Anda di halaman 1dari 69

GEJALA KLINIS GIZI BURUK/

KEP BERAT

C. MARASMIK – KWASHIORKOR

Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa


gejala klinik Kwashiorkor dan Marasmus dengan
BB/U <60% baku median WHO-NCHS disertai
edema yang tidak mencolok
KEKURANGAN MIKRO NUTRIEN
(Menyertai Gizi Buruk)
1. Kekurangan Vitamin A

Bercak Bitot Xerosis Kornea Keratomalesia

2. Anemia (Kekurangan Fe, Cu, Vit. B12, Asam Folat)

3. Stomatitis (Vit. B, C)
2. PENGENALAN 10 LANGKAH
TATALAKSANA GIZI BURUK
Manajemen Terpadu Balita Sakit
Anak Umur 2 bulan – 5 tahun
MEMERIKSA STATUS GIZI & ANEMIA
LIHAT DAN RABA : Klasifikasikan
• Apakah tampak sangat kurus ? STATUS GIZI

• Pembengkakan pada kedua


kaki?
• Telapak tangan : - Sangat pucat
- Agak pucat
• Bandingkan BB/U

• Badan tampak sangat kurus GIZI BURUK


ATAU  Beri vitamin A jika anak tampak sangat kurus dan /
• Bengkak pada kedua kaki DAN / ATAU atau bengkak pada kedua kaki
ATAU  Rujuk
• Telapak tangan sangat pucat ANEMIA BERAT

 Lakukan penilaian cara pemberian makanan anak


BGM
• BGM *  Nasihat makanan zat besi
ATAU DAN / ATAU  Jika anemia, beri obat anti malaria jika risiko tingg
• Telapak tangan agak pucat  Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P
ANEMIA
 Kunjungan ulang: 1 minggu

TIDAK ADA BGM*  Lakukan penilaian tentang cara pemberian makan


Tidak BGM *, dan tidak ada jika anak umur < 2 tahun
DAN TIDAK
tanda lain dari gangguan gizi  Jika ada masalah pemberian makan,beri nasihat
ANEMIA  kunjungan ulang : 1 minggu
Manajemen Terpadu Balita Sakit
Anak Umur 1 minggu - 2 bulan
MEMERIKSA MASALAH PEMBERIAN MINUM ATAU BB RENDAH :
Jika YA,
TANYAKAN: LIHAT:
 Tidak bisa minum, atau TIDAK BISA  Cegah agar gula darah tidak turun,
Sama sekali tdkmelekat MINUM
 Adakah kesulitan pemberian minum ? Berat badan menurut umur. 
MUNGKIN
 Nasihati ibu cara menjaga bayi
 Apakah bayi diberi ASI? Jika ya, berapa Luka atau bercak putih di mulut pada payudara,atau agar tetap hangat selama dalam
kali dalam 24 jam? (thrush) Klasifikasikan Tidak dapat mengisap
INFEKSI
MASALAH

BAKTERI YANG perjalanan ke tempat rujukan
 Apakah bayi diberi makanan atau sama sekali
minuman lain selain ASI? PEMBERIAN SERIUS  Rujuk
Jika YA, berapa kali? MINUM
 Melekat kurang baik,  Nasihati ibu untuk meneteki bayinya
Alat apa yang digunakan untuk memberi
atau sesering mungkin sesuai keinginan
minum kepada bayi?
bayi, pagi, siang maupun malam, min.
 Mengisap kurang 8 kali dalam 24 jam.
Jika BAYI: - Mengalami kesulitan minum, efektif, atau • Jika tidak melekat ke payudara dgn
- Diberi ASI kurang dari 8 kali dalam 24 jam, baik / tdk dpt mengisap dgn efektif,
- Diberi minuman atau makanan lain selain ASI, atau ajari ibu ttg cara meneteki bayi dgn
 Pemberian ASI kurang
- Berat badan rendah menurut umurnya.
dari 8 kali dalam 24 benar.
DAN jam, atau • Jika ASI diberikan < 8 x dlm 24 jam
- Tidak ada indikasi untuk di rujuk
MASALAH nasihati ibu agar meneteki bayinya
LAKUKAN PENILAIAN TENTANG CARA MENETEKI
 Mendapatkan makanan PEMBERIAN > sering.
dan minuman lain MINUM  Jika mendapat makanan / minuman
 Adakah bayi diberi Jika bayi tidak diberi ASI beberapa jam selain ASI, atau ATAU lain selain ASI, nasihati ibu agar mau
ASI beberapa jam sebelumnya, mintalah ibu untuk meneteki bayinya. BERAT BADAN meneteki > sering, kurangi makanan /
sebelumnya? Amati pemberian ASI dengan seksama. (Jika bayi  Berat badan terhadap RENDAH minuman lain dan gunakan cangkir.
baru diberi ASI beberapa jam sebelumnya, umur rendah, atau  Jika bayi sdh tidak mendapat ASI:
mintalah ibu untuk menunggu, dan memberi tahu
• Rujuk utk mendapatkan konseling
saudara jika bayi sudah mau menetek lagi).
 Terdapat luka atau ttg laktasi dan kemungkinan utk
 Apakah bayi bisa melekat dengan baik? bercak putih di mulut meneteki lagi.
(thrush)
UNTUK MENILAI APAKAH MELEKAT DENGAN • Nasihati ibu ttg cara menyiapkan
BAIK, PERHATIKAN : PASI dgn benar, gunakan cangkir.
Dagu bayi menempel payudara ibu dengan baik
Mulut terbuka lebar  Jika ada luka di mulut, ajari ibu cara
Bibir bawah membuka keluar mengobatinya di rumah.
Areola tampak lebih banyak di bagian atas daripada  Nasihati ibu cara merawat bayi di
di bawah mulut rumah.
(Semua tanda di atas harus ada untuk dapat disebut:
Melekat dengan baik)  Kunjungan ulang setelah 2 hari jika
ada masalah pemberian minum atau
tidak dapat melekat – tidak melekat secara luka di mulut.
baik – melekat dengan baik  Kunjungan ulang setelah 1 minggu jika
 Apakah bayi mengisap dengan efektif (mengisap berat badan menurut umur rendah.
dalam dan lambat diselingi istirahat)?
 BB/U tdk rendah dan TIDAK ADA  Nasihati ibu tentang cara merawat bayi
Tidak dapat mengisap – mengisap tidak
tidak asa tanda-tanda MASALAH di rumah.
efektif – mengisap secara efektif
pemberian makan yg PEMBERIAN  Pujilah ibu karena telah memberikan
 Bersihkan hidung yang tersumbat, jika kurang adekwat MINUM minum dengan benar kepada bayinya.
menghalangi bayi menetek.
Juli 2002
PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK GIZI BURUK

