Anda di halaman 1dari 9

ABRASIVE JET

MACHINING
Arian romsyah
m. Andro al Fayyad
Surya adi chandra
PENGERJAAN NON KONVESIONAL
• Proses khusus seringkali dikenal dengan nama metode nontradisional atau
pemesinan non konvensional (Non-conventional machining). Permesinan
non konvensional adalah suatu proses pemotongan atau pembentukan
material menggunakan pahat berupa pahat non konvensional, berupa
energi Mekanik, Termal, Elektrik, dan Kimia
Permesinan non konvensional sangat diperlukan dalam
• Pemotongan material logam dan non logam baru
• Pemotongan dengan bentuk irreguler dan kompleks
• Untuk menghindari cacat pada permukaan akibat pemotongan
konvensional
ABRASIVE JET MACHINING
Abrasive Jet Machining adalah suatu alat untuk mengembangkan dan
penanganan aliran gas abrasif-sarat untuk mesin jet abrasif, menggunakan
peralatan untuk penyimpanan, makan, dan pengendalian bubuk abrasive
dalam jet pembawa disampaikan melalui tabung tegak pada tekanan yang
relatif tinggi dan kecepatan. jet tekanan yang relatif tinggi dan kecepatan
tinggi digunakan dan dapat digunakan di mana tekanan gas yang relatif
tinggi diperlukan dan dapat digunakan dengan aliran gas bertekanan pada
setiap tekanan yang diinginkan.
Pemusatan aliran dengan kecepatan tinggi dari fluida yang bercampur
dengan partikel abrasif pada benda kerja. Metal removal pada benda kerja
terjadi karena efek shearing oleh partikel abrasif dan disertai oleh efek abrasi
dan erosi oleh aliran fluida dan partikel.
PENGGUNAAN ABRASIVE JET
MACHINING
Adapun parameter yang memengaruhi proses AJM adalah Kecepatan proses
pengerjaan material, kecepatan keausan dari nozel, Geometri, dan surface finish dari
benda kerja.
Penggunaan :
• Memotong sirip coran dan garis pemisah dari komponen cetakan pengecoran sistem
injeksi
• Memoles komponen-komponen plastik nilon, dan teflon
• Memotong bagian tipis dari komponen yang mudah pecah terbuat dari kaca keramik,
dsb.
• Membersihkan rongga cetakan logam.
• Memproduksi benda dengan kualitas permukaan tinggi.
• Mengelupas lem dan cat dari objek terlapis.
• Melapisi permukaan dalam tabung kaca.
• Mengetsa cap pada silinder kaca.
KOMPONEN PERMESINAN ABRASIVE JET MACHINING
PRINSIP KERJA ABRASIVE JET
MACHINING
Tekanan gas biasanya sudah lebih rendah dari sekitar 200 PSI. jika luas daerah
aliran penampang nosel pengiriman yang lumayan berkurang, rasio dari
partikel volume gas tidak akan lagi membentuk kombinasi bisa diterapkan
dalam kaitannya dengan kecepatan gas dan massa partikel abrasif.
Penemuan ini bertujuan mengurangi daerah aliran penampang nosel dan
sebaiknya beberapa pengurangan di daerah aliran penampang tabung
pakan sehingga kondisi untuk abrasi disediakan. bentuk novel tabung pakan
dan nosel pengiriman digunakan membuat kerja praktis dari tekanan jauh
lebih tinggi daripada bekerja. aliran abrasif pada tekanan lebih dari 200 PSI,
misalnya, dari urutan 300 atau 400 PSI dicapai. Banyak variasi yang lebih luas
dan ukuran partikel partikel daripada yang dipraktekkan dalam peralatan
diketahui sebelum dapat disediakan. aluminium oksida atau silikon karbida
partikel dapat digunakan.
BAHAN ABRASIF
Pemilihan abrasive tergantung pada tipe operasi pemesinan seperti pekerjaan
kamar, penyelesaian akhir, modal benda kerja dan ongkos. Abrasif harus mempunyai
ketajaman dan bentuk tak beraturan cukup baik untuk didiukung oleh gas pembawa
dan juga mempunyai karakteristik aliran yang sangat baik.
Abrasif yang digunakan untuk pemotongan adalah alumunium oxide dan silicon
carbide, sedang sodium bicarbonate, domite, glans bead dsb. Digunakan untuk
penmbersihan etsa, deburring dan memoles. Pemakaian kembali (re-use)
abrasive tidak direkomendasikan, karena bukan saja kemampuan potongnya telah
turun tetapi juga terkontuminasi akan menyumbat lubang mulut nosel.
Proses AJM direkomendasikan untuk material getas, seperti gelas, keramik dsb.
Kebanyakan material ulet secara praktis tidak dapat dikerjakan dengan AJM.
Kecepatan pengelupasan material tergantung dari kekerasan material yang
dikerjakan.
Gas yang digunakan adalah udara kering, nitrogen, karbon dioksida, dan helium.
HAL YANG MEMENGARUHI
PROSES AJM
Adapun parameter-parameter yang memengaruhi prosesnya adalah :
1. Kecepatan proses pengerjaan material
2. Geometri dan surface finish daripada benda kerja
3. Kecepatan keausan dari nozel
KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN
AJM
Keuntungan dari proses ini terletak pada kemampuannya mengerjakan
material getas dengan penampang tipis, terutama dalam area yang tak
dapat dimasuki oleh metode lain. Ketiadaan kontak antara material pahat
dan pengelupasan logam pada skala mikroskopik menimbulkan sedikit sekali
panas atau tidak sama sekali, menghasilkan kerusakan permukaan yang tidak
berarti.
Proses ini dikarakteristikan sebagai prestasi rendah dan mengkonsumsi daya
yang rendah pula. Namum pemakaian AJM terbatas pada material getas,
sebab akan mempunyai kecepatan p[engelupasan material yang rendah
pada pemakaian untuk material ulet. Kadang-kadang komponen yang
dikerjakan dengan proses ini kemungkinan butiran abrasive menempelnpada
permukaan. Ketelitian pemesinnya rendah dan kecepatan keausan nosel
tinggi, selanjutnya proses cenderung menimbulkan polusi lingkungan.