Anda di halaman 1dari 22

KU – 2071 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan

Semester I - 2012 / 2013

Kuliah Minggu Ke - 5

Domonasi Iptek dalam Globalisasi

Dosen : Dr.Ir. Dicky R. Munaf

26 September 2012

1/22
Setiap perekonomian pasti akan mengalami
berbagai siklus di dalam kegiatannya. yang paling
mudah dipamami adalah keberadaan dari siklus
musim, yang terjadi setiap tahun dan terkait
kepada pola perubahan musim.
Baik masyarakat pada umumnya, dunia usaha,
maupun pemerintah, masing-masing memiliki
pola antisipasi yang rutin sifatnya didalam
menghadapi berbagai masalah yang ditimbulkan
oleh perubahan musim tersebut.
2/22
Bagi negara yang berpenduduk besar, pola
antisipasi tersebut akan memerlukan
perhatian yang khusus dari dunia usaha serta
dari pemerintah, yaitu dalam keharusan
menjaga ketersediaan dari bahan-bahan
pokok atau bahan baku industri yang berasal
dari pertanian.

3/22
Dibagian luar dari siklus yang sifatnya alamiah ini kita
akan menemui lapisan siklus bisnis yang keberadaanya
terkait erat kepada perkembangan berbagai kegiatan,
dibanyak sektor, diseluruh perekonomian.
Siklus ini sulit diantisipasikan para pelaku ekonomi
karena memerlukan kemampuan membuat perkiraan-
perkiraan yang bersifat ilmiah atas dasar pengenalan
yang mutakhir dan yang baik dari sejumlah faktor
ekonomi. Selain juga kemampuan memperkirakan arah
kebijakan pemerintah serta perilaku kalangan bisnis dan
yang terpenting pasar. Disini mudah timbul kesalahan-
kesalahan yang disebabkan oleh keberadaan kegiatan
spekulasi dari banyak perilaku bisnis di pasar.
4/22
Semakin rumit struktur pasar yang dijumpai disebuah
perekonomian misalnya, pada perekonomian industri
yang didominasi oleh kegiatan sektor keuangan, maka
semakin besar kesulitan membuat antisipasi tentang pola
siklus ini.Kita melihat dari sejarah bagaimana awalnya
sumber itu hanya menimbulkan perubahan-perubahan
mendasar disektor tertentu di negara asalnya, akan
tetapi sesudah suatu kurun waktu tertentu
perkembangan iptek tersebut akan menyebar keseluruh
dunia.

5/22
Teknologi merupakan suatu unsur yang penting
perananya didalam pengaturan kegiatan
produksi yang dilakukan didalam sebuah
perekonomian.
Cepat atau lambat perkembangan teknologi
akan dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis
untuk mengubah cara-cara pengelolaan kegiatan
demi peningkatan efesiensi, atau tingkat
produktivitas dengn tujuan akhir mendapatkan
laba yang besar.
6/22
Semakin hebat perubahan iptek yang terjadi
disuatu kurun waktu, maka akibatnya akan
menyerupai sebuah revolusi yang tidak
berdarah yang bahkan berakibat terjadinya
perubahan paradigma.

7/22
Kegiatan litbang dan rekayasa ( Research, Development
Engineering) yang dilakukan oleh Kalangan bisnis eropa,
yang kemudian telah merubah paradigma yang lebih jauh
lagi di benua eropa. Penggunaan teknologi air dan
pemanfaatan bahan baku batubara untuk menghasilkan
tenaga uap.

8/22
Siklus abad ke 19 merubah praktek kolonialisme dan
kolonisasi yang padat karya yang berbasiskan mesin dan alat.
Dengan penyebaran jaringan pereta api kesegenap penjuru
dunia yang diikuti oleh penyebaran jaringan transportasi laut
yang menggunakan kapal-kapal api serta dibangunnya sistem
telekomuniksi.

9/22
Demikian besarnya surplus dan modal yang
dimiliki dunia usaha barat dari penghisapan
tersebut sedemikian sehingga tanpa bantuan
dana dari pemerintah mereka mampu
membiayai sendiri kegiatan-kegiatan Research,
Development Engineering yang kemudian
menghasilkan revolusi teknologi “The Third
Wave” yang berlangsung selama 50 tahun pada
paruh pertama abad ke 20.