Keadaan Anak :
Anak kelihatan
sangat kurus Periksa Tanda Bahaya :

dan/atau
Kesadaran

Ada edema
pada kedua
Gizi Peredaran darah
(refill)
punggung kaki
dan/atau
Buruk
Periksa tanda penting :
BB/TB-PB < -3 SD
atau 70 % median Muntah/diare/dehidrasi
WHO-NCHS
Tatalaksana Gizi buruk
A : “10 langkah utama”
No Tindakan Stabilisasi Transisi Rehabilitasi Tindak lanjut
h 1-2 (h3-7) h 3-7 mg 2-6 mg 7-26
1. Atasi/cegah
hipoglikemia
2. Atasi/cegah
hipotermia
3. Atasi/cegah
dehidrasi
4. Perbaiki gang-
guan elektrolit
5. Obati infeksi
6. Perbaiki def. tanpa Fe + Fe
Nutrien mikro
7. Beri diit awal
8. Beri diit T.kejar
9. Beri stimulasi
10. Siapkan tindak
lanjut
Pemeriksaan dan tindakan pada anak gizi buruk
Pasien datang :
- Periksa tanda bahaya dan tanda penting  Renjatan.letargis,muntah,
diare atau dehidrasi
Awal fase stabilisasi :
- Periksa  berat badan dan suhu tubuh (aksiler)
- Tindakan  beri oksigen pada renjatan, hangatkan tubuh, beri cairan dan
makan sesuai rencana I sampai V dan beri antibiotika sesuai umur
Lanjutan fase stabilisasi :
- Pemeriksaan laboratorium  kadar gula darah, hemoglobin dan golongan
darah
- Pemeriksaan fisik umum  Panjang badan/Tinggi badan, dada dan perut
- Pemeriksaan fisik khusus  mata, apakah ada campak, kulit
- Tindakan  Vit A, Asam Folat, Multivit tanpa Fe, pengobatan penyakit
penyulit dan stimulasi
Pemeriksaan dan tindakan pada anak gizi buruk

Fase transisi :
- Pemeriksaan  berat badan
- Tindakan  makanan tumbuh kejar, multivitamin tanpa Fe,
persiapan ibu dan pemberian stimulasi

Fase rehabilitasi :
- Pemeriksaaan  monitoring tumbuh kembang
- Tindakan  Makanan tumbuh kejar, multivitamin dengan Fe dan
stimulasi
3. PENERAPAN 5 KONDISI
TATALAKSANA BALITA GIZI
BURUK
PENERAPAN 5 KONDISI
TATALAKSANA BALITA GIZI BURUK

TANDA BAHAYA dan PENANGANAN pd


TANDA PENTING (A) FASE REHABILITASI
(E)

PENANGANAN AWAL PENANGANAN pd


pd FASE STABILISASI FASE TRANSISI (D)
(B)

PENANGANAN LANJUTAN
PADA FASE STABILISASI
( C )
HASIL PEMERIKSAAN DAN TINDAKAN PADA
BALITA GIZI BURUK

(A) TANDA BAHAYA & TANDA PENTING


TANDA BAHAYA & K O N D I S I
TANDA PENTING I II III IV V
 Renjatan Ada* Tidak Tidak Tidak Tidak
(shock) ada ada ada ada
 Letargis (tidak Ada Ada Tidak Ada Tidak
sadar) ada ada
 Muntah/Diare Ada Ada Ada Tidak Tidak
/Dehidrasi ada ada

(B) PENANGANAN AWAL PADA FASE STABILISASI


(A) TANDA BAHAYA & TANDA PENTING

(B) PENANGANAN AWAL PADA FASE STABILISASI


Pemeriksaan : I II III IV V
 Berat badan + + + + +

 Suhu tubuh + + + + +
Tindakan :
 Oksigen + *) - - - -
 Hangatkan tubuh + + + + +

 Beri cairan dan Rencana Rencana Rencana Rencana Rencana


makanan sesuai: I II III IV V

 Antibiotika + + + + +

(C) PENANGANAN LANJUTAN FASE STABILISASI


(B) PENANGANAN AWAL FASE STABILISASI

(C) PENANGANAN LANJUTAN FASE STABILISASI


Anamnesis Pemeriksaan Fisik Tindakan
Pem.Lab
lanjutan Umum Khusus
Konfirmasi - BB, PB (TB) - Mata - gula - Vitamin A
kejadian - Thoraks - Kulit darah - Asam folat
campak dan - Abdomen - Hb - Multivitamin
TB Paru - Otot tanpa Fe
- Jar.lemak - Th/penyakit
penyulit
- Stimulasi

(D) PENANGANAN PADA FASE TRANSISI


(C) PENANGANAN LANJUTAN PADA FASE STABILISASI

(D) PENANGANAN PADA FASE TRANSISI


Pemeriksaan Tindakan
 Makanan tumbuh kejar
 Multivitamin tanpa Fe
 Berat badan
 Persiapan ibu
 Stimulasi

(E) PENANGANAN PADA FASE REHABILITASI


Pemeriksaan Tindakan
 Makanan tumbuh kejar
Monitoring tumbuh
 Multivitamin + Fe
kembang
 Stimulasi
STIMULASI SENSORIK DAN DUKUNGAN
EMOSIONAL PADA ANAK GIZI BURUK

Anak Gizi buruk/ KEP berat : keterlambatan


perkembangan mental dan perilaku berikan :
 Kasih sayang
 Lingkungan yang ceria
 Terapi bermain terstruktur selama 15 – 30 menit
/hari
 Aktifitas fisik segera setelah sembuh
 Keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan,
bermain dan sebagainya)
TINDAK LANJUT DI RUMAH
 Bila gejala klinis sudah tidak ada dan berat badan balita
mencapai 80% BB/U atau 90% BB/TB  ”anak sembuh”
 Pola pemberian makan yang baik dan stimulasi harus
tetap dilanjutkan di rumah
Peragakan kepada Orang Tua :
 Pemberian makanan dgn frekuensi yang lbh sering dengan
kandungan tinggi energi dan padat gizi
 Terapi bermain terstruktur
Sarankan :
 Membawa kembali untuk kontrol secara teratur :
 Bulan I : 1 x/minggu
 Bulan II : 1x/2 minggu
 Bulan III - VI : 1x/bulan
 Suntikan/imunisasi dasar dan ulangan (booster)
 Vit.A dosis tinggi setiap 6 bln (dosis sesuai umur)
KRITERIA PEMULANGAN BALITA GIZI BURUK
B a l i t a :

1. Selera makan baik, makanan yg diberikan dihabiskan


2. Ada perbaikan kondisi mental
3. Sudah tersenyum, duduk, merangkak, berdiri,
berjalan, sesuai umurnya
4. Suhu tubuh berkisar antara 36,5 – 37,5 C
5. Tidak ada muntah atau diare
6. Tidak ada edema
7. Kenaikan berat badan > 5 g/kgBB/hr, 3 hari
berturutan atau kenaikan 50 g/kgBB/mgg, 2 minggu
berturut-turut
8. Sudah berada di kondisi gizi kurang (sdh tdk ada
gizi buruk)
KRITERIA PEMULANGAN BALITA GIZI BURUK

Ibu / Pengasuh :
1. Dapat membuat makanan yg sesuai untuk tumbuh
kejar dirumah
2. Ibu mampu merawat serta memberikan makan
dengan benar kepada anak

Institusi Lapangan :
1. Institusi lapangan telah siap untuk menerima
rujukan pasca perawatan
MEKANISME MONITORING TUMBUH KEMBANG
ANAK
Mengenali penyimpangan dini Tumbuh Kembang Anak:

