepatitis B virus
HBC Hepatitis C virus
HHV-6 Human herpesvirus-6
HIV Human immunodeficiency virus
HPV Human papillomavirus
HSV Herpes simplex virus
IFN Interferon
KSHV Kaposi’s sarcoma-associated herpesvirus
NNRTI Nonnucleoside reverse transcriptase inhibitor
(aksi)
NRTI Nucleoside reverse transcriptase inhibitor
(aksi)
PI Protease inhibitor (aksi/site of action)
RSV Respiratory syncytial virus
SVR Sustained antiviral response (response) 29
VZV Varicella-zoster virus
Blocked by
VIRAL REPLICATION & SITE OF envuvirtide (HIV)
maraviroc (HIV)
ANTIVIRAL DRUG ACTION docosanol (HSV) Blocked by
palivizumab (RSV) interferon-alfa
(HBV, HCV)
1.Viral attachment
& entry Blocked by
2.penetration amantadine,
3.uncoating
rimantadine
4.early protein (Influenza-A)
synthesis

SEL MAMMALIA 5.nucleic acid


synthesis Blocked by
NRTIs(HIV),
6.late protein NNRTIs (HIV),
synthesis & acyclovir (HSV),
processing foscamet (CMV),
7.packing & entecavir (HBV)
assembly
8. Viral release

Blocked by Blocked by
neuroaminidase protease inhibitors
inhibitors 30 (HIV)
( Safrin,S.,2009 )
(influenza)
OBAT-OBAT ANTIRETROVIRAL

NUCLEOSIDE & NUCLEOTIDE


REVERSE TRANSCRIPTASE
INHIBITOR ( NRTI ): -Abacavir
-Didanosine
-Emtricitabine
-Lamivudine
-Stavudine
-Tenofovir
-Zalcitabine
-Zidovudine

N0NNUCLEOSIDE ( NNRTI ) : -delavirdine


-etravirine
-efavirens
-nevirapine

31
Amprenavir
PROTEASE INHIBITORS ( PI ) : Atazanavir
Darunavir
Fosamprenavir
Indinavir
Lopinavir/Ritonavir
Nelfinavir
Saquinavir
Tripanavir

FUSION INHIBITORS : enfuvirtide

CCR5 receptor antagonists : maraviroc

INTEGRASE INHIBITORS : raltegravir

32
OBAT-OBAT UNTUK FARMAKOTERAPI DAN PREVENTIF
terhadap :

INFEKSI HERPES SIMPLEX VIRUS ( HSV ) dan


VARICELLA-ZOSTER VIRUS (VZV).

ACYCLOVIR (po; iv & topical) *)


FAMCICLOVIR (po) *)
FOSCARNET (iv) *)
DOCOSANOL (topical)
PENCICLOVIR (topical)
TRIFLURIDINE (topical)
VALACYCLOVIR (po) *)

*) = hati-hati pada penderita gangguan fungsi ginjal

33
Virus-specified enzymes
Acyclovir
Penciclovir monophosphate
Ganciclovir (eg, thymidine kinase,
UL97)
Host
kinases

Trifluridine diphosphate
Cidofovir
fasconet

triphosphate

Incorporation into Competitive inhibition


viral DNA MECHANISM
of viral DNA polymerase
of action of
antiherpes
Chain agent Inhibition of viral
termination DNA34synthesis
(Safrin, S., 2009)
OBAT-OBAT UNTUK FARMAKOTERAPI
INFEKSI CYTOMEGALOVIRUS ( CMV )

 CIDOFOVIR (iv) CMV retinitis


 FOSCARNET (iv) CMV retinitis
 GANCICLOVIR (iv) CMV retinitis
(po) CMV prophylaxis
(intraocular implant) CMV retinitis
 VALGANCICLOVIR (po) CMV retinitis
CMV prophylaxis (pasien transplantasi)

*) = dosis harus dikurangi pada pasien dengan gangguan ginjal

35
OBAT-OBAT ANTIHEPATITIS
HEPATITIS B : -Lamivudine DOSIS HARUS
-Adefovir dipivoxil
-Entecavir HITUNG DENGAN
-Interferon alfa-2b TELITI PADA
PASIEN DENGAN
INSUFFISIENSI RENAL

HEPATITIS C: Pegylated interferon alfa-2a


Pegylated interferon alfa-2b
Ribavirin *)
Interferon alfa-2a
Interferon alfa-2b
Interferon alfa-2con

*) = TIDAK DIREKOMENDASI
UTK MONOTERAPI

36
OBAT ANTI-INFLUENZA
-Amantadine & Rimantadine
-Zanamivir & Oseltami

OBAT ANTIVIRAL lainnya


Interferon-interferon
Ribavirin
Palivizumab
imiquimod

Catatan : detail farmakokinetik-farmakodinamik; dosis; dan ADR


lihat : Sharon Safrin in BASIC & CLINICAL PHARMACOLOGY
Berttram G. Katzung ; 11th Ed. 2009, pg 845 – 875.
37
CATATAN UNTUK  ANTIVIRAL

