Anda di halaman 1dari 30

L A PO R A N G E LO MB A NG 2 MAG I S T ER K E P E R AWATA N

P E MINATA N J IWA U N I VE RS ITA S B R AWI J AYA

APLIKASI CHRONIC
SORROW THEORY
DALAM MANAJEMEN
MASALAH PSIKOSOSIAL
PASIEN DENGAN
PENYAKIT FISIK
LATAR BELAKANG

Masalah psikososial : ansietas,


gangguan pola tidur, gangguan
masalah psikososial dan
Keperawatan jiwa citra tubuh, harga diri rendah
gangguan jiwa (Stuart, 2011) situasional, keputusasaan
ketidakberdayaan (Keliat, 2012).

1. model stres adaptasi Stuart :


faktor predisposisi, stressor
presipitasi, penilaian terhadap
Perawatan spesialis dengan stressor, sumber kopinga, serta
pemberian terapi kognititf, mekanisme koping.
terapi kognitif perilaku, 2. model Chronic Sorrow Eakes :
logoterapi dan psikoedukasi pengalaman kehilangan, disparitas,
keluarga (FIK UI, 2012). kesedihan kronis, metode
manajemen internal dan eksternal,
serta peristiwa pemicu. (Alligood,
2014).
TINJAUAN PUSTAKA
manajemen kasus spesialis
keperawatan jiwa

Input terdiri dari


pemahaman tentang
konsep ketidakberdayaan,
Output menggambarkan
factor predisposisi, stressor
hasil yang diharapkan. presipitasi, penilaian
terhadap stressor dan
sumber koping.

Model adaptasi Stuart


dan teori Chronic sorrow Proses meliputi metode
yang terdiri dari lima manajemen, sumber
komponen utama koping, mekanisme
(pengalaman kehilangan, koping ,manajemen
disparitas, penderitaan
berkepanjangan, metode
pelayanan keperawatan
manajemen dan professional, serta
peristiwa pemicu) terapi kognitif.
Pelaksanaan
Manajemen Asuhan
Keperawatan
Data Rekapitulasi Diagnosa terbanyak Pasien R. Sedap Malam
DX
No Keluhan Fisik DX Kep. Fisik DX Kep. Psikososial Σ % Analisis
Medis
1 CVA Penurunan kesadaran Defisit Perawatan Diri Berduka disfungsional 1 11,1 Dari 9 pasien yang
Mandi mengalami CVA mayoritas
Demam Penurunan Kapasitas Ketidakberdayaan 1 11,1 mengalami diagnosa
Adaptif Intrakranial keluarga keperawatan psikososial
Menggigil Resiko Pressure Ulcer Ketidakberdayaan 3 33,3 berupa koping keluarga
Kelemahan ekstremitas Resiko Syok Penampilan peran 1 11,1 tidak efektif sebesar 55,5 %
tidak efektif
Sulit Berbicara Nyeri Akut Ansietas 3 33,3
Pusing Penurunan Komunikasi Koping keluarga tidak 5 55,5
Verbal efektif
Nyeri Nyeri akut Koping individu tidak 1 11,1
efektif
2 ADHF Sesak Penurunan Curah Jantung Ketidakberdayaan 1 12,5 Dari 8 pasien yang
Batuk Resiko Syok Ansietas 5 62,5 mengalami ADHF
Lemas Penurunan Kapasitas Adaptif mayoritas mengalami
Intrakranial diagnosa keperawatan
Pusing Nyeri Akut psikososial berupa
Tidak mau makan Resiko Ketidakstabilan Kadar kecemasan sebesar 62,5 %
Glukosa Darah
Kelemahan Ekstrimitas
Penurunan kesadaran
pusing
Mual
muntah
Grafik Dx Medis R. Sedap Malam
10

0
CVA ADHF Tumor DM Skizofrenia Anemia Meningitis CKD SOB HNF
Serebri
Grafik Diagnosa Psikososial R. Sedap Malam
Koping keluarga tidak efektif

Ansietas

Penampilan peran tidak efektif

Ketidakberdayaan

Ketidakberdayaan keluarga

Berduka disfungsional

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Data Rekapitulasi Diagnosa Terbanyak Pasien R. Bougenvil
N DX DX Kep.
Keluhan Fisik DX Kep. Fisik Σ % Analisis
o Medis Psikososial
1 CVA Kelemahan Resiko Ansietas, 2 25 Dari 8 pasien yang
ekstermitas ketidakefektifan ketidakberdayaan 2 25 mengalami CVA
kanan, sesak perfusi jaringan mayoritas mengalami
napas, sulit otak ansietas sebesar 25 %
bicara, pusing.

