Anda di halaman 1dari 24

Disusun oleh:

Lena wahyu setianingsih

SMF ILMU PENYAKIT ANAK RSUD JOMBANG


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
 Nama : An. MY
 Umur : 9 bulan
 BB : 7,1 kg
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Agama : Islam
 Alamat : Surabaya
 Masuk RS : 10 Juni 2018 17.00
 Tgl.Pemeriksaan : 13 Juni 2018
Nama Ayah : Tn. P
Umur : 30 tahun
Pekerjaan : Karyawan
Pendidikan : SMA
Agama : Islam

• Nama Ibu : Ny. M


• Umur : 28 tahun
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Pendidikan : SMA
• Agama : Islam
• KU: BAB Darah

• RPS: Pasien dibawa ke IGD RSU Haji dengan keluhan BAB darah sejak 3 hari SMRS.
Awalnya berak berwarna kuning dan encer lalu tiba-tiba keluar darah disertai
lender seperti flek. BAB yang berwarna kuning dan encer jumlahnya banyak sekitar
1/4 gelas aqua tapi yang keluar darah berwarna merah segar disertai lendir sedikit,
tidak berbau. BAB kuning encer dengan keluar darah disertai lendir tidak terjadi
bersama-sama. Saat yang keluar darah dan lendir, pasien menangis. Kira-kira dalam
1 hari anak BAB ± 8 kali. BAK menurun, minum susu banyak. Sekitar 1 minggu yang
lalu, pasien mengeluh panas, batuk, pilek tapi sudah diperiksakan dan sudah
sembuh. Pasien tidak ada mual dan muntah. Pasien tidak mau makan ± sejak 1
minggu yang lalu, hanya minum saja.
 RPD :
 Tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya
 Alergi susu sapi
• RPK:
 Di keluarga tidak ada yang sakit seperti ini
 Ibu alergi makan ikan
• R.Sosial:
 Sehari-hari pasien tinggal bersama ibu dan nenek
 Lingkungan sekitar pasien tidak ada yang mengalami keluhan yang sama
 Jarak antar rumah dempet
 Kamar mandi di dalam rumah dan menggunakan air PDAM
 Riwayat Kehamilan dan Persalinan:
 Antenatal : Rutin control ke bidan dan dokter selama kehamilan. Riwayat obat-obatan
adalah vitamin yang diberikan oleh bidan, riwayat minum jamu (-). Selama hamil ada
alergi makan ikan
 Natal : Anak pertama, lahir normal, usia kehamilan cukup bulan, BBL 2800 gr
 Postnatal : Menangis spontan, Bernafas spontan, icterus (-), sianosis (-), kejang (-)
• Riwayat Gizi:
 ASI sampai usia 2 bulan
 Setelah usia 3 bulan minum susu formula soya
 Saat usia 6 bulan sudah mulai makan halus seperti bubur
 Sekarang saat usia 9 bulan sudah mulai makan nasi
 Riwayat Imunisasi
• Riwayat Tumbuh Kembang:
– Sudah mulai mengoceh
Jenis I II III IV
– Bisa duduk, merangkak, berdiri
BCG 1 bulan - - - dengan berpegangan tangan

DPT 2 bulan 4 bulan 6 bulan -


Polio 1 bulan 2 bulan 4 bulan 6
bulan
Campak - -
Hepatitis 0 bulan 2 bulan 6 bulan -
B
• Keadaan Umum: Tampak sakit ringan
• GCS : 4-5-6
• Kesadaran : Compos mentis • Kepala/Leher A/I/C/D: -/-/-/-

• Vital sign • Bentuk kepala : Normal, LK 44 cm dbn (44-46cm)

• N : 128 x/menit, kuat, reguler • Mata : PBI +/+,reflek cahaya +/+, mata
cowong -/-
• RR : 34 x/menit, spontan, reguler
• Hidung : Pernapasan cuping hidung (-), deviasi
• T : 35,80 C septum (-), rinore (-)

