Anda di halaman 1dari 30

REFERAT

STROKE
Rifki Amarullah
tutor : Dr. Susanto Sp.S
Otak terdiri dari otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum),
dan batang otak (Trunkus serebri)
1. Dua A.Karotis ( 80 % )
2. Dua A. Vertebralis (20%)

Arteria Karotis kanan keluar dari pecahan Trunkus Brakhiocephalikus


yang menjadi arteria Subklavia dan arteria Karotis Komunis. Arteria
karotis kiri timbul langsung dari arkus aorta. Selanjutnya arteria karotis
dan arteria vertebralis membentuk sirkulasi kolateral
Sirkulus dari Willis (circulus arteriosus Willisii ).
CAROTID
SYSTEM

( circulus arteriosus
Willisii ).

VERTEBRO-
BASILAR
SYSTEM
Definisi (WHO)
Stroke Manifestasi klinis dari gangguan
fungsi serebral, baik fokal maupun
menyeluruh (global) yang berlangsung dengan
cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau
berakhir dengan kematian, tanpa
ditemukannya penyebab selain dari pada
gangguan vaskular.
ETIOLOGI
• Di negara industri penyakit Stroke umumnya
merupakan penyebab kematian nomor tiga.
• Stroke paling banyak menyebabkan orang cacat
pada kelompok usia diatas 45 tahun.
• Angka kejadian stroke beradasarkan usia : usia
35-44 tahun (0,2 per seribu), usia 45-54 (0,7),
55-64 (1,8), usia 65-74 (10,4) dan 85 tahun ke
atas (13,9)
dapat dimodifikasi: tidak dapat
 hipertensi, dimodifikasi:
 penyakit jantung (fibrilasi  usia,
atrium),  jenis kelamin,
 diabetes melitus,  ras/suku, dan
 Merokok & konsumsi alkohol,  faktor genetik.
 Kadar lemak ↑(hiperlipidemia,
hipercolesterol,
hipertrigiserid)
 kurang aktifitas
 stenosis arteri karotis.
• Stroke iskemik
– Emboli
– Trombosis

• Stroke Hemoragik
perdarahan intra serebral
perdarahan sub arakhnoid
Perdarahan Intraserebral (PIS) Perdarahan Subarakhnoid (PSA)

Aneurisma sering muncul pada


Ruptur aneurisma
arteri di dalam parenkim otak
dan aneurisma kecil

Predileksi: ganglia basalia, Aneurisma muncul dari arteri-


thalamus, nucleus serebeli, arteri di luar parenkim dan
dan pons. ukurannya lebih besar
Stroke Hemoragik:
Perdarahan Intraserebral
Hipertensi Kronik

Aneurisma Charcot-Bouchard
(Perubahan degeneratif otot dan dinding arteri)

↑ Tek.darah sistemik

Arteri ruptur

Kebocoran darah ke otak

Penambahan volume cairan


Stroke Hemoragik:
Perdarahan Subarakhnoid

Aneurisma arterial pecah

Perdarahan yang berhubungan dengan LCS

↑ Tekanan Intrakranial

Koma
1. Aneurisma sakular
Terbentuk pada lesi pada dinding pembuluh darah
yang sebelumnya telah ada.

2. Aneurisma Fusiformis
Disebabkan aterosklerosis dan atau hipertensi,dan
hanya sedikit yang menjadi sumber perdarahan.

3. Aneurisma Mikotik
Disebabkan oleh sepsis dengan kerusakan yang
diinduksi oleh bakteri dinding pembuluh darah.
↓ aliran darah ke otak (normal 58 ml/100gr jaringan otak/menit)

↓ hingga 18 ml/100gr jaringan otak/menit

Aktivitas listrik neuron terhenti

Struktur sel masih baik Iskemik otak yang lama dan parah

Gejala klinis reversibel Struktur otak ireversibel


Transient Ischemic Attack • Gangguan akut fungsi fokal serebral dengan gejala kurang
(TIA) dari 24 jam dan disebabkan trombus atau emboli.

Reversible Ischemic
Neurogical Deficit • Gejala berlangsung > 24 jam, membaik dalam 24-48 jam
• PRIND membaik dalam beberapa hari (3-4 hari)
(RIND)

Stroke in Evolusion • Gejala/tanda neurologis fokal terus memburuk setelah 48


jam.
(Progressing Stroke) • Berlangsung bertahap dari ringan sampai berat

Complete Stroke • Kelainan neurologis yang bersifat menetap, tidak berkembang


Non Haemmorhagic lagi.
Perdarahan Intraserebri Perdarahan Subarachnoid

Onset Usia pertengahan - usia tua Usia muda

Jenis Kelamin >> ♂ >> ♀


Etiologi Hipertensi Ruptur aneurisma
Lokasi Ganglia basalis, pons, Rongga subarachnoid
thalamus, serebelum
Gambaran klinik Penurunan kesadaran, nyeri Penurunan kesadaran, nyeri
kepala, muntah kepala, muntah
Defisit neurologis (+) Deficit neurologist (-)/ ringan
Rangsang meningen (+)
Pemeriksaan Penunjang -CSS seperti air cucian -Perdarahan subhialoid
daging/ xantochrome (Funduskopi)
(Pungsi lumbal) -CSS gross hemorrhagic (Pungsi
-Area hiperdens pada CT lumbal)
Scan -Perdarahan dalam rongga
subarachnoid (CT Scan)
1. CT Scan
Gold Standar untuk membedakan stroke infark dengan stroke
perdarahan.
Infark  gambaran hipodense
stroke perdarahan gambaran hiperdens