2 ADHF Sesak, nafas Penurunan curah Ansietas, 2 28,5 Dari 7 pasien yang
tersengal-sengal, jantung Ketidakberdayaan 2 28,5 mengalami ADHF
cepat lelah keputusasaan 1 14,2 mayoritas mengalami
kecemasan sebesar
28,5%
Grafik Dx Medis R. Bougenvil
9

0
CVA ADHF IMA Sirosis HIV CKD Vertigo Tu Serebri DM Anemia Electrolite
Hepatika Imbalance
Grafik Diagnosa Psikososial R. Bougenvil

keputusasaan

Ketidakberdayaan

Ansietas

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5


Data Rekapitulasi Diagnosa Terbanyak Pasien R. Flamboyan
DX
No Keluhan Fisik DX Kep. Fisik DX Kep. Psikososial Σ % Analisis
Medis
1 DM  Menggigil, mual,  Resiko  Ansietas 6 75 Dari 8 pasien yang
muntah. ketidakstabilan kadar  Koping individu 1 12,5 mengalami DM mayoritas
 Lemas, pusing,mual glukosa darahuan tidak efektif mengalami diagnosa
dan muntah  Gangguan rasa  Ketidakberdayaan 1 12,5 keperawatan psikososial
 Panas nyaman berupa kecemasan sebesar
 BAB hitam  Gangguan pola tidur 100 %
 Tidak bisa tidur  Gangguan intergritas
 Kaki bengkak kulit
 Luka pada kaki
2 CKD  Badan lemas, pucat dan  Gangguan  Ansietas 4 66,6 Dari 6 pasien yang
sesak pertukaran gas  Koping individu 1 0,16 mengalami CKD mayoritas
 BAK darah, anemis,  Resiko tidak efektif mengalami diagnosa
mual dan muntah Ketidakseimbangan  Keputusasaan 1 0,16 keperawatan psikososial
 Tidak bisa BAK nutrisi kurang dari  Ketidakberdayaan 1 0,16 berupa kecemasan sebesar
 Sesak kebutuhan tubuh  Harga diri rendah 1 0,16 66,6 %
 Kulit menghitam dan  Ketidakefektifan pola situasional
terasa gatal napas  Ganggan citra 1 0,16
 Badanya terasa panas  Retensi urine tubuh
 Pusing  Gangguan integritas
kulit
Grafik Dx Medis R. Flamboyan
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Grafik Diagnosa Psikososial R. Flamboyan
Gangguan citra tubuh

