Anda di halaman 1dari 33

MANAJEMEN PROYEK

SI – 3151
3 SKS

Program Studi Teknik Sipil


Jurusan Teknologi Infrastuktur dan Kewilayahan
Institut Teknologi Sumatera
MANAJEMEN PROYEK
Dosen :
 Rani Gayatri Kusumawardhani P., S.T., M.Sc. , Ph.D.
 Amril Ma’ruf Siregar, S.T., M.T.
 Syahidus Syuhada, S.T., M.T.

Ketua Kelas
 M. Yefri Prayoga (085215264093)
jefrip34@gmail.com
Tata Tertib Perkuliahan
1. Berpakaian rapi dan memakai sepatu di
ruang kuliah.
2. Absensi ≥ 80%.
3. Jika terlambat lebih dari 20 menit, wajib
mereview mata kuliah minngu
sebelumnya. Jika tidak, dianggap tidak
hadir.
Kontrak Perkuliahan
Komponen Penilaian
Tugas = 20 %
UTS = 30 %
UAS = 30 %
Kuis = 10 %
Kehadiran= 10 %
Modul 1:
Industri Jasa Konstruksi di Indonesia
ISI MODUL 1:
Industri Jasa Konstruksi Indonesia

 Industri Jasa Konstruksi Indonesia


 Jenis-jenis Konstruksi
 Pihak-pihak yang Terlibat
 Undang-undang Jasa Konstruksi
 Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
Konstruksi ….
“The construction industry is inherently
similar to the manufacturing industry, as both
are concerned with converting raw materials
into finished goods. The major distinguishing
feature of construction is that the end
product is a relatively long-lasting structure. In
contrast to manufactured goods that
frequently are immediately consumed, the
construction product yields benefits for many
years. Because of this stream of benefits,
structure are investments that materially
enhance of country’s wealth. ……”
Konstruksi dan PDB (T Rp)
PDB Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2015 (triliun rupiah)
No Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2015
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,058.25 1,152.26 1,275.05 1,409.66 1,560.40
2 Pertambangan dan Penggalian 924.81 1,000.31 1,050.75 1,042.90 879.40
3 Industri Pengolahan 1,704.25 1,848.15 2,007.43 2,219.44 2,405.41
4 Pengadaan Listrik dan Gas 91.72 95.64 98.69 114.62 131.26
5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 6.21 6.60 7.21 7.89 8.61
6 Konstruksi 712.18 805.21 905.99 1,041.95 1,193.35
7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
1,066.09 1,138.48 1,261.15 1,420.05 1,534.07
Motor
8 Transportasi dan Pergudangan 276.12 313.16 375.31 466.97 578.96
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 224.22 252.61 289.50 321.06 341.79
10 Informasi dan Komunikasi 281.78 311.36 341.01 369.42 406.89
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 270.59 320.53 370.13 408.44 464.73
12 Real Estate 218.80 237.91 264.28 294.57 329.80
13 Jasa Perusahaan 113.98 127.72 144.60 165.99 190.27
14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 304.76 340.57 372.20 404.63 450.73
15 Jasa Pendidikan 232.73 270.37 307.86 342.06 388.68
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 76.40 86.24 96.88 109.15 123.41
17 Jasa lainnya 113.02 122.57 140.32 163.55 190.58
Produk Domestik Bruto 7,675.90 8,429.70 9,308.33 10,302.34 11,178.34
Konstruksi dan PDB (%)
Persentase PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2015 (%)
No Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2015
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 13.8% 13.7% 13.7% 13.7% 14.0%
2 Pertambangan dan Penggalian 12.0% 11.9% 11.3% 10.1% 7.9%
3 Industri Pengolahan 22.2% 21.9% 21.6% 21.5% 21.5%
4 Pengadaan Listrik dan Gas 1.2% 1.1% 1.1% 1.1% 1.2%
5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1%
6 Konstruksi 9.3% 9.6% 9.7% 10.1% 10.7%
7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
13.9% 13.5% 13.5% 13.8% 13.7%
Motor
8 Transportasi dan Pergudangan 3.6% 3.7% 4.0% 4.5% 5.2%
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2.9% 3.0% 3.1% 3.1% 3.1%
10 Informasi dan Komunikasi 3.7% 3.7% 3.7% 3.6% 3.6%
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 3.5% 3.8% 4.0% 4.0% 4.2%
12 Real Estate 2.9% 2.8% 2.8% 2.9% 3.0%
13 Jasa Perusahaan 1.5% 1.5% 1.6% 1.6% 1.7%
14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 4.0% 4.0% 4.0% 3.9% 4.0%
15 Jasa Pendidikan 3.0% 3.2% 3.3% 3.3% 3.5%
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1.0% 1.0% 1.0% 1.1% 1.1%
17 Jasa lainnya 1.5% 1.5% 1.5% 1.6% 1.7%
Produk Domestik Bruto 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%
Pekerja Konstruksi
Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Utama
Tahun 2011-2015 (jiwa)
No Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2015
1 Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan 39,088,271 39,590,054 39,220,261 38,973,033 37,748,228