 Ibu membawa anak utk ditimbang di Posyandu/Puskesmas


 Mencatat BB anak dalam KMS
 Membaca kecenderungan BB pada KMS:
 Jika BB naik dibanding bulan lalu dan grafik
berpindah ke pita warna yang lebih atas  “N1”
(tumbuh kejar)
 Jika BB naik dibanding bulan lalu dan grafik
mengikuti pita warna yang sama  “N2” (tumbuh
normal)
 Jika BB naik dibanding bulan lalu tetapi grafik di
KMS berpindah ke pita warna dibawahnya (ke pita
warna yg lebih muda)  “T1” (tumbuh tidak
memadai)
MEKANISME MONITORING TUMBUH KEMBANG
ANAK
Mengenali penyimpangan dini Tumbuh Kembang Anak:

 Jika BB tetap dibanding bulan lalu, sehingga grafik


di KMS mendatar  “T2” (tidak tumbuh)
 Jika BB dibanding bulan lalu turun, sehingga grafik
di KMS turun  “T3” (tumbuh negatif)

Bagi anak yg di Bawah Garis Merah (BGM), tetapi nilai


BB naik, maka:

 Jika grafik mendekati garis merah  “N1” (tumbuh


kejar)
 Jika grafik sejajar garis merah  “N2” (tumbuh
normal)
 Jika grafik menjauhi garis merah  “T1” (tumbuh
tidak memadai)
MEKANISME MONITORING TUMBUH KEMBANG
ANAK

Rujuk Anak ke Puskesmas apabila:

 3 x T berturut-turut, walau BB di KMS


masih diatas Garis Merah
 BB di Bawah Garis Merah di KMS
MEKANISME MONITORING TUMBUH KEMBANG
ANAK

Timbang anak

Isi KMS

Bila BB di Bawah Garis Merah

Tentukan status gizi dengan BB/U


MEKANISME MONITORING TUMBUH KEMBANG
ANAK

Bila BB/U < 60% Bila BB/U < 60% median NCHS atau < -2 SD Z score
median NCHS atau
< -2 SD Z score

Tentukan status gizi dengan BB/TB

Anak: Gizi
Kurang
Bila BB/U  70% Bila BB/U < 70%
median NCHS atau median NCHS atau
 3 SD Z score < 3 SD Z score

Anak: kurus Anak: Gizi


atau Gizi Buruk (sangat
Kurang kurus)
4. PENANGANAN TANDA BAHAYA
TATACARA PEMERIKSAAN ANAK GIZI BURUK
PEMERIKSAAN FISIK
ANAMNESIS  Apakah anak tampak sangat kurus/edema/
pembengkakan kedua kaki
AWAL :  BB, PB atau TB, bandingkan dengan Tabel
 kejadian mata cekung yang baru saja  Pembesaran hati dan adanya kekuningan
muncul (ikterus)
 Lama dan frekuensi muntah atau diare,  Adanya perut kembung, suara usus, dan
serta tampilan dari bahan muntah/diare adanya suara spt pukulan pd permukaan air
 Saat terakhir kencing (abdominal splash)
 Sejak kapan tangan dan kaki teraba dingin  Pucat yang sangat berat terutama pada
telapak tangan (bandingkan dgn telapak
LANJUTAN :
tangan ibu)
 Kebiasaan makan sebelum sakit saat ini
 Tanda2 terjadinya shock (renjatan) : tangan-
 Kebiasaan makan / minum / menyusui
kaki dingin, nadi lemah, kesadaran menurun
 Jumlah konsumsi makanan dan cairan
 Suhu tubuh : hipotermia atau demam
dalam beberapa hari terakhir
 Kehausan
 Kontak dengan penderita campak/tbc paru
 Mata : kelainan pd kornea & konjuntiva sbg
 Pernah sakit campak dlm 3 bulan terakhir
tanda tanda kekurangan vitamin A
 Kejadian dan penyebab kematian pada
 Telinga, mulut dan tenggorokan : tanda-tanda
kakak atau adik
infeksi
 Berat badan lahir
 Kulit : tanda infeksi / adanya purpura
 Tumbuh kembang / perkemb.Psikomotor:
 Frekuensi dan tipe pernafasan : gejala
duduk, bersdiri dsb.
pnemonia atau gejala gagal jantung
 Imunisasi
 Tampilan (konsistensi) tinja
KLASIFIKASI TANDA BAHAYA
Perhatikan Tanda Bahaya
Berkaitan dengan Denyut nadi, Pernafasan dan Suhu
Hubungi dokter apabila kejadian berikut ini muncul
Variabel Hasil Pengukuran Klasifikasi
 denyut nadi naik  25x/ m,  Infeksi
Denyut  Nadi cepat :  Gagal jantung
nadi dan - > 160x/m ( < 1 tahun) (kemungkinan karena
overhidrasi)
pernafas - > 140x/m ( > 1 tahun)
an disertai :
 Frek. nafas naik  5 x/ m
Pernafasan cepat :
Pernafas   60 x/m ( < 2 bln)
  50 x/m ( 2 – 12 bln)
 Pneumonia
an
  40 x/m ( 12-60 bln)

 Kenaikan /penurunan secara  Infeksi


tiba-tiba.  Hipotermi mgk krn
Suhu  Suhu aksiler < 36,5 C atau - infeksi?
tubuh teraba dingin - asupan mknan?
KLASIFIKASI TANDA BAHAYA
Lihat tanda bahaya lain selain peningkatan denyut nadi,
pernafasan dan suhu :

 Anoreksia (kehilangan nafsu makan)


 Perubahan kondisi mental (jadi letargi)
 Jaundis/Ikterus (kuning pada kulit atau konjungtiva)
 Sianosis (lidah & bibir warna biru krn kurang oksigen)
 Sesak nafas, nafas cuping hidung dan retraksi otot2
dada & supra eksternal (chest indrawing)
 Perut kembung
 Ada edema baru
 Perubahan BB yang berlebihan (Penurunan/
Peningkatan)
 Muntah terus
 Bercak merah pada kulit (ruam)
HIPOGLIKEMIA
 Kadar glukosa darah yang sangat rendah
 Anak gizi buruk, dianggap hipoglikemia bila kadar glukosa
darah : < 3 mmol/liter atau < 54 mg/dl.
 Biasanya terjadi bersamaan dengan hipotermia.
 Tanda lain : letargis, nadi lemah, dan kehilangan
kesadaran
 Gejala hipoglikemia berupa berkeringat dan pucat sangat
jarang dijumpai pada balita gizi buruk.
 Kematian karena hipoglikemia pada balita gizi buruk,
kadang-kadang hanya didahului dengan tanda seperti
mengantuk saja.
 Di unit pelayanan kesehatan yang tidak ada fasilitas
pemeriksaan kadar glukosa darah, setiap balita gizi buruk
yang datang harus dianggap mengalami hipoglikemia 
segera rawat / tangani sesuai tatalaksana hipoglikemia.
CARA MENGATASI HIPOGLIKEMIA
TANDA CARA MENGATASI
 Berikan 50 ml larutan Dekstrosa/
SADAR Glukosa 10%*) atau 50 ml larutan gula
(TIDAK LETARGIS) pasir 10% secara oral / NGT (bolus)
 Berikan Larutan dekstrosa/Glukosa
10% iv, 5 ml x kgBB
TIDAK SADAR
 Selanjutnya berikan 50 ml larutan
(LETARGIS)
Glukosa 10% atau larutan gula pasir
10% secara oral atau NGT (bolus)
 Berikan Larutan Dekstrosa/Glukosa
10% secara intravena (iv) sebanyak 5
ml x kgBB
RENJATAN (SHOCK)  Selanjutnya beri infus Ringer Laktat
dan Glukosa 10% prebandingan 1:1 (=
RLG 5%) sebanyak 15 ml x kgBB untuk
1 jam

