Anda di halaman 1dari 63

Tutorial modul 3

Skizofrenia

Istilah asing

Persepsi : proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal.

Kognitif : kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu.

Agitasi : keadaan tidak nyaman atas arousal yang meningkat (perasaan tercampuraduk, atau tereksitasi berlebihan) yang disertai tensi dan iritabilitas yang meningkat.

Distraktibilitas: adalah ketidak mampuan individu untuk memusatkan dan mempertahankan perhatian.

Silly : bodoh, kekanak-kanakan, lack of good sense.

Inkoheren : jalan pikiran yang kacau, tidak dapat dimengerti apa maksudnya.

Infantilism : tidak tercapainya kedewasaan dalam proses berpikir dan bertindak.

Inappropriate : Ketidaksesuaian atau pertentangan.

Paramnesia (Déjà vu) : penomena psikologis yang menggambarkan tentang perasaan pernah mengalami suatu peristiwa yang sama sebelumnya seperti peristiwa yang sedang dialaminya saat ini.

Hiperamnesia : ingatan yang mendalam dan berlebihan terhadap suatu pengalaman.

Flight of idea : bicara yang melompat dari satu ide ke ide lainnya yang bersangkutan hanya superficial.

Autistik : Suatu sindrom gangguan perkembangan fungsi otak yang komplek dan terjadi pada system syaraf pusat yang mengakibatkan anak menjadi tertutup, berperilaku aneh, sulit untuk berkomunikasi

dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Halusinasi : terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera.

Waham : keyakinan yang salah dan kuat dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas sosial.

Afek:respons emosional saat sekarang, yang dapat dinilai

lewat ek

spresi wajah, pembicaraan,sikap dan gerak gerik tubuhnya (bahasa tubuh).

Ilusi : merupakan keadaan salah tafsir dari indra terhadap rangsangan suatu objek atau pengamatan yg tidak sesuai dengan pengindraan.

Waham yg kacau/bizzare delusion : keyakinan palsu yg aneh, mustahil, dan sama sekali tidak masuk akal, tidak berasal dari pengalaman hidup pada umumnya.

FUNGSI LUHUR

FUNGSI LUHUR

Fungsi yang memungkinkan manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani sesuai dengan nilai moral yang berlaku

Terdiri dari :

- Kognisi, Memori, Bahasa, Emosi, Visuospatial

Merupakan hasil pengolahan fungsi kortikal (Korteks), dimana tiap bagian korteks berintegrasi baik antar lobus dalam satu hemisfer

maupun antar hemisfer

MEKANISME FUNGSI LUHUR

Informasi terhadap alat sensori saraf perifer med spin dan batang otak korteks serebri area sensorik primer pengenalan jaras asosiasi area asosiatif yang bersangkutan pemahaman impuls terdistribusi ke seluruh koreteks yang bersangkutan informasi diknel

  • proses kognisi

Pengulangan informasi retensi memori (informasi sama recall) Proses berfikir aktivitas motorik, verbal dan nonverbal

Pusat emosi : batang otak sebelah atas, lobus frontalis, lobus parietalis, berhubungan dengan sistem otonom

Proses belajar (keseimbangan kedua hemisfer) fx luhur berjalan baik

Fungsi Kognisi

Proses mental untuk memperoleh pemahaman/pengertian terhadap sesuatu

Fungsi Kognisi • Proses mental untuk memperoleh pemahaman/pengertian terhadap sesuatu

Fungsi Bahasa

Bahasa verbal : Menggunakan simbol bahasa dan tata bahasa melalui, lisan maupun tulisan.

  • Hasil aktivitas hemisfer

dominan

Bahasa non-verbal : ekspresi emosi untuk memperjelas bahasa verbal dengan :

- intonasi, Gerakan mata, kepala,

badan, Isyarat, bahasa tubuh

  • Hasil aktivitas hemisfer non- dominan

Fungsi Bahasa • Bahasa verbal : Menggunakan simbol bahasa dan tata bahasa melalui, lisan maupun tulisan.

