Anda di halaman 1dari 51

Sistem Rujukan &

Asuransi
Internasional
dr. Indra, MARS.
2016
Curriculum Vitae

 Lulus S.Ked: 1996 (FK UNUD)


 Lulus dr: 1999 (FK UNUD)
 Lulus MARS: 2012 (FKM UI)
 Jabatan: Direktur Medis BIMC Hospital
INTRODUCTION

Pada 29 November 2012 Kementerian Kesehatan dan


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
menandatangani Nota Kesepakatan Bersama No.
412/Menkes/SKB/XI/2012 dan NK/30/PW.202/MPEK/201
untuk mendukung Wisata Kesehatan atau Health
Tourism.
Nota tersebut berlaku selama 2 tahun dan akan berakhir
pada November 2014.
Indonesia menargetkan menjadi negara tujuan medical
tourism pada 2015
INTRODUCTION

 Menteri Kesehatan Ibu Nafsiah Mboi


 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Marie Elka
Pangestu.
 Estimasi bahwa orang Indonesia yang pergi ke luar
negeri untuk berobat diperkirakan antara USD 500 Juta
sehingga USD 1.4 Miliar per tahun
INTRODUCTION

 Wellness and Healthcare Tourism (WHT)


 Tim ini terdiri dari unsur Kemenkes, Kemenkraf,
Perwakilan RS, Perewakilan Spa dan Asosiasi Kesehatan
seluruh Indonesia.
WHT (Wellness & Healthcare
Tourism)
 Meningkatkan kolaborasi dengan biro perjalanan wisata
dalam rangka promosi wisata kesehatan
 Menetapkan kolaborasi RS yang bersinergi
dengan wellness spa di 4 destinasi, yaitu Bali, Jakarta,
Manado, dan Makassar
 Brand Campaign selama 1 tahun bekerjasama dengan
media massa baik cetak, elektronik, audio
visual maupun online dan media sosial
 Bekerjasama dengan seluruh kedutaan besar Indonesia
di seluruh dunia dan berkolaborasi dengan sport
tourism untuk mengenalkan WHT
Analisis implementasi
medical tourism
 Vrilia Adirasari
 Untuk mengetahui implementasi medical tourism saat
ini, dilakukan analisis kualitatif dengan pendekatan
studi kasus di Wing Amerta Rumah Sakit Umum Pusat
Sanglah Denpasar Bali.
 Telah dilakukan wawancara kepada 12 informan
kemudian dilakukan analisis konten. Kecukupan
informan diperoleh dengan mekanisme snow balling.
Validasi dengan triangulasi melalui pengamatan dan tilik
dokumen.
Analisis implementasi
medical tourism
 Simpulan penelitian adalah bahwa medical tourism
sudah terlaksana di Wing Amerta Rumah Sakit Umum
Pusat Sanglah Bali sebagai proses alamiah.
Medical Tourism

 Medical travel
 Health tourism
 Health travel
 Medical-value travel
 Healthcare abroad
 Medical overseas
Medical Tourism

 Medical tourism memiliki arti perjalanan yang dilakukan


seseorang ke luar negara tempat tinggalnya untuk
mencari perawatan medis.
 Pasien yang melakukan medical tourism disebut medical
tourist.
Medical Tourism

Dikutip dari Excel International Journal of Multidisciplinary


Management Studies, medical tourist dari benua Asia
memfavoritkan China, India, Malaysia, Singapura, Korea
Selatan, Filipina, Taiwan dan Turki sebagai tujuan
medical tourism.
Indonesia (?)
Medical Tourism

Dikutip dari SQU Medical Journal, lima faktor yang menjadi


penyebab medical tourism adalah :
1. Keterjangkauan biaya,
2. Ketersediaan jenis perawatan medis,
3. Kemudahan mendapat perawatan medis,
4. Perawatan medis yang dapat diterima,
5. Alasan tambahan (mis. sambil wisata).
Keterjangkauan Biaya

