Anda di halaman 1dari 26

LINKING DIET TO ACNE

METABOLOMICS,
INFLAMMATION, AND dr. Sri Yusfinah Sp.KK
Yuniasih Restu Putri, S.Ked
COMEDOGENESIS: AN
UPDATE
ABSTRAK
Acne Vulgaris,  penyakit inflamasi pada kulit
dengan epidemik paling banyak pada dewasa,
sangat berhubungan dengan diet western.

Tiga kelompok makanan yang dapat mencetuskan


acne :
(1) Hiperglikemi karbonat,
(2) susu dan produk susu
(3) lemak jenuh termasuk trans-lemak dan
defisiensi 3- ω asam lemak tak jenuh ganda
(PUFA).
PENDAHULUAN
Tinjauan ini menunjukan pembaruan dari dampak
diet terhadap metabolisme jerawat, peradangan
folikular, dan komedogenesis.
Bagian pertama menghubungkan diet western
yang dapat mengganggu lipogenesis kelenjar
sebasea yang dapat menimbulkan ketidak
normalan dari pengiriman sinyal endokrin.
Untuk mengetahui peran nutrigenomik terhadap
patogenesis jerawat, dua bagian penting akan disorot:
1. peran dari faktor metabolisme transkripsi forkhead
box O1A (Fox01),1-4 dan
2. target mekanisme kinase yang sensitif terhadap
nutrisi dari kompleks rapamycin 1 (mTORC1).5-8
IGF-I: PERANAN PENTING
PADA JERAWAT
Androgen  me produksi jerawat dan kelenjar
sebase,
Dimana jerawat tersebut tidak dapat
berkembang dibawah kondisi androgen
reseptor (AR) yang rendah sehingga
mengakibatkan ketidaksenitivan dari androgen.9
Deplewski dan Rosenfield 11 menunjukan bahwa bukan
serum androgen tetapi kadar serum IGF-1 yang
berhubungan dengan manifetasi klinis pada
jerawat
Pengiriman sinyal IGF-1 merupakan jalur endokrin
utama pada masa pubertas dan pematangan seksual,
dan menjadi titik konversi pada pengiriman sinyal
nutrisi jerawat.
Bagaimanapun, dosis tinggi penggunaan
IGF-1 menyebabkan terjadinya jerawat
dan hiperandrogenisme pada pasien
dengan defisiensi GHR.15 kejadian
hiperandrogenisme pada pasien Laron yang
diterapi dengan IGF-1 telah menunjukkan
bahwa IGF-1 meningkatkan tranduksi
sinyal AR dependen.
IGF-1 MENGHAMBAT
PENGIRIMAN SINYAL
FOXO I PADA LAPISAN
REGULATOR MULTIPLE
AR adalah faktor transkripsi nuklear yang menstimulasi
keluarnya gen yang dapat memproduksi pertumbuhan
dependent androgen dan proliferasi. 18,19
aktivitas AR dibagi menjadi dua stimulus utama :
1) pengikat hormon androgen, dan
2) penurunan pada penghambat nuclear colegulator FoxO1.
Peningkatan IGF-1 yang dapat meningkatkan sinyal AR yang
terlibat dalam faktor transkripsi metabolik FoxO1.
Hipotesis mengenai ketidaknormalan pengiriman sinyal
IGF-1/Fox01 pada patogenesis jerawat telah
dikonfirmasi oleh kultur sebosit SZ95 dalam
penelitian terbaru.34, 35
Demikian, koordinator transkripsi metabolisme
Fox01 yang berhubungan dengan sinyal oleh
insulin/IGF-1 terhadap aktivasi transkripsi dari
gen target AR-dependen.
Tercatat, aktivitasi Fox01 nuklear tertinggi terlihat
pada saat kelaparan, dimana kelebihan nutrisi akan
mengakibatkan penurunan kadar Fox01 nuklear.3, 36, 37
FoxO1 yang sebelumnya dilaporkan menjadi
penghambat FSH dan prokdusi LH. 48-50
LH/ gonadotropin chorionic memicu sintesis
androgen dalam sel teka-interstitial ovarium
dengan mengaktifkan sinyal mTORC1.51
GH, insulin, dan IGF-1 meningkatkan pertumbuhan,
diferensiasi glandula sebasea dan lipogenesis
sebasea.11, 56
Pasien dengan jerawat yang diperparah akibat asupan
makanan memperlihatkan kadar IGF-1 serum yang
lebih tinggi (nilai rata-rata =543.9 ng/mL)
dibandingkan pada orang-orang yang jerawatnya
tidak mengalami perburukan akibat asupan
makanan (IGF-1 rata-rata =391.3 ng/mL).61
FOXOS MERUPAKAN
REGULATOR NEGATIF DARI
MTORC1 KINASE YANG
SENSITIF AKAN NUTRISI
mTORC1 akhir-akhir ini dikenal memiliki peran besar dalam