Bahasa Visual

Bahasa Visual

Fungsi Memori

Memori : kemampuan seseorang untuk menyimpan informasi/pengalaman dan mengemukakannya setiap saat

Jenis Memori :

  • - Immediate memory Korteks Prefrontal milidetik

  • - Recent memory Hipokampus, Lobus temporal beberapa detik sampai bbrp menit

  • - Remote memory hampir seluruh hemisfer cerebri t.u lobus temporal ingatan permanen

Fungsi Emosi

Perasaan kompleks (menyenangkan atau tidak menyenangkan) pada organisme melibatkan perubahan aktivitas organ tubuh terutama

organ visceral, di bawah kontrol sistem saraf otonom respon atau perilakutertentu

Komponen emosi :

  • - Stimulus (real atau khayalan)

  • - Afek atau perasaan

  • - PERUBAHAN AKTIVITAS OTONOM ORGAN visceral

  • - Dorongan aktivitas atau perilaku tertentu

DEFINISI SKIZOFRENIA

Gangguan psikopatologi berat dan beragam yang ditandai dengan gangguan kognisi, emosi, persepsi dan perilaku disertai dengan gejala delusi, halusinasi,

pikiran dan perkataan yang tidak terorganisir, serta gejala negatif lainnya.

EPIDEMIOLOGI

US Prevalensi skizofrenia 1-5% Epidemiological catchment area (ECA) 1,3% All societies & geographical area Usia dan jenis kelamin

Insidensi laki-laki dan wanita sama

Onset 15-25 th(laki-laki) ; 25-35 (wanita)

< 10 th & > 60 th jarang Prognosis wanita lebih baik

mortalitas 80% disertai kelainan medis dan 50% ≠ terdiagnosis Faktor infeksi dan musim kelahiran

Lahir pada musim dingin dan awal musim semi lahir bulan Januari April Faktor spesifik virus & perubahan makanan Orang dgn predisposisi genetik skizofrenia bertahan hidup

90% pasien ketergantungan nikotin Ganja risiko skizofrenia > 6x Kepadatan penduduk stressor skizofrenia

ETIOLOGI

Penyebab pasti skizofrenia masih belum diketahui. Namun, kombinasi faktor fisik, genetik, psikososial dan lingkungan memiliki peran sebagai pencetus skizofrenia.

ETIOLOGI

1.

GENETIK

ETIOLOGI 1. GENETIK

2. PERKEMBANGAN OTAK

Perkembangan abnormal misalkan migrasi abnormal neuron

dispenjang sel glia radial atau degenerasi neuron seperti pada

hungtington disease

3. Komplikasi pada kehamilan atau kelahiran

  • - Low birth weight

  • - Lahir prematur

  • - asfikisa

4. Neurotrasmitter

Perubahan sensitivitas tubuh terhadap serotonin, dopamin, glutamat.

FAKTOR PENCETUS

  • 1. Stresful life event

  • - Kehilangan orang yang dicintai

  • - Kehilangan pekerjaan atau rumah

  • - Perceraian

  • - Sexual, emotional, racial, physcial abuce 2. Penyalahgunaan NAPZA

Skizofrenia Hebefrenik

Skizofrenia

Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam

atau kurang jelas) :

Thought of echo, thought insertion or withdrawal, thought broadcasting.

Delusion of control, delusion of influence, delusion of passivity, delusional perception.

Halusinasi auditorik

Waham-waham menetap jenis lainnya yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil.

Skizofrenia

Atau paling sedikit 2 gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas :

Halusinasi yang menetap dari panca-indera apa saja apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan yang menetap, atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau

berbulan-bulan terus menerus.

Arus pikiran yang terputus atau mengalami sisipan, sehingga terjadi inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme.

Perilaku katatonik. Gejala-gejala negatif.

Adanya gejala-gejala yang khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu 1 bulan atau lebih (tidak berlaku untuk fase nonpsikotik prodromal).

Skizofrenia Hebefrenik

Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia.

Diagnosis pertama kali ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset mulai 15-25 tahun).

Kepribadian pramorbid : pemalu, senang menyendiri, namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis.

Untuk diagnosis yang meyakinkan, diperlukan pengamatan kontinu selama 2-3 bulan untuk memastikan gambaran yang khas ini bertahan :

Perilaku tidak bertanggung jawab, tak dapat diramalkan, manerisme,

kecenderungan untuk menyendiri (solitary), perilaku hampa tujuan, hampa

perasaan. Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropiate), cekikikan (giggling),

atau perasaan puas diri (self satisfied), senyum sendiri (self absorbed smiling), sikap tinggi hati (lofty manner), tertawa menyeringai (grimaces), mengibuli secara bersenda gurau (pranks), keluhan hipokondrial, ungkapan kata yang diulang-ulang

(reiterated phrases).

Disorganisasi proses pikir dan pembicaraan tak menentu serta inkoheren.

Gangguan afektif dan dorongan kehendak serta gangguan proses berpikir yang menonjol. Adanya suatu preokupasi yang dangkal

dan bersifat dibuat-buat terhadap agama, filsafat, dan tema

abstrak lainnya, makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien.

