Anda di halaman 1dari 19

Teknik pemeriksaan IVP

pembimbing : dr. Frans sigala Sp. Rad

Rannu angraini
0120840221
Pendahuluan

 Bahan kontras dipakai pada pencitraan dengan sinar-X untuk meningkatkan daya
attenuasi sinar-X atau dengan kata lain pemanfaatan bahan kontras ini dipakai
untuk lebih meningkatkan radiolucent maupun radioopaque suatu gambaran
organ
 Bahan kontras ditemukan pertama kali pada tahun 1896 dan dipakai untuk
pemeriksaan traktus digestivus. Bahan yang dipakai ialah barium sulfat.
 pada tahun 1923 ditemukan garam senyawa iodin yang digunakan untuk
pemeriksaan traktus urinarius
 BNO IV → Pemeriksaan traktus urinarius dengan bahan kontras yang dimasukan
secara intra vena ke dalam tubuh manusia
 traktus urinarius dan colon sebagai bagian dari sistem ekskresi manusia sangatlah
penting, sehingga perlu suatu pemeriksaan yang akurat apabila kedua bagian ini
mengalami suatu gangguan atau penyakit
Anatomi traktus urinarius

Traktus urinarius atau yang


sering disebut dengan saluran
kemih terdiri dari sepasang
ginjal, sepasang ureter, vesika
urinaria dan uretra.
1. Ginjal
- Ginjal merupakan sepasang organ retroperitoneum yang terletak
sepanjang batas musculus psoas di bawah diafragma dan dekat
dengan columna vertebralis. Ren dextra letaknya lebih rendah
daripada ren sinistra karena besarnya lobus hepatis dextra,
Bentuknya seperti kacang dengan sisi cekung ke arah medial.
Pada sisi ini terdapat hilus ginjal yaitu tempat struktur-struktur
pembuluh darah, sistem limfatik, sistem saraf dan ureter, Secara
anatomis dibagi dua, yaitu medula dan korteks.

2. ureter
- Ureter merupakan saluran retroperitoneum yang menghubungkan
ginjal dengan vesika urinaria. Ureter berbentuk tabung kecil yang
berfungi mengalirkan urine dari pielum ginjal ke dalam buli-buli

3. Vesika urinary
- Vesika urinaria atau buli-buli merupakan organ otot yang berfungsi
sebagai resevoir utama traktus urinarius dan mempunyai kapasitas
350-450 ml

4. Uretra Gambar 1. Gambaran traktur urinarius manusia


- Urethra merupakan saluran urine dan produk sistem genitalia pria.
Pemeriksaan IVP

•Intravena Pyelography (IVP) atau dikenal juga dengan urografi adalah

Definisi foto yang dapat menggambarkan keadaan sistem urinaria melalui


bahan kontras radioopaque. Pencitraan ini dapat menunjukkan
adanya kelainan anatomi dan kelainan fungsi ginjal.

Tujuan •Untuk mendapatkan gambaran radiografi dari letak anatomi dan


fisiologi serta mendeteksi kelainan patologis dari ginjal, ureter dan buli.
Indikasi Kontra indikasi
 Indikasi pemeriksaan IVP antara lain  Alergi terhadap media kontras
nephrolithiasis (batu ginjal), ureterolithiasis  Pasien yang mempunyai kelainan atau
(batu ureter), vesicolithiasis (batu vesika penyakit jantung
urinaria), hipertrofi prostat, kelainan  Pasien dengan gagal ginjal kronik
kongenital seperti (duplication of ureter and  Neonates
renal pelvis, ectopia kidney, horseshoe  Pasien yang sedang dalam kolik
kidney, malrotasi) juga radang atau infeksi,
massa atau tumor, dan trauma.  Diabetes mellitus tidak terkontrol
 Ureum dan kreatinin meningkat
Persiapan pasien

 Sehari sebelum pemeriksaan, pasien diminta untuk makan makanan lunak tanpa serat
(contoh : bubur)
 Makan terakhir pukul 19.00 (malam sebelum pemeriksaan)
 Malam hari pukul 21.00 pasien diminta meminum laksatif (dulcolax)
 8 jam sebelum pemeriksaan, pasien disarankan tidak minum untuk menjaga kadar
cairan
 Pagi hari (pada hari pemeriksaan) pasien diminta memasukan dulcolax suppositoria
melalui anus, agar usus benar-benar bersih dari sisa makanan/faeces
 Selama persiapan pasien diminta tidak banyak berbicara dan tidak merokok supaya
tidak ada intestinal gas
 Tujuannya untuk membersihkan usus dari udara dan faeces yang dapat mengganggu
visualisasi dari foto IVP atau menutupi gambaran ginjal dan saluran-salurannya.
Peralatan dan bahan

