Anda di halaman 1dari 24

Mekanisme Penyerapan Air

dan Transpirasi

OLEH KELOMPOK 3 :
HANNA QOTRUNNADA (160210102007)
HANIIFAH FADHOO’IL THIFAAL (160210103008)
MEKANISME PENYERAPAN AIR
 Pemasukan air dari tanah ke sel-sel tanaman melalui mekanisme Difusi, osmosis & Imbibisi
 Air berdifusi dari larutan yg encer ke larutan yang pekat. Hal ini terjadi pada tanah,
dimana larutan tanah memiliki konsentrasi yang lebih rendah di banding konsentrasi di
dalam sel tanaman (akar).
 Nilai osmosis di dalam tanah & di dalam sel akar berlaku timbal balik. Jika tanah cukup
mengandung air maka nilai osmosis di dalam sel akar menurun begitu sebaliknya.
 Penyerapan air ke dalam sel akar akan membawa serta ion-ion hara yg terdapat di
dalam tanah. Pemasukan ion-ion dari tanah ke dalam sel akar kemudian akan terjadi
antagonisme ion
 Antagonisme ion  pemasukan ion yg satu mempengaruhi pemasukan ion2 yg lain,
Contoh:
- Pemasukan ion Ca2+ meniadakan pengaruh ion Na+ .

- Konsentrasi ion Na+ menghambat peresapan ion-ion K+ & Ca2+.


Pemasukan ion ke dalam akar ditunjang dengan keadaan bahwa di dalam jaringan akar yg masih
muda terdapat timbunan ion-ion & garam. Maka di duga, timbunan ion-ion & garam inilah yg kemudian
menarik ion-ion di dalam tanah.
Proses pertukaran ion oleh sel-sel akar tanaman memerlukan energi. Energi diperoleh dari proses
respirasi sel-sel akar tanaman.
PERJALANAN AIR DI DALAM TUBUH TANAMAN
endodermis
floem

