Anda di halaman 1dari 30

PATOLOGI TELINGA LUAR

I. Daun Telinga:

1. Kongenital : - microtia, hemangioma, limfangioma,


dermoid kista, pre auricula kista/fistel
Ad. Hemangioma : pelebaran pemb. Kapiler
Limfangioma : ~ hemangioma, isi cairan limfe
Dermoid kista : kista tdd jar.fibrosa dg epitel
sq.berlapis, mengandung folikel
rambut , kelj keringat, kel sebasea.
Pre auricula fistel/kista : asal arcus brachialis I&II
berupa kantong yg bermuara di depan helix (90%)
dan anti helix /tragus (10%)
Daun Telinga
2.Trauma.
a. Pseudo-othematoma : berisi serum darah >>
causa : digosok2 , dijewer,terpukul
gejala : fluktuasi , daun telinga terasa tebal
terapi : aspirasi – ditekan (kassa/gipsum)
insisi – hrs steril ! ,
infeksi → deformitas
ok perichondritis

b. Othematoma : berisi darah


c. Trauma benda tajam : jarang terjadi
OTHEMATOM
FISTEL PRE AURIKULA

MIKROTIA
Benda Asing Telinga

• Benda mati atau benda hidup


• Dikeluarkan atau Tidak dikeluarkan
• Biasanya pada anak usia 2-8 tahun
• Pada usia dewasa lebih sering serangga

• B enda mati : manik-manik, kertas, biji2an , cotton bud dll.


• Benda hidup : serangga (semut, kupu-kupu, jangkrik , kecoa
)
• Benda asing dari dalam telinga : (serumen , granulasi ,
kolesteatom eksterna )
Upaya mengeluarkan benda asing Telinga

• Indikasi :
Pastikan benda asing tampak berada di tepi dari liang telinga
Tidak akan menimbulkan komplikasi

• Hal-hal perludiperhatikan:
• Jangan menggunakan alat yang bisa mendorong masuk CAE
• Irigasi hanya dilakukan pada telinga yang tidak perforasi
• Pastikan serangga yang di dalam CAE sudah mati
• Upayakan tidak membuat trauma bahkan membuat perforasi
Penatalaksanaan
1. Jangan mengutak-atik telinga dengan alat tertentu :
cotton buds, korek api, atau benda lainnya.
Hal ini dapat meningkatkan risiko objek masuk lebih
dalam .
2. Jika memungkinkan, keluarkan objek tersebut jika
terlihat jelas, lentur, dan dapat dikeluarkan dengan
pinset.
3 . Cobalah gunakan gravitasi. Miringkan kepala ke sisi
yang terkena untuk mencoba mengeluarkan objek.
4. Gunakan minyak goreng/minyak zaitun/baby oil untuk
mengeluarkan serangga, JANGAN menggunakan air
Miringkan kepala sehingga telinga yang bermasalah di
atas.
Penatalaksanaan ....
5. Masukkan minyak dengan meluruskan lubang telinga.
Tarik daun telinga dengan lembut, mundur ke atas
(untuk orang dewasa), dan mundur ke bawah (untuk
anak kecil).

6. Hindari menggunakan metode ini jika ada gangguan


pada telinga atau ada kecurigaan terhadap perforasi
pada gendang telinga (nyeri, pendarahan, atau cairan
yang keluar dari telinga).

7. Jika metode ini gagal atau orang tersebut terus


mengalami nyeri di telinga, pendengarannya semakin
berkurang atau sensasi seperti ada sesuatu yang
bersarang di telinga tetap ada, segera cari bantuan
medis.
Copyright DokterDigital.com
Daun Telinga
3. Radang.

a. Radang kulit = dermatitis auricularis


ok. – bakteri : impetigo, furunkel, erisipelas
- jamur
- virus : herpes simplex,
herpes zoster oticus ok paralise N. VII
- rx alergi.

b. Herpes Zoster Oticus = herpes oticus


= ganglionitis/geniculitis
= Ramsay Hunt Syndrom
RADANG
b. Herpes Zoster Oticus :
Etiologi : - prodromal → malaise, panas, sakit kepala,
kdg tumpah2

- auricula panas spt terbakar


- herpes erupsi di auricula & liang telinga
- ggn pendengaran → KP, tinitus freq tinggi
- ggn keseimbangan → vertigo
- komplikasi perot / facial palsy
- terapi : ♦ obat anti virus dan analgetik
♦ kortikosteroid dosis tinggi
♦ nerve tonik → fisioterapi
♦ perot > 2 bln→ decompresi N. Fasialis
HERPES ZOSTER OTICUS
c. Perichondritis
• Kausa : - trauma tembus kulit
- komplikasi op. telinga
- pseudo/ othematom terinfeksi

• Gejala : - daun telinga terasa panas, tebal


- sakit sekali – dpt terjadi abses
- auricula colaps – fistel ke belakang
• Terapi :
- AB adekuat + topikal AB
- analgetik/antipiretik
- anti inflamasi
- K/p op → membuang tl.rawan
Daun Telinga
4. Neoplasma

♦ A. Jinak (benigna)

☻keloid: - hipertropi jar. Ikat padat berisi jar. Kolagen


- lokasi di lobulus
- etiologi : trauma, irisan, luka
- tx. ekstirpasi dilanjut dg radiasi ringan (500 rad)
atau injeksi Kenacort – A.