Alat Bahan
 Spuit 1 cc (untuk skin test)  Media Kontras ( contoh :
 Spuit 3 cc (untuk persiapan obat emergency) iopamiro,ultravist), jumlahnya
 Spuit 50 cc (untuk bahan kontras) disesuaikan dengan berat badan
pasien
 Wing needle
 Jarum no 18  Obat-obatan emergency ( contoh :
 Kapas alkohol
antihistamin seperti dipenhydramine)
 Stuwing
 Gunting
 Plester
Prosedur pemeriksaan
 Pasien diwawancara untuk mengetahui klinis dan  Setelah itu lakukan foto nephrogram dengan posisi
riwayat alergi AP Supine 1 menit setelah injeksi media kontras untuk
melihat masuknya media kontras ke collecting system
 Pasien diminta mengisi informed consent
 Lakukan foto 5 menit post injeksi dengan posisi AP
 Buat plain foto BNO terlebih dahulu supineuntuk melihat system pelviocalyses dan ureter
proksimal terisi media kontras
 Jika hasil foto BNO baik, lanjutkan dengan skin test dan  Foto 15 menit post injeksi dengan posisi AP supine
IV test sebelum dimasukannya bahan kontras melalui mencakup gambaran pelviocalyses, ureter dan
fossa cubiti, diamkan sesaat untuk melihat reaksi alergi vesikaurinariamulai terisi media kontras
 Sebelum disuntik bahan kontras,pasien ditensi terlebih  Foto 30 menit post injeksi dengan posisi AP supine
dahulu melihat gambaran vesika urinaria terisi penuh media
kontras
 Menyuntikkan bahan kontras secara perlahan dan
 Sebelum disuntik bahan kontras,pasien ditensi terlebih
menginstruksikan pasien untuk tarik nafas dalam lalu dahulu
keluarkan dari mulut guna meminimalkan rasa mual
yang mungkin dirasa pasien  Pasien diminta untuk turun dari meja pemeriksaan
untuk buang air kecil, kemudian lakukan foto post
 Jika tidak ada reaksialergi penyuntikan dapat dilanjkan void (post miksi)
dengan memasang alat compressive ureter terlebih  Foto kontras IVP bisa saja dibuat sampai interval
dahulu disekitar SIAS kanan dan kiri (biasa digunakan waktu berjam-jam jika kontras belum turun
alat compressive berupa bola tenis)

Teknik pmeriksaan

Plain Foto BNO AP ( Sebelum Injeksi)

 Pembuatan foto polos abdomen


bertujuan untuk melihat kemungkinan
adanya batu radioopak di saluran
kemih
Foto 5 Menit Post Injeksi ( fase
nefogram
 Fase dimana kontras menunjukkan
nefron ginjal, pelvis renalis, ureter
proximal.

Gambar 1. Fase nefrogram normal


Gambar 2.Fase nefrogram tetapi ureter sebelah kanan tidak
terisi menandakan adanya obstruksi
Foto 15 Menit Post Injeksi
Fase dimana kontras media
memperlihatkan nefron, Pelvis renalis dan
ureter proksimal terisi maksimal dan ureter
distal mulai mengisi kandung
kemih.

Gambar 3. Terlihat gambaran klingkin yang menandakan


adanya batu pada ureter kanan bagian proximal.
Foto 30 Menit Post Injeksi
 Fase dimana kontras media
memperlihatkan nefron, pelvis renalis,
ureter hingga kandung kemih.

Gambar 4. Kontras tidak memenuhi vesica urinaria menandakan


kemungkin batu pada vesica urniaria.
Foto Post Miksi
 Menilai residu urin. Normalnya urin
minimal

Gambar 5. Foto post miksi


Tujuan dari foto 5,10,15,30 menit

 Foto 5 menit untuk melihat dan menilai fungsi ginjal


 Foto 15 menit untuk melihat ureter
 Foto 30 menit untuk melihat vesika urinaria apakah sudah terisi bahan
kontras atau belum
 Foto post miksi untuk melihat pengosongan vesika urinaria
Alur perjalan kontras

 Vena fosa cubiti  capilaris  vena


subclavia  kemudian ke vena cava
superior atrium kanan jantung 
ventrikel kanan  arteri pulmonais 
atrium kiri ventrikel kiri aorta 
aorta descenden  aorta
abdominal arteri renalis  korteks
ginjal

Gambar 6. Alur perjalanan bahan kontras


Penutup

 Intravena pyelografi ( IVP ) adalah pemeriksaan foto rontgen dengan cara


memasukkan zat kontras melalui vena yang kemudian akan mengisi traktus
urinarius.
 Indikasi dari IVP adalah bila ada kecurigaan patologis pada traktus urinarius,
 Media Kontras yang digunakan ( contoh : iopamiro,ultravist), jumlahnya
disesuaikan dengan berat badan pasien
 Keuntungan dari IVP adalah kita bisa mendapatkan informasi yang terperinci
untuk membantu diagnosa dan terapi pada kelainan – kelainan traktus
urinarius.
 Kerugiannya adalah bila terjadi komplikasi dari bahan kontras yang diberikan
dan adanya efek radiasi.
Terima Kasih 

Anda mungkin juga menyukai