*) 5 gram gula pasir (= 1 sendok the munjung) + air matang s/d 50 ml


HIPOTERMIA
 Suhu aksiler < 36,5 C. ( ukur selama 5 menit )

 Biasanya terjadi bersama-sama dengan hipoglikemia

 Hipotermia + hipoglikemia : merupakan tanda dari


adanya infeksi sistemik serius  terapi u/ ketiganya.

 hipotermia + hipoglikemia + infeksi Cadangan energi


balita gizi buruk sangat terbatas  tidak mampu
memproduksi panas utk mempertahankan suhu tubuh

 Pertahankan suhu tubuh balita gizi buruk dengan cara


menyelimuti tubuhnya dgn baik

 Tindakan menghangatkan tubuh = usaha penghematan


penggunaan cadangan energi.
Cara mempertahankan dan memulihkan
suhu tubuh balita agar tidak hipotermia
Suhu tubuh 36,5 – 37,0 ºC Suhu tubuh < 36,5 ºC
(hipotermia)
Mudah terjadi hipotermia  Tindakan pada hipotermia :
pertahankan suhu : - Hangatkan tubuh :
1. Tutuplah tubuh balita termasuk 1. Cara “kanguru” : kontak
kepalanya. langsung kulit ibu dan kulit
2. Hindari adanya hembusan angin balita
3. Pertahankan suhu ruangan 25–30C 2. Lampu : diletakkan 50 cm
4. Tetap diselimuti pada malam hari. dari tubuh balita.
5. Jangan biarkan tanpa baju terlalu 3. Monitor suhu setiap 30
lama saat pemeriksaan dan mnt:
penimbangan . - suhu sdh normal?
6. Tangan yg merawat harus hangat. - suhu tdk terlalu tinggi?
7. Segeralah ganti baju atau peralatan 4. Hentikan pemanasan bila
tidur yang basah. suhu tubuh sudah
8. Segera keringkan badan stlh mandi mencapai 37 C.
9. Jangan gunakan botol air panas utk
menghangati balita  kulit terbakar
TANDA RENJATAN
1. Keadaan bahaya, ditandai tubuh sangat lemah,
letargis, kehilangan kesadaran, tangan dan kaki dingin
serta nadi yang cepat dan lemah
2. Penyebab tersering : - diare + dehidrasi,
- perdarahan
- sepsis.

3. Bila nadi sulit diukur, gunakan capilary refill :


tekan kuku ibu jari tangan 2 detik sp warna kuku putih
 lepaskan tekanan hingga warna kuku spt semula
- Bila perubahan warna putih  merah kembali
> 3 detik, maka capilary refill dianggap lambat
 tanda RENJATAN
TANDA DEHIDRASI
No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN

Balita letargis, lemas, tidak waspada,


1 Letargis tidak tertarik thdp kejadian sekitar

Anak gelisah Balita selalu gelisah dan rewel terutama


2
dan rewel bila disentuh / ditangani untuk tindakan.

Tidak ada Tidak terlihat ada air mata saat balita


3
air mata menangis

Tanya ibu : mata cekung tsb memang spt


biasanya ataukah baru beberapa saat
4 Mata cekung timbulnya. (Mata balita gizi buruk tampak
cekung, mirip tanda dehidrasi)
TANDA DEHIDRASI
No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN

Mulut dan Raba dengan jari yang kering dan bersih


5 untuk menentukan apakah lidah dan
lidah kering mulutnya kering
Lihat, apakah balita ingin meraih cangkir
saat anda beri ReSoMal. Saat cangkir itu
6 Haus disingkirkan, apakah balita masih ingin
minum lagi ?
Gunakan ibu jari & jari telunjuk saat mencubit
kulit perut bag. Tengah antara umbilicus & sisi
perut. Posisikan tangan anda sejajar/lurus dng grs.
Kembalinya Tubuh, bkn melintang. Tarik lapisan kulit dan
cubitan / jaringan bawah kulit pelan-pelan. Cubit selama 1
7
turgor kulit detik dan lepaskan. Jika kulit masih terlipat
(belum balik rata)  kulit /turgor kulit lambat.
lambat (catatan : cubitan kulit biasanya lambat pada anak
“wasting”)
5. TINDAKAN PENGOBATAN
PENYAKIT PENYULIT
PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA
UNTUK ANAK GIZI BURUK
APABILA : BERIKAN :

Kotrimoksasol per oral


TIDAK ADA KOMPLIKASI (25 mg sulfametoktasol + 5 mg trimetoprim /kg)
Setiap 12 jam selama 5 hari
KOMPLIKASI Gentamisin 1 IV atau IM (7,5 mg/kg) setiap hari
(renjatan, hipoglikemi, selama 7 hr, ditambah :
hipotermi, dermatosis dengan
kulit kasar/ fisura, infeksi Ampisilin IV atau IM Ikuti dengan Amoksisilin 2
saluran nafas atau infeksi (50 mg/kg) setiap 6 jam oral (15 mg/kg), setiap 8
saluran kencing, atau selama 2 hari jam selama 5 hari
letargis/nampak sakit)
Bila tidak membaik dalam Kloramfenikol IV atau IM (25 mg/kg), setiap 8 jam,
waktu 48 jam, tambahkan : 5 hari (beri setiap 6 jam bila diperkirakan meningitis)

Bila ada infeksi yang khusus


Antibiotik khusus seperti tercantum pada buku :
yang membutuhkan tambahan
The Manual Management of Severe Malnutrition
antibiotik, BERI JUGA :

1. Jika balita tidak kencing, Gentamisin akan menumpuk di dalam tubuh dan
menyebabkan tuli, jangan diberi dosis kedua sampai balita bisa kencing.
2. Jika Amoksisilin tidak tersedia, beri Ampisilin 50 mg/kg peroral setiap 6 jam
selama 5 hari.
DOSIS UNTUK KEMASAN KHUSUS ANTIBIOTIKA
BERDASARKAN KISARAN (RANGE) BERAT BADAN
ANTIBIOTIK CARA PEMBERIAN/ FORMULASI DOSIS MENURUT BB
DOSIS/FREKUENSI
/ JANGKA WAKTU 3 – 6 kg 6 – 8 kg 8 – 10 kg

Oral: 15 mg/kg/8 jam Tablet 250 mg ¼ tablet ½ tablet ½ tablet


Amoksisilin selama 5 hari Sirup, 125 mg/5 ml 2,5 ml 5 ml 5 ml
Oral: 50 mg/kg/6jam
selama 5 hari
Tablet, 250 mg 1 tablet 1½tablet 2 tablet
Ampisilin
IV/IM : 50 mg/kg Ampul 500 mg + 2,1ml air
tiap 6 jam, 2 hari steril  500 mg/2,5 ml
1 ml 1,75 ml 2,25 ml

