Anda di halaman 1dari 13

METODE PERENCANAAN OBAT

1.ABC
2.VEN
3.Gabungan ABC dan VEN
4.Morbiditas/Epidemiologi
5.Konsumsi
6.Gabungan Morbiditas dan Konsumsi
METODE ABC atau PARETO
Berdasarkan peringkat nilai (Bisa Berubah)
• A : Jumlah 20%, nilai investasinya (70-80) %
• B : Jumlah 30%, nilai investasinya (15-20) %
• C : Jumlah 50%, nilai investasinya (5-10) %
Pengertian
• A : Kritis, mahal
• B : Sedang
• C : Tidak begitu berpengaruh
METODE VEN
V : Vital Life saving drug, obat untuk pelayanan pokok, obat
untuk penyakit yg menyebabkan kematian terbesar.
(adrenalin, antitoksin, insulin, obat jantung)
E : Essensial obat yang efektif untuk menyembuhkan pasien
dan mengurangi penderitaan pasien. ( obat gastro, NSAID)
N : Non-essensial perbealan farmasi yg digunakan untuk
penyakit yang dapat sembuh sendiri, yg masih diragukan
manfaatnya, mahal namun tidak begitu punya kelebihan.
(vitamin, suplemen)
CAMPURAN ABC & VEN

Kategori A harus berstatus V atau E


Kategori B harus berstatus E
Kategori C harus berstatus N
METODE MORBIDITAS atau EPIDEMIOLOGY
Berdasarkan pada penyakit yang sering kali muncul.
Langkah :
1. Menentukan beban penyakit
2. Menentukan pedoman pengobatan
3. Menentukan obat dan jumlahnya
METODE KONSUMSI
Berdasarkan pada obat yang paling banyak dikonsumsi pada
periode sebelumnya.
Langkah :
1. Hitug pemakaian tiap jenis obat pada periode sebelumnya
2. Oreksi terhadap kecelakaan/kerusakan dan kehilangan
obat.
3. Lakukan penyesuaian
4. Hitung periode yang akan dating
Waktu lebih lama, lebih mudah, tapi aspek medic penggunaan
obat kurang dapat di pantau.
SUHU OBAT
Dingin (2-8) 0C : KIT Golongan Darah, Vaksin
< 15 0C : Oxytocyn, Epinefrin
Sejuk (<25) 0C : Ceftriakson, fenobarbital, ranitidine, procain,
difenhidramin, fluphenazine dll

Suhu gudang erbekalan farmasi dipertahankan sekitar 15-25 0C


OBAT HIGH ALERT MEDICATION (HAM)
Obat dengan kewaspadaan tinggi karena secara significan
beresiko membahayaan pasien bila digunakan dengan salah
atau pengelolaan yang kurang tepat. Penyimpanan : diberi stiker
merah HAM, disimpan dalam satu rak.
Ex: - Efineprin
- Insulin - Inj MgSo4
- Opium dan narkotik - Oxytocine
- Inj. KCl consentrasi tinggi - Kalsium glukonas
- Antikoagulan i.v - Lidocain
- NaCl > 0.9%
OBAT LASA
Obat dengan rupa dan penyebutan yang mirip dan obat
sama dengan kekuatan berbeda.
Penyimpanan : Diberi stiker hijau LASA, penempatan diberi
jarak
Ek:
- Cefotaxim vs Ceftriakson
- Methylprednisolon 4 mg vs Methylprednisolon 8 mg
- Illiadin nasal (spray) vs Illiadin nasal (drop)
OBAT NARKOTIK
Zat atau obat yang dapat menyebabkan
penurunan/perubahan kesadaran dan dapat menyebabkan
ketergantungan
- Morfina
- Fentanil
- Petidin
- Oksikodon
- Hidromorfon
- Codein
OBAT PSIKOTROPIKA
Zat atau obat yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif
pada SSP yang menyebabkan perubahan khas pd aktifitas mental.
- Diazepam (Valium, analsik)
- Lorazepam (Ativan)
- Chlordiazepoxide (Librium)
- Nitraepam (Dumolid)
- Penobarbital (luminal, phental, sibital)
- Alprazolam (Xanax)
- Clobazam
- Stesolid
OBAT PREKURSOR
Zat atau bahan imia yang dapat digunakan sebagai bahan
baku/penolong u/ keperulan produksi industry farmasi
- Efedrin
- Pseudoefedrin
- Norefedrin/fenilprofanolamin
- Ergotamin
- Ergometrin
- Potasium permanganate (KMnO4)
OBAT – OBAT TERTENTU (OOT)
Obat-obat tertentu yang sering disalah gunakan. Obat yang
bekerja di SSP selain Narkotika dan psikotropika yg
penggunaannya diatas dosis terapi dapat menyebabkan
ketergantungan dan perubahan aktivitas mental.
- Haloperidol
- Lorpromazin
- Amitriptin
- Triheksifenidil
- Tramadol