Anda di halaman 1dari 54

1

Di Sajikan Dalam Pelatihan Ahli K3 Umum


 Mendorong upaya dan melakukan pendekatan
untuk pengelolaan Lingkungan hidup dan
sumberdaya alam dan kualitas pengelolaannya
diseragamkan pada lingkup global
 Meningkatkan kemampuan organisasi untuk
mampu memperbaiki kualitas dan kinerja
Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam
 Memberikan kemampuan dan fasilitas pada
kegiatan ekonomi dan industri, sehingga tidak
mengalami rintangan dalam berusaha
2
Sejarah ISO 14001
Tahun 1973 ketika dikeluarkannya Europe Community Principle I, tahun
1992, lembaga standar resmi Negara Inggris (BSI) mengeluarkan sebuah
standar tentang system manajemen lingkungan hidup yang dinamakan
dengan seri BS 7750

Pada tahun 1992 lebih dari 50 pemimpin pemerintahan menghadiri


pertemuan di Rio de Janeiro, Brasil yang dikenal sebagai Earth Summit, ISO
sebagai organisasi standar internasional segera merespon rekomendasi
tersebut, sehingga akhirnya pada tahun 1993 mereka membentuk tim teknis
yang disebut dengan TC 207. Sebelum diluncurkan standar ISO 14001,
lembaga standar resmi Negara turki mengeluarkan TS 9719 pada tanggal 13
Desember 1994 sebagai standar system manajemen lingkungan –general

Features-. 3
Akhirnya pada tahun 1996 dirilislah standar ISO untuk
system manajemen lingkungan dengan serienya 14001.
Kemudian pada bulan April 2005 tim teknis TC 207
mengeluarkan versi terbaru yaitu ISO 14001:2004 yang
menggantikan versi sebelumnya ISO 14001:1996.
Standar terakhir tersebut masih berlaku sampai dengan
sekarang. Juli tahun 2015 dikeluarkan versi terbaru ISO
14001: 2015

4
 menurunkan potensi dampak terhadap
lingkungan
 meningkatkan kinerja lingkungan
 memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance)
peraturan
 menurunkan resiko pertanggung jawaban
lingkungan
 sebagai alat promosi untuk menaikkan citra
perusaha
5
ISO 14001 adalah standar internasional
mengenai manajemen lingkungan yang
dikeluarkan oleh International Organization for
Standardisation dan penerapannya bersifat
sukarela

6
1. Kebijakan Lingkungan

Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan


dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan
tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen
terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan
pencemaran, dan patuh pada peraturan serta
menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan
sasaran

7
Intermezo
Dalam menetapkan Kebijakan Lingkungan,
pastikan bahwa kebijakan tersebut :
 sesuai dengan sifat dan skala dampak;
 mencakup komitmen atas pencegahan
pencemaran dan perbaikan berkelanjutan;
 mencakup komitmen untuk mematuhi
perundang-undangan dan peraturan;
 menjadi kerangka untuk menetapkan tujuan
dan sasaran;
 tertulis, dilaksanakan, dipelihara dan
disampaikan kepada seluruh karyawan;
 terbuka untuk umum.
8
 Misi, visi, nilai-nilai dan keyakinan utama
 Persyaratan dari/komunikasi dengan pihak-pihak terkait
 Perbaikan berkelanjutan
 Pencegahan pencemaran
 Prinsip-prinsip pedoman
 Koordinasi dengan kebijakan-kebijakan lain dari
organisasi
 Kondisi lokal atau daerah yang spesifik
 Ketaatan terhadap hukum, peraturan yang sesuai dan
kriteria lainnya.

9
10
2. Perencanaan

Indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan


akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran
yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya
program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan

3. Implementasi dan Operasi

Definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab,


pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan
eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan
prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian
operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang
terdokumentasi

11
4. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan

Prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci


dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi
ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur
audit kenerja sistem manajemen lingkungan

5. Tinjauan Ulang Manajemen

Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk


memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen
lingkungan terhadap perubahan yang terjadi

12
Klausal 1. Ruang Lingkup

hal yang berkaitan dengan lingkungan, SML menetapkan


persyaratan lingkungan agar organisasi atau perusahaan
konsisten dengan kebijakan lingkungannya sehingga akan
mampu meningkatkan kinerja lingkungan, memenuhi persyarat
lingkungan dan mencapai tujuan lingkungan yang diharapkan

