Anda di halaman 1dari 33

Materi 2

SISTEM PENANGGULANGAN
GAWAT DARURAT TERPADU
(SPGDT)
Disampaikan pada :

Pelatihan Emergency Nursing – BTCLS


BAPELKES Manado , 23 Januari 2014
HIMPUNAN PERAWAT GAWAT DARURAT DAN BENCANA
INDONESIA
SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT
DARURAT TERPADU( SPGDT )

SEHARI HARI ~ GADAR BENCANA ~ MASSAL


ADALAH

SUATU SISTEM NASIONAL PENANGGULANGAN


GAWAT DARURAT DAN BENCANA
YANG MELIPUTI PELAYANAN KESEHATAN
PRA RUMAH SAKIT, DI RUMAH SAKIT DAN
ANTAR RUMAH SAKIT
DENGAN MELIBATKAN
UNSUR PEMERINTAH DAN MASYARAKAT
TUJUAN
TUJUAN SPGDT
SPGDT
• Umum : Mewujudkan Masyarakat Sehat aman dan
sejahtera (‘Safe Community’) melalui Implementasi
SPGDT
• Khusus :
– Adanya komando kegiatan sesuai peran masing-
masing
– Tersedianya SDM kesehatan dengan kualitas dan
kuantitas sesuai kebutuhan
– Tersedianya sarana/fasilitas yg standar
– Adanya sistem pembiayaan yg jelas
– Adanya dasar peraturan yang kondusif
PENDERITA /PASIEN GAWAT DARURAT

Pasien yang perlu pertolongan “


tepat,cermat, cepat” untuk mencegah
kematian/ kecacatan
DOKTRIN DASAR

Time saving is life and limb saving


UKURAN KEBERHASILAN
RESPONSE TIME
(WAKTU TANGGAP)
FUNGSI VITAL
AIRWAY (jalan nafas) A
BREATHING (pernafasan) B
CIRCULATION (peredaran darah) C
DISABILITY (Kesadaran/Otak/refleks) D

TERGANGGU
Terlambat diketahui,
Terlambat ditolong, diperbaiki, diusahakan seperti semula

DALAM WAKTU SINGKAT


KORBAN MATI/CACAT
PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT 
PELAYANAN MEDIK DASAR UNTUK MENGATASI
KEGAWAT DARURATAN JALAN NAFAS,
PERNAFASAN,PEREDARAN DARAH DAN KESADARAN,

PENTING

JALAN NAFAS TERGANGGU BAGAIMANA


PERNAFASAN TERGANGGU MENOLONG
BAGAIMANA
SIRKULASI TERGANGGU DENGAN
TAHU CEPAT
KESADARAN TERGANGGU
HAKEKAT SPGDT

Rantai Bantuan Hidup (Life Support Chain)

Masyarakat Dokter umum RS Kelas C RS Kelas B/A


Puskesmas

Kekuatan rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah


Pembinaan SPGDT harus dilakukan menyeluruh
Mengapa SPGDT penting ???
Gawat darurat dapat terjadi
kapan saja,
dimana saja
pada siapa saja
Di Indonesia pasien gawat darurat cenderung meningkat
Sehari-hari Bencana
- Kecelakaan lalu lintas - Bencana alam
- Kematian ibu - Bencana akibat ulah
- Kematian bayi Manusia
- Penyakit Jantung
- Stroke
- Penyakit infeksi
GAWAT DARURAT SEHARI-HARI
Bencana Alam di Indonesia
TSUNAMI ACEH BOM BALI

LETUSAN GUNUNG MERAPI


BANJIR DI JAKARTA
KOMPONEN SPGDT
SUBSISTEM PRA RUMAH SAKIT
KOMPONEN SUB SISTEM INTRA RUMAH SAKIT
UTAMA SUB SISTEM ANTAR RUMAH SAKIT