☻atherom : - kista sebasea


- berisi produk kelj. Sebasea
- lokasi : aurikula, lobulus
B. Ganas (maligna)
• Ca squamosa sel : sering pd ortu ♂
lokasi: posterosuperior aurikula/meatus
tumbuh lambat, benjolan/penebalan kulit → ulkus
dx. pasti : biopsi→ PA
tx. :- eksisi luas (± 1 cm diluarnya)
- k/p diikuti radioterapi, kl. sudah luas
→ amputasi aurikula

Ca basal sel : sering pd ♀ tua.


mrpkan. proliferasi epit. sel basal
tmbh lambat, dpt merusak jar. sekitar tl dan tl.
rawan→ ulkus rodent
dx. dan tx. = ca squamosa sel
• melanoma maligna

- bentuk spt naevus biasa → alami degenerasi maligna


- warna gelap berpigmen :
hitam kulitnya → naevus hitam
putih kulitnya → kemerahan

- tumbuh cepat , timbul ulkus→ sering berdarah


- rasa tdk enak smp rasa sakit.
- sering metastase
- dx. pasti : biopsi → PA
- tx. : ekstirpasi dilanjutkan radioterapi
II. LIANG TELINGA = CAE

Secara anatomi : ◘ liang ≠ lurus


◘ tragus pelindung benda asing dari anterior
◘ bulu rambut, kelj. Sebasea sbg pelekat,
kelj. Serumen sbg barier kimia dg pH asam dan
enzim pembunuh kuman.
1. Congenital.
Treacher Collins Syndrom = mandibulofacial syndrom
→ kelainannya simetris/bilateral, IQ normal (kadang retardasi)

pd. Telinga : - mikrotia, atresia meatus, tl. pendgr. malformasi


c. timpani hipoplasia, labirin normal
mata : - fisura palpebra antimongoloid, tepi palpebra
atropi, tdk ada kelj. Meibom
wajah : - hipoplasi maksila, mandibula dan zygoma
TREACHER COLLINS SYNDROM
Liang Telinga
2. Benda asing

♦ dari luar : - benda mati : biji2 an – mainan anak


- binatang : semut, nyamuk, kecoa, serangga .

♦ dari dalam : - serumen → warna , konsistensi

tx.: binatang → matikan dl ( ≠ air )


serumen → irigasi, dihisap, ekstraksi (serumen hak,
pinset )
→ keras → serumenolitik

♦ cholesteatoma eksterna= keratosis obsturans


mrp. timbunan di squama dr epit. gepeng berlapis, debris dan
serumen ok migrasi yg salah dari str. kutaneum m. timpani yg
tepat berbatasan dg liang telinga.
tampak putih ~ mutiara
Gejala:
- rs. tersumbat→ kp +
- rs. sakit ok desakan pd tulang→ erosi
- keluar cairan yg bau, warna abu2, berlapis-lapis
- liang telinga bisa steril ( 30%) atau ada kuman banal
dari staph. albus , staph.aureus, pseudomonas

Predileksi : ok. kondisi sistemik


- anemia, def. vit
- daya tahan ↓
- imunosupresi
- trauma→ radang
3. Radang = otitis eksterna
Etiologi : ▪ bakteri, virus, jamur, rx. dll.
Gejala : - tanda2 rx radang + , discharged +
Tx. : ▪ liang dibersihkan→ salep/kompres
▪ AB , analgetik

♦ Klasifikasi :
a. oe sirkumscripta
b. oe difusa
c. oe maligna
d. oe mikotika (otomikosis)
a. OE Sirkumscripta=furunkulosis

Lokasi: rdg pars kartilaginosa


Gejala: sakit spontan saat buka mulut,mengunyah
→ tragus pain
→ refered pain
Pemeriksaan : - sakit tekan
- pembengkaan liang telinga, tragus,
mastoid, daerah temporal.
Tx. : = AB
= analgetik
= k/p insisi
b. OE Difusa

Radang seluruh liang telinga (gendang telinga)


Predisposisi : - kelembaban ↑
- alergi
- psikologik
Gejala : ▪ sakit, gatal, kurang dengar (tergt. derajat)
Pemeriksaan :
▪ ddg.liang → merah,edem, luka/lecet
▪ tragus pain → daun telinga digerakkan
Bentuk oe difusa :
- infantilee ekzema
- seborhea corporis
- psoriasis
- neurodermatitis, kontak dermatitis
c.OE Maligna