• BB : 7,1 kg • Mulut : Bibir kering (-), lidah kotor (-), gusi


berdarah (-), faring hiperemis (-), sariawan (+)
• Telinga : Otore -/-
• Leher : Pembesaran KGB (-)
• Thorax
Pulmo:
• I: normochest, dada simetris, retraksi -/-
• P: gerak dada simetris
• P: sonor +/+
• A: vesikuler/vesikuler, rhonki -/-, wheezing -
/- • Abdomen
• I : cembung, massa (-)
Cor
• A : bising usus (+) nomal
• I: ictus cordis tidak tampak • P : supel, nyeri tekan (-), H/L/R tidak teraba,
• P: ictus cordis tidak kuat angkat, thrill (-) turgor kulit < 2 detik, tenesmus
• P : hiper timpani
• P: batas jantung kesan normal
• Ekstremitas : AKHM, Edem (-)
• A: S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), murmur • Genitalia: dbn
(-)
 Status gizi
 Antropometris:
 Berat Badan (BB) : 7,1 kg
 BB/U : -2 s/d +2
 Simpulan status gizi : gizi baik.
 Disentri et causa shigella + dehidrasi ringan-sedang yang terehidrasi
• An. Laki-laki 9 bulan
• Diare
• BAB darah
• Tenesmus
• BAK menurun
• Makan menurun
 Mengobati diare akut + BAB darah
 Membasmi bakteri penyebab infeksi
 Menguatasi dehidrasi ringan-sedang
Pilihan obat effikasi safety Suitability Cost

Cotrimoxazole Bekerja dalam reaksi enzimatik ES: ruam kulit, sakit kepala, T: 6-12 Tab 120 mg 10 x 10’s (Rp
untuk membentuk asam mual, muntah, diare, jarang mg/kgBB/hari 6.375/boks)
tetrahidroafolat. Sulfonamid terjadi: leukopenia, S: 30-60 Susp 60 ml x 1’s (Rp
menghambat masuknya molekul agranulositosis, mg/kgBB/hari 3.465/botol)
PABA ke dalam molekul asam trombositopenia, anemia 36- ++
folat dan trimetoprim aplastic, diskrasia darah, 48mg/kgBB/hari
menghambat terjadinya reaksi sindrom steven Johnson ++ ++
reduksi dari hidrofolat menjadi
tetrahidrofolat.
Cefixim menghambat sintesis dinding ES: syok, hipersensitivitas, 5-10 Caps 100 mg 3 x 10’s (Rp
sel. Cefixime memiliki afinitas kelainan hematologis, mg/kgBB/hari 615.000/boks)
tinggi terhadap “penicillin- peningkatan SGOT, SGPT, ++ Dry syr 100mg/5 ml (30
binding-protein” (PBP) 1 (1a, 1b, alkali fosfatase, gangguan ml x 1’s (Rp 92.000/botol)
dan 1c) dan 3, dengan tempat ginjal, gangguan GI, infiltrate +
aktivitas yang bervariasi paru dengan sindorm
tergantung jenis organismenya. eosinophilia (PIE), stomatitis,
Cefixime stabil terhadap β- kandidiasis, kekurangan
laktamase yang vitamin K, sakit kepala +
Pilihan obat effikasi safety Suitability Cost
Ceftriaxon Menghambat sintesis dinding ES: mual, muntah & diare, 50-75 Vial 1’s (Rp
sel, dimana dinding sel stomatitis, glossitis, sakit mg/kgBB/hari 188.000/vial)
berfungsi mempertahankan kepala & pusing, eaksi kulit, ++ IV infusion 1 gr 1’s (Rp
bentuk mikroorganisme dan eosinophilia, trombositosis, 195.000/vial)
menahan sel bakteri, yang leukopenia, anemia hemolitik, +
memiliki tekanan osmotic yang peningkatan sementara SGOT
tinggi di dalam selnya. atau SGPT & BUN +
Ciprofloxacin Menghambat sintesis asam ES: Gangguan GI, pusing, sakit 10-15 Tab 250 mg 2x10’s (Rp
nukleat dimana antibiotic kepala, insomnia, halusinasi, mg/kgBB/x 119.000/boks)
golongan ini dapat masuk ke tremor, letih, gangguan 10mg/kgBB/x iv Kap 500 mg 2x10’s (Rp
dalam sel dengan cara difusi penglihatan, reaksi kulit, ++ 252.000/boks)
pasif melalui kanal protein peningkatan sementara nilai Infusion 200 mg/100 ml
terisi air pada membrane luar enzim hati + 100 ml x 1’s (Rp
bakteri secara intraseluler, 215.100/kantung infus)
menghambat replikasi DNA +
bakteri dengan cara
mengganggu kerja DNA gyrase
selama pertumbuhan dan
reproduksi bakteri
Antibiotik yang dipilih adalah cotrimoxazole karena efek samping yang
lebih ringan dan harga yang lebih murah
Pilihan obat effikasi safety Suitability Cost
Zinc Berperan dalam menjaga ES: muntah, mengurangi – Anak di Drops 27,5 mg/ml
keutuhan epitel usus, berperan kadar lipoprotein plasma & Syr 55mg/ml
sebagai kofaktor berbagai absorbs tembaga bawah umur 6
factor transkipsi sehingga bulan : 10
transkipsi dalam sel usus dapat
terjaga mg(1/2 tablet)
per hari
– Anak di
atas umur 6
bulan : 20 mg (1
tablet) per hari
Pilihan obat effikasi safety Suitability Cost
Lacto B -Melekat/menempel dan ES: diare, kembung, reaksi - <6 bulan
berkolonisasi dalam saluran alergi 2x1 sachet
pencernaan - >6 bulan
-berkompetisi terhadap 2x2 sachet
makanan dan memproduksi zat
anti microbial
-menstimulasi mukosa dan
meningkatkan system
kekebalan sel inang
Buku Ajar Diare