Angioplasty (2015):
 India: $ 5,700
 Thailand: $ 4,200
 Malaysia: $ 8,000
 Singapore: $ 13,400
 Indonesia: ?
http://www.medicaltourism.com/Forms/price-
comparison?AspxAutoDetectCookieSupport=1
Keterjangkauan Biaya

Breast implants (2015):


 India: $ 3,000
 Thailand: $ 3,500
 Malaysia: $ 3,800
 Singapore: $ 8,400
 Vietnam: $ 4,000
 Indonesia: ?
http://www.medicaltourism.com/Forms/price-
comparison?AspxAutoDetectCookieSupport=1
Keterjangkauan Biaya

Lasik (both eyes):


 India: $ 1,000
 Thailand: $ 2,310
 Vietnam: $ 1,720
 Malaysia: $ 3,450
 Singapore: $ 3,800
 Indonesia: ?
http://www.medicaltourism.com/Forms/price-
comparison?AspxAutoDetectCookieSupport=1
Medical Tourism

Medical and Healthcare Services + Tourism and Travel


Services + Support Services = Medical Tourism
(Tourismos: An Internatioanl Multidisciplinary Journal of
Tourism)
Medical Tourism

6 potensi risiko (Katherine Wertz & Magdalena Berry):


1. Asuransi yang tidak mencakup perawatan medis
internasional
2. Efek samping pasca pembedahan & Efek samping obat
3. Malpractice
4. Penyakit dari negara tujuan
5. Kendala bahasa
6. Perjalanan jauh pasca tindakan
Data Kunjungan Tourist (2015)

 Australia: 966,869
 Japanese: 228,185
 Chinese: 688,469
 South Korean: 152,866
 Indian: 118,678
 New Zealand: 70,415
 Taiwanese: 124,593
Data Kunjungan Tourist (2015)

 Malaysian: 190,381
 Singaporean: 146,660
 American: 133,763
 Dutch: 81,678
 British: 167,628
 German: 120,348
 French: 131,451
 Russian: 51,805
Data Kunjungan Tourist (2015)

 Swedish: 25,743
 Spanish: 27,857
 Swiss: 34,445
 Saudi Arabian: 7,003
Ranking (2015)

1,000,000

900,000

800,000

700,000

600,000

500,000

400,000

300,000

200,000

100,000

0
Sistem rujukan & asuransi
internasional
Metoda Pembayaran

 Out of pocket
 Insurance:
 Pay and claim
 LOG/payless
 Company
 Charity
 Foundation
 Fund raising
Sistem Rujukan

 Insurance  MOU
 Company including hotel  MOU
 Other healthcare provider  +/- MOU
 Personal (i.e., receptionist, taxi driver)  bonus 
unethical ?
 Principal: Primary  secondary  tertiary
 Patient’s rights (?)
Insurance

Client : contact
insurance

Insurance: verification of
benefit (VOB) + Letter of
Guarantee (LOG)

Healthcare provider
Insurance

 Allianz
 CIGNA/BUPA
 AXA
 OPD (Outpatient Department): pay and claim
 IPD (Inpatient Department), surgery: LOG (Letter of
Guarantee)
 Cost containment
 AMA (Australian Medical Association) Fee
Medical Evacuation

 Medical repatriation
 Fit to fly statement  aviation medicine
 Unescorted / non medical escort / medical escort
 Non medical escort = nurse escort
Escort Nurse

 Passport
 Visa (if needed)
 Knowledge and skill:
 BTCLS (Basic Trauma and Cardiac Life Support)
 Pain management
 Communication skill (i.e., English)
 Codes of conduct (i.e., clothes, introduction, etc.)
 Basic equipment: vital signs, pain management, drugs
administration, charts
Escort Nurse

 Patient must be in the airport 2 hours prior to departure


time
 Nurse must examine the patient at least one hour prior
to leaving the hospital
 Nurse has the authority to state that patient must be
escorted by doctor, or patient is not fit to fly with
commercial flight, after the examination.
 Get patient’s passport & flight tickets (you and your
client)  do not let the family brings them for you!
Escort Nurse

 Bring some money  currency is in accordance to the


destination, otherwise change your money in the
airport. In Singapore, people mostly accept only
Singaporean Dollar, and so are in Australian, they prefer
Australian Dollar. This simple knowledge can safe you
from a disaster!
 Ensure you are familiar with medication chart!
 Do not eat or drink before your patient does!
 Do not watch movie while escorting!
Escort Nurse

 Practice to hand-over your client! (Practice by heart).


