Anda di halaman 1dari 20

Analisis Vegetasi

-
Pendekatan Kualitatif

Oleh Kelompok 1
1. Anisa Fajar
2. Lutfi Mufarida
3. Ula Uyun Fuaza
4. Noviatun Nadhiroh
5. Moh.Nizar Soim
Pendahuluan

Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan


2 berbagai metode untuk menganalisis suatu vegetasi

yang sangat membantu dalam mendekripsikan suatu vegetasi sesuai dengan


3
tujuannya. Menurut Syafei (1990) secara garis besar, metode analisis vegetasi dapat

dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Metode4 Destruktif dan Metode Non Destruktif

The Power of PowerPoint | thepopp.com 2


Metode Destruktif
• Metode ini biasanya dilakukan untuk memahami jumlah materi organik yang dapat
1
dihasilkan oleh suatu komunitas tumbuhan. Variable yang dipakai bisa
diproduktivitas primer, maupun 2 biomasa. Dengan demikian dalam pendekatan
selalu harus dilakukan penuaian atau berarti melakukan perusakan terhadap
3
vegetasi tersebut.
• Metode ini umumnya dilakukan untuk bentuk – bentuk vegetasi yang sederhana,
4
dengan ukuran luas pencuplikan antara satu meter persegi sampai lima meter
persegi. Penimbangan bisa didasarkan
5 pada berat segar materi hidup atau berat
keringnya.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 3
• Metode ini sangat membantu dalam menentukan kualitas suatu padang rumput
Metode Non Destruktif

Metode ini dapat dilakukan dengan 2 cara pendekatan, yakni penelaahan organisme
2

hidup/tumbuhan yang tidak didasarkan pada taksonomi disebut dengan pendekatan non-
3
floristika. Sedangkan pendekatan yang didasarkan pada penelaahan organisme tumbuhan secara
4
taksonomi dinamakan pendekatan floristika.
5

The Power of PowerPoint | thepopp.com 4


Metode pendekatan non-floristik merupakan
salah satu metode analisis vegetasi dengan
mengamati penampakan luar atau gambaran
umum dari vegetasi atau tumbuhan dengan tanpa
Pendekatan Non- memperhatikan taksonominya (Syafei, 1990).
Floristika Dalam metode analisis vegetasi non-floristik
setiap karakteristik tumbuhan terbagi menjadi
sifat-sifat yang lebih rinci yang dinyatakan
melalui simbol, gambar dan huruf (Syafei, 1990).
Contoh Penerapan Penelitian

“Analisis Vegetasi Pendekatan non-


floristik di Kebun Sebelah Utara
Pasca IAIN Tulungagung”
Tujuan Penelitian

• Untuk memahami dan menerapkan pendekatan non-floristik


dalam metode analisis vegetasi di Kebun Sebelah Utara Pasca
IAIN Tulungagung.
• Untuk mengetahui bentuk hidup di Kebun Sebelah Utara Pasca
IAIN Tulungagung.
• Untuk mengetahui stratifikasi di Kebun Sebelah Utara Pasca IAIN
Contoh Penerapan Penelitian

Waktu dan Tempat Penelitian


Hari : Rabu, 14 Maret 2018
Pukul : 09.30
Tempat : Kebun sebelah utara Pasca IAIN Tulungagung
Populasi dan Sampel
• Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis tumbuhan herba yang ada di kebun
sebelah utara Pasca IAIN Tulungagung
• Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah jenis tumbuhan hasil analisis vegetasi dengan metode
nonfloristika yang diperoleh saat praktikum.
Metode Penelitian

Alat : Prosedur Kerja


• Roll meter 1. Membuat transek berukuran 10 m x 10 m
• Tali Rafia 2. Membuat plot dengan menggunakan transek sehingga diperoleh 4
• Patok/pasak
kuadran dengan masing-masing kuadran berukuran 5 m x 5 m.
• Cutter/Gunting
• Tongkat 3. Membuat petak kuadran 2 m2 pada kuadran 4.
• Kamera 4. Melakukan analisis vegetasi pada kuadran 4 dengan menggunakan
• Kertas milimeter metode non floristik berdasarkan bentuk hidup, stratifikasi, bentuk
Bahan :
daun, dan perioditas.
• Tabel
pengamatan 5. Memberikan rumus sesuai dengan ciri atau sifat yang tampak pada
• Alat Tulis tumbuhan yang ada dalam kuadran 3 disetiap plot.
• Buku Morfologi 6. Menggambar stratifikasi tumbuhan pada kertas millimeter sesuai
Tumbuhan
dengan rumus yang telah didapatkan.
Parameter Penelitian - Bentuk Hidup

KODE KETERANGAN

W Pohon tinggi berkayu (Tinggi lebih dari 3 m, keliling lebih dari 30 cm)