jerawat yang diinduksi diet.47, 99, 100
Glutamin, asam amino yang sangat banyak terkandung dalam
protein susu, akhir-akhir ini juga menunjukkan peran
pendukung dalam aktivasi mTORC1.108
Sebagai perbandingan dengan asam amino lainnya, leukin
meningkatkan pengiriman sinyal mTORC1 juga
translokasi lisosom mTOR.109
DIET WESTERN
MENDORONG
METABOLISM JERAWAT
Peningkatan prevalensi jerawat telah dilaporkan di Inuit,
penduduk Okinawa dan penduduk China setelah perubahan
dari diet tradisional menjadi diet dengan nutrisi Barat.
Terutama nutrisi yang meningkatkan pengiriman sinyal
insulin/IGF-1 yang kemudian menurunkan kadar FoxO1
nuklear namun meningkatkan mTORC1 yang telah
diidentifikasi sebagai penginduksi yang paling penting dalam
epidemis jerawat.
Keparahan jerawat dalam studi kohort pada dewasa
muda di New York berhubungan dengan:
1) peningkatan asupan gula (kandungan glikemik yang
tinggi),
2) jumlah porsi susu per hari, dan
3) jumlah asupan asam lemak trans dan lemak
tersaturasi (TFA).
KARBOHIDRAT
HIPERGLIKEMIK
Mengamati penurunan ukuran glandula sebasea dan
penurunan ekspresi SREBP-1 pada kulit wajah berjerawat
setelah 10 hari diet yang mengandung glikemik yang
rendah.
Pola reaksi metabolik ini dijelaskan oleh pelemahan
pengiriman sinyal AKT-mTORC1 akibat reduksi karbohidrat
dengan pelemahan pengiriman sinyal insulin.
Menghasilkan peningkatan FoxO1 nuklear dan penurunan
aktivitas mTORC1 sebagai penyesuaian atas reduksi
ekspresi SREBP-1 kutaneus.
Penurunan ekspresi SREBP-1 kutaneus seharusnya
tidak hanya menurunkan produksi sebum total, namun
juga menurunkan angka desaturasi asam lemak
trigliserida sebum.
Terdapat bukti terbaru bahwa diet juga memodifikasi
ekspresi mikroRNA yang memainkan peran penting
dalam regulasi posttranskripsi pada metabolisme.134
Konsentrasi glukosa yang tinggi meningkatkan regulasi
mikroRNA-21 di makrofag.135
SUSU
Jerawat sedang-berat pada remaja berhubungan
erat dengan konsumsi susu yang tinggi, khususnya
susu skim, keju/yogurt, permen/kue, cokelat, dan
konsumsi ikan yang rendah, dan asupan buah dan
sayur yang terbatas,144 yang merupakan kebalikan dari
pola makan nutrisi paleolitik.
susu meningkatkan pengiriman sinyal anabolik
mTORC1.145
Penting untuk menyadari bahwa bukan kandungan
IGF-1 dari susu sapi yang memperberat kadar IGF-1
serum dari para konsumen susu, namun susu
mendorong produksi IGF-1 hepatik dengan cara
mentransfer asam amino yang meningkatkan sintesis
IGF-1 di hepar peminum susu.
LEMAK TERSATURASI
DAN LEMAK TRANS
Asam lemak palmitate tersaturasi mengaktivasi mTORC1 dan
meningkatkan translokasi lisosomalnya, mengingat asam
lemak ϖ3 asam eikosapentaenoik (EPA), asam lemak mayor
dari minyak ikan, menghambat aktivasi mTORC1.
Terlebih, palmitate merupakan asam lemak mayor yang
merupakan 32% dari trigliserida susu
TFA yang diproduksi oleh industri, secara struktural
menyerupai palmitate, merupakan komponen mayor dari
makanan cepat saji dan telah ditemukan memperburuk
keadaan jerawat.61, 126
DIET WESTERN
MENINGKATKAN AKTIVASI
INFLAMASOM NRLP3
Produksi yang berlebihan atau pelepasan asam palmitik bebas
yang berasal dari sebum muncul sebagai tanda bahaya
lipotoksik dari folikel sebasea yang mengakibatkan timbulnya
inflamasi.
Inflamasom NLR3 dianggap sebagai sensor dari aktivasi sinyal
bahaya metabolik akibat ruptur lisosom, aliran kalium keluar,
dan produksi spesies yang reaktif terhadap oksigen.212
ruptur lisosom diperlukan untuk sekresi IL-1β sebagai respon
dari P.acnes. Terlebih, palmitate diketahui untuk menidak-
stabilkan lisosom, menuju kepada aktivasi inflamasom NLRP3
PELEPASAN IL-1Β
MENSTIMULASI
RESPON TH17

