Anda di halaman 1dari 20

Dr.

Lilian B
BATUK
 ADALAH MEKANISME FISIOLOGIS UTK
MEMBERSIHKAN DAN MELINDUNGI SAL NAPAS
DARI SEKRET, BENDA ASING, DAN ZAT LAIN
 MEK BATUK : RANGSANGAN R/ DI MUKOSA SAL
NAPAS  SERAT AFEREN MEDULA OBLONGATA
 SERAT EFEREN  EFEKTOR
 BATUK ADA 2 JENIS : PRODUKTIF
( BERDAHAK ) DAN NON PRODUKTIF
( KERING )
OBAT BATUK NON PRODUKTIF
ANTITUSIF
 MEKANISME KERJA : MENINGKATKAN AMBANG
RANGSANG BATUK
 ADA 2 JENIS : BEKERJA SENTRAL DAN PERIFER
 BEKERJA SENTRAL : NARKOTIK DAN NON
NARKOTIK
ANTITUSSIF NARKOTIK
1. KODEIN
- MEMPUNYAI EFEK ANTITUSIF,
ANALGESIK DAN SEDATIF
- POTENSI ADIKSI KECIL
F. KINETIK;
- ABSORBSI ORAL BAIK, EFEK TIMBUL 1-
2 JAM, DURASI 4-6 JAM
- JML KECIL DITEMUKAN DLM ASI
- METAB T/U DI HEPAR
- EKSRESI T/U MEL URIN
EFEK SAMPING
- DLM DS TERAPI JARANG TIMBUL EFEK SAMPING
- KONSTIPASI TIMBUL PD DS 100-150 MG
- DEPRESI PERNAPASAN TIMBUL PD DS 60 MG
- DS FATAL 800-1000 MG
2. DIHIDROKODEIN
CARA KERJA DAN EFEK SAMPING HAMPIR SAMA
DG KODEIN
3. FOLKODIN
GEJALA PUTUS OBAT LEBIH RINGAN DARI
KODEIN
ANTITUSIF NON NARKOTIK
1. DEKSTROMETORFAN
- POTENSI ANTITUSIF SAMA DG
KODEIN
- TDK MEMPUNYAI EFEK
ANALGESIK, SEDASI DAN ADIKSI
- EFEK SAMPING: MUAL, MUNTAH,
SAKIT KEPALA, PENEKANAN
AKTIVITAS SILIA PD DS BESAR
2. NOSKAPIN
- EFEK ANTITUSIF SAMA DG KODEIN
- TDK MEMILIKI EFEK ANALGESIK
DAN ADIKSI
EFEK SAMPING : T/U KONSTIPASI RINGAN.
DEPRESI JANTUNG PD DS BESAR

3. LEVOPROPOKSIFEN
- ISOMER DARI PROPOKSIFEN
-TDK MEMP’ EFEK ANALGESIK
- EFEKTIVITAS SAMA DG
DEKSTROMETORFAN
4. DIFENHIDRAMIN
ANTITUSIF PERIFER
ANESTESI LOKAL : LIDOKAIN, LIGNOKAIN
- MEK KERJA : ANESTESI LOKAL DI
MUKOSA SAL NAPAS.
- BIASANYA DIGUNAKAN SECARA
INHALASI
- EFEKTIF PD BATUK YG BANDEL
EFEK SAMPING : ASPIRASI, ALERGI, ARITMIA
DAN KEJANG
OBAT BATUK PRODUKTIF
EKSPEKTORAN
Obat yg merangsang pengeluaran dahak
Mek kerja : Merangsang mukosa lambung → N. vagus →
sekresi kel sal napas ↑, dahak mudah dikeluarkan
1. Amonium klorida
- Biasa digunakan sbg kombinasi dgn obat lain
- Dpt menyebabkan asidosis metabolik pd ds
besar
- Ds lazim 300 mg tiap 4 jam
2. Gliseril Guaiakolat
- Pemakaian hanya berdasarkan
pengalaman empiris
-Efek membersihkan mukosiliar
- Ds 2-4 kali 200-400 mg
3. Kalium yodida
-Ekspektoran tua
-Menurunkan viskositas mukus
-Kontra indikasi: hamil, menyusui.
MUKOLITIK
Mek Kerja: Mengencerkan sekret sal napas dgn
memecah mukoprotein dan mukopolisakarida.
1. Bromheksin
- digunakan sbg mukolitik pd bronkitis dan
lainnya.
- Bersifat iritatif thd lambung
- KI: Tukak lambung
2. Ambroksol
- Suatu metabolit dari bromheksin
- Cara kerja dan penggunaannya seperti bromheksin
3. Asetilsistein
- Cara kerja: melepaskan ikatan disulfida → Viskositas

- Sekret encer dlm 1 menit.
ES: spasme bronkus, sekret berlebihan
NASAL DEKONGESTAN
 Menghilangkan kongesti hidung
 Digunakan sbg sistemik dan tetes hidung
I. Simpatomimetik
1. Fenilefrin
- Mek Kerja: agonis reseptor alfa-1 selektif
2. Fenilpropanolamin
- Efeknya mirip efedrin, kecuali efek SSP (kecil)
3. Oksimetazolin & xylometazolin
4. Efedrin
5. Pseudoefedrin
 Efek samping:
- Penggunaan sistemik: takikardia, palpitasi, insomnia,
hipertensi dan gangguan kardiovaskuler lainnya.
- Penggunaan topikal: rasa nyeri mukosa hidung,
rebound congestion (rinitis medikamentosa)
 Kontraindikasi: hipertensi, angina pectoris, gagal
jantung, hipertiroid, dll
II. Kortikosteroid
1. Beklometason
- Digunakan secara topikal (semprot)
- Mek Kerja: sbg antiinflamasi dan antialergi
- Digunakan sebagai profilaksis
2. Prednison, deksametason.
- Digunakan secara sistemik
- Mek Kerja: sbg antiinflamasi dan antialergi
- Digunakan untuk pengobatan serangan akut
 Efek samping
Penggunaan topikal: iritasi, infeksi
Penggunaan sistemik: imunosupressan, retensi cairan,
cushing syndrome.
 Kontra indikasi: Hipertensi, DM, Hiperlipidemia, dll.