Anda di halaman 1dari 42

TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN

BAWASLU RI (1/3)

 TUGAS
• mengawasi persiapan penyelenggaraan Pemilu
• mengawasi pelaksanaan tahapan penyelenggaraan Pemilu
• mengelola, memelihara, & merawat arsip/dokumen serta melaksanakan
penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip yg disusun oleh Bawaslu &
ANRI
• memantau atas pelaksanaan tindak lanjut penanganan pelanggaran pidana
Pemilu oleh instansi yg berwenang;
• mengawasi atas pelaksanaan putusan pelanggaran Pemilu;
• evaluasi pengawasan Pemilu;
• menyusun laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Pemilu;
• melaksanakan tugas lain yg diatur dlm ketentuan peraturan perundang-
undangan

2
TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN
BAWASLU RI (2/3)

 WEWENANG
• menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu;
• menerima laporan adanya dugaan pelanggaran administrasi Pemilu &
mengkaji laporan & temuan, serta merekomendasikannya kepada yg
berwenang;
• menyelesaikan sengketa Pemilu;
• membentuk Bawaslu Provinsi;
• mengangkat & memberhentikan anggota Bawaslu Provinsi;
• melaksanakan wewenang lain yg diatur dlm ketentuan peraturan perundang-
undangan

3
TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN
BAWASLU RI (3/3)

 KEWAJIBAN
• bersikap tidak diskriminatif dlm menjalankan tugas & wewenangnya;
• melakukan pembinaan & pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas
Pemilu pada semua tingkatan;
• menerima & menindaklanjuti laporan yg berkaitan dgn dugaan adanya
pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan
mengenai Pemilu;
• menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Presiden, DPR, dan KPU
sesuai dgn tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan;
• melaksanakan kewajiban lain yg diberikan oleh peraturan perundang-
undangan

4
TUGAS DAN FUNGSI
SEKRETARIAT JENDERAL BAWASLU

 TUGAS
memberikan dukungan administratif & teknis operasional kepada Bawaslu

 FUNGSI
• koordinasi & pembinaan terhadap pelaksanaan tugas unit organisasi di
lingkungan Setjen Bawaslu, Sekretariat Bawaslu Provinsi, Sekretariat
Panwaslu Kab/Kota, & Sekretariat Panwaslu Kecamatan;
• pemberian dukungan administratif kpd Bawaslu;
• pembinaan & pelaksanaan perencanaan & pengawasan internal, administrasi
kepegawaian, ketatausahaan, perlengkapan & kerumahtanggaan, serta
pengelolaan keuangan di lingkungan Setjen Bawaslu

5
TUGAS DAN FUNGSI
BIRO ADMINISTRASI

 TUGAS
melaksanakan koordinasi & penyusunan rencana program & anggaran,
pengelolaan keuangan, pelaksanaan urusan umum, & administrasi sdm

 FUNGSI
• pengoordinasian & penyusunan rencana program & anggaran Bawaslu &
DKPP
• pengelolaan keuangan
• pengelolaan persuratan, arsip, rumah tangga & perlengkapan, serta
keprotokolan
• pelaksanaan urusan administrasi sdm & ketatausahaan pimpinan

6
TUGAS DAN FUNGSI BIRO TEKNIS
PENYELENGGARAAN PENGAWASAN PEMILU

 TUGAS
melaksanakan penyiapan sosialisasi, fasilitasi teknis penyelenggaraan
pengawasan Pemilu, pengelolaan temuan & laporan pelanggaran Pemilu, serta
administrasi penyelesaian sengketa Pemilu

 FUNGSI
• penyiapan pelaksanaan & evaluasi sosialisasi pengawasan Pemilu
• pelaksanaan urusan fasilitasi teknis & supervisi penyelenggaraan
pengawasan Pemilu
• pengelolaan temuan & laporan pelanggaran Pemilu
• pelaksanaan urusan fasilitasi penyelesaian sengketa Pemilu

7
TUGAS DAN FUNGSI
BIRO HUKUM, HUMAS & PENGAWASAN INTERNAL

 TUGAS
melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan, analisis hukum, analisis teknis
pengawasan dan potensi pelanggaran, hubungan masyarakat & kerjasama antar lembaga,
serta melaksanakan urusan pengawasan internal

