Anda di halaman 1dari 29

1

LABORATORIUM
FARMASI
2
GEDUNG A

1. Laboratorium Farmasi Industri


2. Lab. Fisika Farmasi
3. Lab. Farmakologi
4. Lab. Farmakognosi
3
GEDUNG B

1. Laboratorium Mikrobiologi
2. Lab. Kimia dan Kimia Farmasi
4
GEDUNG C

1. Laboratorium Farmasetika
2. Lab. Pelayanan Farmasi
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja di
laboratorium

5
Peraturan Keselamatan Kerja
Masuklah ke dalam laboratorium
dengan mengenakan celana Kenakan jas laboratorium
panjang dan sepatu tertutup. saat melakukan percobaan

6
Lindungi matamu dengan Kenakan sarung tangan
kacamata laboratorium laboratorium

7
Ikat rambutmu dan lepaskan
seluruh perhiasan yang kamu Jangan pernah makan atau
kenakan minum di dalam laboratorium

8
Simpan barang-barangmu di
tempat yang sudah disediakan
Ketahui letak seluruh alat
keselamatan kerja

9
Segeralah melapor kepada pengawas
Dengarkan baik-baik seluruh jika ada zat yang tumpah, tabung
instruksi yang disampaikan
oleh pengawas yang pecah, atau kecelakaan lain
yang terjadi

10
Pastikan meja kerjamu selalu Cuci tangan setelah
rapi dan bersih melakukan praktikum

11
Keselamatan kerja di laboratorium Kimia
a. Hindari kontak langsung dengan bahan kimia
b. Hindari menghirup langsung uap bahan kimia
c. Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali
ada perintah khusus ( cukup dengan mengkibaskan
kearah hidung )
d. Bahan kimia dapat bereaksi langsung dengan kulit
menimbulkan iritasi (pedih dan gatal)
e. Jangan ngobrol, bercanda di lab

12
Berhati-hatilah saat bekerja Jauhkan mulut tabung reaksi
dengan api darimu saat sedang dipanaskan

13
Jangan mengembalikan Gunakan pipet filler untuk
kelebihan bahan kimia ke
wadah asalnya mengambil cairan

14
Jika memungkinkan, gunakan
Tuangkan zat asam ke dalam lemari asam saat bekerja dengan
air, bukan sebaliknya bahan kimia yang berbahaya

15
Lambang Kimia

16
Contoh

17
Peralatan dan Cara Kerja
1. Botol reagen harus dipegang dengan cara pada
bagian label ada pada telapak tangan .
2. Banyak peralatan terbuat dari gelas , hati hati
kena pecahan kaca. Bila memasukkan gelas pada
prop-karet gunakan sarung tangan sebagai
pelindung.
3. Ketika menggunakan pembakar spritus hati hati
jangan sampai tumpah di meja karena mudah
terbakar. Jika digunakan bunsen amati keadaan
selang apakah masih baik atau tidak.

18
Memindahkan Bahan Kimia
• Baca label bahan sekurang • Pindahkan cairan
kurangnya dua kali untuk menggunakan batang
menghindari kesalahan dalam pengaduk untuk
pengambilan bahan misalnya menghindari percikan.
antara asam sitrat dan asam • Pindahkan dengan alat lain
nitrat. seperti pipet volume shg
• Pindahkan sesuai jumlah yang lebih mudah.
diperlukan • Jangan mengembalikan
• Tutup botol dibuka dengan cara bahan kimia ke tempat
dipegang dengan jari tangan dan botol semula untuk
sekaligus telapak tangan menghindari kontaminasi,
memegang botol tersebut. meskipun dalam hal ini
• Tutup botol jangan ditaruh diatas kadang terasa boros
meja karena isi botol bisa
terkotori oleh kotoran yang ada
diatas meja. 19
Memindahkan Bahan Kimia Padat
• Gunakan sendok kaca atau alat lain yang bukan
berasal dari logam.
• Jangan mengeluarkan bahan kimia secara berlebihan.
• Gunakan alat untuk memindahkan bebas dari
kontaminasi. Hindari satu sendok untuk bermacam
macam keperluan.

20
Pembuangan Limbah
1. Limbah bahan kimia tidak boleh dibuang langsung ke
lingkungan .
2. Buang pada tempat yang disediakan
3. Limbah organik dibuang pada tempat terpisah agar bisa
didaur ulang.
4. Limbah padat (kertas saring, korek api, endapan) dibuang
ditempat khusus.
5. Limbah yang tidak berbahaya (Misal : detergen) boleh
langsung dibuang, bisa dg pengenceran air yang cukup
banyak.
6. Buang segera limbah bahan kimia setelah pengamatan selesai.
7. Limbah cair yang tidak larut dlm air dan beracun dikumpulkan
pada botol dan diberi label yg jelas.
21
KESELAMATAN KERJA

22
Terkena Bahan Kimia
1. Jangan panik .
2. Mintalah bantuan rekan anda yg ada
didekat anda, oleh karenanya dilarang
bekerja sendirian di laboratorium.
3. Bersihkan bagian yang mengalami kontak
langsung dengan bahan tersegut, bila
memungkinkan bilas sampai bersih
4. Bila kena kulit, jangan digaruk , supaya
tidak merata.
5. Bila mengkawatirkan kesehatannya segera
hubungi paramedik secepatnya.
6. Kebakaran bisa saja terjadi di
laboratorium, karena di dalamnya banyak
tersimpan bahan yang mudah terbakar.