1. OBAT-OBAT YANG TERCANTUM DIATAS BEBERAPA


BELUM BEREDAR DIPASARAN INDONESIA dan MASIH
DALAM EARLY MARKET DAN INVESTIGASI

2. VIRUS HIDUP HANYA DIDALAM SEL HOST

3. BAHWA BERBIAKNYA VIRUS (REPLIKASI) SANGAT


TERGANTUNG PADA PROSES SINTETIK SEL HOST

4. OBAT-OBAT ANTIVIRAL BISA DIKATAKAN EFEKTIF BILA


MEMBLOCK MASUK-KELUARNYA VIRUS PADA SEL HOST
atau AKTIF DIDALAM SEL HOST (TANPA MENGGANGGU
KEHIDUPAN SEL HOST)

5. PENGOBATAN MEMBUTUHKAN WAKTU LAMA  PERLU


SELALU WASPADA TERHADAP ADVERSE DRUG REACTION
38
ANTIFUNGAL

SYSTEMIC
MUCOCUTANEUS MUCOCUTANEUS
(infection)
INFECTION INFECTION
DRUGS
(ORAL) (TOPICAL)
(oral / parentral)

39
PROBLEMATIK INFEKSI FUNGAL / JAMUR :
- JUMLAK KASUS MENINGKAT

- MUNCULNYA JAMUR RESISTEN terhadap ANTIFUNGAL

- DIJUMPAI : organ transplantation


bone marrow transplantation
endemic HIV
PEMAKAIAN ANTIMIKROBA SPEKTRUM LUAS
pada pasiem kritis (superinfeksi).

40
AMPHOTERICIN B

AZOLES : Ketonazole
Itranazole
Fluconazole
Voriconazole
Posaconazole
ECHINOCANDINS:
ANTIFUNGAL
Caspofungin
Micafungin
Anidulafungin

OTHERS : Griseofulvin
Terbinafine (allylamine)

TOPICAL : Nystatin
Azoles
Allylamine
41
42
Merupakan amphoteric polyene macrolide
Nyaris tidak larut dalam air
AMPHOTERICIN B Preparat dalam bentuk suspensi koloidal
(pemakaian sistemik)
MEKANISME KERJA : - fungisidal selektif
- dinding membran sel fungi
mengandung ergosterol
(predeominan :cholesterol)
- terikat pada ergosterol
mempengaruhi permeabilitas
sel membran., kerusakan : gangguan
intraseluler ion dan macromolekul
berakibat kematian sel fungi.

SPEKTRUM ANTIFUNGAL : - luas


Candida albicans
Cryptococcus neoformans
Histoplasma capsulatum
Blastomyces dermatitidis
Coccidiodes immitis
Aspargillus fumigatus , dll 43
PENGGUNAAN DI KLINIS :

- Digunakan pada penyelamatan jiwa karena infeksi jamur.


- INITIAL INDUCTION dilanjutkan dengan AZOLE
(severe fungal pneumonia; severe cryptococcal meningitis;
dan pada penyebaran endemik mycoses )

- Pemberian : IV /infus (pelan-pelan : 0,5-1 mg/kg/d) total 1-2 g.

- Intrathecal kadang-kadang juga diberikan untuk fungal meningitis


- intraarticular utk fungal arthritis
- irigasi kandung kemih : candiduria.

- Juga diberikan secara topical hasil muaskan.

44
ADVERSE DRUG REACTION / ADR

-IMMEDIATE REACTION (infusion-related toxicity)


demam; mengigil; muscle spasms; vomiting;
headache; hypotensi.
Dapat dicegah : memperlambat infus / menurunkan dosis harian
atau dengan test 1mg iv
Premedikasi : antipyretik; antihistamin; meperidine atau kortikosteroid .

-CUMULATIVE TOXICITY :► Kerusakan ginjal.

45
AZOLES
SENYAWA SINTETIK : imidazole X =C
R triazole X =N
N
X

N Pharmacologic propertes of AZOLE drugs


Water Absorp. CSF : srm t½ Elimina- Formulat-
sol. conc.rat (hours) tion ion
Ketocona low variable < 0.1 7 – 10 hepatic oral
z
Itraconaz low variable < 0.01 24 – 42 hepatic oral; i.v.
Fluconaz high high > 0.7 22 – 31 renal oral; i.v.
Voriconaz high high -- 6 hepatic oral; i.v.
46
Posaconaz low high -- 25 hepatic oral
MECHANISM OF ACTION

-REDUCTION OF ERGOSTEROL SYNTHESIS by INHIBITION OF FUNGAL


CYTOCHROME P-450 ENZYMES

SIFAT SELEKTIF : pada fungal affinitas CYTOCHROME-450 > manusia

IMIDAZOLE selektifitas < TRIAZOLE

INTERAKSI OBAT
Pada
METABOLISME 47
INTERAKSI OBAT
Pada
METABOLISME

ITRACONAZOLE + RIFAMPICINS
(RIFAMPIN,RIFABUTIN,RIFAPENTINE)

► BIOAVAILABILITY ITRACONASOLE berkurang.

48
ANTI FUNGAL
ANTIPROTOZOAL
ANTIHELMINTHICS

Reference:
KATZUNG,BG., (ed.) 2009, BASIC AND
CLINICAL PHARMACOLOGY , 11TH Ed.,
pg : 835-844; 899-922; 923-934
Lange-McGrawHill., Boston.
49
MEKANISME KERJA ANTI VIRAL & ANTI FUNGI