 FUNGSI
• koordinasi & penyusunan rancangan, serta analisis peraturan perundang-undangan
pengawasan Pemilu
• penyiapan pertimbangan & bantuan hukum, serta desiminasi peraturan perundang-
undangan pengawasan Pemilu
• pelaksanaan sistem jaringan dokumentasi & informasi (SJDI) hukum
• pelaksanaan urusan analisis teknis pengawasan & potensi pelanggaran Pemilu
• pelaksanaan urusan hubungan masyarakat & kerjasama antar lembaga
• pelaksanaan urusan pengawasan internal di lingkungan Bawaslu & jajarannya serta
DKPP

8
TUGAS DAN FUNGSI
BIRO ADMINISTRASI DKPP

 TUGAS
melaksanakan urusan administrasi perkara pelanggaran kode etik
penyelenggara Pemilu

 FUNGSI
• pelaksanaan urusan administrasi umum, koordinasi penyusunan
perencanaan program & anggaran, ketatausahaan, keprotokolan, publikasi &
sosialisasi, serta monitoring & evaluasi di lingkungan DKPP
• pelaksanaan urusan administrasi pengaduan pelanggaran kode etik
• pelaksanaan urusan administrasi persidangan pelanggaran kode etik

9
TUGAS DAN WEWENANG
BAWASLU PROVINSI (1/2)

• mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi;


• mengelola, memelihara, & merawat arsip/dokumen serta melaksanakan
penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip yg disusun oleh Bawaslu
Provinsi & lembaga kearsipan Provinsi berdasarkan pedoman yg ditetapkan
oleh Bawaslu & ANRI;
• menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan
perundang-undangan mengenai Pemilu;
• menyampaikan temuan & laporan kepada KPU Provinsi utk ditindaklanjuti;
• meneruskan temuan & laporan yg bukan menjadi kewenangannya kepada
instansi yg berwenang;
• menyampaikan laporan kepada Bawaslu sbg dasar utk mengeluarkan
rekomendasi Bawaslu yg berkaitan dgn adanya dugaan tindakan yg
mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh
Penyelenggara Pemilu di tingkat provinsi;

1
TUGAS DAN WEWENANG
BAWASLU PROVINSI (2/2)

• mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi Bawaslu tentang pengenaan


sanksi kepada anggota KPU Provinsi, sekretaris & pegawai sekretariat KPU
Provinsi yg terbukti melakukan tindakan yg mengakibatkan terganggunya
tahapan penyelenggaraan Pemilu yg sedang berlangsung;
• mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu;
• melaksanakan tugas & wewenang lain yg diberikan oleh undang-undang

 Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang, Bawaslu Provinsi dapat:


• memberikan rekomendasi kepada KPU utk menonaktifkan sementara
dan/atau mengenakan sanksi administratif
• memberikan rekomendasi kepada yg berwenang atas temuan & laporan
terhadap tindakan yg mengandung unsur tindak pidana Pemilu

1
KEWAJIBAN BAWASLU PROVINSI

• bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya


• melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pengawas
Pemilu pada tingkatan di bawahnya
• menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya
pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai
Pemilu
• menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Bawaslu sesuai dengan
tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan
• menyampaikan temuan dan laporan kepada Bawaslu berkaitan dengan adanya
dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Provinsi yang mengakibatkan
terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat provinsi
• melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan

1
TUGAS DAN FUNGSI
SEKRETARIAT BAWASLU PROVINSI

 TUGAS
melaksanakan memberikan dukungan administratif dan teknis operasional
kepada Bawaslu Provinsi

 FUNGSI
• koordinasi pelaksanaan tugas unit organisasi di lingkungan Sekretariat
Bawaslu Provinsi
• pemberian dukungan administratif kepada Bawaslu Provinsi
• pelaksanaan perencanaan dan pengawasan internal, administrasi
kepegawaian, ketatausahaan, perlengkapan dan kerumahtanggaan, dan
keuangan di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi

1
TAHUN ANGGARAN
2013
TIMELINE 2013

AWAL TA. 2013 24 Juni 2013 5 Juli – 28 Agustus 2013 18 Juli 2013

• Sekretariat masih
eselon 2 Pelantikan Kepala
• 1 KPA utk seluruh Pelantikan Sekretaris Tambahan I
Sekretariat 27
Indonesia Jenderal Bawaslu Rp.1.000.364.490.000
Provinsi
• PPK utk masing-
masing provinsi