Tablet,
Kotrimoksasol Oral: 25 mg SMX + 100 mg SMX + 20 mg TMP
1 tablet 1½tablet 2 tablet
, 5 mg TMP /kg/12 jam
Sirup, 200 mg SMX +
(SMX + TMP) selama 5 hari 2,5 ml 4 ml 5 ml
40 mg TMP per 5 ml
Oral: 7,5 mg/kg 8jam
Metronidasol selama 7 hari
Suspensi, 200 mg / 5 ml 1 ml 1,25 1,5 ml

Asam Oral: 15 mg/kg/6 jam 1/8


Tablet, 500 mg ¼ tablet ½ tablet
Nalidiksat selama 5 hari tablet
IV : Ampul 600 mg + 9,6ml
air steril menjadi 2 ml 3,5 ml 4,5 ml
IV/IM : 1.000.000 unit/10ml
Bensilpenisilin 50.000 unit/kg /
6 jam IM : Ampul 600 mg + 1,6ml
air steril menjadi 0,4 ml 0,7 ml 0,9 ml
1.000.000 unit/2ml
DOSIS BEBERAPA KEMASAN KHUSUS ANTIBIOTIK
BERDASARKAN BERAT BADAN ANAK GIZI BURUK
DOSIS SESUAI BERAT BADAN (menggunakan BB terakhir)
MELALUI/
ANTI DOSIS/
FORMULA 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
BIOTIK FREKUENSI/
PERIODE kg kg kg kg kg kg kg kg kg kg

IV / IM : IV: Ampul 1 g +
25 mg/kg/ 9,2ml air steril  0,75 1,25 1,5 1,75 2 2,25 2,5 2,75 3
1 ml
ml ml ml ml ml ml ml ml ml
8 jam 1 g/10ml
Kloram- selama 5 hr
IM : Ampul 1 g + n
fenikol (atau tiap 6
jam jika 3,2ml air steril  0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1,1 1,2
1 g/4ml 1 ml
meningitis ml ml ml ml ml ml ml ml ml
selama 10hr
IV/IM : Ampul
berisi 20 mg (2 ml, 2,25 3 3,75 4,5 5,25 6 6,75 7,5 8,25 9
10 mg/ml) tidak ml ml ml ml ml ml ml ml ml ml
dicairkan
IV / IM : IV/IM : Ampul
7,5 mg/kg berisi 80 mg (2 ml
Genta- 2,25 3 3,75 4,5 5,25 6 6,75 7,5 8,25 9
setiap hari dalam 40 mg/ml) +
misin selama 6 ml air steril 
ml ml ml ml ml ml ml ml ml ml
7 hari 80mg/8ml
IV/IM : Ampul
berisi 80 mg (2 ml 0,5 0,75 0,9 1,1 1,3 1,5 1,7 1,9 2 2,25
dalam 40 mg/ml) ml ml ml ml ml ml ml ml ml ml
tidak dicairkan
DOSIS TABLET BESI DAN SIRUP BESI UNTUK ANAK
UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

BENTUK FORMULA Fe D O S I S
TABLET BESI/FOLAT Bayi usia 6–12 bln  1 x sehari ¼ tab
(sulfas ferosus 200 mg atau Anak usia 1–5thn 1 x sehari ½ tablet
60 mg besi elemental +
0,25 mg as folat)
SIRUP BESI Bayi 6–12 bulan  1 x sehari 2 ,5 ml
(sulfas ferosus 150 ml), (½ sendok teh)
setiap 5 ml mengandung 30 Anak usia 1–5 thn  1 x sehari 5 ml
mg besi elemental (1 sendok teh)
Catatan :
• Zat besi atau Fe baru boleh diberikan setelah memasuki Fase Rehabilitasi
• Zat Besi atau Fe diberikan setiap hari selama 4 minggu atau lebih
• Dosis Fe : 1 – 3 mg Fe elemental/kg berat badan/hari
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA MATA AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A
JIKA MATA MENGALAMI : TINDAKAN
 Hanya bercak Bitot saja
 (tidak ada gejala mata yang lain)  Tidak memerlukan obat tetes mata

 Nanah atau peradangan  Berikan tetes mata kloramfenikol atau tetrasiklin (1%)

Berikan kedua obat tersebut :


 Kekeruhan pada kornea  Tetes mata kloramfenikol atau tetrasiklin (1%) dan
 Ulkus pada kornea  Tetes mata atropin (1%)

 Segera rujuk ke dokter mata (jangan ditambahkan preparat yang mengandung “kortikosteroid”
karena dapat menyebabkan kebutaan serta jangan diberi salep supaya tidak ada perlengketan)

Teteskan obat ke mata yang terganggu, dengan dosis :


 Tetes mata kloramfenikol atau tetes tetrasiklin (1%) : 1 tetes, 4 x sehari
 Tetes mata atropin (1%) : 1 tetes, 3 x sehari

• Jika kedua jenis obat tetes mata tersebut diperlukan dapat diberikan secara bersamaan.
• Pengobatan sekurang-kurangnya 7 hari sampai semua gejala pada mata menghilang
• Lakukan tindakan pemeriksaan dan pengobatan dengan sangat berhat-hati dan lembut.
• Gunakan penetes dan botol yang terpisah untuk setiap balita
• Lakukan selalu tindakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengobati setiap balita
• Mata yang terganggu harus ditutup selama 3 – 5 hari hingga peradangan dan iritasi mereda
• Gunakan kasa penutup mata yang dicelup dalam larutan NaCl 0,9%
• Gantilah kasa setiap kali dilakukan pengobatan
• Bila balita tertidur dengan mata terbuka, katupkanlah dengan lembut kelopak mata
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA MATA AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A

JADWAL DAN DOSIS PEMBERIAN VITAMIN A

Gejala Hari ke –1 Hari ke – 2 Hari ke – 15


Tidak ada gejala mata atau tidak Beri kapsul
Tdk diberi Tdk diberi
pernah sakit Campak dlm 3 bulan dgn dosis
kapsul kapsul
terakhir sesuai umur
Ada salah satu gejala :
 Bercak Bitot
 Nanah / Radang Beri kapsul Beri kapsul Beri kapsul
 Kornea keruh dengan dosis dengan dosis dengan dosis
 Ulkus kornea sesuai umur sesuai umur sesuai umur
 Pernah sakit Campak dalam 3
bulan terakhir

Umur Dosis
< 6 bulan 50.000 SI ( ½ kapsul biru )
6 – 11 bulan 100.000 SI ( 1 kapsul biru )
1 – 5 tahun 200.000 SI ( 1 kapsul merah )
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA KULIT (DERMATOSIS)

Jika kulit mengalami Tatalaksana

 Hipo/hiperpigmentasi  Kompres pada bagian yang terkena


 Deskuamasi (mengelupas) dgn lar. KMnO4 1% selama 10 mnt
 Lesi ulserasi eksudatif,  Beri salep/krim (Zn dgn minyak
menyerupai luka bakar, kastor)
sering disertai infeksi  Usahakan agar daerah perineum
sekunder, antara lain oleh tetap kering
candida  Umumnya terdapat defisiensi seng
(Zn) : beri preparat Zn oral (sudah
termasuk dalam larutan mineral)
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
GANGGUAN PADA DIARE PERSISTEN