SUB SISTEM KOMUNIKASI


KOMPONEN
SUB SISTEM TRANSPORTASI
PENUNJANG SUB SISTEM PENDANAAN

KOMPONEN
MULTI DISIPLIN
SUMBERDAYA MULTI PROFESI
MANUSIA MULTI SEKTOR
TERLATIH
Safe Community
SPGDT

• Preparedness
• Awam
• Prevention Umum Petugas Perawat Perawat Mahir/ Spes.
• Awam ambulans Dokter
Khusus Dokter Spesialis
• Mitigation
Komunikasi
Transportasi
TKP ambulans Pusk RS RS
Klas C Klas A/B
Masyarakat
aman, sehat & Intra RS Intra RS
sejahtera Pra RS
Antar RS
PPGD
PELAYANAN PRA RUMAH SAKIT

• Public Safety Center (PSC)


• Brigade Siaga Bencana (BSB)
• Pelayanan Ambulans (Ambulance
Service)
PUBLIC SAFETY CENTER
• Ujung tombak “safe community”
• Sarana publik/masyarakat yang merupakan
perpaduan unsur ambulans gawat darurat,
pengamanan (kepolisian) danunsur penyelamatan
( mispemadam kebakaran)

Penanganan pertama kegawatdaruratan,


menjamin respons cepat dan tepat untuk
menyelamatkan nyawa & mencegah kecacatan
sebelum di rujuk ke RS
PELAYANAN INTRA RS
• Hospital Disaster Plan ( intra hospital disaster maupun
extra hospital disaster)
• UGD  organisasi,pembiayaan, sdm terlatih, mengikuti
perkembangan iptek
• BSB di RS
• High Care Unit (HCU)
• Intensive care unit (ICU)
• Pelayanan kamar jenazah
• Penunjang diagnostik dan penunjang dalampengobatan
• Transport intra hospital (UGD-HCU-ICU-Kamar bedah)
 prosedur,peralatan,sdm profesional
• Pelatihan, simulasi,koordinasi
• Pembiayaan  menjamin pelayanan terstandar
PELAYANAN ANTAR RS
• Jejaring rujukan
• Evakuasi  transportasi RS lapangan
RS rujukan; antar RS
• Sistem Informasi Manajemen
• Koordinasi dalam pelayanan rujukan
( pemberian informasi keadaan pasien
dan pelayanan yang dibutuhkan sebelum
pasien ditransportasi ke RS tujuan)
SIKLUS PENANGANAN BENCANA
KESIAPSIAGAAN

MITIGASI
PRA BENCANA SAAT BENCANA
TANGGAP DARURAT
PENCEGAHAN
PASCA
BENCANA

REKONSTRUKSI REHABILITASI
Tahapan SPGDT Bencana
a. Pra Bencana
– Menyusun pedoman, protap dan juknis/juklak
penanganan bencana
– Melakukan analisis resiko yang dapat menyebabkan
bencana/krisis
– Menyusun rencana penanggulangan yang melibatkan
instansi terkait, pihak swasta, LSM, dan masyarakat
– Memfasilitasi dan melaksanakan pertemuan koordinasi
dan kemitraan
– Melaksanakan pengembangan pendidikan dan
pelatihan bagi petugas dan masyarakat (termasuk
gladi)
– Menyusun dan mengembangkan sistem informasi dan
komunikasi
a. Pra Bencana (lanjutan....)

– Menyusun dan mengembangkan sistem manajemen


– Melakukan pengembangan media penyebarluasan
informasi
– Melakukan sosialisasi dan upaya penanganan
– Melakukan advokasi penanganan
– Mendorong terbentuknya unit kerja dalam penanganan
– Mendorong terbentuknya satuan tugas kesehatan dalam
penanganan pada setiap jenjang administrasi
– Mendorong terbentuknya pusat pengendali operasional
dalam penanganan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota
– Mengadakan dan mensiapsiagakan sumber daya
– Mengembangkan sistem kewaspadaan dini
– Menyiapkan pusat-pusat regional penanganan
b. Saat terjadi bencana

– Menyusun rencana operasional dan


melaksanakannya secara terpadu dan
terkoordinasi
– Melaksanakan pemulihan fasilitas dan
penyediaan tenaga kesehatan dengan
melibatkan pihak terkait lainnya agar dapat
berfungsi kembali
– Membantu pelaksanaan dan pencarian korban
– Memobilisasi sumber daya termasuk yang ada
di pusat-pusat regional bila diperlukan
b. Saat terjadi bencana (lanjutan ...)