perisikel

korteks
A. TEORI VITAL
“Perjalanan air di dalam tanaman akan terlaksana karena bantuan sel-sel hidup, dalam hal ini
adalah sel-sel parenkim kayu & sel-sel jari-jari empulur yang ada di sekitar xilem.”
xilem merupakan jaringan tanaman yg berupa pipa kapiler yg berhubungan satu dgn yg
lain yg membawa air & mineral secara vertikal.
Hanya xilem yang dekat dengan kambium saja yang digunakan untuk
mentransportasikan air dari akar sampai ke ujung batang.
B. TEKANAN AKAR
Adanya pengeluaran air pada bidang potongan batang yang di potong dekat tanah
memberikan kesan kepada kita, bahwa seolah-olah di dalam akar ada suatu tenaga penggerak
air. Tenaga ini tidak lebih dari 2 atmosfer. Persangkaan bahwa sel-sel endodermis mempunyai
aktivitas sebagai pompa sangatlah sukar untuk di selidiki.
C. HUKUM KAPILARITAS
Pembuluh xylem dapat dipandang sebagai pembuluh kapiler, sehingga air dapat naik
kedalamnya sebagai akibat dari adhesi antara dinding xylem dengan molekul-molekul air. Akan
tetapi sebenarnya, peranan ini tidak begitu berarti
D.TEORI KOHESI (TEORI BENANG AIR)
Adanya molekul-molekul yang berderet-deret mulai dari dalam tanah terus bersambung-
sambung di bulu akar hingga sampai di daun. Jika suatu molekul yang ada di daun meloncat ke
udara (menguap) pd peristiwa transfirasi, maka akan turut menarik ke atas molekul lain yang
ada dalam rantai melokul.
PENGANGKUTAN AIR & ZAT MAKANAN
a) Pengangkutan unsur-unsur anorganik dari dalam tanah ke daun dilakukan melalui xylem,
sedangkan pengangkutan zat-zat anorganik yang telah menjadi zat organik melalui floem.
b) Hasil fotosintesis yang ada di daun di distribusikan melalui jaringan floem ke jaringan-jaringan
meristematik pada titik-titik tumbuh, bunga dan buah yang sedang dalam masa
perkembangan, serta jaringan akar. Sehingga arah peredarannya tidak hanya dari daun
keakar (kebawah) akan tetapi bisa juga sebaliknya.
c) Garam-garam mineral yang masuk dari akar kemudian lewat xylem sampai kedaun, sebagian
digunakan untuk membentuk persenyawaan-persenyawaan organic, dan sebagian lagi
meninggalkan daun lagi dan kembali kebatang melalui floem. Hal ini dapat di ketahui dari
hasil analisis jaringan daun dan batang yang masih hidup.
d) Unsur- unsur yang mobile seperti nitrogen (N), kalium (K), posfor (P), belerang (S), mangnesium
(Mg) , dan clor (Cl) dapat pindah dari daun-daun yang sudah tua ke daun-daun yang masih
muda. Sedangkan unsure-unsur yang immobile seperti Ca, Bo, Fe, Mn tidak dapat pindah
sehingga ikut gugur bersama daun-daun yang kering.
e) Kecepatan perjalanan zat terlarut melalui xylem itu sangat di pengaruhi oleh kegiatan
transpirasi, sedangkan perjalanan zat larut melalui floem itu pun terpangaruhi oleh kegiatan
transpirasi fotosintesis.
f) Pada tanaman kapas, kecepatan zat terlarut malui floem kira-kira 21 cm / jam, sedangkan
pada banyak tumbuhan di daerah tropic kecepatan itu bisa mencapai 100 cm/jam.
g) Proses pengangkutan zat terlarut ke jaringan batang & akar akan lebih cepat pada siang
hari, sebaliknya pengiriman karbohidrat dari daun ke buah-buahan yang sedang
berkembang, lebih cepat pada malam hari.
TRANSPIRASI
DEFINISI
Proses hilangnya air dalam bentuk
uap air dari jaringan hidup tanaman
yang terletak di atas permukaan
tanah melewati stomata, lubang
kutikula, dan lentisel
80% air yang ditranspirasikan
berjalan melewati lubang stomata,
paling besar peranannya dalam
transpirasi.
ARTI TRANSPIRASI BAGI TANAMAN
• Transpirasi pada tanaman itu lain daripada transpirasi pada
manusia. Pada manusia transpirasi dilakukan oleh kelenjar-kelenjar
kulit, dimana bukan saja air, melainkan juga zat-zat sampah turut
serta dikeluarkan dari badan.
• Sedangkan pada tanaman, transpirasi adalah suatu penguapan
air baru yang membawa garam-garam mineral dari dalam tanah.
• Transpirasi juga bermanfaat didalam hubungan penggunaan
sinar (panas) matahari. Kenaikan temperatur yang membahayakan
dapat dicegah karena sebagian dari sinar matahari yang
memancar itu digunakan untuk penguapan air.
TRANSPIRASI
- Pengangkutan garam-garam mineral dari akar ke daun terutama
lewat xylem dan kecepatannya dipengaruhi oleh kegiatan
transpirasi.
- Transpirasi dapat melalui kutikula, stoma dan melalui lentisel.
Namun sebenarnya seluruh bagian tanaman itu mengadakan
transpirasi, akan tetapi biasanya yang kita bicarakan hanyalah
transpirasi lewat daun, karena hilangnya molekul-molekul air dari
tubuh tanaman itu sebagian besar adalah lewat daun.
- Hal ini disebabkan karena luasnya permukaan daun dan juga
karena daun-daun itu lebih kena udara daripada bagian-bagian
lain dari suatu tanaman.
KEGIATAN TRANSPIRASI DIPENGARUHI OLEH BANYAK
FAKTOR, BAIK FAKTOR-FAKTOR DALAM MAUPUN FAKTOR-
FAKTOR LUAR
 Faktor dalam (internal) ialah :  Faktor luar (external) ialah :
- Besar kecilnya daun, - Radiasi,
- Tebal tipisnya daun, - Temperatur,
- Berlapiskan lilin atau tidaknya daun, - Kebasahan udara,
- Banyak-sedikitnya bulu pada - Tekanan udara,