• Pemecahan Satker
Tambahan II di 27 Provinsi
Pelantikan Kepala • 27 KPA Satker
Rp.419.677.327.000
Sekretariat 6 Provinsi Bawaslu Provinsi
(Kasek)

2 Desember 2013 4 Oktober - 16 Desember 2013 26 September 2013

1
REKAPITULASI REVISI DIPA TA 2013

No URAIAN PAGU PERUBAHAN TANGGAL KETERANGAN


1. BAWASLU 856.600.000.000 856.600.000.000 5 Desember 2012 DIPA AWAL

2. BAWASLU Revisi ke 1 856.600.000.000 19 Maret 2013 BUKA BLOKIR

TAMBAHAN I DAN
3. BAWASLU Revisi ke 2 1.856.964.490.000 1.000.364.490.000 18 Juli 2013
OPTIMALISASI

4. BAWASLU Revisi ke 3 867.155.370.000 26 September 2013 PECAH SATKER

BAWASLU PUSAT 867.155.370.000

BAWASLU PROVINSI 989.809.120.000

SE DARI PERBEND
5. BAWASLU Revisi ke 4 867.155.370.000 17 Oktober 2013 TENTANG
PERUBAHAN AKUN
SE DARI PERBEND
6. BAWASLU Revisi ke 5 867.155.370.000 24 Oktober 2013 TENTANG
PERUBAHAN AKUN

7. BAWASLU Revisi ke 6 1.286.832.697.000 419.677.327.000 2 Desember 2013 TAMBAHAN II

REVISI
8. BAWASLU Revisi ke 7 1.286.832.697.000 12 Desember 2013
PENYESUAIAN KEG

1
DIPA BAWASLU RI TA. 2013

 DIPA BAWASLU RI TA. 2013 (AWAL)


Terbit tgl 5 Desember 2012
Nomor: DIPA-115.01.1.500100/2013

Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 658.946.031.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu

01.5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya 658.946.031.000


Badan Pengawas Pemilihan Umum

06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 197.653.969.000

06.5157 Dukungan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 197.653.969.000

TOTAL 856.600.000.000

1
REVISI DIPA BAWASLU RI TA. 2013
(PERUBAHAN PAGU)

 DIPA BAWASLU RI TA. 2013 REVISI II


Dalam rangka tambahan I dan optimalisasi sebesar Rp.1.000.364.490.000
Terbit tgl 18 Juli 2013
Nomor: DIPA-115.01.1.500100/2013

Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 1.217.640.511.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu

01.5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya 1.217.640.511.000


Badan Pengawas Pemilihan Umum

06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 639.323.939.000

06.5157 Dukungan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 639.323.939.000

TOTAL 1.856.964.490.000

1
REVISI DIPA BAWASLU RI TA. 2013
(PERUBAHAN PAGU)
 DIPA BAWASLU PUSAT TA. 2013 REVISI III
Dalam rangka pembentukan satker Bawaslu Provinsi
Terbit tgl 26 September 2013
Nomor: DIPA-115.01.1.500100/2013

BAWASLU PUSAT
Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 585.992.877.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu

01.5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya 585.992.877.000


Badan Pengawas Pemilihan Umum

06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 281.162.493.000

06.5157 Dukungan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 281.162.493.000

TOTAL 867.155.370.000

1
REVISI DIPA BAWASLU RI TA. 2013
(PERUBAHAN PAGU)

 DIPA BAWASLU RI TA. 2013 REVISI VI


Dalam rangka tambahan II sebesar Rp.419.677.327.000
Terbit tgl 26 September 2013
Nomor: DIPA-115.01.1.500100/2013

Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 595.860.477.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu

