Anda di halaman 1dari 28

Oleh : Noor Diani, S.Kep.

, Ners

ELIMINASI
URINE
Eliminasi merupakan proses
pembuangan sisa-sisa
metabolisme tubuh.

Pembuangan dapat melalui


urine ataupun bowel.
KONSEP DASAR
Elimination urine normalnya adalah
pengeluaran cairan.
Proses pengeluaran ini sangat bergantung
pada fungsi-fungsi organ eliminasi urine
seperti ginjal, ureter, bladder, dan uretra.
Ginjal memindahkan air dari darah dalam
bentuk urine.
Ureter mengalirkan urine ke bladder.
Dalam bladder urine ditampung sampai
mencapai batas tertentu yang kemudian
dikeluarkan melalui uretra.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

1. Ginjal
• Ginjal adalah organ berbentuk kacang berwarna
merah tua, panjangnya 12,5 cm dan tebalnya
2,5 cm. Beratnya ±125 sampai 175 gram pada
laki-Iaki dan 115 sampai 155 gram pada wanita .
• Ginjal terletak pada bagian belakang rongga
abdomen bagian atas setinggi vertebra thorakal
11 dan 12. Ginjal dilindungi oleh otot-otot
abdomen, jaringan lemak atau kapsul adiposa.
• Nefron merupakan unit struktural dan
fungsional ginjal.
• Satu ginjal mengandung 1 sampai 4 juta
nefron yang merupakan unit pembentuk
urine. Proses filtrasi, absorpsi dan sekresi
dilakukan oleh nefron.
• Filtrasi terjadi di glomerulus yang merupakan
gulungan kapiler dan dikelilingi kapsul epitel
berdinding ganda yang disebut kapsul
Bowman. Filtrasi glomerular adalah
perpindahan cairan dan zat terlarut dari
kapiler glomerular.
• Glomerular Filtrasi Rate (GFR) adalah jumlah filtrat
yang terbentuk per menit dari semua nefron pada
kedua ginjal. GFR merupakan indikasi jumlah filtrasi
yang terjadi. Rata-rata GFR normal pada orang
dewasa adalah 125 ml per menit atau 180 liter per
24 jam.
• Darah sampai ke ginjal melalui arteri renal yang
merupakan cabang dari aorta abdomen. Kira-kira
darah akan masuk ke ginjal 20-25% dari kardiak
output.
• Dalam glomerulus ginjal difiltrasi air dan zat-zat lain
seperti glukosa, asam amino, urea, kreatinin, dan
elektrolit. Glomerulus akan memfiltrasi kira-kira
125 ml/menit.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

• Tidak semua hasil filtrasi akan dikeluarkan sebagai


urine, tetapi sebagian zat seperti glukosa, asam amino,
uric acid, sodium dan potassium kembali ke plasma.
• Pengeluaran urine tergantung pada intake cairan.
Dewasa normal pengeluaran urine antara 1,2 sampai
1,5 liter/hari selebihnya hasil filtrasi diabsorpsi kembali
yang menjadi fungsi dari tubulus ginjal di antaranya
adalah air, elektrolit, glukosa.
• Komposisi urine 95 air, 5% komponen lain
seperti elektrolit, zat organik.
• Produksi urine 50 ml/jam. Sedangkan jumlah
produksi urine tergantung dari faktor sirkulasi,
cairan yang masuk, penyakit metabolik seperti
diabetes, penyakit autoimun seperti
glomerulonefritis, penggunaan obat-obatan
diuretik
• Jika pengeluaran urine kurang dari 30
ml/menit kemungkinan gagal ginjal.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

Fungsi Utama Ginjal


• Mengeluarkan sisa nitrogen, toksin, ion, dan obat-
obatan.
• Mengatur jumlah dan zat-zat kimia dalam tubuh.
• Mempertahankan keseimbangan antara air dan
garam-garam serta asam dan basa.
• Menghasilkan renin, enzim unruk membantu
pengaturan tekanan darah.
• Menghasilkan hormon eritropoitin yang mensti-mulasi
pembentukan sel-sel darah merah di sumsum tulang .
• Membantu dalam pembentukan vitamin D.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

