Anda di halaman 1dari 15

EPIDEMIOLOGI

KESEHATAN REPRODUKSI

OLEH:
MISDAYANTI, SKM.,M.KES

DISAJIKAN DI HADAPAN
MAHASISWA EPIDEMIOLOGI (VI)
STIK AVICENNA KENDARI 2018
PENGERTIAN

 Sehat : tidak semata-mata bebas dari penyakit atau


kecacatan, namun jg sehat secara mental dan sosial
kutural.
 Re : kembali
 Produksi : membuat atau menghasilkan
 Reproduksi : suatu kondisi sehat yg menyangkut sistem,
fungsi dan proses reproduksi yg dimiliki oleh seseorang.
 Epidemiologi : studi tentang DDF (distribusi,
determinan & frekuensi) suatu penyakit.
 Epidemiologi kesehatan reproduksi : ilmu yg
mempelajari ttg DDF penyakit atau masalah kesehatan
reproduksi pd populasi atau kelompok.
EPIDEMIOLOGI

 Purpose:
1. To diagnose community health problem
2. To identify the natural history and etiology of
disease
3. To evaluate and plan health services

Strategy:
1. Epidemiologic surveilance
2. Epidemiologi research
EPIDEMIOLOGI KESEHATAN REPRODUKSI

 Angka kematian ibu (MMR) diIndonesia sebesar


228/100.000 KH masih termasuk ke dalam kategori tinggi
diantara negara-negara di Asia Selatan dan Pasifik.
 Faktor penyebab tertinggi adalah perdarahan
 Angka kematian bayi (IMR) sebesar 34/1000 KH serta aborsi
akibat KTD dikalangan remaja
 AKI & AKB menjadi indikator dari tingkat pembangunan
manusia suatu bangsa.
 AKI & AKB ini dapat dijadikan indikator rendahnya
pelayanan kesehatan yg diterima ibu dan anak serta
rendahnya akses informasi yg dimiliki ibu dan anak
 Peningkatan kesehatan ibu di Indonesia merupakan tujuan
MDG’s kelima. Tetapi program ini berjalan lambat dlm
beberapa tahun terakhir
Ruang Lingkup
Kesehatan Reproduksi
 Menurut program kerjaWHO ke IX (1996-2001), masalah kesehatan
reproduksi ditinjau dr pendekatan siklus kehidupan keluarga, meliputi:
1. Praktek tradisional yg berakibat buruk semasa anak-anak (mutilasi,
diskriminasi nilai anak)
2. Masalah kespro remaja (kehamilan remaja, kekerasan/pelecehan
seksual, tindakan seksual yg tidak aman)
3. Tidak terpenuhinya kebutuhan ber-KB, biasanya terkait dgisu aborsi tdk
aman
4. Mortalitas dan morbiditas ibu&anak (sbg kesatuan) slma kehamilan,
persalinan dan masa nifas,yg diikuti dg malnutrisi, anemia, BBLR
5. ISR
6. Kemandulan yg berkaitan dgn ISR & PMS
7. sindrom pre & post menopause dan peningkatan risiko kanker organ
reproduksi
8. Kekurangan hormon yg menyebabkan osteoporosis dan masalah
penuaan lainnya.
Pengelompokan Masalah Kesehatan Reproduksi

1. Masalah Reproduksi
 Kesehatan, gangguan kesehatan & kematian perempuan yg
berkaitan dg kehamilan. Termasuk didalamnya jgmasalah gizi
dan anemia dikalangan perempuan, penyebab serta
komplikasi dr kehamilan, masalah kemandulan dan
ketidaksuburan.
 Peranan atau kendali sosial budaya trhdp masalah kespro.
 Intervensi pemerintah dan negara trhdp masalah kespro,
misalnya prog KB, UU yg berkaitan dg genetik, dll
 Tersedianya yankes kespro dan KB, serta terjangkaunya scra
ekonomi oleh kelompok perempuan dan anak-anak
 Kesehatan bayi dan anak-anak terutama bayi dibawah umur
lima tahun
 Dampak pembangunan ekonomi, industrialisasi dan
perubahan lingkungan trhdp kespro.
2. Masalah Gender dan Seksualitas

 Pengaturan negara trhdp masalah seksualitas


(ex:peraturan & kebijakan negara mengenai
pornografi, pelacuran, pendidikan seksualitas)
 Pengendalian sosio-budaya trhdp masalah
seksualitas
 Seksualitas dikalangan remaja
 Status dan peran perempuan
 Perlindunga thdp perempuan pekerja
3. Masalah Kekerasan dan Perkosaan
terhadap Perempuan
 Kecenderungan penggunaan kekerasan scra sengaja kpd
perempuan, perkosaan, seta dampaknya trhdp korban
 Norma sosial mengenai kekerasan dl RT, serta mengenaik
berbagai tindak kekerasan thdp perempuan
 Sikap masyarakat mengenai kekerasan perkosaan thdp
pelacur
 Berbagai langkah untuk mengatasi masalah2 tsb