01.5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya 595.860.477.000


Badan Pengawas Pemilihan Umum

06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 690.972.220.000

06.5157 Dukungan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 690.972.220.000

TOTAL 1.286.832.697.000

2
REALISASI BAWASLU RI MENURUT JENIS BELANJA
TAHUN ANGGARAN 2013

Kode Uraian Anggaran Realisasi Persentase

51 Belanja Pegawai 98.590.278.000 80.066.104.287 81,21%

52 Belanja Barang 1.120.324.693.000 849.118.287.484 75,79%

53 Belanja Modal 67.917.726.000 63.741.166.148 93,85%


TOTAL 1.286.832.697.000 992.925.557.919 77,16%

2
REALISASI BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2013
No Provinsi Anggaran Realisasi
1 DKI Jakarta 9.654.201.000 7.662.673.040
2 Jawa Barat 99.827.294.000 84.872.957.576
3 D.I Yogyakarta 11.588.111.000 8.258.199.414
4 Jawa Timur 116.007.900.000 102.989.615.180
5 Aceh 79.109.854.000 15.674.231.284
6 Sumatera Utara 98.881.206.000 53.828.420.866
7 Sumatera Barat 25.726.162.000 19.257.045.206
8 Riau 20.572.187.000 14.678.064.072
9 Jambi 21.372.465.000 19.259.345.655
10 Sumatera Selatan 47.088.840.000 30.260.998.977
11 Lampung 35.389.951.000 29.557.904.864
12 Kalimantan Tengah 25.721.775.000 13.785.705.391
13 Kalimantan Selatan 27.160.372.000 15.108.800.285
14 Kalimantan Timur 26.680.789.000 16.502.102.000
15 Sulawesi Utara 29.162.916.000 24.283.672.310
16 Sulawesi Tengah 20.648.724.000 14.063.724.641
17 Sulawesi Selatan 50.385.072.000 29.398.945.809
18 Sulawesi Tenggara 32.245.324.000 26.765.242.400
19 Maluku 25.436.228.000 22.887.711.410
20 Nusa Tenggara Barat 19.574.213.000 19.036.251.000
21 Papua 86.268.435.000 64.524.557.750
22 Bengkulu 14.359.840.000 11.588.460.309
23 Maluku Utara 21.905.056.000 18.312.552.144
24 Bangka Belitung 10.388.303.000 6.688.801.334
25 Gorontalo 10.954.556.000 8.208.318.702
26 Kepulauan Riau 9.820.655.000 7.377.713.828
27 Sulawesi Barat 13.878.691.000 9.749.870.702
TOTAL 989.809.120.000 694.581.886.149

2
5 ANGGARAN TERBESAR BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2013

No Provinsi Anggaran

1 Jawa Timur 116.007.900.000


2 Jawa Barat 99.827.294.000
3 Sumatera Utara 98.881.206.000
4 Papua 86.268.435.000
5 Aceh 79.109.854.000

Catatan:
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah belum dibentuk satker, sehingga anggarannya
masih bergabung dengan Satker Bawaslu RI.

2
TAHUN ANGGARAN
2014
DIPA BAWASLU RI DAN BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2014
 DIPA BAWASLU RI TA. 2014 (AWAL)
Terbit tgl 5 Desember 2013
Nomor: SP DIPA- 115.01.1.500100/2014

Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 274.615.100.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu

5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan 274.615.100.000


Pengawas Pemilihan Umum

06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 2.987.242.000.000

5157 Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu 156.686.421.000

5243 Pengembangan Produk Hukum, Litbang, Pengelolaan 52.238.160.000


Kehumasan, dan Pengawasan Internal
5244 Penegakan Kode Etik Penyelnggara Pemilu 36.875.000.000

5245 Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu oleh Bawaslu 2.741.442.419.000


Provinsi dan Lembaga Pengawas Pemilu Ad-hoc
TOTAL 3.261.857.100.000

2
DIPA BAWASLU RI DAN BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2014
 DIPA BAWASLU RI TA. 2014 REVISI I (BUKA BLOKIR)
Terbit tgl 22 Januari 2014
Nomor: SP DIPA-115.01.1.500100/2014

Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 274.615.100.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu

5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan 274.615.100.000


Pengawas Pemilihan Umum

06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 2.987.242.000.000

5157 Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu 156.686.421.000

5243 Pengembangan Produk Hukum, Litbang, Pengelolaan 52.238.160.000


Kehumasan, dan Pengawasan Internal
5244 Penegakan Kode Etik Penyelnggara Pemilu 36.875.000.000

5245 Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu oleh Bawaslu 2.741.442.419.000


Provinsi dan Lembaga Pengawas Pemilu Ad-hoc
TOTAL 3.261.857.100.000

2
DIPA BAWASLU RI DAN BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2014
 DIPA BAWASLU TA. 2014 REVISI II
Dalam rangka tambahan anggaran PPL selama 4 bulan sebesar Rp.757.559.400.000,-
Terbit tgl 24 April 2014
Nomor: SP DIPA- 115.01.1.500100/2014
Kode Program/Kegiatan Pagu Anggaran