Epidemiologi

Onset muda (15-25 tahun) Laki-laki = Wanita

Manifestasi Klinik

Afek tumpul, ketolol-tololan atau tidak serasi Sering inkoheren Waham tak sistematis

Perilaku disorganisasi seperti menyeringai dan menerisme (sering ditemui)

Skizofrenia Paranoid

Paling stabil dan paling sering Gejala paling sering :

Waham kejar, rujukan, kebesaran, waham dikendalikan, dipengaruhi, dan cemburu.

Halusinasi akustik berupa ancaman, perintah dan menghina

Waham dan halusinasi menonjol Terjadi secara episodik dengan remisi sebagian /sempurna/kronis

Onset cenderung usia > tua daridpada Hebefrenik dan katatonik (20- 30 tahun)

Regresi lebih sedikit daripada tipe lain, prgnosis buruk karena sembuh pura-pura

Sikap bermusuhan agresif DD :

Epilepsi Psikotik karena obat-obatan

Diagnostik

Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Halusinasi dan/atau waham harus menonjol :

Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit, mendengung atau bunyi tawa

Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual, atau lain- lain perasaan tubuh; halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol

Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham dikendalikan, dipengaruhi, atau passivity, dan keyakinan dikejar-kejaryang beraneka ragam,

adalah yang plaing khas

Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta gejala katakonik secara relatif tidak nyata menonjol

Bicara terdisorganisasi, perilaku terdisorganisasi, atau katatonik, atau efek yang datar atau tidak sesuai

skizofrenia Katatonik

Ciri utama skizofrenia tipe ini adalah gangguan pada psikomotor yang dapat meliputi ketidakbergerakan motorik (waxy flexibility). Aktivitas motor yang berlebihan, negativism yang ekstrim, sama sekali tidak mau bicara dan berkomunikasi (mutism), gerakan-gerakan yang tidak terkendali, mengulang ucapan orang lain (echolalia) atau mengikuti tingkah laku orang lain (echopraxia).

gejala

Gejala positif = gejala tipe I : ditandai munculnya persepsi, pikiran, dan perilaku yang tidak biasa secara menonjol, misalnya: halusinasi, delusi, pikiran dan pembicaraan kacau, dan perilaku katatonik.

Gejala negatif = gejala tipe II : ditandai hilangnya atau berkurangnya kemampuan di area tertentu, misalnya tidak munculnya perilaku

tertentu, afek datar, dan alogia (tidak mau bicara).

Tipe katatonik

Stupor katatonik yaitu suatu pengurangan hebat dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan atau pengurangan dari pergerakan aktivitas spontan sehingga tampak mematung atau diam

Negativisme katatonik yaitu suatu perlawanan yang nampaknya tanpa motif terhadap semua perintah atau upaya untuuk menggerakan

dirinya

Kekakuan katatonik yaitu mempertahankan suatu sikap kaku terhadap semua upaya untuk menggerakan dirinya. Kegaduhan katatonik yaiut kegaduhan aktivitas motorik yang nampaknya tak bertujuan dan tidak dipengaruhi oleh rangsangan luar Sikap tubuh katatonik, yaitu sikap yang tidak wajar dan aneh.

epidemiologi

Gangguan ini mengenai hampir 1% populasi dewasa dan biasanya

onsetnya pada usia remaja akhir atau awal masa dewasa

Pada laki-laki biasanya gangguan ini mulai pada usia lebih muda yaitu 15-25 tahun sedangkan pada perempuan lebih lambat yaitu sekitar 25-35 tahun

Laki-laki lebih sering terkena dari pada perempuan

etiologi

Faktor genetik Faktor biokimia Faktor Psikologis dan sosial

Dasar Diagnosis

SKIZOPHRENIA (PPDG III F.20)

ANAMNESIS

Melihat sesosok makhluk gelap & kilatan cahaya berbicara pada dirinya (halusinasi visual & auditorik)

Gejala negatif : sulit tidur, tidak nafsu makan, mengurung diri, melamun, tidak banyak bicara

Kurun waktu 1 bulan >>

STATUS PSIKIKUS

Halusinasi : auditorik dan visual

Waham yang tidak wajar (kebesaran dengan ide bizzare)

Skizophrenia Hebefrenik (PPDGJ III

F.21)

ANAMNESIS Diagnosis usia remaja 18 tahun

Bicara sendiri , tidak nyambung (inkoheren), senyum-senyum (self-absorbed smiling), cengengesan (grimaces) , tertawa sendiri tanpa sebab.