2. Ureter
• Setelah urine terbentuk kemudian akan dialirkan ke
pelvis ginjal lalu ke bladder melalui ureter.
• Panjang ureter pada orang dewasa antara 26 sampai
30 cm dengan diameter 4 sampai 6 mm.
• Setelah meninggalkan ginjal, ureter berjalan ke bawah
di belakang peritoneum ke dinding bagian belakang
kandung kemih. Lapisan tengah ureter terdiri atas
otor-otot yang distimulasi oleh transmisi impuls
elektrik berasal dari saraf otonom. Akibat gerakan
peristaltik ureter maka urine didorong ke kandung
kemih.
3. Kandung kemih
• Terletak di dasar panggul pada daerah
retroperitoneal dan terdiri atas otot-otot yang dapat
mengecil.
• Kandung kemih terdiri atas 2 bagian yaitu bagian
fundus atau body yang merupakan otot lingkar,
tersusun dari otot detrusor dan bagian leher yang
berhubungan langsung dengan uretra. Pada leher
kandung kemih terdapat spincter interna. Spincter ini
dikontrol oleh sistem saraf otonom.
• Kandung kemih dapat menampung 300 sampai 400
ml urine.
4. Uretra
• Merupakan saluran pembuangan urine yang
langsung keluar dari tubuh. Kontrol pengeluaran
urine terjadi karena adanya spinter kedua yaitu
spinter eksterna yang dapat dikontrol oleh kesadaran
kita.
• Panjang uretra wanita lebih pendek yaitu 3,7 cm
sedangkan pria panjangnya 20 cm. Sehingga pada
wanita lebih berisiko terjadinya infeksi saluran kemih.
Bagian paling luar dari urethra disebut meatus
urinari. Pada wanita meatus urinari terletak antara
labio minora, di bawah klitoris dan di atas vagina.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

Refleks Miksi
• Kandung kemih dipersarafi oleh saraf sakral 2 (S-2) dan sakral 3
(S-3). Saraf sensorik dari kandung kemih dikirimkan ke medula
spinalis bagian sakral 2 sampai dengan sakral 4 kemudian
diteruskan ke pusat miksi pada susunan syaraf pusat. Pusat miksi
mengirimkan sinyal kepada otot kantung kemih (destrusor) untuk
berkontraksi. Pada saat destrusor berkontraksi spinkter interna
relaksasi dan spinkter eksterna yang di bawah kontrol kesadaran
akan berperan. Apakah mau miksi atau ditahan/ ditunda. Pada
saat miksi orot abdominal berkontraksi bersama meningkatnya
otot kandung kemih. Biasanya tidak lebih dari 10 ml urine tersisa
dalam kandung kemih yang disebut dengan urine residu.
Pola Eliminasi Urine Normal
• Pola eliminasi urine sangat tergantung pada
individu, biasanya miksi setelah bekerja,
makan atau bangun tidur. Normalnya miksi
dalam sehari sekitar 5 kali.
Karakteristik Urine Normal
• Warna urine normal adalah kuning terang karena adanya
pigmen urochrome. Namun demikian, warna urine
tergantung pada intake cairan, keadaan dehidrasi
konsentrasinya menjadi lebih pekat dan kecoklatan,
penggunaan obat-obat tertentu seperti multivitamin dan
preparat besi maka urine akan berubah menjadi kemerahan
sampai kehitaman.
• Bau urine normal adalah bau khas amoniak yang merupakan
hasil pemecahan urea oleh bakteri. Pemberian pengobatan
akan mempengaruhi bau urine.
• Jumlah urine yang dikeluarkan tergantung pada usia, intake
cairan, dan status kesehatan. Pada orang dewasa sekitar 1.200
sampai 1.500 ml per hari atau 150 sampai 600 ml per sekali
miksi.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Eliminasi Urine
1. Pertumbuhan dan perkembangan
Usia dan berat badan dapat memengaruhi jumlah
pengeluaran urine. Pada usia lanjut volume bladder
berkurang, demikian juga wanita hamil sehingga frekuensi
berkemih juga akan lebih sering.
2. Sosiokultural
Budaya masyarakat di mana sebagian masyarakat hanya
dapat miksi pada tempat tertutup dan sebaliknya ada
masyarakat yang dapat miksi pada lokasi terbuka.
3. Psikologis
Pada keadaan cemas dan stres akan meningkatkan stimulasi
berkemih
ANATOMI DAN FISIOLOGI

4. Kebiasaan seseorang
Misalnya seseorang hanya bisa berkemih di
toilet, sehingga ia tidak dapat berkemih
dengan menggunakan pot urine.
5. Tonus otot
Eliminasi urine membutuhkan tonus otot
bladder, otot abdomen, dan pelvis untuk
berkontraksi. Jika ada gangguan tonus, otot
dorongan untuk berkemih juga akan
berkurang.
6. lntake cairan dan makanan
Alkohol menghambat Anti Diuretik Hormon (ADH)
untuk meningkatkan pembuangan urine. Kopi, teh,
coklat, cola (mengandung kafein) dapat
meningkatkan pembuangan dan ekskresi urine.
7. Kondisi penyakit
Pada pasien yang demam akan terjadi penurunan
produksi urine karena banyak cairan yang
dikeluarkan melalui kulit. Peradangan dan iritasi
organ kemih menimbulkan retensi urine.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