01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan 162.860.993.000


Tugas Teknis Lainnya Bawaslu
5156 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya 162.860.993.000
Badan Pengawas Pemilihan Umum
06 Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 3.856.555.507.000
5157 Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu 208.136.328.000

5243 Pengembangan Produk Hukum, Litbang, Pengelolaan 52.238.160.000


Kehumasan, dan Pengawasan Internal
5244 Penegakan Kode Etik Penyelnggara Pemilu 36.875.000.000
5245 Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu oleh 3.559.306.019.000
Bawaslu Provinsi dan Lembaga Pengawas Pemilu Ad-hoc
TOTAL 4.019.416.500.000

2
DIPA BAWASLU RI DAN BAWASLU PROVINSI
TA. 2014 SETELAH PEMOTONGAN (1/2)
No SATUAN KERJA SEMULA MENJADI
1 Bawaslu RI 460.110.481.000,00 460.110.481.000,00

2 Aceh 210.232.123.000,00 176.954.724.000,00

3 Sumatera Utara 231.712.795.000,00 214.602.145.000,00

4 Riau 82.258.488.000,00 76.612.438.000,00

5 Kep. Riau 35.557.657.000,00 33.939.859.000,00

6 Jambi 71.890.949.000,00 67.110.899.000,00

7 Sumatera Barat 81.544.916.000,00 77.292.766.000,00

8 Sumatera Selatan 122.830.308.000,00 113.468.008.000,00

9 Lampung 108.533.032.000,00 100.550.032.000,00

10 Bengkulu 68.875.245.000,00 64.293.645.000,00

11 Kep. Bangka Belitung 32.269.448.000,00 30.870.698.000,00

12 Banten 68.297.085.000,00 63.110.085.000,00

13 Jawa Barat 240.322.328.000,00 222.891.028.000,00

14 DKI Jakarta 26.489.218.000,00 25.524.667.000,00 Catatan:


15 Jawa Tengah 301.663.498.000,00 277.464.598.000,00 Pemotongan pada APBN-P
16 D.I. Yogyakarta 32.502.790.000,00 30.834.790.000,00
TA 2014 sebesar
Rp.259.920.000.000,-
17 Jawa Timur 315.427.313.000,00 296.432.888.000,00

2
DIPA BAWASLU RI DAN BAWASLU PROVINSI
TA. 2014 SETELAH PEMOTONGAN (2/2)
No SATUAN KERJA SEMULA MENJADI
18 Bali 42.872.069.000,00 42.164.235.000,00

19 Nusa Tenggara Barat 61.164.153.000,00 57.378.028.000,00

20 Nusa Tenggara Timur 151.199.167.000,00 140.230.642.000,00

21 Kalimantan Barat 91.342.658.000,00 85.095.983.000,00

22 Kalimantan Tengah 77.274.479.000,00 72.474.404.000,00

23 Kalimantan Selatan 88.131.323.000,00 82.034.548.000,00

24 Kalimantan Timur 78.934.395.000,00 74.037.320.000,00

25 Sulawesi Utara 91.980.178.000,00 86.081.253.000,00

26 Gorontalo 41.266.473.000,00 38.890.098.000,00

27 Sulawesi Barat 37.483.993.000,00 35.247.418.000,00

28 Sulawesi Selatan 145.552.964.000,00 135.665.714.000,00

29 Sulawesi Tengah 85.381.328.000,00 79.554.878.000,00

30 Sulawesi Tenggara 95.837.432.000,00 88.949.832.000,00

31 Maluku 68.009.203.000,00 64.239.103.000,00

32 Maluku Utara 64.213.551.000,00 59.784.566.000,00 Catatan:


33 Papua 223.552.252.000,00 206.679.897.000,00
Pemotongan pada APBN-P
34 Papua Barat 84.703.208.000,00 78.924.830.000,00
TA 2014 sebesar
Rp.259.920.000.000,-
TOTAL 4.019.416.500.000,00 3.759.496.500.000,00

2
5 ANGGARAN TERBESAR BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2014 (SETELAH PEMOTONGAN)