Tingkah seperti anak-anak (infantile)

Berkata kasar dan melempar barang (koprolalia, agresivitas verbal & motorik)

Skizophrenia Hebefrenik (PPDGJ III F.21)

STATUS PSIKIKUS

Roman muka : silly

Rapport : inadekuat Orientasi (tempat,waktu,orang) : buruk Perhatian : distraktibilitas

Ingatan (masa kini, masa dulu, daya ingat, daya ulang) : buruk

Pikiran :

 

Bentuk : autistik

Jalan : inkoheren

Isi : waham kebesaran dengan ide bizzare

Organisasi pikiran : disorganisasi proses berpikir

Penilaian :

Normo sosial : kurang baik Waham : ada bizzare

Wawasan penyakit : buruk

Afek : inappropiate

Decorum (sopan santun, cara berpakaian, kebersihan ) : kurang

Kematangan jiwa : tidak mature

Tingkah laku dan bicara

Tingkah laku : infantilism Bicara : inkoheren, flight of idea

Diagnosis Banding

  • 1. Skizophrenia tipe disorganisasi / Hebefrenik

  • 2. Skizophrenia Paranoid

  • 3. Skizophrenia Katatonik

  • - Diagnosis usia remaja/ dewasa muda (15-25 tahun).

  • - Kepribadian premorbid (pemalu & senang menyendiri/soliaty)

  • - Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan, mannerisme, ada kecenderugan untuk menyendiri, perilaku hampa tujuan dan perasaan.

  • - Afek pasien dangkal, tidak wajar, disertai cekikikan, puas diri, senyum sendiri, sikap tinggi hati, grimace, pranks, ungkapan kata yang diulang-ulang.

  • - Proses pikir disorganisasi & pembicaraan tak menentu & inkoheren.

  • - Halusinasi / waham harus menonjol

  • - Suara halusinasi mengancam pasien / memberi perintah / halusinasi auditorik tanpa verbal berupa bunyi peluit, mendengung/bunyi tawa.

  • - Halusinasi pembauan/pengecapan/ seksual / visual (jarang)

  • - Waham (terutama waham kendali, dipengaruhi, “passivity”, kejar (khas)

  • - Ggg afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan.

  • - Stupor (berkurangnya reaktivitas lingkungan dan gerakan serta aktivitas spontan / mutisme)

  • - Gaduh-gelisah

  • - Menampilkan posisi tubuh tertentu (aneh)

  • - Negativisme (perlawanan

tidak bermotif)

  • - Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku)

  • - Fleksibilitas cerea (mempertahankan anggota

gerak dan tubuh dalam

posisi yang dapat dibentuk

dari luar)

  • - Gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan otomatis)

Diagnosis Kerja

Skizophrenia Hebefrenik/ tipe disorganisasi

PENATALAKSANAAN

TERAPI BIOLOGIK

Skizofrenia antipsikotika (AP) AP dibagi 2 kelompok :

  • - AP gen. I (dopamine receptor antagonist/DRA) antipsikotika konvensional/tipikal

  • - AP gen. II (serotonin-dopamine antagonist/SDA) antipsikotika baru/atipikal

APG I

ES yang serius Mekanisme Kerja :

Menurunkan aktivitas dopamin. APG I potensi rendah sedasi, cocok utk px agitatif

APG I potensi tinggi nonsedasi, >> efektif utk px yang menarik diri

Efek terhadap Sistem Motorik : sindrom

immobilitas, tonus otot

me↑, postur abnormal

(katalepsi)

Contoh : Haldol (haloperidol), Stelazine (trifluoperazine),

Mellaril (thioridazine),

Thorazine (chlorpromazine), Navane (thiothixene), Trilafon

(perphenazine), Prolixin

(fluphenazine)

ES APG I

ES EPS Akut:

Parkinsonisme (5-30 hari pengobatan)

Blokade dopamin di basal ganglia

Distonia Akut (10% jam pertama, 90% 3 hari

pengobatan)

Spasme otot yang menetap dan intermitten, tiba-tiba

Akatisia hari ke-2/3, paling sering hari ke-5

41%, akatisia ringan; 21% akatisia sedang dan berat

Neuroleptic Malignant Syndrome (NMS)

Gk : hipertermi, rigiditas otot berat, sistem otonom

tidak stabil, pe↓ kesadaran, ggal ginjal akut, pe↑

transaminase liver, leukositosis, mioglobinuria Tardive Diskinesia (TD) Gerakan motorik abnormal