23
CEDERA MATA
1. Kelilipan, keluarkan dengan boorwater.
2. Luka di mata, segera bawa ke dokter dengan mata dibalut kasa
steril.
3. Luka di kelopak mata, tutup bagian luka dengan kasa steril yang
dibasahi air (jaga agar selalu basah) dan bawa ke dokter.
4. Tersiram asam keras, siram dengan larutan soda 5 % atau air
biasa, siram selama 15-30 menit terus menerus dan harus
mengenai bagian-bagian yang berada di balik kelopak.
5. Tersiram basa keras, guyur dengan larutan cuka encer (1 bagian
cuka dapur + 1 bagian air) atau air biasa, siram selama 30-45
menit terus menerus dan harus mengenai bagian-bagian yang
berada di balik kelopak. Selama disiram gerak-gerakan bola
matanya.
24
LUKA BAKAR
Penangan Luka Bakar Benda
Panas Penangan Luka Bakar Kimia
1. Luka bakar yang banyak,
1. Bagian yang terbakar segera lepas pakaian yang
direndam dalam air es terkena kimia lalu siram
atau kompres dengan bagian luka selama 15
kain basah sampai menit.
rasa sakitnya hilang. 2. Akibat asam, cuci dengan
air lalu cuci dengan larutan
2. Bagian yang melepuh Natrium bikarbonat 1 %,
jangan dilepas, akan lalu cuci dengan air
tetapi segera tutup kembali.
dengan kasa steril. 3. Akibat basa, cuci dengan
3. Bawa ke dokter air lalu cuci dengan larutan
segera. Asam Asetat 1 %, lalu cuci
dengan air kembali.
25
LUKA BENDA TAJAM ATAU TUMPUL
1. Bersihkan luka dengan air dan kemudian dengan
antiseptik.
2. Tutup luka dengan kain kasa steril atau plester.
3. Bila perlu dijahit, segeralah ke dokter.
4. Bila luka oleh benda karatan, beritahu dokter.
5. Jika darah keluar terus, hentikan dengan menekan
daerah luka dengan kasa.
6. Jika luka bekas pecahan termometer, segera ke
dokter.
7. Pada kasus patah tulang, jangan pindahkan pasien
kecuali jika tidak memungkinkan seperti pada kasus
kebakaran atau kebocoran gas.

26
PINGSAN
1. Gejala
• Hilang kesadaran.
• Berkeringat pada bagian kepala dan bibir atas.
2. Pertolongan
• Baringkan korban pada tempat sejuk dengan posisi datar
atau kepala korban sedikit lebih rendah.
• Lepas atau longgarkan semua pakaian yang menekan leher
dan segera bungkukan kepalanya di antara kedua kakinya
sampai mukanya merah.
• JIka penderita muntah, miringkan kepalanya agar tidak
tersedak.
• Kompres kepala dengan air dingin.
• Bawalah keluar ruangan korban supaya banyak menghirup
oksigen.
27
KERACUNAN
1. Cari jenis racun yang menjadi penyebabnya. (jenis racun akan menentukan
menentukan jenis penanganan).
2. Bersihkan saluran nafas penderita dari kotoran, lendir atau muntahan.
3. Jangan beri nafas buatan dengan mulut, jika perlu lakukan cara lain.
4. Apabila jenis racun belum diketahui, untuk sementara beri norit/ putih
telur/ susu/ air sebanyaknya untuk mengurangi akibat yang timbul.
5. Jenis keracunan:
• Racun yang terisap pernafasan, bawa ke udara bebas atau beri oksigen,
jika napas terhenti lakukan nafas buatan.
• Racun yang masuk kulit, lepas pakaian yang terkontaminasi, kemudian
siram.
• Racun yang tertelan, jika sadar beri susu atau air sebanyaknya (min. 2-4
gelas), bila tidak muntah rangsang agar muntah sampai muntah jernih.
Jika keracunan basa kuat/ asam kuat/ hidrokarbon beri putih telur/ air
susu/ minyak mineral. Atau untuk penanganan pertama beri 1 sendok
antidotum yang dilarutkan dalam setengah gelas hangat.
• Anti Dotum ( 2 bagian Arang Aktif + 1 bagian Magnesium Oksida + 1
bagian Asam Tannat)
28
29