No Provinsi Anggaran

1 Jawa Timur 296.432.888.000


2 Jawa Tengah 277.464.598.000
3 Jawa Barat 222.891.028.000
4 Sumatera Utara 214.602.145.000
5 Papua 206.679.897.000

3
REALISASI BAWASLU RI MENURUT JENIS BELANJA
TAHUN ANGGARAN 2014 (PER JUNI 2014)

Kode Uraian Anggaran Realisasi Persentase

51 Belanja Pegawai 5.876.508.000 1.295.501.601 22,04%

52 Belanja Barang 417.900.709.000 43.787.076.621 10,47%

53 Belanja Modal 36.333.264.000 4.121.367.400 11,34%

TOTAL 460.110.481.000 49.203.945.622 10,69%

3
REALISASI BAWASLU RI MENURUT BIRO
TAHUN ANGGARAN 2014 (PER JUNI 2014)

No Uraian Anggaran Realisasi Persentase

1 Biro Administrasi 162.860.993.000 18.021.896.872 11,06%

Biro Teknis Penyelenggaraan


2 208.136.328.000 17.652.787.850 8,48%
Pengawasan Pemilu
Biro Hukum, Humas, dan
3 52.238.160.000 9.958.571.662 19,06%
Pengawasan internal
Biro Adm Dewan Kehormatan
4 9,68%
Penyelenggara Pemilu 36.875.000.000 3.570.689.238

TOTAL 460.110.481.000 49.203.945.622 10,69%

3
REALISASI BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2014 (PER JUNI 2014) (1/2)

No Provinsi Pagu Realisasi Persentase


1 Aceh 176.954.724.000 45.064.618.324 25,47
2 Sumatera Utara 214.602.145.000 82.402.728.982 38,40
3 Riau 76.612.438.000 30.242.134.445 39,47
4 Kep.Riau 33.939.859.000 9.512.031.945 28,03
5 Jambi 67.110.899.000 31.982.777.149 47,66
6 Sumatera Barat 77.292.766.000 33.292.363.205 43,07
7 Sumatera Selatan 113.468.008.000 61.125.071.664 53,87
8 Lampung 100.550.032.000 41.001.186.162 40,78
9 Bengkulu 64.293.645.000 35.730.672.983 55,57
10 Kep.Bangka Belitung 30.870.698.000 11.102.219.389 35,96
11 Banten 63.110.085.000 31.061.037.235 49,22
12 Jawa Barat 222.891.028.000 117.828.546.688 52,86
13 DKI Jakarta 25.524.667.000 4.671.829.958 18,30
14 Jawa Tengah 277.464.598.000 115.685.033.823 41,69
15 DI Yogykarta 30.834.790.000 10.654.438.081 34,55
16 Jawa Timur 296.432.888.000 157.623.217.000 53,17
17 Bali 42.164.235.000 13.525.210.010 32,08

3
REALISASI BAWASLU PROVINSI
TAHUN ANGGARAN 2014 (PER JUNI 2014) (2/2)

No Provinsi Pagu Realisasi Persentase


18 NTB 57.378.028.000 29.925.131.200 52,15
19 NTT 140.230.642.000 50.535.001.710 36,04
20 Kalimantan Barat 85.095.983.000 35.802.089.456 42,07
21 Kalimantan Tengah 72.474.404.000 27.548.502.234 38,01
22 Kalimantan Selatan 82.034.548.000 24.790.994.406 30,22
23 Kalimantan Timur 74.037.320.000 20.257.991.848 27,36
24 Sulawesi Utara 86.081.253.000 34.725.394.000 40,34
25 Gorontalo 38.890.098.000 20.956.509.470 53,89
26 Sulawesi Barat 35.247.418.000 15.586.667.547 44,22
27 Sulawesi Selatan 135.665.714.000 55.519.742.583 40,92
28 Sulawesi Tengah 79.554.878.000 18.331.164.252 23,04
29 Sulawesi Tenggara 88.949.832.000 37.872.468.100 42,58
30 Maluku 64.239.103.000 39.615.179.000 61,67
31 Maluku Utara 59.784.566.000 15.511.897.531 25,95
32 Papua 206.679.897.000 117.749.420.000 56,97
33 Papua Barat 78.924.830.000 33.014.487.000 41,83
TOTAL 3.299.386.019.000 1.410.247.757.380 42,74

