Anda di halaman 1dari 23

Kelompok 1

Metoda
Metoda
Magnetotelluric
Magnetotelluric
Rizky Gustiansyah
(105090300111001)
Intan Widya Pratiwi
(10509030011102)
Fikri Farisa
(0810933020)
Metode magnetotelluric merupakan salah satu metode
elektromagnetik pasif untuk survey geologi, tepatnya untuk
survey bawah permukaan
Metode ini mengikuti kaedah induksi faraday dimana perubahan
medan magnet dihasilkan oleh arus bolak-balik, dan juga berdasar
pada persamaan maxwell 1 sampai 4
D B
 H  J f   E   .B  0 .D  q
t t

Sumber alami MT menggunakan kisaran frekuensi antara


0,001HZ - 10 HZ
 Frekuensi Rendah
(<1) : dihasilkan dari
interaksi solar wind
dengan medan magnet
bumi
 Frekuensi Tinggi
(>1) : dihasilkan dari
badai petir
(thunderstorm) yang
terjadi di seluruh
permukaan bumi
Dalam magnetotelurik medan listrik E dan medan magnet H yang
berasal dari sumber alami diakuisisi dalam time series yang
kemudian ditransformasikan dalam frekuensi domain dengan
fourier transform untuk mendapatkan tensor impedansi, Tensor
impedansi yang merupakan fungsi komplek dari frekuensi berisi
informasi mengenai distribusi tahanan jenis (resistivity) bawah
permukaan.
Sedangkan hubungannya antara tensor impedansi dan kuat
medan listrik dan medan magnet diberikan dengan hubungan
E(w ) = Z(w )H(w)
Propagasi dari gelombang magnetotelluric, dapat dipahami
dengan persamaan Maxwell dalam bentuk vektor medan magnet
dan medan listriknya:
D
 H  J 
t '

B
 E  
t '
Dari pendekatan teoritis ini, dapat diketahui karakter perambatan
gelombang magnetotelluric beserta attenuasi yang dialaminya saat
merambat di bawah permukaan bumi.
 Hubungan dari komponen elektrik dan magnetik yang tegak lurus dapat
dideskripsikan dengan complex impedance tensor Z(ω) pada frekuensi
tertentu :

 Amplitudo dari E dan H dapat digunakan untuk memperoleh apparent


resistivity :
Fase yang diberikan medan listrik dan medan magnet, yaitu :

Kedalaman dimana gelombang EM berkurang intensitasnya


menjadi 1/e intensitas asli, disebut dengan skin depth :
Medan listrik diukur dengan dua pasang porouspot yang saling
tegak lurus
Medan magnetik diukur dengan dua buah coil yang saling tegak
lurus.
Keempat sensor tersebut diletakkan horizontal
medan magnet dideteksi oleh ketiga antena yang
saling tegak lurus dan berpangkal pada satu titik,
untuk menangkap medan magnet yang berada di
titik atau stasiun tersebut.
Data Processing dalam MT dilakukan dengan mengubah raw data
yang dihasilkan menjadi MT impedance responses (Z),
apparent resistivity dan fase gelombang sebagai fungsi dari
frekuensi
Data-data yang telah diekstrak dari raw data, kemudian di plot
dalam grafik resistivitas vs frekuensi atau fase vs frekuensi.

Res vs Freq

Phase vs
Freq
 MT survey umumnya merekam data dengan profil 3D. Kemudian diinversi
untuk menghasilkan cross section dalam resistivitas vs kedalaman.
Matur
Thankyou
 
  E  jH E y  Ae  jt
e

2
z
e
j
2
z

 
 
  H  E  J s
z j z
 jt
H x  (1  j ) Ae e 2
e 2
2

E z E y E E E y jH  E x
jH x   jH y  x  z jH x   y
z
y z z x z
H z H y H x H y
H x H z E x   E y  E x  
E y  
z z
z x y z
H y H x E y E x jH z  0
E z   jH z   Ez  0
x y x y

1 Ey
1 2
Z yx  
2
a  Z xy
 H x (1  j ) 
 Time series preprocessing
 Prewhitening, detrend
 Polynomial fit
 First differences filter: x [ i ]=x [ i ]−x [ i−1]
 Despike
 Filtering
 Spectral analysis
 Classical spectral estimations
 Daniellfrequency averaging. (after FFT of a complete
time series)
 Welch ensemble averaging. (FFT is performed for each
segment)
 Window tapering
 Cascade Decimation
 Spectral Resolution
 Sorting
 Statistical analysis
 Least squares
 Robustness
 Robust estimators
 Post processing
 Multi window averaging
 Multi RR averaging
 Preprocessing
 Detrend/prewitening with first differences filter
 Spectral analysis
 Cascade decimation
 Set of windows of different length (64-524288)
 Segment overlapping is dependent on decimation
step
 Coherence frequency/segment sorting with
automatically calculated coherence threshold
 Hanning tapering window
 Statistical procedure (linear regression problem)
 Siegel's estimator. Limits the influence of outliers in
response variables (E field) as well as in factors space
(predictors H field)
 MultiRR Multi window averaging