Hargadiri rendah situasional

Keputusasaan

Ketidakberdayaan

Koping individu tidak efektif

Ansietas

0 2 4 6 8 10 12
Data Rekapitulasi Diagnosa Terbanyak pada 3 Ruang
No DX Medis Keluhan Fisik DX Kep. Fisik DX Kep. Psikososial Σ % Analisis
1 CVA Penurunan kesadaran Defisit Perawatan Diri Mandi Berduka disfungsional 1 6,25 Dari 19 pasien
yang mengalami
Demam Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial Ketidakberdayaan keluarga 1 6,25 CVA mayoritas
Menggigil Resiko Pressure Ulcer Ketidakberdayaan 7 36,84 mengalami
Kelemahan ekstremitas Resiko Syok Penampilan peran tidak 1 6,25 diagnosa
efektif keperawatan
Sulit Berbicara Nyeri Akut Ansietas 7 36,84 psikososial berupa
Pusing Penurunan Komunikasi Verbal Koping keluarga tidak 5 26,31 kecemasan
efektif sebesar 89,5 %
Nyeri Nyeri akut Koping individu tidak efektif 1 6,25
2 ADHF Sesak Penurunan Curah Jantung Ketidakberdayaan 3 20 Dari 15 pasien
Batuk Resiko Syok Ansietas 7 46,67 yang mengalami
Lemas Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial Koping individu tidak efektif 5 33,3 ADHF mayoritas
Pusing Nyeri Akut mengalami
Tidak mau makan Resiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa diagnosa
Darah keperawatan
Kelemahan Ekstrimitas psikososial berupa
Penurunan kesadaran kecemasan
pusing sebesar 83,3 %
Mual
muntah
3 DM  Menggigil, mual, muntah.  Resiko ketidakstabilan kadar glukosa  Ansietas 6 75 Dari 8 pasien yang
 Lemas, pusing,mual dan darahuan  Koping individu tidak 1 12,5 mengalami DM
muntah  Gangguan rasa nyaman efektif mayoritas
 Panas  Gangguan pola tidur  Ketidakberdayaan 1 12,5 mengalami
 BAB hitam  Gangguan intergritas kulit diagnosa
 Tidak bisa tidur keperawatan
 Kaki bengkak psikososial berupa
 Luka pada kaki kecemasan
sebesar 100 %
Grafik Masalah Psikososial Terbanyak Tiap Penyakit
8

0
CVA ADHF CKD

Ansietas Koping Individu Tidak Efektif Ketidakberdayaan


Manajemen Pelayanan
Keperawatan
Chronic Sorrow Pada Pasien dengan Penyakit Kronis

Respon
• Penyakit terbanyak pada R.
Kehilangan
• Kedidakpastian kondisi sakitnya
Flamboyan, Sedap Malam dan akan membuat klien berpotensi
Bougenvil adalah ADHF, CVA, • Berbagai kondisi penyakit untuk mengalami kesedihan
DM dan CKD. Keseluruan tersebut membawa dampak yang terus berulang, sehingga
penyakit ini merupakan penyakit kehilangan fungsi tubuh, dapat menjadi menetap dan
yang membutuhkan Perawatan kemandirian pasien, peran, progresif
lama dan tidak menutup hubungan dan control terhadap
dirinya • Kondisi ini apabila tidak dapat
kemungkinan terjadinya
diatasi dapat berdampak pada
perburukan kondisi Pasien • Pasien akan merasa kehilangan munculnya berbagai masalah
identitas sebagai orang sehat psikososial hingga gangguan
dan terdapat disparitas antara jiwa dan tentu akan
impian dan kenyataan, hal ini memperparah kondisi pasien
akan membuat klien merasa secara fisik
berduka atau kesedihan
Penyakit
Chronic
Kronis
Sorrow
Increase
Comfort
Manajemen internal berfokus Manajemen Chronic Sorrow
pada terapi yang dapat
meningkatkan mekanisme
koping mulai dari peningkatan
kapasitas personal, resiliensi dan Manajemen
keyakinan positif. Hal ini koping
bertujuan agar pasien siap internal
dalam menghadapi seluruh
kemungkinan kondisi Pasien dan
penyakitnya dan tidak akan Keluarga dapat
terjadi keputusasaan
beradaptasi
Dukungan keluarga maupun
lingkungan social merupakan dengan
sumber koping terbesar dalam
meningkatkan kekuatan pasien
penyakit kronik
untuk beradaptasi dengan yang diderita
kondisi penyakitnya, keluarga Manajemen
yang efektif mendukung proses support
penyembuhan akan sangat system
membantu klien untuk tetap
resilien dalam menghadapi
penyakitnya
Terapi Keperawatan di R. Flamboyan
kasus terbanyak di ruang
flamboyan adalah Diabetes Masalah psikososial utama
Mellitus, dilanjut CKD, HIV, yang muncul di ruang
Anemia, TB, CVA,
flamboyan terbanyak
Hematomesis, Susp HIV,
Urtikari, Obs Vebris, Asites, Ca adalah kecemasan dilanjut
Cerviks, Hiponatreni, dengan ketidakberdayaan
Gastroenteritis, AMS, dan dan keputusasaan.
Hipokalsemia