 Document everything and report only what is required!
 Report after mission accomplished (i.e., telephone, e-
mail, etc.)
 Don’t forget to have fun after mission accomplished!
Insurance

 Electronic medical record


 PACS (picture archiving and communication system)
 Official e-mail (@bimcbali.com, @siloamhospitals.com)
 Regular communication (i.e., e-mail, phone)
Consent Form

 Indonesia:
 21 tahun
 18 tahun
 Australia, Amerika: 18 tahun
 Schoolies (?)
 First degree relatives
 Scan and e-mail the consent form  ask to fill in, sign,
and e-mail back
 Telephone with speaker, witnessed, recorded
Pelayanan keperawatan
di klinik hotel
Hotel di Bali

Kab Bintang Bintang Bintang Bintang Bintang Jumlah


5 4 3 2 1
Badung 40 46 37 12 11 146

http://bali.bps.go.id/tabel_detail.php?ed=611003&od=11&id=11
In-house Clinic

 Klinik di dalam hotel


 Biasanya hotel bintang 5
 Variasi berdasarkan healthcare provider-nya:
 Buka jam tertentu saja (08.00 – 20.00), selanjutnya ke
klinik sentral
 Buka 24 jam, tetapi dijaga oleh perawat saja. Dokter
hanya datang pada jam praktik tertentu (2-3 jam),
selanjutnya on-call.
 Buka 24 jam, dokter dan perawat stand by 24 jam
In-house Clinic

 Variasi berdasarkan client-nya:


 Melayani tamu saja
 Melayani karyawan saja
 Melayani tamu dan karyawan
 Perubahan paradigma pada era BPJS  seluruh
karyawan adalah peserta BPJS  pelayanan kesehatan
primer yang sudah dipilih  pelayanan kesehatan
sekunder tergantung area
Pelayanan Keperawatan

 Nursing room care:


 Pasien disabled/mentally retarded
 Pasien stroke
 Escort nurse to hemodialysis center
 Wound dressing
 Enoxaparine (Lovenox) injection
 2nd and so on antibiotic injection
 In-house clinic:
 Doctor’s partner
 Wound dressing, Lovenox injection, etc.
Potensi Masalah

 Sterilisasi alat:
 Metoda sterilisasi
 Distribusi mini set
 Sampah medis:
 Limbah cair, mis: darah
 Limbah padat
 Perizinan :
 Klinik
 Pharmacy
 Fraud due to referral fee
MEA (Masyarakat
ekonomi asean)
AEC (ASEAN Economic Community)
MEA

 Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic


Community = AEC)
 Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean
sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan
Asia Tenggara pada akhir 2015 (31 Desember 2015)
 Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa
menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing.
MEA

 Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan


Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya
memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa
dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia
Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.
 Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus
perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga
kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan,
dan lainnya.
MEA
Optimis vs. Pesimis

 Optimis:
 Tenaga kerja indonesia mampu bersaing (terampil)
 Budaya ringan tangan/tidak terpaku pada job desc
 Reasonable salary
 Bahasa ibu
 Pesimis:
 Kurang fasih berbahasa asing
 Pendidikan formal kurang tinggi
 Enggan untuk keluar wilayah
Fakta

 Di antara negara-negara ASEAN, tingkat daya saing


Indonesia berada di urutan keenam
 Jumlah penduduk Indonesia setengah dari total penduduk
di negara-negara ASEAN
 Produk Indonesia: harga mahal, mutu rendah
http://www.kemenperin.go.id/artikel/10019/Jangan-
Anggap-Remeh-Pemberlakuan-MEA

 Ada 8 profesi yang dibuka (free of skill labour) saat MEA


mulai bergulir yaitu insinyur, arsitek, perawat, tenaga
survei, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi, dan
akuntan.