3
ALUR PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

Bawaslu
Pusat

Bawaslu Pengawas
Provinsi Pemilu LN

Panwaslu
Kab/Kota

Panwascam

Keterangan :
: Alur Distribusi PPL

------ : Alur Pertanggungjawaban

3
ALUR PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN TA 2013

1. Pada awal Tahun Anggaran KPA Bawaslu Pusat menerbitkan POK utk Bawaslu Pusat & masing2
Provinsi. POK Bawaslu Provinsi diserahkan kpd Bawaslu Provinsi utk dikelola oleh masing2
Pengelola Keuangan yg terdiri atas PPK (Koordinator Sekretariat) dan BPP. SK Penugasan
diterbitkan oleh KPA Bawaslu RI (Kepala Sekretariat Bawaslu RI);
2. BP Bawaslu RI mengajukan UP pertama & didistribusikan ke Bawaslu Provinsi dgn persentase
besaran yg berbeda-beda tergantung Besaran Pagu yg dikelola oleh Bawaslu Provinsi;
3. Untuk mencukupi kebutuhan biaya kegiatan yg melebihi batas dana UP, masing2 Bawaslu Provinsi
mengajukan TUP dgn melalui email. Dalam rangka mempercapat pelayanan dan akuntabilitas,
dibentuk Koordinator Wilayah (korwil). 1 korwil bertanggungjawab atas beberapa Bawaslu Provinsi
baik untuk proses pengajuan UP/TUP maupun pertanggungjawaban UP/TUP;
4. Mengingat faktor lokasi/tempat BPP yg berlokasi di provinsi, maka pertanggungjawaban
menggunakan SPTB yg dikirimkan melalui email. Berkas2 pertanggungjawaban asli/sah berada di
Bawaslu Provinsi;
5. Sesuai dengan sistem pada angka 4, maka korwil bertugas hanya sebatas melakukan verifikasi
pembebanan anggaran serta ketepatan akun yg digunakan, serta sebagai petugas penghubung
dengan BPP Provinsi dlm hal kebutuhan & pertanggungjawaban laporan;
6. Untuk memastikan keberadaan berkas sah pertanggungjawaban keuangan, telah dilakukan
pengambilan berkas pertanggungjawaban di Bawaslu Provinsi serta melegalisasikan SPTB & SPP
yg sudah dikirim sebelumnya melalui email.

3
HAMBATAN-HAMBATAN TAHUN 2013 (1/2)

 TA. 2013, DIPA masih terpusat pada Satker Bawaslu RI, sehingga pencairan UP/TUP
Bawaslu Provinsi masih terpusat di Bawaslu RI, sehingga utk menihilkan harus menunggu
pertanggungjawaban semua Bawaslu Provinsi, yang merupakan syarat pencairan kembali
UP/TUP di KPPN;
 Pada Bulan Juli 2013 dilaksanakan Pelantikan 27 Kasek Bawaslu Provinsi;
 Pada Bulan September 2013 dibentuk 27 Satker Bawaslu Provinsi diikuti dengan
Pemecahan DIPA utk 27 Satker Bawaslu Provinsi yang sudah dibentuk dan 1 Satker Pusat
(termasuk 6 provinsi yang belum dibentuk satkernya);
 Proses cut off DIPA dilakukan berdasarkan perhitungan sisa Pagu dgn patokan TUP IV
(terakhir). Sbg akibat adanya cut off DIPA, proses pertanggungjawaban provinsi banyak yg
tidak sesuai dgn pengajuan TUP yg dikirim ke Pusat;
 Pada tgl 2 Desember 2013 diterbitkan DIPA revisi dalam rangka tambahan anggaran utk
honor & biaya operasional PPL selama 2 bulan. Karena sdh mendekati akhir tahun anggaran
tidak memungkinkan untuk mengalokasikan anggaran tambahan pada DIPA petikan
masing2 Satker Bawaslu Provinsi.

3
HAMBATAN-HAMBATAN TAHUN 2013 (2/2)

 Proses pencairan honor & biaya operasional diputuskan melalui mekanisme LS oleh
Bendahara Pengeluaran Bawaslu RI, yg dilaksanakan pada akhir Desember 2013,
berdasarkan kelengkapan/dokumen pencairan beserta daftar nominatif dari Bawaslu
Provinsi;
 Pada akhir Desember 2013 BP Bawaslu RI mendistribusikan anggaran honorarium dan ops
PPL ke Bawaslu Provinsi, yang selanjutnya didistribusikan secara berjenjang dari Bawaslu
Provinsi ke Panwaslu Kabupaten, dari Panwaslu Kabupaten/Kota ke Panwascam, & dari
Panwascam ke PPL;
 Karena pendistribusian dilaksanakan pada akhir tahun, sebagian Bawaslu Provinsi baru
dapatmendistribusikannya pada Bulan Januari 2014. Hal ini disebabkan adanya kendala
antara lain faktor geografis dan komunikasi, yang mengakibatkan banyak terjadi
keterlambatan SPJ;
 Faktor lokasi BPP yg berada di provinsi, maka pencairan honor/perjalanan dinas masih
berbentuk daftar nominatif. Pertanggungjawaban berbentuk SPTB yg dikirimkan ke pusat
melalui email. Berkas-berkas pertanggungjawaban yang sah maupun data dukung terkait
pencairan honor/perjalanan dinas seperti SK/Kontrak maupun SPT masih berada di Bawaslu
Provinsi.

