Anda di halaman 1dari 19

SISTEM

EKSKRESI HEWAN
S M A N E G E R I 1 K O TA L U B U K L I N G G A U
2018
SISTEM EKSKRESI INVERTEBRATA
Platyhelmintes (cacing pipih)

 Sistem ekskresi pada planaria ialah sistem sel api (flame cells)
 Disusun atas protonefridia yang merupakan ginjal yang sederhana
sebagai saluran utama. Protonefridia mengadakan percabangan, dan
pada tiap percabangannya ditutup dengan satu sel yang memiliki bentuk
seperti obor api
 Gerakan silia yang berada di dalam sel api mempertahanan cairan
tersebut tetap bergerak di dalam saluran protonefridia
Kenapa
disebut sel
api??

Gerakan silia yang berada di


dalam sel api mempertahanan
cairan tersebut tetap bergerak
di dalam saluran protonefridia.
Gerakan yang ditimbulkan oleh
sel api ini menyerupai dengan
bola api, sehingga sitem pada
cacing pipih disebut juga dengan
sistem bola api
LANJUTAN...

Cairan tubuh dan zat sisa kemudian dikeluarkan dari tubuh


melalui suatu lubang yang disebut nefridiofor. Sebagian
besar sisa nitrogen tidak masuk kedalam saluran ekskresi.
Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan
diekskresikan lewat mulut. Beberapa zat sisa berdifusi
secara langsung dari sel ke air.
Annelida (cacing tanah)

• Annelida memiliki alat ekskresi khusus, yaitu berupa nefridia yang


terdapat pada setiap segmen tubuh. Pada setiap segmen terdapat sepasang
nefridia.
• Nefridia ini dilengkapi dengan corong terbuka dan bersilia yang disebut
nefrostom yang terdapat pada setiap sekat pemisah segmen.
• Nefrostom berfungsi menarik dan mengambil cairan tubuh. Pada saat
cairan melalui nefridia, zat-zat yang berguna diserap darah dan zat sisa,
seperti air, senyawa nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan oleh
tubuh ditampung dalam kantong kemih. Zat sisa tersebut kemudian
dikeluarkan melalui nefridiofor (lubang nefridium).
Insecta

• Alat ekskresi pada serangga berupa Pembuluh Malpighi. Pembuluh ini


berhubungan dengan saluran usus pada perbatasan usus tengah dengan usus
belakang
• Pembuluh malphigi pada bagian dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang
berperan dalam pemindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam dan air dari
hemolimfa ke dalam rongga pembuluh
• Bahan-bahan yang penting dan air masuk kedalam pembuluh, lalu diserap kembali
secara osmosis di rektum untuk diedarkan keseluruh tubuh oleh hemolimfa.
• Sebaliknya, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal asam
urat yang akan dikeluarkan bersama feses melalui anus.
• Disamping pembuluh malphigi, terdapat trakea yang berfungsi untuk
mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2.
SISTEM EKSKRESI VERTEBRATA
1. PISCES (Ikan)

Alat-alat pengeluaran ikan terdiri atas Ginjal, Insang dan Kulit.


Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan mas, saluran ginjal (kemih)
menyatu dengan saluran kelenjar kelamin yang disebut saluran
urogenital yang terletak dibelakang anus.
MEKANISME EKSKRESI PADA IKAN YANG
HIDUP DI AIR TAWAR DAN AIR LAUT

laut
Ikan air tawar Ikan air laut

 Melakukan penambahan air


 Konsentrasi kadar garam yang lebih rendah
melalui osmosis dan
 Akibat dari keadaan tersebut ikan cenderung
kehilangan garam melalui
kehilangan cairan tubuhnya dan mendapatkan
difusi.
tambahan garam dari lingkungannya. Untuk
 Konsentrasi kadar garam
mengganti cairan tubuh yang banyak keluar,
yang lebih tinggi
ikan banyak minum.
 Ikan air tawar
 Di dalam ginjal, kelebihan ion kalsium,
mengekskresikan amonia dan
magnesium dan sulfat diekskresikan bersama
aktif menyerap ion anorganik
dengan kehilangan sejumlah air kecil,
melalui insang serta
kemudian di ekskresikan dengan keluarnya
mengeluarkan urin dalam
urin yang dalam keadaan sedikit
jumlah besar
LANJUTAN...
Ikan yang hidup di air laut mengekskresikan sampah
nitrogen yang kurang beracun, yaitu trimetilamin oksida
(TMO). Zat ini memberi bau khas air laut. Selain itu, ikan air
laut mengekskresikan ion-ion lewat insang dan mengeluarkan
urin dengan volume yang kecil. Karena ginjal ikan air laut
tidak memiliki glomerulus, akibat tidak terjadi ultrafiltrasi di
ginjal, dan urin terbentuk oleh sekresi garam-garam dan TMO
yang berkaitan dengan osmosis air.
2. Amfibi (Katak)

• Alat ekskresi pada katak ialah ginjal opistonefros. Alat ekskresi lainnya
ialah kulit, paru-paru, dan insang.
• Pada katak jantan, saluran ginjal dan saluran kelaminnya bersatu,
sedangkan katak betina tidak.
• Karena kulit katak permeable terhadap air, maka pada saat ia berada di
air, banyak air yang masuk ke tubuh katak secara osmosis. Pada saat ia
berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak
membuangnya.
3. Reptil

• Alat ekskresi pada reptilia adalah sepasang ginjal metanefros


• Ginjal ini dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung bermuara ke
kloaka. Selain ginjal, pada reptil memiliki kelenjar kulit yang menghasilkan asam
urat tertentu yang berguna untuk mengusir musuh.
• Reptilia yang hidup di daerah kering mengubah zat-zat sisa metabolisme yang
mengandung nitrogen dalam bentuk asam urat yang berwarna putih dan berbentuk
padat.
• Asam urat dikeluarkan bersama-sama kotoran melalui kloaka, sedangkan aimya
diserap kembali agar tubuh tidak kehilangan air terlalu banyak.
3. Aves
• Alat ekskresi burung berupa sepasang ginjal metanefros. Burung tidak memiliki
vesika urinaria sehingga hasil ekskresi dari ginjal disalurkan langsung ke kloaka
melalui ureter
• Di dalam kloaka juga terjadi reabsorpsi air yang menambah jumlah air dalam tubuh.
Sampah nitrogen dibuang sebagai asam urat yang dikeluarkan lewat kloaka. Asam
urat berbentuk kristal putih yang bercampur feses.
• Kelebihan kelarutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui
nares (lubang hidung). Larutan garam mengalir ke rongga hidung kemudia keluar
lewat nares luar dan akhirnya garam menetes dari ujung paruh.
• Burung memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya, berguna untuk
meminyaki bulu-bulunya.
TERIMAKASIH