10/22
Perubahan-perubahan mendasar dari iptek
selama hampir dua abad telah juga mengubah
pola kegiatan dari sektor pertanian dan sektor
pertambangan pada umumnya baik di eropa
dan AS maupun mapun dinegara-negara koloni
mereka.

11/22
Sebagai akibat dari terjadinya konflik bersenjata
diantara “empire” Eropa, dimana AS mulai
terlibat dan jepang yang mulai meniru pola barat,
yang semuanya bertujuan untuk mendapatkan
posisi ”Big Power” bahkan “Super Power” .

12/22
Dari persaingan ini akan terjadi perang rivalitas
strategis yang akan meningkatkan upaya
negara-negara yang terlibat untuk mengalihkan
sebagian kegiatan Research, Development
Engineering melalui perencanaan
pengembangan iptek yang dikaitkan langsung
dengan upaya membangun supremasi militer,
sebagai bagian dari pelaksanaan membangun
apa yang dijuluki sebagai “Military-Industrial
Complex”(MIC).

13/22
Paradigma pasca perang dunia II yang
kemudian menggelindingkan gelombang
pasang siklus Kondratieff yang dijuluki sebagai
“The Fourth”dan “The Fijth Wave” dimana
pada periode ini perkembangan iptek semakin
mampu menghilangkan arti dari “Jarak,
Waktu, dan Lokasi” dalam sebuah proses
globalisasi yang komperhensif.

14/22
Akibat dari perkembangan teknologi pasca
PD-II pergerakan arus barang, arus uang, arus
informasi, dan pengetahuan, juga arus orang
baik dalam batasn satu wilayah negaran
maupun antar negara telah berjalan lebih
cepat pada tingkat kualitas yang semakin
prima.

15/22
Dibidang telekomunikasi kita bisa menyaksikan
bagaimana perkembangan teknologi digital telah
menciftakan ISDN (Intehrited System Of Digital
Network) dengan sistem digitalisasi yang
terintegrasi, maka penyampaian ”voice, video,
data” dapat dilakukan dengan cepat, didukung
dengan peralatan komputer yang semakin
canggih, disebarkan secara global lewat satelit dan
disampaikan kepengguna melalui kabel optik atau
jaringan internet.
16/22
Dengan perkembangan teknologi jenis
“info, bio, nano” atau “info-technology, bio-
technology,dan nano-technology” kegiatan
bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan
pun semakin dimasuki unsur teknologi.
Yang akibatnya hampir tidak ada waktu
kegiatan yang tidak mengndung unsur
”knowledge” di dalamnya.

17/22
Perubahan tersebut semakin memperkuat
posisi kelompok negara industri dalam
persaingan global untuk memperoleh bahan
baku, guna menguasai pasar dan untuk
melakukan akumulasi modal, kemudian
malaksanakan upaya expansi dari jaringan-
jaringan mobilisasi berbagai sumber yang
diperlukan secara global.

18/22
Ke depan keterkaitan proses globalisasi dan
perkembangan iptek akan berlangsung semakin
ketat dimana akan semakin tidak banyak pilihan
yang tersisa di semua negara dan hampir semua
bidang kehidupan, untuk menghindarkan diri
dari gelombang pasang globalisasi jenis abad ke
21 ini.

19/22
Hanya ada satu pilihan, yaitu kita kita harus
mangadaptasikan diri terhadap proses
globalisasi tersebut. Disana akan muncul
berbagai masalah yang harus kita jawab, yaitu
mengenai “timing”, caranya, kecepatannya,
dan melalui prioritas yang terpilih dimana
adaptasi itu dilakukan.

20/22
Negar-negara yang tidak dapat melakukan
adaptasi terhadap globalisasi yang berbasis iptek
“The Fifth Wave” atau “The Fourt Wave” akan
mengalami pola perembangan ekonomi dan
masyarakat pada umumnya yang bersifat “lagging”
secara berkelanjutan dan menyeluruh.

21/22
Nasib negara-negar ini akan semakin buruk
lagi apabila mereka tidak berhasil
memanfaatkan berbagai jenis iptek yang
berasal dari gelombanng perubahan teknologi
yang terjadi.

22/22