Klausal 2. Acuan Normatif

Tidak menggunakan acuan normatif

13
Klausal 3 . Istilah Dan Defenisin

Menjelaskan istilah dan mendefenisikan persyaratan yang


terdapat dalam sistem manajemen Lingkungan ISO 14001:2015

Klausal 4. Ruang Lingkup


Organisasi harus menetapkan isu-isu eksternal dan internal yang
relevan dengan tujuan dan arah strategis dan yang mempengaruhi
kemampuannya untuk mencapai hasil yang diinginkan dari SML,
serta harus mampu memantau dan meninjau informasi tentang
isu-isu eksternal dan internal
Organisasi Memahami kebutuhan dan harapan pemangku
berkepentingan (memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan
hukum dan peraturan yang berlaku dibidang lingkungan )
Organisasi harus menetapkan, menerapkan, memelihara dan terus
meningkatkan SML, termasuk proses yang diperlukan dan sesuai
dengan persyaratan standar SML
Organisasi menetapkan ruang lingkup SML
14
Intermezo
Klausal 5 . Kepemimpinan

Klausal ini menjelaskan tetang kepemimpinan dan komitmen,


kebijakan serta peranan, tanggung jawab dan kewenangan
organisasi

Klausal 6. Perencanaan

Perencanaan menjelaskan tentang tindakan untuk menangani


ancaman dan peluang ,mengidentifikasi keadaan darurat,
pengelolaan informasi terdokumentasi serta mengidentifikasi
aspek dan dampak lingkungan

15
ISO-14001 Aspects and Impacts
Aspek lingkungan:
Unsur kegiatan, produk atau layanan dari suatu organisasi yang
berinteraksi dengan lingkungan.
Contoh:
1. Sampah kantor
2. Buangan reagent / bahan bantu analisa
3. Ceceran oli dan lain-lain

Dampak Lingkungan:
“Tiap perubahan lingkungan, baik merugikan maupun menguntungkan,
secara menyeluruh atau sebagian akibat kegiatan, produk atau layanan
suatu organisasi.”
Contoh:
1. Pencemaran tanah
2. Pencemaran udara
3. Pencemaran air dan lain lain 16
Aspek: Dampak:
- Emisi gas buang - Pencemaran udara
- Suara bising - Gangguan
- Ceceran oli - Pencemaran tanah
- Ceceran muatan - Pencemaran tanah
- Dll. - Dll.

17
ASPEK 2. Identifikasi aspek-aspek lingkungan
Potensi terjadinya kecelakaan tumpahan kegiatan, produk atau jasa

KEGIATAN
Penanganan 1. Pilih kegiatan, produk atau jasa
Bahan
Berbahaya

3. Identifikasi berbagai
dampak lingkungannya
DAMPAK
Pencemaran Tanah atau Air 4. Evaluasi tingkat penting
dampak
18
Penilaian Tingkat Pentingnya
Aspek & Dampak
Faktor Lingkungan: Faktor Bisnis:
 Probabilitas kejadian  Hukum atau peraturan
 Jumlah orang terkena perundangan
dampak
 Kesulitan mengubah
 Luas persebaran dampak dampak
 Lamanya dampak
 Biaya pengubahan
berlangsung
dampak
 Intensitas dampak
 Dampak perubahan
 Jumlah unsur lingkungan
lain terkena dampak terhadap kegiatan dan
proses lain
 Sifat kumulatif dampak
 Sifat keberbalikan dampak
 Pandangan pihak-pihak
terkait
 Dampak terhadap citra
perusahaan di masyarakat19
ISO-14001 Aspects and Impacts
Aspect and Impacts Risk Assessment - ISO-14000

environmental aspect
Other Requirements

(Yes), (No) or (NA)


Process Step

Likelihood

Significant
legal and
Severity
Risk
Impact (Use notes to insert further
Aspects
analysis)

B - none Air Land Water NO NO

Receiving C - none Air Land Water NO NO

P- Potential for Scrap L L 2 Air Land Water NO NO


20
21
Intermezo
Klausal 7. Dukungan

Organisasi menentukandanmenyediakan sumber daya


SML,identifikasi kompetensi personel berkaitan dengan SML,
mengkomunikasikan kebijakan lingkungan, aspek dan dampak
lingkungan

Klausal 8. Operasi

Organisasi menentukan persyaratan lingkungan yang harus di


penuhi saat ( proses,pengadaan,pembelian produk/layanan dan
desain), kesiapan tanggap darurat (dokumen, pelatihan ,
review/tinjau ulang )