2. MRI
Pemeriksaan ini sangat baik untuk menentukan adanya lesi di
batang otak (sangat sensitif)
 Apakah lokasi pada sistem karotis atau
vertebrobasiler
 Menentukan ada tidaknya penyempitan, oklusi
atau aneurisma pada pembuluh darah
menilai pembuluh darah intra
dan ekstra kranial,
menentukan ada tidaknya
stenosis arteri karotis

Digunakan bila tidak ada CT scan atau MRI


PIS seperti cucian daging atau berwarna kekuningan
PSA LCS yang gross hemorragik
stroke infark tidak didapatkan perdarahan (jernih)
SSS = (2,5 x kesadaran)+(2 x muntah)+(2 x nyeri kepala)+(0,1 x tekanan diastolik)-(3 x atheroma) – 12
Nilai SSS Diagnosa
>1 Perdarahan otak
< -1 Infark otak
-1 < SSS < 1 Diagnosa meragukan (Gunakan kurva atau CT Scan)
Menggunakan 3 variabel pemeriksaan yaitu :
Penurunan Kesadaran
Nyeri Kepala
Refleks Babinski
Terapi Umum
• Penanganan ABC dan Tanda Vital
• Beri oksigen tambahan 2-4 L/menit
• Elevasi kepala 300
• Pasang DC, NGT
Tatalaksana khusus
• Lasix 1x1 amp IV
• Antihipertensi diberikan ketika tekanan
sistole/diastol pada PIS 180/100 mmhg dan
pada infark 220/110 mmhg
• Pada infark dapat diberikan antiplatelet
agregasi (aspilet, clopidogrel)
• Pada PSA diberikan nimodipine
• Neuroprotector (citicoline & piracetam)
Tatalaksana khusus
• Pemberian Manitol 20% : Jika ada tanda-
tanda peningkatan tekanan intracranial (+)
dengan diguyur.
• 15 menit pertama diberikan 200 cc
• 8 jam kemudian 150 cc selama 15 menit
• 8 jam kemudian 150 cc selama 15 menit
• Maksimal pemberian manitol selama 5 hari.
Jangan lupa pasang kateter dauer .
 Mengatur Pola Makan Yang Sehat
 Makan yang membantu menurunkan kadar kolesterol
 Menghentikan Rokok
 Menghindari Minum Alkohol dan Penyalahgunaan Obat
 Melakukan Olahraga Yang Teratur
 Menghindari Stres dan Beristirahat Yang Cukup
Akibat imobilisasi
1. Komplikasi Neurologik
a. Edema otak (herniasi otak)  Bronkopneumonia
b. Infark berdarah (pada emboli otak)  Tromboplebitis
c. Vasospasme (terutama pada PSA)
d. Hidrosefalus  Emboli paru
e. Higroma
 Depresi
2. Komplikasi Non-Neurologik  Nyeri dan kaku pada bahu
Akibat proses diotak
a. Tekanan darah meninggi  Spastisitas umum
b. Hiperglikemi
c. Edema paru  Radang kandung kemih
d. Kelainan Jantung  Kelumpuhan saraf tepi
e. Kelainan EKG
g. Natriuresis  Kontaktur dan deformitas
h. Retensi cairan tubuh
i. Hiponatremia  Dekubitus
 Atrofi otot
Sekitar 50% penderita yang mengalami kesembuhan dapat kembali menjalankan fungsi normalnya

Penderita lainnya mengalami kelumpuhan fisik dan mental dan tidak mampu bergerak, berbicara atau makan secara
normal

Sekitar 20% penderita meninggal dirumah sakit

Yang berbahaya adalah stroke yang disertai dengan penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan atau gangguan
fungsi jantung

Kelainnan neurologis yang menetap setelah 6 bulan cenderung akan terus menetap meskipun beberapa mengalami
perburukan
DAFTAR PUSTAKA

Baehr, M dan M. Frotscher. Diagnosis Topik Neurologi Duus. 2010. Jakarta: EGC

Brasher, Valentina L. Aplikasi Klinis Patofisiologi Pemeriksaan dan Manajemen. 2008. Jakarta: EGC.

Bornstein, Nathan M. Stroke Practical Guide for Clinicians. 2009. Basel: Kargel.

Gofir, Abdul. Manajemen Stroke, Evidance Based Madacine. 2009. Yogyakarta: Pustaka Cendekia Press

Kumar, Cotran, Robbins, Buku Ajar Patologi Volume 2. 2007.Jakarta: EGC

Sudoyo, Aru W dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. 2010. Jakarta: Pusat Penerbit Ilmu Penyakit Dalam.