Jika Anak Mengalami Tatalaksana


 Diare oleh karena  Berikan makanan secara berhati-
mengkonsumsi hati, yaitu makanan formula
makanan yang tinggi bebas atau rendah laktosa
laktosa  Berikan kotrimoksasol sesuai
 Kerusakan mukosa dosis, periksa feses dan ganti
usus dan giardiasis dengan metronidasol bila
 Pemeriksaan tinja pemeriksaan giardiasis 
mikroskopik yang  Berikan Metronidasol 7,5
hasilnya Giardia  mg/kgBB/8 jam selama 7 hari
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
ANEMIA BERAT

Jika hasil pemeriksaan Tatalaksana


Hb atau Ht :
 Berikan transfusi darah segar
sebanyak 10 ml/kgBB dalam
 Hb < 4,0 g/dl waktu 3 jam. Bila ada tanda
gagal jantung, gunakan packed
atau red cells untuk transfusi
dengan jumlah yang sama

 Hb 4,0 – 6,0 g/dl  Beri furosemid 1 mg/kgBB


disertai distres secara iv pada saat transfusi
pernafasan atau tanda dimulai
gagal jantung
 Hentikan semua pemberian
cairan lewat oral/Naso Gastric
selama balita ditransfusi
TINDAKAN PENGOBATAN PENYAKIT PENYULIT
PARASIT / CACING

Jika Hasil Tatalaksana


Pemeriksaan Tinja
 Positif telur cacing  Berikan Pirantel Pamoat 10
mg/kgBB/hr, 2 kali sehari
selama 3 hari, atau preparat
anti helmintik lain yang sesuai
ALUR DETEKSI DINI dan RUJUKAN TUBERKULOSIS
ANAK

Hal-hal yang mencurigakan TB :


 Mempunyai riwayat kontak dgn penderita TB / BTA pos.
 Uji tuberkulin yang positif (>10mm)
 Gambaran Foto rontgen mendukung TB
 Terdapat reaksi kemerahan yg cepat (dlm 3 – 7 hari)
setelah imunisasi dengan BCG (BCG test positif)
 Batuk-batuk lebih dari 3 minggu
 Sakit / demam lama atau berulang, tanpa sebab jelas
 Berat badan turun tanpa sebab yg jelas atau tdk naik
dlm 1 bulan, meskipun sudah dengan penanganan gizi
yg baik (failure to thrive)
 Gejala klinis spesifik (pada kelenjar limfe, otak, tulang dll)
BILA  3 POSITIF

DIANGGAP TB PARU

Beri OAT)

Observasi 2 bulan

MEMBAIK MEMBURUK / TETAP

TB Bukan TB TB Kebal Obat (MDR)

OAT diteruskan RUJUK KE RUMAH SAKIT


OAT diteruskan RUJUK KE RS

PERHATIAN :
Bila terdapat tanda-tanda Pemeriksaan lanjutan di RS :
bahaya seperti :  Gejala Klinis
 Kejang  Uji Tuberkulin
 Kesadaran menurun  Foto Rontgen paru
 Kaku kuduk  Pemeriksaan mikrobiologi dan
 Benjolan di punggung serologi
 Dan kegawatan lain  Pemeriksaan patologi anatomi

Segera rujuk ke RS Prosedur diagnostik dan tatalaksana


sesuai dengan prosedur di RS yang
bersangkutan
JENIS DAN DOSIS OBAT TUBERKULOSIS ANAK

DOSIS
TAHAP LAMA JENIS
PENGOBATAN PENGOBATAN OBAT BB BB BB
5 -10 kg 10-20 kg 20-33 kg
Isoniazid 50 mg 100 mg 200 mg
2 BULAN Rifampisin 75 mg 150 mg 300 mg
INTENSIF
*) < 5 kg 5-10 kg
Pyrazinamid 400 mg 800 mg
100 mg 200 mg
Isoniazid 50 mg 100 mg 200 mg
LANJUTAN 4 BULAN *)
Rifampisin 75 mg 150 mg 300 mg

*) Obat diberikan setiap hari


HAL-HAL PENTING YANG HARUS
DIPERHATIKAN

1.Jangan berikan Fe sebelum minggu ke 2


(Fe diberikan pada fase rehabilitasi)
2.Jangan berikan cairan intgra vena,
kecuali shokatgau dehidrasi berat
3.Jangan berikan protein terlalu tinggi
4.Jangan berikan diuretik pada pensderita
kwashiorkor
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
DENGAN MALARIA

1. Pada anak gizi buruk yang tinggal didaerah malaria atau


ada riwayat kunjungan ke daerah risiko tinggi malaria
(lihat lamp.6) agar diperiksa tanda/gejala klinis malaria,
sbb:
• Anak dengan demam (teraba panas, suhu 37,50 C
atau lebih)
• Anak dengan renjatan (shock)
• Kaku kuduk atau kejang
• Anak dengan kesulitan bernafas
• Anak dengan kuning
• Anak dengan perdarahan
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PADA TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK
DENGAN MALARIA
2. Bila anak gizi buruk menderita malaria berat (cerebral
malaria), segera ditransfusi dengan packed red cell 10 ml/kg
BB/3-4 jam, jangan diberikan furosemid sebelum transfusi
(lihat rencana I) dan berikan obat malaria melalui IV (lihat
berikan obat melalui IV)
3. Bila anak penderita gizi buruk menderita anemia sedang,
berikan pengobatan oral anti malaria, jangan berikan zat besi
atau folat sebelum 2 minggu, krn Fe menyebabkan parasit
makin aktif. Jangan berikan folat pada pengobatan fansidar
atau sulfadoksin, krn fansidar atau sulfadoksin bersifat anti
folat
4. Pemberian Fe atau sirup besi msh tetap dianjurkan setelah 2
minggu (fase rehabilitasi) namun hrs diperhatikan bhw
penderita malaria dng anemia bukan merupakan kurang Fe ttp
krn hemolitik (pecahnya sel drh merah) shg pemberian Fe yg
berlebih dikhawatirkan menyebabkan bertumpuknya Fe dlm
tubuh yg dpt membahayakan.
MEMBERI OBAT ANTIMALARIA ORAL
(Berikan sesudah makan)

Anti malaria pilihan pertama : klorokuin ditambah primakuin


(anak < 12 bln; hanya klorokuin)
Anti malaria pilihan kedua: sulfadoksin, Pirimetamin ditambah
Primakuin  anak > 12 bln. Anak < 12 bln; hanya tablet kina
(primakuin tidak boleh diberikan pada anak < 1 tahun)
UNTUK KLOROKUIN:
- Jelaskan kpd ibu agar mengamati anak selama 30 menit sesdh
pemberian klorokuin. Jika dalam waktu 30 menit anak
muntah, ulangi pemberian klorokuin dan diminta ibu kembali
ke klinik utk mendapat obat tambahan
- Jelaskan kemungkinan timbul gatal-gatal setelah pemberian
obat, akan tetapi ini tidak berbahaya
DOSIS OBAT MALARIA
KLOROKUIN (Beri selama 3 hr) Primakuin Sulfadoksin Kina
+ Piritamin
Umur atau Tablet (150 mg basa) Tablet (150 Tablet (500 mg
sulfadoksin, 25
Tablet
mg basa) (200 mg)
Berat Badan mg pirimetamin)
Hr 1 Hr 2 Hr 3 Beri dosis Beri dosis 3 x sehari
tunggal di tunggal di selama 7
klinik klinik hr