22
Klausal 9. Evaluasi Kinerja

Organisasi wajib(memantau,mengukur,menganalisa dan


mengevaluasi serta mengkomunikasikan) kinerja lingkungan ,
(merencanakan, mengidentifikasi, mengevaluasi,memeliharan
serta menyelesaikan masalah) kepatuhan persyaratan lingkungan,
(merencanakan, melakukan program, menentukan personil serta
membuat laporan ) audit internal serta melaksanakan tinjauan
manajemen secara berkala

Klausal 10. Pengembangan

Organisasi harus mengendalikan ketidaksesuaian , dan identifikasi


penyebabnya, tindakan korektif serta dokumentasi tindakan
perbaikan atas ketidaksesuaian
23
24
25
26
27
INTI Dari Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2018

Konteks Organisasi
organisasi wajib untuk menentukan isu eksternal/internal dan persyaratan
yang dapat berdampak pada perencanaan kualitas sistem manajemen
dan dapat digunakan sebagai masukan ke dalam pengembangan sistem
manajemen Lingkungan

Kepemimpinan
Peran-peran kepemimpinan : memastikan bahwa sumber daya tercukupi
dalam mendukung penerapan SML,menentukan kebijakan lingkungan,
menentukan peran-peran setiap fungsi dan tingkatan di dalam organisasi
dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan, memberikan arahan
strategi pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan pencapaian serta
mempromosikan dan mendukung penerapan sistem manajemen
lingkungan
28
Intermezo
Melindungi Lingkungan

Organisasi berkomitmen untuk proaktif untuk melindungi lingkungan dari

bahaya dan degradasi, konsisten , melindungi lingkungan mencakup

pencegahan polusi, penggunaan sumber daya, mitigasi dan adaptasi

perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem, dll.

Kinerja Lingkungan

penekanan organisasi terkait dengan perbaikan terus-menerus untuk

Meningkatkan kinerja lingkungan yang konsisten dengan komitmen

kebijakan organisasi dalam mengurangi emisi, limbah

29
 Kuantitas bahan baku atau energi yang
digunakan
 Kuantitas emisi, CO2, dsb.
 Kuantitas limbah per jumlah produk jadi
 Efisiensi penggunaan bahan baku/energi
 Prosentase limbah yang didaur-ulang
 Luas lahan yang disisihkan untuk habitat
kehidupan bebas / liar
30
 Program harus mencakup:
 tanggung jawab mencapai tujuan dan sasaran di
tiap fungsi dan tingkat yang relevan
 cara untuk mencapai tujuan dan sasaran
 kerangka waktu

 Buat amandemen program untuk :


 pengembangan
 kegiatan, produk atau jasa baru dan modifikasi yang
lama.

31
Pengukuran dan Penilaian
Kinerja Lingkungan
Dilakukan untuk:
 Proses penyempurnaan kinerja lingkungan
secara berkelanjutan
 Mekanisme untuk memastikan bahwa tujuan dan
sasaran ditetapkan dan dikendalikan dengan
cara-cara manajemen proyek.

Pengukuran dilakukan dalam kondisi terkendali:


Alat ukur / alat pantau yang terkalibrasi/ terverifikasi
Personel yang terkualifikasi
Metode yang sesuai 32
Pemikiran Life-Cycle

Penjelasan Organisasi mengenai “Life-cycle “ penggunaan barang dan jasa

berdampak bagi lingkungan, mulai dari tahapan pembuatan sampai

dengan pengelolaan akhir atau pembuangannya ( Contoh Kertas )

33
34
35
Intermezo
36
Langkah Implementasi & Sertifikasi Sistem
Manajemen Mutu ISO 14001:2015

Tahap I. Persiapan
 Pembentukan Tim ISO 14001:2015 di organisasi
 Melakukan analisa kondisi awal ( gap Analisis )
 Menentukan ruang lingkup SML ISO 14001:2015 yang akan di
terapkan ( Manual Lingkungan atau Company profile )
 Pelatihan Pemahaman SMM ISO 14001:2015 ke seluruh karyawan
 Pelatihan Pembuatan Dokumen

Tahap II. Pengembangan


 Melakukan pembuatan dokumen yang menunjang sistem Manajemen
Mutu ISO 14001:2015 di organisasi
Dokumen Wajib :
1. Ruang lingkup Sistem Manajemen Lingkungan
2. Kebijakan Lingkungan
3. Sasaran Lingkungan
4. Tanggap Darurat

37
38
39
40
41
42
Intermezo
Tahap III. Audit Internal
proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti
audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai
sejauhmana kriteria audit dipenuhi. Audit mutu didefinisikan sebagai proses
sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit
dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai sejauhmana
kriteria audit dipenuhi
Tujuan audit mutu adalah untuk mendapatkan data dan informasi faktual
dan signifikan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian

manajemen, perbaikan dan/atau perubahan.