4. Masalah Pelacuran
 Demografi pekerja seksual komersial atau pelacuran
 Faktor2 yg mendorong pelacuran & sikap masy trhdpnya
 Dampak trhdp kespro, baik bg pelacur itu sendiri maupun bg
konsumen & keluarganya
5. Masalah Penyakit yg ditularkan melalui
Hubungan Seksual
 Masalah PMS yg lama (ex:sifilis dan GO)
 Masalah PMS yg relatif baru spt Chlamydia & herpes
 Masalah HV/AIDS
 Dampak sosial dan ekonomi dr PMS
 Kebijakan dan program pemerintah dlm mengatasi masalah tsb
(penyediaan yankes bg pelacur/PSK)
 Sikap masyarakat thdp PMS

6. Masalah sekitar Teknologi


 Teknologi reproduksi dg bantuan (inseminasi buatan & bayi tabung)
 Pemilihan bayi berdasarkan JK (gender fetal screening)
 Pelapisan genetik (genetic screening)
 Keterjangkauan & kesamaan kesempatan
 Etika & hukum yg berkaitan dg masalah teknologi reproduksi lainnya
Tujuan & Sasaran Kesehatan Reproduksi

1. Tujuan Utama
Meningkatkan kesadaran & kemandirian wanita dlm mengatur fungsi &
proses reproduksinya, termasuk kehidupan seksualitasnya, shg hak2
reproduksinya dpt terpenuhi, ygpd akhirnya menuju peningkatan
kualitas hidupnya.
2. Tujuan Khusus
 Meningkatkan kemandirian wanita dlm memutuskan peran & fungsi
reproduksinya
 Meningkatkan hak & tanggung jawab sosial wanita dlm menentukan
kapan hamil, jumlah & jarak kehamilan
 Meningkatkan peran & tanggung awab sosial pria thdp akibat dr
perilaku seksual & fertilitasnya kpd kesehatan & kesejahteraan pasangan
& anak-anaknya
 Dukungan yg menunjang wanita untuk membuat keputusan yg
berkaitan dg proses reproduksi (ex:pengadaan informasi & pelayanan yg
dpt memenuhi kebutuhan untuk mencapai kespro scra optimal
Tujuan diatas ditunjang oleh UU No.23/1992 (Bab II Pasal 3)
:”Penyelenggaraan upaya kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat
kesehatan yg optimal bg masyarakat”
Sasaran

1. Penurunan 33% angka prevalensi anemia pd wanita (usia 15-49


th)
2. Penurunan AKI hingga 59%
3. Peningkatan jumlah wanita yg bebas dr kecacatan/gangguan
sepanjang hidupnya sbsar 15% diseluruh lapisan masy
4. Penurunan proporsi BBLR menjadi krg dr 10%
5. Pemberantasan tetanus neonatorum
6. Semua individu & pasangan mendapatkan akses informasi dan
pelayanan pencegahan kehamilan yg terlalu dini, terlalu dekat
jaraknya, terlalu tua, dan terlalu banyak
7. Proporsi yg memanfaatkan pelayanan kesehatan dan
pemeeriksaan dan pengobatan PMS mnimal mencapai 70%
(WHO/SEARO, 1995)
Strategi Kesehatan Reproduksi

1. Komponen Kesejahteraan Ibu dan Anak


2. Komponen Keluarga Berencana
3. Komponen Pencegahan dan Penanganan ISR,
termasuk PMS dan HIV/AIDS
4. Komponen Kesehatan Reproduksi Remaja
5. Komponen Usia Lanjut
Kegiatan yg diRekomendasikan oleh WHO
adalah peningkatan akses:
 Informasi scra menyeluruh mengenai seksualitas dan reproduksi,
masalah kespro, manfaat dan risiko obat, alat, perawatan, tindakan
intervensi, dan bagaimana kemampuan memilih dg tepat sangat
diperlukan
 Paket pelayanan kespro yg berkualitas yg menjawab kebutuhan
wanita maupun pria
 Kontrasepsi (termasuk sterilisasi) yg aman dan efektif
 Kehamilan dan persalinan yg direncanakan dan aman
 Pencegahan dan penanganan tindakan pengguguran kandungan
tidak aman
 Pencegahan dan penanganan sebab-sebab kemandulan (ISR/PMS)
 Informasi scra menyeluruh termasuk dampak trhdp otot dan
tulang, libido, dan perlunya skrining keganansan kanker organ
reproduksi.
Pengukuran perubahan-perubahan yg positif
terhadap hasil akhir akan menunjukkan
kemajuan pencapaian tujuan akhir (Yankes
dasar yg menjawab kebutuhan kespro individu,
suami-istri dan keluarga, secara mandiri dapat
mengatasi masalah kespro yg dihadapi dalam
kurun siklus reproduksinya)