< 2 bln Jangan Jangan diberi


(< 4 kg) 1/4 - 1/8 diberi

2 – 12 bln Jangan Jangan diberi


( 4- 10 kg) diberi

2- 12 bln
(10 – 19
CATATAN :
 Pada pemberian klorokuin, pastikan bhw anak blm pernah
mendpt terapi klorokuin, setidaknya dlm 2 mg terakhir
 Sulfadoksin pirimetamin tdk boleh diberikan bersama-sama
dng kotrimoksazol (yg mungkin juga diberi krn anak
menderita pneumonia)
 Berikan paracetamol
-

Pada anak gizi buruk dengan malaria berat (cerebral malaria


:
 Berikan obat melalui IV (IV kina dng dosis penuh 20 mg/kg BB
garam kina dehydrochlorida dlm 10 ml / kg cairan IV selama
lebih dari 4 jam…………
 Berikan obat-obatan anti kejang sebelum dan sesudah kejang.
(Bila ada kejang berikan diazepam rectal atau paraldehyde)
 Sebelum dirujuk, berikan pencegahan anti kejang
(phenobarbital sodium 20 mg/kg BB selama perljalanan
6. TATALAKSANA GIZI
ANAK GIZI BURUK
TATALAKSANA GIZI
PADA ANAK GIZI BURUK
Cara Penyelenggaraan :
 Melalui 3 fase : fase stabilisasi, fase transisi dan fase rehabilitasi
 Kebutuhan energi : 80 – 200 kkal/kgBB/hr
 Kebutuhan protein : 1 – 4 gram/kgBB/hr
 Pemberian suplemen vitamin dan mineral khusus, bila tidak ada
diberikan makanan sumber mineral tertentu
 Jumlah cairan 130 – 200 ml/kgBB/hr bila edema berat cairan yang
diberikan 100 ml/kgBB/hr
 Pemberian dapat per oral atau melalui pipa nasogastrik (NGT)
 Porsi makanan kecil dengan frekuensi makanan sering
 Makanan fase stabilisasi harus hipoosmolar, rendah laktosa dan
rendah serat.
 ASI diteruskan sampai usia 2 th
 Makanan padat diberikan pada fase rehabilitasi dan berdasarkan
berat badan, yaitu: BB <7 kg diberi makanan bayi, BB > 7 kg diberi
makanan usia balita
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN
PADA ANAK GIZI BURUK
F A S E
ZAT GIZI STABILISASI TRANSISI REHABILITASI
(hari ke 1-2) (hari ke 3 – 7) (minggu ke 2 – 6)
Energy 80 – 100 kkal/kgBB/hr 100 – 150 kkal/kgBB/hr 150 – 220 kkal/kgBB/hr
Protein 1 – 1,5 gram/kgBB/hr 2 – 3 gram/kgBB/hr 3 – 4 gram/kgBB/hr
130 ml/kgBB/hr atau 100 ml/kgBB/hr bila
Cairan 150 ml/kgBB/hr 150 – 200 ml/kgBB/hr
ada edema berat
Fe - - Beri tiap hari selama 4
Tablet besi / folat (sulfas ferosus 200 - - minggu untuk balita
mg + 0,25 mg as Folat) umur 6 bulan sampai 5
Sirup besi (sulfas ferosus 150 ml) 1- tahun :
3 mg elemental Dosis lihat Buku I hal. 19
Vitamin A ½ kapsul Vitamin A dosis 100.000 SI (warna Biru)
Bayi umur < 6 bln 1 kapsul Vitamin A dosis 100.000 SI (warna Biru)
Bayi umur 6 – 11 bln 1 kapsul Vitamin A dosis 200.000 SI (warna Merah)
Balita umur 12 – 60 bln

PIRANTEL PAMOAT
Jika balita berumur 4 bulan atau lebih
dan belum pernah mendapatkan obat PIRANTEL
ini dalam 6 bulan terakhir dengan PAMOAT (125
hasil pemeriksaan tinjanya positif, beri UMUR BERAT BADAN
pirantel pamoat di klinik sebagai dosis mg/tab)
tunggal (DIBERIKAN PADA FASE (DOSIS TUNGGAL)
TRANSISI)
4 – 9 bln (6 - < 8 kg) ½ tablet
9– 12 bln (8 - < 10 kg) ¾ tablet
1 – 3 th (10 - < 14 kg) 1 tablet
3 – 5 th (14 - < 19 kg 1 ½ tablet
JADWAL PEMBERIAN MAKANAN KEPADA
ANAK GIZI BURUK MENURUT FASE

WAKTU JUMLAH CAIRAN (ml) SETIAP


FASE PEMBERI- JENIS MAKANAN FREKUENSI MINUM MENURUT BB
AN BALITA
Stabili Hari 1 – 2  F75 / modifikasi / 12 x
sasi Hari 3 – 4 Modisco ½ Bebas
Hari 5 – 7  ASI 8x
 F75 / modifikasi / Bebas
LIHAT TABEL PEDOMAN
Modisco ½ 6x
F-75
 ASI Bebas
 F75 / modifikasi /
Modisco ½
 ASI
WAKTU JUMLAH CAIRAN (ml) SETIAP
FASE PEMBERIA JENIS MAKANAN FREKUENSI MINUM MENURUT BB BALITA
N
Transisi Minggu 2  F100 / modifikasi 6x
/ Modisco I atau Bebas LIHAT TABEL PEDOMAN
II F-100
 ASI
JADWAL PEMBERIAN MAKANAN KEPADA
ANAK GIZI BURUK MENURUT FASE

JUMLAH CAIRAN (ml) SETIAP MINUM MENURUT


WAKTU BB BALITA
FASE JENIS MAKANAN FREKUENSI
PEMBERI-AN
4 kg 6 kg 8 kg 10 kg
Rehabili-tasi Minggu
3–6

 F135/modifikasi/Modisco 3x 90 100 - -
III
 ASI Bebas
BB Ditambah
< 7 kg  Makanan lumat/ makanan 3 x 1 porsi - - - -
lembik
 Sari buah 1x 100 100 - -

 F135/modifikasi/Modisco 3x - - 150 175


III
BB  ASI Bebas
 7 kg Ditambah
 Makanan lunak / makanan 3 x 1 porsi - - - -
biasa
 Buah 1 – 2 x 1 buah - - - -

Contoh :
 Kebutuhan energi seorang balita dengan berat badan 6 kg pada fase rehabilitasi adalah : 6 kg x 200
kkal/kgBB/hr = 1200 kkal/hr
 Kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi dengan :
 F-135 : 3 x 100 cc 3 x 135 kkal = 405 kkal
 Makanan lumat/lembik 3 x 3 x 250 kkal = 750 kkal
 Sari buah 1 x 100 cc 1 x 45 kkal = 45 kkal +
Total = 1200 kkal
PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENGOBATAN
DAN DIIT
Timbang BB setiap pagi sebelum makan

Hitung kenaikan BB setiap pagi dlm gram/kgBB/minggu

Kenaikan BB < 50 g/KgBB/mg Kenaikan BB  50 g/KgBB/mg


Kurang berhasil baik
Kaji penyebabnya : Teruskan pemberian makan
1. Asupan gizi tak adekwat sesuai dengan jadwal
2. Defisiensi zat gizi
3. Penyakit infeksi
4. Masalah psikologik