Tahap IV. Audit Eksternal ( Sertifikasi oleh Badan Sertifikasi )


Setelah melakukan rapat tinjauan manajemen dilakukan sertifikasi

43
Audit SML adalah:

“Suatu proses verifikasi yang sistematik dan


terdokumentasi dalam memperoleh bukti objektif
untuk menentukan bahwa sistem manajemen
lingkungan suatu organisasi memenuhi kriteria
audit sistem manajemen lingkungan yang
ditetapkan serta untuk menyampaikan hasil-hasil
proses ini kepada manajemen.”

ISO 14001, 3.6

44
 Program dan Prosedur Audit SML dilakukan
untuk :

 Memverifikasi kesesuaian dengan


ketentuan yang sudah direncanakan dan
standar ISO 14001
 Memverifikasi sistem apakah telah
diterapkan dan dipelihara dengan baik
 Memberikan informasi mengenai hasil-
hasil audit kepada pihak manajemen
45
Audit SML

 Program dan Jadwal Audit SML dibuat


dengan mempertimbangkan:
 Tingkat kepentingan aktivitas/ kegiatan
dari sisi lingkungan
 Hasil-hasil audit sebelumnya
 Prosedur audit harus mencakup:
 Ruang lingkup
 Frekuensi
 Metodologi
 Tanggung jawab
 Persyaratan penyelenggaraan audit
 Persyaratan audit
46
Siapakah Yang Dapat Mengaudit?

 SML - Siapa saja yang dilatih melakukan audit SML


 Auditor Lingkungan professional
 Tanggung jawab profesional atas kelalaian bisa
sangat berat
 Risiko tinggi jika tidak :
 Berkualifikasi
 Terlatih
 Berpengalaman
 Teregistrasi pada EARA (Environmental
Auditors Registration Association)
47
Proses Audit
 Perencanaan :
 Pemilihan Tim audit
 Penjelasan
 Program
 Rapat pembukaan - Perkenalan
 Audit :
 Pertanyaan
 Pengamatan
 Pemeriksaan / Catatan
 Rapat penutupan - Laporan

48
 Manajemen puncak, pada interval yang ditentukannya sendiri,
harus meninjau sistem manajemen lingkungan untuk
memastikan:
 Kesesuaian yang berkelanjutan
 Memadai
 Keefektifan dan harus terdokumentasi
 Bahas :
 Perubahan dalam kebijakan, tujuan, unsur-unsur SML
lainnya
 Perubahan kondisi (isu lingkungan) dan
perbaikan

49
Intermezo
 Hasil internal audit dan hasil evaluasi compliance
legal
 Komunikasi pihak eksternal yang terkait termasuk
keluhan
 Kinerja lingkungan organisasi
 Pencapaian sasaran dan target
 Status tindakan perbaikan dan pencegahan
 Tindak lanjut dari kajian manajemen sebelumnya
 Perubahan yang berdampak terhadap SML
termasuk perubahan peraturan /perundangan-
undangan
 Rekomendasi perbaikan 50
 Tujuan dan sasaran lingkungan dibuat secara
tertulis di tiap fungsi dan tingkat organisasi.
 Pertimbangkan:
Persyaratan hukum dan ketentuan lainnya
Aspek-aspek penting lingkungan
Pilihan teknologi
Persyaratan finansial
Persyaratan bisnis
 Tujuan dan sasaran lingkungan konsisten dengan:
Kebijakan lingkungan
Komitmen pencegahan pencemaran
51
 Mengkoordinasi pengembangan, penerapan dan peningkatan
efektifitas SML
 Mengkoordinasi pelaksanaan internal audit dan melaporkan dalam
kajian manajemen
 Mengkoordinasi pelaksanaan kajian manajemen
 Berkomunikasi dengan certification body untuk pelaksanaan
certification audit, maupun survailance audit
 Memastikan semua temuan audit ( internal/eksternal) telah
dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan secara efektif
 Berfungsi sebagai project manager

52
 Membantu MR dan WG dalam melakukan
dokumentasi sistem manajemen lingkungan
 Mengendalikan dokumen internal dan eksternal
termasuk, pengesahan dokumen, distribusi, penarikan
dan lain-lain
 Memfilekan semua rekaman yang terkait dengan
pengendalian dokumen , hasil audit, hasil kajian
manajemen dan lain-lain

53
Intermezo
54