Anda di halaman 1dari 27

REFERAT

Menometroragia

NAMA

PEMBIMBING
OUTLINE
• PENDAHULUAN
• TINJAUAN PUSTAKA
• KESIMPULAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Keluhan tersering

Gangguan haid
Dalam usia subur dan
menjelang menopause

Terbanyak: metroragia
dan menometroragia

Perdarahan banyak dan


PUA diantara siklus haid

Pada 25% wanita


Menome
troragia
Bermacam etiologi

Anamnesis, Pemfis,
Pem. penunjang
Tinjauan Pustaka
MENOMETRORAGIA
perdarahan yang banyak, di luar siklus haid dan biasanya
terjadi dalam masa antara dua haid dapat disebabkan
oleh kelainan organik atau oleh kelainan fungsional

Istilah menometroragia dan


istilah lain merupakan
terminologi lama untuk PUA
menjelaskan gangguan haid.

Perdarahan uterus abnormal merupakan perdarahan yang


ditandai dengan adanya perubahan pada siklus menstruasi
normal baik dari interval atau panjang siklus, durasi maupun
jumlah perdarahan
Parameter Menstruasi Definisi Klinis Batasan (persentil ke-5-95)
Frekuensi menstruasi (hari) Sering < 24
Normal 24 – 38
Jarang > 38
Keteraturan siklus dalam 12 Absen Tidak ada perdarahan
bulan (hari)
Reguler 2 – 20
Ireguler > 20
Durasi (hari) Memanjang >8
Normal 4,5 – 8
Memendek < 4,5
Volume darah (ml) Banyak > 80
Normal 5 – 80
Sedikit <5
: Frekuensi mens abnormal pada interval
Polimenorea
kurang dari 24 hari
: Mens yang banyak dan atau lama (>80mL
Menoragia (Hipermenorea) dan > 7 hari) terjadi pada interval yang
teratur
Metroragia : Episode irreguler perdarahan uterus
: Perdarahan uterus yang banyak dan tidak
Menometroragia
teratur
: Perdarahan akibat disfungsi siklus ovulasi
Perdarahan uterus disfungsional
Epidemiologi

Iran: 1393 wanita sehat, 15% dan


18% wanita mengalami
menoraghia dan metroragia

Gambia: 40% menderita


gangguan haid, dengan 4%
mengalami menometroragia.

meningkat dengan bertambahnya usia hingga


ke peri-menopause
Etiologi

International Federation of Gynecology and Obstetrics


(FIGO).
Disfungsi Ovulasi
• Tidak adanya produksi siklik dan teratur dari progesteron,
• Usia reproduksi yang lanjutmungkin timbul akibat terjadinya
keadaan''luteal out-of-fase''(LOOP).
• Akibat endocrino pathies (misalnya sindroma ovarium
polikistik (PCOS), hipotiroidisme, hiperprolaktinemia,
stresmental, obesitas, anoreksia, penurunan berat badan, atau
olahraga ekstrim seperti yang terkait dengan pelatihan atletik).
PCOS Progesterone
terganggu

estrone di
Ganguan Paparan terus
PCOS jaringan
androgen esterogen
perifer

Konversi androstenedione
Obesitas Endometrium
oleh kelenjar adrenal
menjadi estrone oleh menebal
aromatase di jaringan
adiposa
menoragia dan metroragia akibat
peluruhan dinding stratum
fungsionalis yang tebal

Gangguan primer Penurunan


endometrium vasokonstriktor menoragia

Lisis bekuan
Polip
Polip adalah pertumbuhan abnormal monoklonal sel stroma
endometrium dan rongga endometrium, dapat tumbuh endometrium
atau miometrium

Pertumbuhan polip dapat


tunggal atau multipel

pada 28% wanita, dengan


insiden tertinggi pada
dekade kelima.

mulai dari tonjolan bulat kecil di dalam lapisan endometrium sampai lesi
berdasar besar atau bertangkai yang dapat mengisi rongga uterus.
• Mekanisme tidak sepenuhnya dipahami.
• Pertumbuhan eksesif lokal dari kelenjar dan stroma
endometrium yang memiliki vaskularisasi dan dilapisi
oleh epitel endometrium dan disertai peluruhan yang
kurang lengkap
LIEMIOMA
• neoplasma jinak miometrium
• Prevalensi leiomioma berkurang setelah menopause dan
tidak terdeteksi pada gadis remaja
• Insiden meningkat pada tahun-tahun reproduksi dan
puncak pada dekade kelima.
• Mayoritas leiomioma tidak menyebabkan gejala klinis
dan kadang-kadang tidak pasti apakah disebabkan oleh
leiomioma
Leiomioma

Luas uterus
Ulseras
Penurunan endometrium
kontraktilitas
miometrium
Kelainan faktor
angiogenik
Kompresi
pleksus vena

Menoragia dan
metroragia
• Kelainan umum yang ditandai oleh adanya kelenjar
endometrium dan stroma di dalam miometrium, biasanya
dikelilingi oleh otot polos miometrium yang hipertrofi.
• Prevalensi yang dilaporkan bervariasi dari 5 hingga 70%;
• Diagnosis dengan teknik pencitraan seperti MRI atau
ultrasound transvaginal.
• Gejala yang paling umum adalah menoragia, dengan
gejala dan tanda lain termasuk dismenore, uterus yang
membesar, dispareunia dan metrorrhagia.
• Penyebab menometroragia pada adenomiosis tidak
diketahui.
• Secara umum dengan leiomioma, adenomiosis dapat
mempengaruhi kontraktilitas miometrium
• Adenomiosis superfisial dengan hipertrofi miometrium
terkait  kompresi endometrium atasnya  perdarahan
berat  menyebabkan menoragia.
• sering dikaitkan dengan patologi uterus lainnya, polip
endometrium, leiomioma dan hiperplasia
• Ketidakseimbangan esterogen yang tinggi
dan progesteron yang rendah 
hiperplasia dan karsinogenesis  mudah
berdarah  menoragia
• Jarang pada usia produktif
• Pilihan terakhir jika diagnosis PUA lain
disingkirkan
Koagulopati
• gangguan hemostasis, bisa akibat gangguan platelet
dan fibrin, faktor Von Willebrand, agregasi trombosit
abnormal
• Kondisi lain seperti gangguan kekurangan dalam faktor
pembekuan (mewarisi atau memperoleh hemofilia A dan
B, penyakit hati kronis, defisiensi vitamin K dan faktor
VIII inhibitor); gangguan fibrinolisis dan gangguan
trombositopenik
Iatrogenik
• Obat seperti tamoxifen  pertumbuhan
endometrium  dengan menometroragia.
• Wanita pada terapi hormon progestogenik: pil
progestogen, implant atau Depo kibat
vaskularisasi abnormal terkait dengan
progestogen.
• alat kontrasepsi tembaga IUD karena
gangguan dengan perkembangan endometrium
normal dan kontraktilitas miometrium.
Manifestasi klinis
Perdarahan > 80 ml
Atau ganti pembalut > 6x

Perubahan siklus menstruasi


Diagnosis
Tatalaksana
KESIMPULAN
perdarahan yang banyak, di luar siklus haid dan biasanya
terjadi dalam masa antara dua haid dapat disebabkan
oleh kelainan organik atau oleh kelainan fungsional

Diagnosa : Anamnesis, Pemeriksaan Fisik dan penunjang

keluhan yang sering dijumpai pada praktek sehari-hari


pada wanita usia reproduksi maupun menopause,

Petugas layanan primer diharapkan memiliki kemampuan


untuk mendiagnosa serta menangani dan merujuk pasien
dengan keluhan semacam ini