Asupan zat gizi kurang Ggan sal. pencernaan hipoglikemia

Formula rendah/bebas Beri air gula & makanan


Modifikasi diit laktosa & hipo setiap 2 jam
osmolaritas
PENYULUHAN GIZI

 Gunakan leaflet yang berisi: jumlah jenis dan


frekwensi pemberian makanan
Berikan contoh menu
Promosikan ASI bagi anak dibawah usia 2 tahun
Perhatikan riwayat gizi
Pertimbangkan Sosial ekonomi
Demonstrasikan praktek memasak makanan
TATA LAKSANA GIZI PADA FASE TINDAK LANJUT
(Minggu ke 7 – 26)

TINGKAT TATALAKSANA
RUMAH TANGGA  Berikan balita makanan beraneka ragam dalam porsi kecil dengan frekuensi sering
 Suapi balita dengan sabar dan tekun
 Beri ASI sampai usia 2 tahun
POSYANDU Bentuk PMT-P (Pemberian Makanan Tambahan – Pemulihan):
 Kudapan yang dibuat dari bahan makanan setempat
 Bahan makanan mentah berupa tepung beras, susu bubuk, gula, minyak, kacang-kacangan, sayuran, telur dan lauk pauk lainnya
 Contoh bahan makanan yang dibawa pulang :
Alternatif KEBUTUHAN PAKET BAHAN MAKANAN /BALITA/HARI

I Beras 60 gram (6 sdm) Telur 1 butir atau kacang-kacangan 25 Gula 15 gram ( 1,5
gram (2,5 sdm) sdm)

II Beras 70 gram (7 sdm) Ikan 30 gram ( ½ ptg sedang) -

III Ubi / singkong 150 Kacang-kacangan 40 gram (4 sdm) Gula 20 gram (2


gram (2 ptg sdm)
sedang)
IV Tepung ubi 40 gram (5 Kacang-kacangan 40 gram (4 sdm) Gula 20 gram (2
sdm) sdm)

 Lama Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 3 bulan (90 hari) diberikan setiap hari
 Cara penyelenggaraan :
 Makanan Kudapan diberi setiap hari di pusat pemulihan gizi
 Seminggu sekali adakan demonstrasi pembuatan MP-ASI oleh kader dan kemudian makanan tersebut dibagi pada balita KEP di
wilayah posyandu tersebut
KETERANGAN : sdm = sendok makan
ptg = potong
ReSoMal (Rehidration Solution for
Malnutrition)
Cara membuat ReSoMal
Modifikasi ReSoMal
Bubuk WHO-ORS utk 1 liter (*) : 1 pak
Bubuk WHO-ORS utk 1 liter (*) : 1 pak
Gula pasir : 50 gram
Gula pasir : 50 gr
Lar. Elektrolit/mineral (**) : 40 ml
Bubuk KCl : 4 gr
Ditambah air sampai : 2 liter
Ditambah air sampai : 2 liter
Setiap 1 liter cairan Resomal : Na = 45 mEq,
Atau
K = 40 mEQ dan Mg = 1,5 mEq
Bubuk WHO-ORS siap pakai : 1 liter
(*) Bubuk WHO-ORS/1 liter : Nacl = 3,5 gram
trisodium citrat dihidrat = 2,9 gram Gula pasir : 50 gr
KCl = 1,5 g dan glukosa = 20 gram Lar. Elektrolit/mineral (**) : 40 ml
Cara membuat lar. Elektrolit/mineral Ditambah air sampai : 2 liter
(**) komposisi : Karena tidak mengandung
KCl : 224 gram Mg, Zn dan Cu,
Tripotasium citrat : 81 gram Diberi jus buah2an yang banyak
mengandung mineral, atau diberikan
MgCl2.6H2) : 76 gram
MgSO4 50 % I.m 1 x dosis 0,3 ml/kg BB
Zn acetat 2 H2O : 8,2 gram maksimum 2 ml.
CuSO4.5H2O : 1,4 gram
Ditambah air sampai : 2 liter
FORMULA YG DIGUNAKAN
(FORMULA WHO)
Bahan Makanan Per 1000 ml F 75 F100 F 135
Formula WHO
Susu skim bubuk g 25 85 90
Gula pasir g 100 50 65
Minyak sayur g 30 60 75
Larutan Elektrolit ml 20 20 27
Tambahan air s/d ml 1000 1000 1000
NILAI GIZI
Energi kkal 750 1000 1350
Protein g 9 29 33
Laktosa g 13 42 48
Kalium mmol 36 59 63
Natrium mmol 6 19 22
Magnesium mmol 4,3 7,3 8
Seng mg 20 23 30
Tembaga (Cu) mg 2,5 2,5 3,4
% Energi Protein - 5 12 10
% Energi Lemak - 36 53 57
Osmolaritas mosm/l 413 419 508
MODIFIKASI FORMULA WHO

FASE STABILISASI TRANSISI REHABILITASI


Bahan Makanan F75 F75 F75 M½ F100 M1 M II F135 M III
I II III
Susu skim bubuk (g) 25 - - 100 - 100 100 - -
Susu full cream (g) - 35 - - 110 - - 25 120
Susu sapi segar (ml) - - 300 - - - - - -
Gula pasir (g) 70 70 70 50 50 50 50 75 75
Tepung beras (g) 35 35 35 - - - - 50 -
Tempe 9g) - - - - - - - 150 -
Minyak sayur (g) 27 17 17 25 30 50 - 60 -
Margarin (g) - - - - - - 50 - 50
Larutan elektrolit (ml) 20 20 20 - 20 - - 27 -
Tambahan air s/d (ml) 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000

*) M = Modisko
Untuk Diare Persisten dan Disentri
CARA MEMBUAT FORMULA WHO :

1. Formula WHO 75
Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit, diencerkan dengan air
hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan volume menjadi 1000 ml.
Larutan ini bisa langsung diminum. Masak selama 4 menit, bagi balita yang disentri
atau diare persisten

Formula WHO 75 Modifikasi : *)


Campurkan susu skim/full cream/susu segar, gula, tepung, minyak. Tambahkan air
sehingga mencapai 1 liter dan didihkan sambil diaduk-aduk hingga larut selama 5 – 7
menit

2. Formula WHO 100


Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit, diencerkan dengan air
hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan volume menjadi 1000 ml.
Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak dulu selama 4 menit

Formula WHO 100 Modifikasi : *)


Campurkan susu skim/full cream/, gula, minyak. Tambahkan air hangat sedikit demi
sedikit sambil diaduk hingga homogen, sehingga mencapai 1 liter. Larutan ini bisa
langsung diminum atau dimasak dulu selama 4 menit
CARA MEMBUAT FORMULA WHO :

3. Formula WHO 135


Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit, diencerkan dengan air
hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan volume menjadi 1000 ml.
Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak dulu selama 4 menit.

Formula WHO 135 Modifikasi : *)


Tempe dikukus hingga matang, kemudian dihaluskan dengan ulekan (blender, dengan
ditambah air). Selanjutnya tempe yang sudah halus disaring dengan air secukupnya.
Tambahkan susu, gula, tepung beras, minyak dan larutan elektrolit. Tambahkan air
sampai 1000 ml, masak hingga mendidih selama 5 – 7 menit.