Anda di halaman 1dari 27

Apa Itu Kopling Fluida ?

Kopling yang meneruskan dan


memutuskan daya melalui fluida
sebagai zat perantara dan diantara
kedua poros tidak terdapat
hubungan mekanis.

Kopling ini sangat cocok


untuk memindahkan putaran
tinggi dan daya yang besar.
PRINSIP KERJA KOPLING FLUIDA
• Bila suatu impeler pompa dan suatu raner turbin
dipasang saling berhadapan, dimana keduanya berada di
dalam ruangan yang berisi minyak.
• Jika poros input yang dihubungkan dengan impeler
pompa diputar, minyak yang mengalir dari impeler akan
menggerakan ranner turbin yang dihubungkan dengan
poros out put.
• Momen puntir yang diteruskan berbanding lurus dengan
pangkat lima diameter luar kopling dan kuadrat putaran.
• Dalam keadaan bekerja normal, putaran poros output
lebih rendah putaran poros input
KEUNTUNGAN KOPLING FLUIDA

• Getaran dari sisi penggerak dan tumbukan


dari sisi beban tidak saling diteruskan .
• Penggerak mulanya tidak akan terkena
momen yang melebihi batas kemampuannya
sehingga umur mesin menjadi lebih panjang.
• Umur mesin yang peralatan yang dihubungkan
lebih panjang
Bagian- bagian Kopling Fluida
Cara Memilih Kopling Fluida
• Sebagai contoh diambil conveyor sabuk
sebagai contoh mesin yang akan digerakkan,
akan ditinjau perbedaan penggunaan kopling
kaku dan kopling fluida untuk memilih kopling
fluida yang cocok.
• Misal mesin yang digerakkan bekerja dengan
beban maksimum, gaya tahanan pada sabuk
yang menarik F (kg), diameter pulli (D),
kecepatan konveyor V (m/min),
Rumus Rumus Yang Digunakan

• Momen puntir tahanan :


T = F X (D/2)
• Putaran puli penggerak :
np = V/ (π D)
• Dengan efisiensi mekanis sebesar η, dapat
dihitung daya rata – rata yang diperlukan
Pm = (T x (2π np/60))/ 10,2 η = T x 2πnp / 6120 η
Diagram Kapasitas Kopling Fluida
Suatu macam sebagai contoh diperlihatkan
dalam gambar 2.14(a). Bilangan-bilangan
disamping masing-masing garis lurus
menyatakan nomor ukuran kopling ,
Ukuran, jumlah minyak standar, berat, dsb, dari
kopling fluida yang paling dasar diperlihatkan
dalam gambar2.14(b).
PENENTUAN UKURAN KOPLING FLUIDA
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA
• Misalkan mesin yang digerakkan dalam keadaan bekerja dalam
kapasitas beban maksimum. Jika gaya tahanan pada sabuk yang
menarik adalah F(kg). Diameter puli adalah D (m), dan kecepatan
konveyor adalah V (m/min), maka momen puntir tahanan T (kg.m)
adalah

• T = F x (D/2)
• Putaran np (rpm) dari puli penggerak adalah
• np = V/(𝜋𝐷)
• Dengan efisiensi mekanis sebesar η, daya rata-rata yang diperlukan
adalah
T x 2π𝑛𝑝 /60 𝑇 𝑥 2𝜋𝑛𝑝
• 𝑃𝑚 = =
102η 6120𝜂
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA

• Pilihlah untuk sementara daya PMA (kW) dan


jumlah kutup (p) dari suatu motor standart
yang lebih besar dari daya di atas, dan carilah
GD2 Motor tersebut dari tabel 2.7
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA
• Jika kecepatana sudut 𝜔=2π𝑛𝑝 /60 (rad/s)
dicapai dalam jangka waktu percepatan tae (s),
maka besarnya percepatan sudut 𝜔 (rad/s2)
adalah
2π n1
• 𝜔=
60t
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA
momen percepatan adalah Ta (kg.m), maka
2
𝐺𝐷 2𝜋 𝑛1
𝑇𝑎 = Ieω = .
4 x 9,8 60𝑡
Dalam keadaan pembebanan secara maksimum, momen puntir yang diperlukan
untuk start adalah

𝑇𝑑 = 𝑇 + 𝑇𝑎
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA
Jika output nominal motor adalah PM (kw) pada n1 (rpm), maka besarnya momen
pada beban penuh TF (kg.m) adalah

𝑃𝑀
𝑇𝐹 = 974 X
𝑛1

Momen awal motor ditentukan dalam standar tidak kurang dari 125(%) TF untuk
daya kurang dari 3,7 (kw)(tipe sangkar bajing), dan 150(%) TF untuk daya lebih besar
dari 5,5 (kw) (tipe sangkar bajing alur dalam dengan 2 kutup , dan 6 kutup). Momen
maksimum adalah 175 (%) TF
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA

Jikajumlah start dalamseharihanyabeberapa kali sajamakadaya yang


diperlukanadalah
𝑇 𝑥 2𝜋𝑛𝑝
𝑃𝑅 = (𝑘𝑊)
6120𝜂

Dimana T (kg.m) adalah momen yang diperlukan, n1 (rpm) adalah putaran, dan
ƞ adalah efisiensi mekanis. Untuk ini harus dipilih suatu nomor dengan output
nominal PM(kW) yang lebih besar dari pada P di atas
PERHITUNGAN KOPLING FLUIDA

Jika motor seringsekalidistart, makaTd adalah


lebihbesardaripada T. Denganmenganggap Td ÷ (12,5 sampai
1,5) ≈ TF> T makadaya motor yang dipilihadalah

𝑇 𝑥 2𝜋𝑛𝑝
𝑃=
6120𝜂
DIAGRAM ALIRAN MEMILIH KOPLING
FLUIDA
CONTOH SOAL
[contoh 2-3] sebuah konveyor sabuk untuk memindahkan benda tertentu sering distart dan
dihentikan. Diameter puli penggerak D = 500 (mm), kecepatan sabuk V = 120 (m/min), tahanan
rata-rata dalam keadaan berbeban F=420 (kg),efek roda gaya dari bagian-bagian yang bergerak
lurus dan berputar (terhadap poros puli) GD2 = 3200 (kgm2). Carilah juga kapasitas motor untuk
persyaratan yang sama tetapi dipasang dengan perantaraan kopling fluida yang sesuai. Kurva
karakteristik motor induksi, kurva momen puntir beban dari konveyor, dan karakteristik gabungan
antara kopling fluida dan motor, diperlihatkan dalam 2.15(a), (b), dana (c).
“The important thing is not
to stop questioning.”
- Albert Einstein