(mengecap-ngecap bibir), gerakan anggota gerak yang

tidak terkoordinasi, menggeliatkan badan Tremor Perioral

APG II

Clozapine

Afinitas thdp D2 <<, sdgkan trhdp 5-HT

↑, sehingga rendahnya efek

ekstrapiramidal Risperidone

  • Antagonis kuat baik terhadap

serotonin (tu 5-HT2A) dan reseptor D2,

afinitas kuat baik pada α1 & α2, tetapi rendah terhadap β dan muskarinik. Aktivi melawan gejala negatif skizofrenia

Olanzapine

Aman dan efekif untuk simptom +

dan

  • memblok 5-HT2A dan reseptor D2, muskarinik (M1), H, 5-HT2E, 5-HT3, 5-HT6, α1, D1, dan D4

Quetiapine

Dibenzotiazepine dengan potensi memblok 5-HT2 >> D2

Efektif utk gejala tanpa EPS

Ziprasidone

  • Kombinasi antagonis 5-HT dan D2, tanpa gejala EPS, anti muskarinik, anti α1 atau antihistaminergik

  • satu-satunya zat hambat uptake

inhibisi norepinefrin dan serotonin

Terapi pada Psikosis Akut

Fokus pada simptom yang paling berat Berlangsung 4-8 minggu

Skizofrenia akut ditandai: agitasi, halusinasi & waham Jika pasien diterapi antipsikotik tipikal harus ditambahkan obat antiparkinson, benzodiazepin atau

beta-blocker (propanolol) Untuk agitasi: kombinasi antipsikotik + benzodiazepin

Untuk pasien agitasi berat: haloperidol, flufenzin, olanzepin, ziprasidon diberikan IM

Terapi Fase Stabilisasi & Maintenance

Fokus terapi: mencegah terjadinya relaps, mengatasi ES obat dan memastikan pasien mengkonsumsi obatnya untuk kurangi risiko relaps

Pada pasien multiepisode maintenance hingga 5 tahun

TERAPI KEJANG LISTRIK/TKL (ECT)

Pro & kontra Bermanfaat mengontrol cepat psikosis akut Untuk pasien yang tidak berespon dengan obat-obatan

TERAPI PSIKOSOSIAL

Terapi Perilaku

  • - Me↑ kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri sendiri,

  • - latihan praktis dan komunikasi interpersonal

  • - Latihan perilaku adaptif (didorong dengan pujian atau hadiah) perilaku maladaptif ber<<

Terapi orientasi keluarga ( penyuluhan terhadap keluarga tentang penyakit) efektif me↓ relaps

Terapi Kelompok

  • - Memberikan nasihat emosi dan praktis untuk keluarga

dan teman pasien

  • - Me↓ isolasi sosial, me↑ rasa persatuan, dan me↑ tes realitas bagi pasien skizofrenia.

Terapi individual : membina hubungan antara pasien dan dokter

Tujuan : pasien tetap mengikuti psikoterapi dan patuh

terhadap medikasi sehingga didapatkan hasil yang baik

(selama follow-up 2 tahun)

Perawatan di RS

Indikasi :

tujuan diagnostik, menstabilkan medikasi, keamanan pasien karena

gagasan bunuh diri atau membunuh, prilaku yang sangat kacau termasuk ketidak mampuan memenuhi kebutuhan dasar

(pangan, sandang, papan)

Tujuan :

-

ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat.

-

Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan RS

harus direncanakan.

-

Mengajar pasien, pengasuh & keluarga pasien tentang skizofrenia

Memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan, perawatan diri, kualitas hidup, pekerjaan, dan hubungan sosial.

PENATA KASUS

Farmokologi:

Obat Antipsikotik

Non Farmakologi:

Psikoterapi

Monitoring BMI, glukosa puasa, profil lipid pada pasien yang konsumsi antipsikotik atipikal risiko terjadinya DM

Komplikasi

Depresi, pikiran bunuh diri, perilaku bunuh diri Self-injury malnutrisi Penyalahgunaan zat (alkohol, obat yang diresepkan, obat ilegal) Ketidakmampuan untuk menemukan atau mempertahankan pekerjaan kemiskinan dan mjd tuna wisma Ketidakmampuan untuk belajar atau bersekolah dan lembaga pendidikan lainnya Konflik keluarga Social isolation Menjadi korban kekerasan

Prognosis

> periode 5 sampai 10 tahun setelah perawatan psikiatrik pertama kali di rumah sakit karena skiofrenia ± 10-20 % pasien memliki hasil yang baik. > 50% pasien memiliki hasil yang buruk, dengan perawatan di rumah sakit yang berulang, eksaserbasi gejala, episode gangguan mood berat, dan usaha bunuh diri.

Prognosis

Prognosis

Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam

: ad bonam

: dubia ad bonam

: dubia ad bonam