2 Pertambangan dan Penggalian 1,434,961 1,602,706 1,426,454 1,436,370 1,320,466

3 Industri 14,541,562 15,615,386 14,959,804 15,254,674 15,255,099

4 Listrik, Gas, dan Air Minum 234,347 251,162 252,134 289,193 288,697

5 Konstruksi 6,263,797 6,851,291 6,349,387 7,280,086 8,208,086

6 Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi 22,297,686 23,517,145 24,105,906 24,829,734 25,686,342

7 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 5,006,473 5,052,302 5,096,987 5,113,188 5,106,817

8 Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa


2,577,847 2,696,090 2,898,279 3,031,038 3,266,538
Perusahaan
9 Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan 15,971,365 17,328,732 18,451,860 18,420,710 17,938,926

10 Belum Jelas Batasannya - - - - -

11 Lainnya - - - - -

12 Tak Terjawab - - - - -

Total 107,416,309 112,504,868 112,761,072 114,628,026 114,819,199


Kontribusi Konstruksi per Kapita
PDB Per Kapita Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2015 (juta rupiah)
No Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2015
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4,453.12 4,848.74 5,365.43 5,931.86 6,566.20
2 Pertambangan dan Penggalian 3,891.64 4,209.32 4,421.56 4,388.55 3,700.53
3 Industri Pengolahan 7,171.52 7,777.06 8,447.30 9,339.46 10,122.01
4 Pengadaan Listrik dan Gas 385.97 402.45 415.28 482.31 552.36
5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 26.13 27.79 30.34 33.19 36.21
6 Konstruksi 2,996.89 3,388.33 3,812.43 4,384.55 5,021.63
7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
4,486.14 4,790.77 5,306.93 5,975.62 6,455.39
Motor
8 Transportasi dan Pergudangan 1,161.93 1,317.77 1,579.30 1,965.02 2,436.29
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 943.50 1,063.00 1,218.22 1,351.04 1,438.26
10 Informasi dan Komunikasi 1,185.73 1,310.22 1,434.98 1,554.51 1,712.19
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 1,138.63 1,348.82 1,557.52 1,718.72 1,955.61
12 Real Estate 920.70 1,001.15 1,112.08 1,239.57 1,387.79
13 Jasa Perusahaan 479.61 537.47 608.50 698.49 800.65
14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1,282.42 1,433.12 1,566.20 1,702.69 1,896.69
15 Jasa Pendidikan 979.32 1,137.73 1,295.49 1,439.41 1,635.59
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 321.51 362.88 407.68 459.29 519.31
17 Jasa lainnya 475.60 515.76 590.45 688.22 801.96
Landasan Hukum Sektor Jasa
Konstruksi
 Sektor jasa konstruksi mempunyai peranan yang
penting dalam pertumbuhan ekonomi negara,
sehingga Undang-Undang Jasa Konstruksi sangat
dibutuhkan guna mengatur dan memberdayakan
jasa konstruksi nasional.
 Di Indonesia, terdapat UU 2 Tahun 2017
tentang Jasa Konstruksi.
Undang-undang Jasa Konstruksi
UU Jasa Konstruksi mengatur tentang:
1. Usaha Jasa Konstruksi 4. Kegagalan Bangunan
◦ Jenis, Bentuk, dan Bidang Usaha 5. Peran Masyarakat
◦ Persyaratan Usaha, Keahlian, dan ◦ Hak dan Kewajiban
Keterampilan
◦ Masyarakat Jasa Konstruksi
◦ Tanggung Jawab Profesional
6. Pembinaan
◦ Pengembangan Usaha
2. Pengikatan Pekerjaan 7. Penyelesaian Sengketa
Konstruksi ◦ Umum

◦ Para Pihak ◦ Penyelesaian Sengketa Di luar


Pengadilan
◦ Pengikatan Para Pihak
◦ Gugatan Masyarakat
◦ Kontrak Kerja Konstruksi
8. Sanksi
3. Penyelenggaraan Pekerjaan
Konstruksi
Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
 Penyelenggaraan peran masyarakat jasa konstruksi dalam melaksanakan
pengembangan jasa konstruksi dilakukan oleh suatu lembaga yang
independen dan mandiri.
 LPJK mempunyai tugas:
a. penelitian dan pengembangan jasa konstruksi
b. pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi
c. sertifikat registrasi badan usaha
d. akreditasi sertifikat ketrampilan dan keahlian kerja
e. menyelenggarakan/meningkatkan peran arbitrase mediasi dan penilai ahli di bidang jasa
konstruksi

 Empat unsur anggota Lembaga (LPJK):


a. asosiasi perusahaan jasa konstruksi;
b. asosiasi profesi jasa konstruksi;
c. pakar dan perguruan tinggi yang berkaitan dengan bidang Jasa konstruksi; dan
d. instansi Pemerintah yang terkait.