L Tumbuhan memanjat pada pohon

E Epifit

H Herba (tumbuhan tidak berkayu)

Bryoid (tumbuhan berbentuk batang termasuk lumut daun, lumut hati,


M
lumut kerak, dan jamur)

S Perdu (tumbuhan berkayu pendek)


Parameter Penelitian - Stratifikasi

Kode KETERANGAN Stratifikasi merupakan


B Pohon (Tumbuhan dengan diameter lebih dari 20 cm) lapisan-lapisan secara

C Tiang (Tumbuhan dengan diameter antara 10-20 cm) vertikal yang di bentuk
Pancang (regenerasi pohon dengan ukuran lebih tinggi oleh keadaan bentuk
D
dari 1,5 meter serta diameter batang kurang dari 10 cm) atau (life from) angota-
Semai/anakan (regenerasi awal dari pohon dengan
J angota komonitas
ukuran ketinggian kurang dari 1,5 meter)
Tumbuhan bawah (semua tumbuhan yang hidup di vegetasi. Secara
Y lantai hutan kecuali regenerasi pohon (anakan dan umum yang
pancang))
digunakansebagai
Parameter Penelitian – Bentuk & Ukuran
Daun

Kode Keterangan
O Tak berdaun
N Seperti jarum atau duri
G Graminoid, rumput
A Medium atau kecil (2:5)
H Lebar dan besar
V Majemuk
Q Bertalus
Parameter Penelitian - Perioditas

Perioditas ini menyatakan keadaan “Rhytmis” di dalam


suatu kehidupan tumbuhan. Keadaan ini dinyatakan
dengan keadaan adanya daun, buah, bunga dan biji
(Rahardjanto, 2004).
Kode Keterangan
1 Daun
2 Bunga
3 Buah

4 Biji
Tabel Pengamatan
Bentuk &
Bentuk Periodita Jumlah
Plot No Nama Tumbuhan Stratifikasi Ukuran Rumus
Hidup s Jenis
Daun
1
1 2
3
1
2 2
3
1
3-
2
dst
3
Metode floristika merupakan kajian
vegetasi yang memperhatikan
taksonomi jenis-jenis tumbuhan sebagai

Pendekatan
komponen penyusun vegetasi (Rohman,
2001). Metode ini dapat menentukan
Floristika kekayaan floristika atau
keanekaragaman dari berbagai bentuk
vegetasi. Penelaahan dilakukan
terhadap semua populasi spesies
pembentuk masyarakat tumbuhan. Jadi
Contoh Penerapan Penelitian – Pencandraan Tumbuhan

Waktu dan Tempat Penelitian


Hari : Rabu, 14 Maret 2018
Pukul : 09.30
Tempat : Kebun sebelah utara Pasca IAIN Tulungagung
Populasi dan Sampel
• Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis tumbuhan herba yang ada
di kebun sebelah utara Pasca IAIN Tulungagung
• Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah jenis tumbuhan hasil analisis vegetasi
dengan metode floristika yang diperoleh saat praktikum.
Metode Penelitian
Prosedur Kerja
Alat : 1. Satu kelas dibagi menjadi 2 kelompok besar
• Cutter/Gunting
2. Setiap anggota kelompok bertugas
• Plastik
mencandra satu tumbuhan dengan
• Kamera
• Kertas label berpedoman pada buku morfologi tumbuhan
Bahan : 3. Hasil pencandraan tiap anggota digabung
• Tabel pengamatan dalam satu kelompoknya masing-masing
• Alat Tulis
untuk diidentifikasi kesamaan ciri dari yang
• Buku Morfologi
Tumbuhan paling umum hingga khusus
4. Hasil identifikasi tiap kelompok disusun
Parameter Pencandraan Tumbuhan
1. Habitus
2. Ranting (bentuk, indumentum),
3. Duri (posisi, bentuk, ukuran),
4. Daun (susunan, tipe daun, panjang tangkai daun, bentuk dan ukuran helaian, bentuk
pangkal, bentuk tepi, bentuk ujung, warna, tekstur),
5. Bunga (tipe perbungaan, posisi, kelamin bunga, bentuk kuncup),
6. Daun kelopak bunga (perlekatan, bentuk, jumlah, warna),
7. Daun mahkota bunga (perlekatan, susunan, jumlah, bentuk, ukuran, warna),
8. Biji (jumlah, testa, bentuk, ukuran, bentuk kotiledon, warna kotiledon).
9. Akar (Bentuk perakran)
Tabel Pengamatan
Nama Tumbuhan
- Nama ilmiah :
- Nama loka :

Parameter Keterangan
Habitus
Duri
Daun
Bunga
Biji
Akar

The Power of PowerPoint |


thepopp.com
18
The Power of PowerPoint |
thepopp.com
19
Sekian dan Terima Kasih