KOMPOSISI ELEKTROLIT CAIRAN IV

Mmol/liter
Cairan IV
Na K Ca+ Cl- Laktat / asetat

Ringer laktat 130 4 3 109 28

Larutan HSD 61 18 0 52 27

Larutan garam faali 154 0 0 154 0


(0,9%NaCl)

Larutan garam 1/2 77 0 0 77 0

Larutan glukosa 0 0 0 0 0
Komposisi elektrolit tinja

Penderita Na+ Cl- K+ HCO3-

Anak 56 55 25 14

Dewasa 140 104 13 44

Berdasarkan komposisi tinja pada anak banyak kehilangan kalium daripada orang dewasa jadi
menggunakan infus yang mengandung lebih banyak kalium yaitu HSD/KAEN 3B
dr. Lena
RSUD Jombang/ 05060708
SIP: 04091993
Hari/Jam praktek : Senin-jumat / pk 09.00

Surabaya, 13 Maret 2018


R/ Cotrimoxazole syr 240mg/5ml No. I
S 2 dd 1
R/ Zinc tab 20 mg No X &
S 1 dd 1
R/ Lacto B No XX &
S 2 dd 1
R/ Infus KAEN 3B 500ml No. II &
spalk 15 cm N0 I
Spuit 3cc No I
Infus set mikro No I
Venflon no 32 No I
S imm
&
Pro : An. MY
Usia : 9 bln
Alamat : Jombang
 Informasi
 Diberikan cotrimoxazole sebagai antibiotik untuk membunuh bakteri
yang menyebabkan diare dan antibiotic harus dihabiskan
 Diberikan zinc untuk mengurangi lama dan berat diare, zinc diminum
selama 10 hari
 Diberikan lacto b untuk mempersingkat lama diare pada anak
 Diberikan infus KAEN 3B karena KAEN 3B lebih banyak mengandung
kalium daripada infus yang lain dan pada anak yang mengalami diare
banyak kehilangan kalium
 Instruksi
 Cotrimoxazole diminum 2 x 1, 15 menit setelah makan
 Zinc 1 x1 pada malam hari
 Lacto B 2x1 diberikan pagi hari dan sore hari

 Peringatan
 Lapor kepada tenaga medis jika terjadi efek yang mengganggu
 Tanda vital
 Keluhan pasien
 Input dan output cairan
 BAB