– Mengaktifkan pusat pengendali operasional


penanganan
– Melakukan penilaian cepat kesehatan
– Melakukan pelayanan kesehatan darurat
– Melakukan pelayanan kesehatan rujukan
– Melakukan surveilans epidemiologi penyakit
potensial wabah dan faktor resiko
– Monitoring dan evaluasi
c. Pasca Bencana

– Melaksanakan pemulihan kesehatan masyarakat


dengan melibatkan pihak terkait lainnya
– Melaksanakan pemulihan fasilitas dan
penyediaan tenaga kesehatan dengan
melibatkan pihak terkait lainnya agar dapat
berfungsi kembali
– Memberdayakan masyarakat dalam upaya
pemulihan
– Mengendalikan vektor dan penyakit potensial
wabah dan faktor resiko
c. Pasca Bencana (lanjutan ...)

– Memantau kualitas air bersih dan sanitasi


– Mengendalikan faktor resiko kesehatan
– Menanggulangi masalah kesehatan jiwa dan
psikososial
– Melakukan analisis dampak kesehatan
– Melaksanakan pelayanan kesehatan reproduksi
– Melakukan perbaikan gizi masyarakat
– Melakukan upaya rekonstruksi sumber daya
kesehatan
– Monitoring dan evaluasi
INDIKATOR
INDIKATOR KEBERHASILAN
KEBERHASILAN
• Indikator masukan (input) : Standar /Pedoman/SOP
• Indikator proses :
– Prov disaster Plan di patuhi
– District disaster Plan di patuhi
– Hospital disaster Plan di patuhi
• Indikator luaran (output) :
– Angka kematian dikurangi
– Angka Kesakitan dikurangi
– Angka kecacatan dikurangi
– Nosokomial dikurangi
– RAPID Respon
• Indikator out come: Daerah mampu mandiri dalam
24-48 pertama bencana
KATAGORI TRIASE
• MERAH  darurat, mengancam
jiwa
• KUNING gawat, tdk mengancam
jiwa
• HIJAU tidak gawat, cedera ringan
• HITAM  mati atau sangat parah
dan tidak ada harapan hidup.
Triase Lapangan (Bencana)
• Sangat dinamis, tergantung dari keadaan,
jumlah korban dan kemampuan penolong.
• Sangat sulit, kurang sensitif atau spesisifik
dan mungkin jauh dari sempurna.
• Namun, tetap penting untuk menentukan
prioritas penanganan dan transportasi
(rujukan).
Triase di UGD

• Di UGD RS, triage


dapat dilakukan
dengan lebih baik dan
spesisifk
• Re-triage diperlukan
karena keterbatasan
alat/staf/perkembanga
n kondisi korban dari
tempat kejadian.
Prioritas Kegawatan (lanjutan...)

MERAH: Gawat darurat


(waktu respon: 0-10 menit)

• Masalah A-B-C • Nyeri dada,


• Kesulitan bernafas, • Cedera multipel
• Cedera kepala berat, • Trauma dada/abdomen
terbuka,
• Cedera tulang
belakang,
• Kelainan persalinan,
• Perdarahan tidak
• Syok, terkontrol
• Kejang
Prioritas Kegawatan (lanjutan...)

KUNING: Darurat tidak Gawat


(waktu respon: 30 menit)

• Nyeri karena gangguan paru


• Luka bakar
• Penurunan kesadaran (GCS > 8)
• Diare dengan dehidrasi sedang
• Muntah terus menerus
• Panas tinggi
Prioritas Kegawatan (lanjutan...)

HIJAU: Tidak gawat tidak darurat


(waktu respon: 60 menit )
– Fraktur tertutup, dislokasi, luka minor, batuk

Hitam: DOA (death on arrival)


(waktu respon: 120 menit)
• Meningal
Forensik/
Hitam
Km Jenazah

Ambulan Terminal Care


Triase Standard
Pra-RS Gadar HCU

R. Resus.
Merah ICU
Orange
ICCU

PICU/ Perina

Admini- ReTriase / R. OK
Pasien UGD

R. Tindak / Monitor
strasi Triase RS
IW

Kuning Kebidanan

Ambulan lain/ R.Rawat


Datang sendiri/ Dewasa
diantar
R. Rawat
anak

Hijau Pulang

R. Tunggu
TERIMA KASIH