3
HAMBATAN-HAMBATAN TAHUN 2014 (1/2)

1. Masih diperlukan revisi anggaran terkait dinamika pengawasan Pemilu;


2. Permasalahan pertanggungjawaban keuangan pada anggaran PPLN:
• Panwaslu LN segera memerlukan pencairan anggaran operasional dan honor untuk
kegiatan Pemilu Legislatif, & pelaksanaan supervisi Pemilu Legislatif;
• Pengiriman anggaran Panwaslu LN ke 29 Perwakilan RI di luar negeri berkoordinasi dgn
Biro Keuangan Kementerian Luar Negeri untuk proses perijinan/permintaan no rekening
perwakilan
• Tgl 27 Maret 2014, BPP PPLN melakukan transfer dana ke 29 Perwakilan RI di luar
negeri sebesar Rp.8.918.000.000,- utk pelaksanaan kegiatan Panwaslu pada
Pelaksanaan Pemilu Legistatif
• Upaya mempercepat pertanggungjawaban Panwaslu LN:
 Sesuai Surat Sekjen Bawaslu No. 219/Bawaslu/Set/IV/2014, BPP PPLN
mendapatkan disposisi dari PPK pada tgl 13 April 2014 utk segera menyelesaikan
pertanggungjawaban keuangan BPP PPLN termasuk pertanggungjawaban
Panwaslu di luar negeri;
 Tgl 14 April 2014, Ketua Pokja PPLN mengirimkan berita brafax ke 29 Perwakilan
RI di luar negeri, agar Sekretariat Panwaslu sgr mempertanggungjawabkan
keuangan yaitu TUP Tahap ke I pada tgl 21 April 2014

3
HAMBATAN-HAMBATAN TAHUN 2014 (2/2)

• Sampai saat ini Perwakilan yg telah menyampaikan pertanggungjawaban ke Pokja PPLN


& dapat dibuatkan SPTJB sebanyak 17 Perwakilan, namun untuk beberapa Perwakilan
telah menyampaikan sisa anggarannya sehingga belum bisa dibuatkan SPTJB
berhubung rekap perincian pertanggungjawaban belum diterima Pokja PPLN
• Selain itu juga ada Perwakilan sampai saat ini yg belum membayarkan dana tersebut
kepada yg berhak dikarenakan anggota Panwaslu berada jauh di luar lingkungan
Perwakilan RI, sehingga butuh waktu utk menyelesaikan pertanggungjawaban tersebut
3. Masih melakukan tindak lanjut LHP BPK RI terhadap pertanggungjawaban BPP Bawaslu
Provinsi atas pertanggungjawaban TA. 2013.

4
PEMECAHAN MASALAH

TAHUN ANGGARAN 2013


 Pemecahan Satker pada bulan September 2013 sebanyak 27 Satker (Provinsi);
 Untuk 6 Satker (Provinsi) dibentuk pada akhir tahun;
 Merestrukturisasi dan sinkronisasi belanja terhadap SPJ yang kurang tepat, akibat dari
proses Cut off DIPA;
 Proses pembayaran Honor dan Biaya Operasional PPL diproses secara terpusat, kemudian
didistribusikan ke daerah2 melalui rekening BPP Bawaslu Provinsi;
 Pemungutan dan legalisasi SPJ di daerah-daerah oleh Tim Pusat, atas pertanggungjawaban
di satker Pusat;

TAHUN ANGGARAN 2014


 Meminimalisir revisi DIPA dengan cara mengoptimalkan kegiatan yg ada;
 Untuk pertanggungjawaban BPP PPLN masih dilakukan pengumpulan data;
 Untuk sample BPK masih terus berlanjut

4
TERIMA KASIH