permukaan daun,
- Angin,
- Banyak-sedikitnya stoma,
- Keadaan air didalam tanah.
- Bentuk dan lokasi stomata.
Lubang stomata yang mengatur
laju transpirasi
A. BENTUK SERTA DISTRIBUSI STOMA
Lubang stoma yang tidak bundar, melainkan oval itu terdapat
sangkutpaut dengan intensitas pengeluaran air. Juga letaknya satusama lain
diperantarai oleh suatu jarak yang tertentu itupun memperngaruhi intensitas
penguapan.
- Bentuk stoma yang oval itu juga lebih memudahkan mengeluarkan air dari
pada bentuk yang bundar. Deretan molekul-molekul air yang lewat itu lebih
banyak. Jika keliling (perimeter) dari stoma itu lebih panjang. Pengeluaran air
yang maksimal terjadi jika jarak antara stoma-stoma itu 20 kali diameternya.
B. MEMBUKA DAN MENUTUPNYA STOMA, FAKTOR
CAHAYA
Mekanisme membuka dan menutupnya stoma berdasarkan suatu perubahan turgor, dan
perubahan turgor itu ialah akibat dari perubahan nilai osmosis dari isi sel-sel penutup.
Sel-sel penutup yang umumnya mengandung amilum; pada waktu malam persenannya lebih
tinggi daripada waktu siang, dimana sebagian telah berubah menjadi glukosa.
Peristiwanya sebagai berikut : Pada pagi hari masih ada kedapatan amilum didalam sel-sel
penutup stoma. Pengaruh sinar matahari dapat membangkitkan klorofil-klorofil untuk
mengadakan fotosintesis. Hal mana dilakukan oleh sel-sel dari jaringan palisade dan jaringan
bunga karang.
Dengan adanya fotosintesis ini, maka kadar CO2 didalam sel-sel tersebut menurun; ini
disebabkan karena sebagian dari CO2 mengalami reduksi menjadi CH2O. Karena peristiwa
reduksi ini, maka berkuranglah ion-ion H+, sehingga pH lingkungan itu bertambah. Jadi
keaadaan lingkungan itu menuju ke basa. Kenaikan pH ini sangat baik bagi kegiatan enzim
posporilase guna mengubah amilum yang ada didalam sel-sel penutup menjadi glukosa-1
pospat.
Dengan terbentuknya glukosa ini, maka naiklah nilai osmosis isi sel-sel penutup
yang kemudian menyebabkan masuknya air dari sel-sel tetangga kedalam
sel-sel penutup. Tambahan volume ini menimbulkan turgor, dan karenanya
mengembanglah dinding-dinding sel penutup dibagian yang tipis. Maka
membukalah stoma.
Sedangkan jika sel-sel penutup tidak terkena sinar, maka menurunlah pH dan
ini merupakan faktor baik bagi enzim posporilase untuk mengadakan
kegiatan yang berlawanan, yaitu mengubah glukosa menjadi amilum. Hal ini
menyebabkan turunnya nilai osmosis dan oleh karena itu berkurangnya turgor,
sedang berkurangnya turgor ini mengakibatkan menutupnya stoma.
- Sedangkan pengaruh air terhadap membuka dan menutupnya
stoma, apabila air yang tersedia bagi tanaman air itu kurang hal
ini mengakibatkan berkurangnya turgor pada sel-sel penutup dan
kendurnya sel-sel penutup berarti menutupnya stoma. Jadi
meskipun terang (sinar) cukup, akan tetapi jika air kurang, maka
stoma akan menutup.
- Temperatur juga berpengaruh pada membuka dan menutupnya
stoma. Pada banyak tanaman, stoma tidak bersedia membuka jika
temperatur ada di sekitar 0 C. Pada tanaman kapas dan
tembakau stoma membuka seluruhnya pada temperatur 25 C
sampai 30 C, akan tetapi menyempit, jika temperatur dinaikkan
lebih dari itu. Pada beberapa jenis tanaman, stomanya membuka
pada temperatur 40 C didalam gelap.
FAKTOR-FAKTOR LUAR YANG MEMPENGARUHI
TRANSPIRASI
1. Sinar matahari, sinar menyebabkan membukannya stoma dan gelap
menyebabkan menutupnya stoma, jadi banyak sinar juga mempergiat transpirasi.
Karena sinar itu juga mengandung panas (terutama sinar infra-merah), maka
banyak sinar berarti juga menambah panas, dengan demikian menaikkan
temperatur. Kenaikan temperatur sampai pada suatu batas yang tertentu
menyebabkan melebarnya stoma dan dengan demikian memperbesar transpirasi.
2. Temperatur, Pengaruh temperatur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau
dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air didalam
daun dan tekanan uap air diluar daun. Kenaikan temperatur menambah tekanan
uap didalam daun. Dan di luar daun akan tetapi berhubung udara diluar daun itu
tidak didalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tidak setinggi tekanan
uap yang terdapat didalam daun. Akibat daripada tekanan ini, maka uap air
mudah berdifusi dari dlam daun ke udara bebas.
3. Kebasahan udara, Udara yang basah dapat menghambat
transpirasi sedangkan yang kering melancarkan transpirasi
4. Angin, Pada umumnya angin yang sedang menambah kegiatan
transpirasi, karena angin membawa pindah uap air yang
bertimbun-timbun dekat stoma. Dengan demikian maka uap yang
masih ada didalam daun kemudian mendapat kesempatan untuk
berdifusi ke luar.
5. Keadaan air didalam tanah, transpirasi dipengaruhi oleh
keadaan air didalam tanah, karena air didalam tanah adalah
satu-satunya sumber yang pokok.
PERANAN TRANSPIRASI
Pengangkutan air ke daun dan difusi air
antar sel
Penyerapan dan pengangkutan air, hara
Pengangkutan asimilat
Membuang kelebihan air
Pengaturan bukaan stomata
Mempertahankan suhu daun