IL-1β mengaktivasi sel T positif IL-17A (sel Th17) dan


sel dendritik CD83 pada lesi jerawat, menghasilkan
aktivasi sitokin yang berhubungan dengan Th17.217
ASAM LEMAK BEBAS
SEBUM MENINGKATKAN
KOMEDOGENESIS
Keratinisasi folikuler abnormal penting dalam
pembentukan komedo pada jerawat.
Perubahan nutrigenomik yang didorong oleh diet Western
meningkatkan availabilitas asam palmitate dan asam oleat
bebas lokal, mendorong komedogenesis yang dimediasi
oleh IL-1β dan IL-1α. Masing-masing sitokin tidak hanya
memainkan peran penting pada respon awal dan respon
akhir inflamasi pada jerawat, namun juga sebagai mediator
kunci dari pembentukan komedo.
TERAPI NUTRISI
PADA JERAWAT
diet paleolitik (tanpa karbohidrat hiperglikemik, tanpa
susu dan produk olahan susu) sebagai terapi jerawat.
Secara khas, terapi diet dan farmakologi pada jerawat
memiliki satu mode aksi yang sama: peningkatan
FoxO1 nuklear dan pelemahan pengiriman sinyal
mTORC1.235 Campuran diet alami yang dapat
meningkatkan FoxO1 atau menghambat mTORC1
bersamaan dengan aktivasi inflamasom
merupakan agen penyembuhan jerawat melalui
diet yang menjanjikan.236
Didapatkan perbaikan menyeluruh dari keparahan
jerawat setelah konsumsi suplemen 3 g minyak ikan
setiap hari selama 12 minggu(930 mg EPA).237
Resveratrol, flavonoid polifenolik dari buah anggur dan
anggur merah, menurunkan regulasi pengiriman sinyal
P13K/AKT/mTORC1.248-252 Lebih lanjut, ia menghambat
pertumbuhan P.acnes,253 meningkatkan regulasi
FoxO1, menurunkan regulasi ekspresi PPARγ mRNA.254
KESIMPULAN
Jerawat merupakan hasil yang tampak akibat
ketidakseimbangan nutrigenomik yang diinduksi oleh
diet Western, bentuk maksimal dari nutrisi neolitik,
yang mencetuskan pengiriman sinyal insulin/IGF-1.33
Peningkatan regulasi dari SREBP-1c tidak hanya
meningkatkan produksi sebum total, namun juga
memodifikasi komposisi asam lemak trigliserida sebum
dengan cara membentuk pola proinflamasi dan asam
lemak komedogenik.
Perubahan metabolisme tersebut sangat penting untuk
pertumbuhan P.acnes dan pembentukan biofilm dan
inflamasi yang didorong oleh P.acnes yang terjadi
setelahnya.
Asam palmitate bebas berfungsi sebagai sinyal bahaya
yang menstimulasi aktivasi inflamasom NLRP3 yang
dimediasi oleh TLR2 yang kemudian menyediakan
adanya IL-1β proinflamasi. IL-1β dengan aktivasi Th17
yang nyata dan pengiriman sinyal oleh IL-17
meningkatkan komedogenesis dan inflamasi.
Acne vulgaris epidemik merupakan penyakit sistemik
yang didorong oleh mTORC1 pada peradaban Western
seperti obesitas, diabetes dan kanker.47, 99, 276-278
Pasien dengan jerawat harus mengontrol total asupan
kalori mereka dan membatasi gula dan karbohidrat,
susu, whey dan suplemen protein kasein, lemak
tersaturasi dan lemak trans. Pasien dengan jerawat
harus menghindari asupan susu segar terpasteurisasi
yang mentransfer mikroRNA-21 bioaktif, mikroRNA
yang paling penting dalam menurunkan FoxO1 dan
meningkatkan terjadinya inflamasi.136, 161, 162, 171, 172
TERIMAKASIH