8. Pembedahan
Penggunaan anestesi menurunkan filtrasi glomerulus
sehingga produksi urine akan menurun.
9. Pengobatan
Penggunaan diuretik meningkatkan output urine,
antikolinergik, dan antihipertensi menimbulkan retensi
urine.
10. Pemeriksaan diagnostik
Intravenus pyelogram di mana pasien dibatasi intake
sebelum prosedur untuk mengurangi output urine.
Cystocospy dapat menimbulkan edema lokal pada uretra,
spasme pada spinkter bladder sehingga dapat menimbulkan
urine.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

Masalah-masalah Eliminasi Urine


1. Retensi urine
Merupakan penumpukan urine dalam
bladder dan ketidakmampuan bladder untuk
mengosongkan kandung kemih. Penyebab
distensi bladder adalah urine yang terdapat
dalam bladder melebihi 400 ml. Normalnya
250-400 ml.
2. Inkontinensia urine
Adalah ketidakmampuan otot spinter eksternal semen tara
atau menetap untuk mengontrol ekskresi urine. Ada dua jenis
inkontinensia: pertama, stres inkontinensia yaitu stres yang
terjadi pada saat tekanan intra-abdomen meningkat seperti
pada saar batuk atau tertawa. Kedua, urgen inkontinensia
yaitu inkontinensia yang terjadi saat klien terdesak ingin
berkemih, hal ini terjadi akibat infeksi saluran kemih bagian
bawah atau spasme bladder.

3. Enurisis
Merupakan ketidaksanggupan menahan kemih (mengompol)
yang diakibatkan ketidakmampuan untuk mengendalikan
spinter eksterna. Biasanya terjadi pada anak-anak atau pada
orang jompo.
ANATOMI DAN FISIOLOGI

Perubahan Pola Berkemih


1. Frekuensi: Meningkatnya frekuensi berkemih
tanpa intake cairan yang meningkat, biasanya
terjadi pada cystitis, stres, dan wanita hamil.
2. Urgency: Perasaan ingin segera berkemih dan
biasanya terjadi pada anak-anak karena
kemampuan spinkter untuk mengontrol
berkurang.
3. Dysuria: Rasa sakit dan kesulitan dalam
berkemih misalnya pada infeksi saluran
kemih, trauma, dan striktur uretra.
4. Polyuria (Diuresis): Produksi urine melebihi
normal, tanpa peningkatan intake cairan
misalnya pd pasien DM.
5. Urinary Suppression: Keadaan di mana ginjal
tidak memproduksi urine secara tiba-tiba.
Anuria (urine ≤ 100 ml/24 jam), olyguria
(urine berkisar 100-500 ml/24 jam).
ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
1. Riwayat Keperawatan
a. Pola berkemih
b.Gejala dari perubahan berkemih
c. Faktor yang mempengaruhi berkemih
2. Pemeriksaan Fisik
a. Abdomen
Pembesaran, pelebaran pembuluh darah vena,
distensi bladder, pembesaran ginjal, nyeri
tekan, tenderness, bising usus.
b.Genetalia wanita
lnflamasi, nodul, lesi, adanya sekret dari
meatus, keadaan atropi jaringan vagina.
c. Genetalia laki-laki
Kebersihan, adanya lesi, tenderness, adanya
pembesaran skrotum.
ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
3. Intake dan output cairan
• Kaji intake dan output cairan dalam sehari (24 jam).
• Kebiasaan minum di rumah.
• Intake: cairan infus, oral, makanan, NGT.
• Kaji perubahan volume urine unruk mengetahui
ketidakseimbangan cairan.
• Output urine dari urinal, cateter bag, drainage
ureterostomy, sistostomi.
• Karakteristik urine: warna, kejernihan, bau,
kepekatan.
ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
4. Pemeriksaan Diagnostik
a. Pemeriksaan urine (urinalisis) :
– Warna (N: jernih kekuningan)
– Penampilan (N: jernih)
– Bau (N: beraroma)
– pH (N: 4,5-8,0)
– Berat jenis (N: 1,005-1,030)
– Glukosa (N: negatif)
– Keton (N: negatif)
b. Kultur urine (N: kuman patogen negatif).