Anda di halaman 1dari 8

Kontrasepsi Teknik

• Senggama terputus/coitus interruptus


Yakni pengeluaran pengeluaran penis sebelum terjadinya ejakulasi
(ejakulasi di luar vagina).
Tidak terlalu efektif, karena biasanya terjadi karena ada sperma yg
sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat
menarik penis keluar.
• Metode Amenore Laktasi (MAL) yaitu kontrasepsi yang
mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif (tidak
akan terjadi ovulasi pada 10 minggu pertama setelah partus), artinya
hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan ataupun minuman apa
pun lainnya.
• Syarat untuk dapat menggunakan: Menyusui secara penuh (full breast
feeding), lebih efektif bila pemberian lebih dari 8 kali sehari
• Cara kerja: mencegah pematangan sel telur (ovulasi) dan
memperpanjang masa tidak haid setelah melahirkan.
• Efek samping: Tidak ada
Keuntungan
• Efektivitas tinggi (keberhasilan 98% • Untuk Bayi:
pada enam bulan pasca persalinan). • Mendapatkan kekebalan pasif
• Segera efektif. (mendapatkan antibodi perlindungan
• Tidak mengganggu senggama. lewat ASI)
• Tidak ada efek samping secara • Sumber asupan gizi yang terbaik dan
sistemik. sempurna untuk tumbuh kembang
bayi yang optimal
• Tidak perlu pengawasan medis.
• Terhindar dari keterpaparan terhadap
• Tidak perlu obat atau alat. kontaminasi dari air, susu lain atau
• Tidak perlu biaya. formula, atau alat minum yang dipakai
Kerugian
• Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui
dalam 30 menit pasca persalinan.
• Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial.
• Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan
6 bulan.
• Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B dan
HIV/AIDS
Metode Masa Subur (MMS)
Berusaha mengidentifikasi masa subur pada masing-masing siklus dan
mengatur perilaku seksual.
• Metode irama kalender
Memerlukan penghitungan jumlah hari-hari siklus menstruasiterpendek dan
terpanjang selama jangka waktu 6 sampai 12 bulan. Dari siklus terpendek,
dikurangi 18 hari untuk menghitung hari subur pertama. Dari siklus
terpanjang, dikurangi 11 hari untuk mengidentifikasi masa subur terakhir.
Kekurangan: kurang efektif karena ovulasi paling sering terjadi 14 hari
sebelum awitan menstruasi berikutnya, bukan 14 hari setelah awitan
menstruasi terakhir.
Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau
siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
• Metode irama suhu tubuh
Bergantung pada peningkatan sebesar 0,4 derajat Fahrenheit yg terus-
menerus.
Berhasil jika, dalam tiap siklus menstruasi, hubungan seksual dihindari
sampai peningkatan suhu tubuh ovulasi selesai.
Agar efektifhindari hubungan seksual dari hari pertama menstruasi
sampai hari ketiga setelah peningkatan suhu tubuh.
Angka kegagalan: 2 persen pd thn pertama.
• Metode irama mukus serviks
Disebut metode Billings, bergantung pada kesadaran akan “kekeringan”
dan “kebasahan” vagina.
Abstinensia diperlukan dari awal menstruasi sampai 4 hari setelah
mukus yg licin teridentifikasi.
Angka kegagalan: 3 persen pd thn pertama