Anda di halaman 1dari 17

BAB 9

SURVEILEN
EPIDEMIOLOGI
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan
Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas
Trisakti
SURVEILEN
EPIDEMIOLOGI
Suatu proses pengamatan terus-menerus dan sistematis terhadap terjadinya penyebaran
penyakit serta kondisi yang memperbesar risiko penularan dengan melakukan pengumpulan
data, analisis, interpretasi dan penyebaran interpretasi serta tindak lanjut perbaikan dan
perubahan.
KERANGKA SURVEILEN EPIDEMIOLOGI
Data
Di analisis
• Univariat
⁃ Person
⁃ Time
⁃ Place Informasi
• Bivariat
• Multivariat

Di interpretasi Bukti
• Survei (Evidenc
• Penelitian
• Kajian e)
• Observasi
• Operasional
riset Action /
Pengambilan tindakan
keputusan
• Priority setting
• Cost efectif
• Relevance system
• Sustanable
• Alternatif option
SURVEILEN PASIF
Instrumen monitoring selama kondisi tidak
melaksanakan program eradikasi, eliminasi ataupun
outbreak (accelerated control)
Melaporkan data penyakit secara individual
Kekurangan
Data kesakitan tidak diperoleh secara
lengkap dan akurat

SISTEM Sistem pelaporan tidak teratur

KEWASPADAAN SURVEILEN AKTIF


DINI Target
Eradikasi
Eliminasi
Reduksi insiden dan prevalensi
Reduksi transmisi penularan
Regulasi dan pengawasan pelaksanaan
program
Kegiatan
Level pelayanan atau masyarakat 
Mendeteksi kasus, Meningkatkan community
based surveillance
Level Kabupaten atau Propinsi  Kelengkapan
laporan mingguan, bulanan, semester
Output  data individu case, sex, age,
4
TEKNIK SKRINING

Mencegah agar penyakit tidak menimbulkan


Primary Prevention
kecacatan atau keparahan yang menimbulkan
Screening
kematian

Kelompok yang mempunyai faktor risiko


Secondary Prevention
walaupun dalam keadaan sehat Screening

5
KRITERIA SKRINING (Goroll et al, 1995)
Mempengaruhi harapan hidup
Menurut
karakteristi Prevalensi penyakit yang tinggi

k penyakit Ketersediaan obat


Selama masa asymptomatic dapat menurunkan angka kesakitan dan
kematian
Pada fase asymptomatic pengobatan bersifat symptomatic
Nilai sensitivitas dalam mendeteksi memadai
Menurut
karakteristi
Nilai spesifisitas dapat diterima
k test
Dapat diterima oleh pasien

Prevalensi penyakit tinggi


Menurut
karakteristi
Dapat diterima
k populasi
Sesuai dengan kebutuhan pengobatan
UKURAN YANG DIGUNAKAN DALAM SKRINING

Sensitivitas Final diagnosis


• kepekaan test menyatakan
Screenin
Total
sakit pada kelompok yang g test Non-
memang benar sakit Diabetic
diabetic
Spesifisitas Positive
a b a+b
• kemampuan test
menyatakan tidak sakit pada Negative
kelompok yang memang c d c+d
dinyatakan tidak sakit
Total
Proporsi sensitivitas (true positives)
=
𝑎 a+c b+d a+b+c+d
𝑎+𝑐

Proporsi spesifisitas (true


𝑑
negatives) =
𝑏+𝑐
Ekspose Change patology Symptomatik Diagnosa time Death

Epidemiologi area Clinical area

Skrining pada tahapan Skrining pada area


ini diarahkan untuk ini diarahkan untuk
deteksi faktor risiko mencegah
(diabetes, kecacatan,
cardiovascular, keparahan
hipertensi) dengan penyakiy (TB,
tujuan untuk kanker)
mengetahui penyebab

Area skrining
Cintigencies of testing for Sensitivitas: diperoleh dari true positif/total disease
disease Spesifisitas: true negatif/ Total non disease

9
1. Pengumpulan dan
Pengolahan Data Petugas surveilens
Teknik
puskesmas
mengumpulkan Pelaksanaan
STP
Sentinel
Dinkes
Kabupaten/Kota
mengumpulkan dan
mengolah data PWS 2. Data diolah dan
Penyakit Potensial KLB didistribusikan
sesuai kebutuhan
analisis dan
rekomendasi
Analisis dan
Rekomendasi
Tingkat Lanjut
Merupakan upaya meringkas berbagai informasi dan
Umpan Balik Pelaporan
menghubungkan beberapa variabel yang rumit bahkan
absensi laporan, perbaikan data laporan mingguan (PWS), laporan
sangat rumit agar menjadi lebih sederhana, sehingga
lebih mudah menginterpretasikannya sebagai
bulanan (STP)
pedoman pengambil keputusan atau tindakan
Case Finding WHO pada TB

Daerah dengan insiden MDR-TB 3% dgn ada


Daerah dengan prevalensi MDR-TB
kasus baru dengan riwayat OAT sekunder,
8% dgn ada kasus baru dengan incidence rate ≥350/100.000 penduduk setiap
riwayat OAT 1 2 tahun

Daerah yang akses pengobatan penderita TB baik


Daerah dengan lab belum berjalan 3 4 dengan prevalensi riwayat OAT <1,2%, susp TB (+)
dengan gagal pengobatan kategori MDR setelah 2 bulan lalu suspek (-)

12
• Pengumpulan data dan pengolahan data :
• Petugas surveilen : pengumpulan dan mengolah data STP dan pasien rawat inap dan
jalan
• Dinas kesehatan : data mingguan dan penyakit KLB
• Analisis dan rekomendasi tindak lanjut
• Meringkas berbagai informasi, menghubungkan beberapa variabel.
Surveilens Epid.
Indonesia Masa
Depan Data up to date : what, where, when, who
Feedback
Variabel : Independen, dependen
Saat ini sistem surveilen terpadu masih terbatas pada laporan
Surveilen
puskesmas.
Epidemiologi Masa Sistem pencatatan dan pelaporan berbasis outcome oriented.
Depan
Keuntungan sistem pencatatan dan pelaporan terpadu menjadi
efisien dan efektif.
Sistem surveilen Epidemiologi
Human Resource
Sarana Kesehatan

Program kesga & KB


Program Kesling Status Gizi
Program Pelayanan Incident Penyakit
Usia harapan hidup
Dasar Prevalens penyakit
Program Rujukan Angka Kematian
Program Obat/Alkes
Terimakasih
17