Predisposisi : - kelemahan umum (imunodepresi)


- DM ≠ terkontrol >>
- leukemia
- arteriosklerosis
Lokasi : isthmus liang telinga
Etiologi : ▪ pseuodomonas aeruginosa
me → neurotoxin → cranial/neuropati
→ exotoxin → nekrose p.d → m’hancurkan
jar.sekitar smp concha,
periauricula, kelj parotis,
sendi temporomandibula
PERHATIAN :
pseudomonas menyusuri basis cranii dan masuk ke belakang basis cranii
shg melumpuhkan saraf cranial ke :
for. Stilomastoidea → paralise N.VII
for. jugulare → paralise N.IX dan XI, masuk ke
v.jugulare , terjadi sinus trombosis →
trombophlebitis → otak → abses otak

Prognosis : sangat fatal – berakhir dg kematian !


Tx. : sangat sukar (nekrotomi bila blm luas)

d.OE Mikotika = Otomikosis


etiologi: - jamur aspergilus albus/nigra
- candida
gejala : rs. gatal (khas)
predisposisi : kelembaban tinggi (perenang)
tx. : antimikotika (sistemik & topikal)
OTOMIKOSIS
OE SIRKUMSKRIPTA

OE DIFUSA
Audiologi

• Deffinisi: Ilmu ttg pendengaran, menyangkut evaluasi


pendengaran
rehabilitasi penderita dg problem komunikasi
sehubungan
dg gangguan pendengaran.

• Organ pendengaran : TL → aurikula, CAE


TT→ MT, ossikula auditiva
TD→ cohclea

• Saraf : saraf tepi – N.VIII ( khususnya N. Chochlearis )


saraf pusat – Batang otak dan Hemisfer serebri Gyrus
temporalis area 41, 42
• Fs. Pendengaran :
- Alat komunikasi
- Alat proteksi
- Alat pendidikan
- Menikmati keindahan

• Pembagian Kurang Pendengaran (KP)


1. Berdasar tipe/jenis (kualitas)
a. KP tipe hantaran (CHL)
b. KP tipe sensorineural/ perseptive (SNHL)
c. KP tipe campuran (MHL)

2. Berdasar derajat (kuantitas)


a. KP/HL ringan → 20 – 40 dB
b. KP/HL sedang → 40 – 60 dB
c. KP/HL berat → 60 – 80 dB
d. KP/HL berat sekali → > 80 dB
● KP tipe hantaran (CHL)
• Ciri/sifat CHL : 1. berderajat ringan –sedang
2. umumnya mengenai nada/freq. rendah
3. correctable
4. dg ABD (hearing aid) → baik

● KP tipe sensorineural (SNHL)


Berdasarkan letak lesi : a. SNHL tipe koklear
b. SNHL tipe retrokoklear

Ciri/sifat SNHL : 1. derajat ringan sampai berat sekali


2. mengenai nada tinggi
3. umumnya un-correctable
4. ABD biasanya tak banyak membantu
Sebab-sebab KP:
A. Berdasarkan Patologi :
1. kongenital
2. trauma
3. radang
4. benda asing
5. neoplasma
B. Berdasarkan letak lesi :
1. TL → CHL
2. TT → CHL
3. TD → SNHL Cochlear
4. N.VIII → SNHL Retro Cochlear
5. Traktus serebri & serebrum → Sentral
♦ Perlu dicurigai adanya KP pada bayi/anak bila :
≠ respon thd suara /Ada ggn perkembangan bicara

Bentuk-bentuk respon thd suara pd bayi/anak :


1. Reflek moro
2. Reflek koklea-palpebra
3. Perubahan ekspresi wajah
4. Perubahan sikap/gerak
5. Terjaga dari “ light sleep”

Bayi/anak resiko tinggi KP bila :


1. Riwayat KP keluarga +
2. Riwayat maternal Rubella +
3. Ada kelln. anatomi : telinga , labioskisis, palatoskisis, uvula bifida
4. BB < 1500 Gram
5. Riwayat meningitis & Ensefalitis
EVALUASI PENDENGARAN

• Tujuan Evaluasi :
A. Normal/ KP
B. Bila KP → a. Jenis
b. Derajat
c. Sebab
d. Rehabilitasi : ABD / operatif

• Jenis Pemeriksaan Pendengaran :


A. Tanpa alat : voice test
B. Dengan alat : - tuning fork test = test garpu tala
- Audiometer : - Pure tone Audiometri
- Speech Audiometri
- Impedance Audiometri
- Begessy Audiometri
- BERA (Brain Stem Evoked
Respon
Audiometri )