 LPJK berada di tingkat nasional (LPJKN) dan daerah (LPJK Provinsi).


Isu Terkait Jasa Konstruksi
 UU 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran
 Penerapan UU no 2 Tahun 2017 Serta Peraturan
Pemerintah Turunannya
 PP 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
(pengaturan jasa konstruksi di tingkat Provinsi dan
Kabupaten/Kota).
Produksi di Konstruksi dan
Manufaktur

Konstruksi Manufaktur

Craft Customized Mass

Unik Jumlah terbatas Tdk unik


Hanya sekali Sistem batch Banyak batch
Masterpiece Sesuai pesanan Standard
Berbasis Lokasi
 Manufaktur:
◦ Produk berjalan melalui station dimana
pekerja menunggu
◦ Pekerja tidak berpindah
◦ Pekerja di suatu station memberikan
produk hasil kerjanya ke station
berikutnya
 Konstruksi:
◦ Pekerja berpindah dari suatu lokasi ke
lokasi lain
◦ Produk tidak berpindah
◦ Pekerja memberikan lahan untuk bekerja
kepada pekerja lain
Berbasis Proyek

Manufaktur Product Development (project) Production

Operation &
Konstruksi Construction (project)
Maintenance

 Karakteristik Proyek:  Daur Hidup Proyek:


◦ Terbatas waktu  Definisi proyek
◦ Organisasi temporer  Perancangan
◦ Customized  Pengadaan
◦ Cenderung unik  Implementasi
 Serah terima
Sistem Produksi
High

Mass Production
Systems
BATCH SIZE

Medium
Batch Systems

Projects

Low

Low Medium High


VOLUME
Daur Hidup Proyek

Project Engineering Use


Planning Construction Disposal
Need formulation and design
process
management
process process
process process process

User Project Project Project Facility Facility


Requirements Feasibility Engineering Field engineering use and demolition
And scope And design And construction management Or conversion

Awareness Project Project Full Project Project Fulfillment


of need Concept Scope description Completion and Of need
formulation definition Acceptance
For use
Daur Hidup Proyek dan Keputusan
Level of Cumulative
Influence Total Cost
100% 100%

Increasing Expenditures

50% 50%
Decreasing
Influence
0% 0%
Planning

Design
Construction
O&M

Time
Jenis-jenis Konstruksi
 Bangunan Industri
 Bangunan Rekayasa
 Bangunan Perumahan
 Bangunan Gedung
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Industri
Jasa Konstruksi

Pengguna Jasa

LPJK

Masyarakat Jasa
Penyedia Jasa
Konstruksi
 perencana konstruksi  Asosiasi perusahaan
 pelaksana konstruksi  Asosiasi profesi
 pengawas konstruksi  Masyarakat intelektual
 Organisasi masyarakat
terkait jasa konstruksi
Hirarki Proses Konstruksi
 Tingkatan
◦ Organisasi
◦ Proyek Fokus kepada atribut
Proyek dan komponen fisik
◦ Kegiatan (Activity)
◦ Operasi Fokus kepada aksi di lapangan
◦ Proses dan penggunaan teknologi

◦ Tugas (Task)
Proses Konstruksi Berulang
 Suatu proyek konstruksi adalah unik
 Namun proses dan operasi yang ada
dalam proyek yang unik tersebut dapat
berulang
 Proses dan operasi konstruksi yang
berulang adalah lahan untuk perbaikan
atau peningkatan
Contoh Proyek dengan Proses
Konstruksi Berulang
 Gedung bertingkat yang tipikal
 Perumahan yang bertipe sama
 Perkerasan jalan
 Jembatan layang
 Terowongan
Pihak-pihak yang Terlibat dalam
Proyek Konstruksi

Pemilik

Perancang Pelaksana
Organisasi Pelaksana Konstruksi
Pihak2 dan
Hubungannya
dgn Proses
Konstruksi
Pengaruh Lingkungan Konstruksi
Manajemen Proyek
 Project management is the art of directing
and coordinating human and material
resources throughout the life of a project
by using modern management techniques
to achieve predetermined objectives of
scope, cost, time, quality and participation
satisfaction (PMI)
Tugas Manajer Konstruksi
 The job of a construction manager is to
efficiently and economically apply the
required resources to realize a
constructed facility of acceptable quality
within the time frame and budgeted cost
specified (Biaya Mutu Waktu/BMW).
 Construction manager is a decathlon
athlete; a strong ability in many areas is a
necessity.
Pustaka lebih lanjut…
 http://www.lpjk.net/
 Hari G. Soeparto, Industri Konstruksi
Indonesia, Konstruksi: Industri, Pengelolaan,
dan Rekayasa, Penerbit ITB, 2007, ISBN
979-3507-98-5
 http://www.asiaconst.com/