Terapi untuk memperbaiki


Terapi yang diberikan pada keluarga mekanisme koping internal yang
adalah Family Psikoedukasi, PMR dan diberikan pada individu adalah
Hipnotis 5 jari  agar keluarga memahami Cognitive Therapy  untuk
cara merawat klien, manajemen stress dan memberikan afirmasi positif pada klien
beban agar bisa memberikan support sehingga dapat meningkatkan
system yang efektif mekanisme koping menjadi lebih
adaptif
Terapi Keperawatan di Ruang Sedap Malam

kasus terbanyak di ruang


Sedap malam adalah kasus
Masalah psikososial utama
CVA dan dilanjut dengan
yang muncul di ruang
ADHF, DM, tumor serebri,
flamboyan terbanyak adalah
skizofrenia, anemia, kecemasan
meningitis, CKD, SOB dan
HNF.

Terapi yang diberikan untuk


Manajemen eksternal yang
menurunkan ansietas agar
diberikan pada keluarga
dapat memperbaiki
adalah Family
mekanisme koping individu
PsychoeducationTherapy
adalah CognitiveTherapy.
Terapi Keperawatan di R. Bougenvil

kasus terbanyak di ruang Masalah psikososial utama


Bougenvile adalah kasus yang muncul di ruang
CVA dan dilanjut dengan
flamboyan terbanyak
HF, IMA, CKD, DM, Sirosis
Hepatis, HIV, Vertigo, Tumor
adalah kecemasan dilanjut
serebri, Anemia dan dengan ketidakberdayaan
Electrolit Balance. dan keputusasaan.

Terapi yang diberikan pada Terapi yang diberikan pada


keluarga adalah Family individu adalah Cognitive
PsychoeducationTherapy Therapy.
Uji Coba Instrumen Ansietas
Kelompok Gelombang 1
Uji Validitas dan Reliabilitas

• Dengan menggunakan Pearson product


Uji Momment dengan internal korelasi
menunjukkan bahwa p value 0,950
Validitas • Instrumen valid

• Dari hasil uji reliabilitas dengan


Uji Chornbach Alpha menunjukkan p value >
0,950
reliabilitas • reliabel
Kelebihan dan Kekurangan Instrumen

Singkat dan Item pertanyaan


jelas sehingga memudahkan
untuk dijawab oleh pasien

Kurangnya batasan antar


skala 1-4 sehingga
membingungkan perawat
untuk mengintepretasikan
data yang didapat
Proses Berduka, kehilangan

Stress

Ketrampilan Koping

Ketrampilan koping yg digunakan  resisten menanggulangi stress

Indikator Nomor Pertanyaan Jumla


h Akumulasi stress tidak terkoping
Fisik 2,4,7,12,15,19,23,25,41 9
Psikologis/emosi 1,6,9,10,11,13,18,20,26,27,28,29,30,32,33,36,37,3 20
9,40
Ketidakberdayaan
Perilaku 3,5,8,14,16,17,21,22,24,31,34,35,38,42 14

Depresi
Pendidikan Dalam Keperawatan
Jiwa
Family Psiko Edukasi

KIE tentang cara


merawat klien
FPE berfokus
pada KIE tentang R. Flamboyan: R. Sedap R. Bougenvil
peningkatan manajemen stress FPE pada Malam: FPE FPE pada
dan beban pada
kemampuan keluarga atau care
keluarga pasien pada keluarga keluarga
problem solving giver dengan CKD dengan CVA dengan ADHF
keluarga
KIE tentang
pemanfaatan
support system
eksternal
Consultation Liaison Mental Health Nursing (CLMHN).

Kondisi ini berpotensi


Untuk mencapai pelayanan
Pasien dengan penyakit untuk membawa pasien
prima dan holistic
fisik terutama penyakit jatuh pada kondisi chronic
diperlukan peran perawat
kronis dan terminal sorrow yang dapat
untuk memanajemen
merupakan stressor berat menimbulkan berbagai
masalah psikososial
bagi pasien masalah psikososial bagi
tersebut dengan CMLHN
klien

CLMHN merupakan manajemen pelayanan


keperawatan pada pasien dengan penyakit fisik yang
disertai dengan masalah psikososial. Perawat berfokus
pada masalah psikososial yang terjadi dengan
melakukan konsultasi, KIE dan psikoterapi pada pasien
Thank you……