Anda di halaman 1dari 20

Tahoma Sirgar

 Adverse effects
 Meneyebabkan beberapa perubahan dari keadaan
normal organisme
 Tergantung jumlah senyawa aktif pada tempat target
(target site) dengan waktu kontak cukup
 Racun
 Beberapa senyawa mampu menghasilkan respons
melukai/mencederai pada sistem biologik
 Organisme hidup
 a sac/binatang atau tanaman air dengan tempat
sasaran / target sites, storage depots and enzymes
 Semua bahan adalah racun; Tidak ada yang
tidak racun. Hanya dosis yang membedakan
racun dan obat
 Paracelsus (1493-1541)
 Sejumlah bahan kimia masuk ke dalam
tubuh. Biasanya diberikan dalam satuan mg
zat kimia/kilo gram bobot badan = mg/kg
 Dosis tergantung atas
 Konsentrasi di lingkungan
 Sifat fiki racun
 Frekuensi terpapar
 Lama terpapar
 Rute terpapar
 Derajat dan spektrum respons tergantung pada
dosis dan organisme-kondisi terpapar dan
jumlah dosis racun
 Perubahan dari keadaan normal
 Dapat terjadi pada tingkat molekular, sellular,
organ atau organisme—Simptom
 Lokal vs. Sistemik
 Reversibel vs ireversibel
 Graded vs quantal (mutu vs jumlah)
 Tingkat kerusakan vs semua atau tidak
 Meningkatnya dosis racun demikian juga
respons
 Dosis menentukan respon biological
 Respons quantal dapat diartikan
/didiskusikan sebagai gradient/kemiringan
bila data dari populasi digunakan
 Jika Mortality (kematian) adalah sebagai
respons, dosis menyatakan dimana 50%
populasi mati dapat diperoleh dari kurva
 Perbedaan zat racun dapat dibandingkan
potensinya, dimana dosis sangat kecil adalah
sangat poten
Bahan kimia LD50 (mg/kg)
Etil alkohol 10.000
NaCl 4.000
Fero sulfat 1.500
Morfin sulfat 900
Striknin sulfat 150
Nikotin 1
Black widow 0,55
Kurare 0,5
Rattle snake 0,24
Dioxin (TCDD) 0,001
Toksin botulinum 0,0001
 Ingestion (Saluran gastrointestinal)
 Inhalasi (Paru-paru)
 Dermal / Topikal (Kulit)
 Injeksi
▪ IV, IM,IP
 Keefektifan rute paparan : IV > Inhalasi > IP >
IM > Ingestion > Topikal
Akut < 24 jam biasanya 1 paparan
Subakut 1 bln dosis berulang
Subkronik 1-3 bln dosis berulang
Kronik > 3 bln dosis berulang
 Lama kontak berlebihan (over time), jumlah
bahan kimia dalam tubuh dapat meningkat, bila
bahan kimia mengalami redistribusi, atau bahan
kimia mengalami mekanisme pemindahan
(removal) dan perbaikan yang mengakibatkan
zat meningkat.
 Setiap organisme dapat terpapar pada
toksikan/zat racun, Senyawa racun masuk ke
dalam tubuh dan kemudian mencapai tempat
kerja dalam bentuk senyawa aktiv dan
menyebabkan efek merugikan / adverse effect.
 Tubuh memiliki alat pertahanan :
 Membran barier
▪ Difusi pasif dan difasilitasi, transport aktif
 Enzim biotransformasi, antioksidan
 Mekanisme eliminasi
 Kemampuan bahan kimia masuk ke darah (darah
dalam keseimbangan dengan jaringan)
 Inhalasi- gas mudah masuk ke aliran darah melalui
alveoli (Luas permukaan alveolar, kecepatan aliran
darah, dan kedekatan / proximity darah ke udara
alveolar)
 Ingestion– absorbsi melewati saluran GI stomach
(asam), usus halus (waktu kontak lama, area
permukaan luas—villi; senyawa base, dan
memerlukan transporter)
 1st pass Effect (hati dapat memodifikasi)
 Dermal – absorbsi melalui epidermis (stratum
corneum), kemudian dermis, lokasi dan kondisi kulit
 Darah membawa zat ke dan dari tempat
kerjanya, tempat depot, organ-organ
transformasi dan organ-organ eliminasi.
 Laju distribusi (cepat) tergantung kepada
 Aliran darah
 Karakteristik toksikan (afinitas pada jaringan, dan
koefisien partisi).
 Distribusi dapat mengubah over time
 Tersimpan / akumulasi di jaringan adipose—
senyawa sangat lipofilik (DDT) akan tersimpan
di lemak. Mobilisasi lemak cepat
(kelaparan/starvation) dapat menyebabkan
konsentrasi dalam darah tinggi dengan cepat.
 Storage di tulang—Bahan kimia analog/mirip
dengan Calsium-fluoride, lead, strontium
 Terikat pada protein plasma-dapat menggeser
senyawa endogen. Hanya bentuk bebas dapat
menyebabkan adverse effect atau ekskresi
 Tidak semua organ dipengaruhi secara sama
 Lebih banyak organ target yang mudah terserang
 Konsentrasi zat aktif lebih tinggi
 Liver---aliran darah cepat, rekasi oksidasi
 Ginjal—aliran darah cepat, bahan kimia pekat
 Paru- aliran darah cepat, dapat terpapar
 Neurons-tergantung oksigen, kerusakan
ireversibel
 Miokardium—tergantung oksigen
 Sum-sum tulang, mukosa intestinal—cepat
disebarkan
 Adverse effect dapat terjadi pada tingkat
molekul, sel, organ, atau organisme
 Secara molekular, kimia dapat interaksi dengan
Protein-protein, Lipid DNA
 Secara sellular, kemikal dapat
 Interferensi dengan ikatan ligand-reseptor
 Interferensi dengan fungsi membran
 Interferensi dengan produksi energi sellular
 Berikatan dengan biomolekul
 Mengganggu homeostasis (Ca)
 Ekskresi urin
 Produk larut air dikeluarkan dari darah melalui ginjal dan
diekskresi ke dalam urin
 Exhalation
 Senyawa mudah menguap diekshalasi melalui pernapasan
 Ekskresi biliary melalui ekskresi fecal
 Senyawa dapat diekstraksi oleh hati diekskresi ke dalam
empedu. Empedu dialirkan ke dalam usus halus dan
dieliminasi sebagai feses
 Milk (ASI)
 Sweat (keringat)
 Saliva
 Proses dimana zat kimia (senyawa awal)
dimodifikasi oleh organisme dengan reaksi
enzimatik
 Tujuan utama – membuat zat kimia lebih mudah
larut air dan mudah diekskresi
 Penurunan kelarutan pada lemak
▪ Penurunan jumlah target
 Meningkatkan ionisasi
▪ Meningkat laju ekskresi menurunkan toksisitas
 Bioaktivasi—Biotransformasi dapat dihasilkan
oleh terbentuknya metabolit reaktif
 Organ utama untuk biotransformasi
 Liver (high)
 Paru-paru, Ginjal, Usus (medium)
 Lainnya (low)
 Jalur biotransformasi
 Fase I : Membuat toksikan lebih larut air
 Fase II : konyugasi ( berhubungan dengan
kelarutan zat endogenous)