Anda di halaman 1dari 16

KONSEP DASAR NEFROLITIASIS

1. Definisi

Batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu


keadaan dimana terdapat satu atau lebih batu
didalam pelvis atau kaliks dari ginjal dan
merupakan penyebab terbanyak kelainan di
saluran kemih.Nefrolitiasis merujuk pada
batu ginjal. Batu atau kalkuli dibentuk di
dalam saluran saluran kemih mulai dari ginjal
ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam,
2011:65).
2. Anatomi Fisiologi
a. Ginjal
Menurut Mary Baradero (2008:2) ginjal
terletak dibelakang peritoneum parietal (retro-
peri-toneal), pada dinding abdomen
posterior.Ginjal juga terdapat pada kedua sisi
aorta abdominal dan vena kava inferior
b. Bagian – Bagian dalam Ginjal
Menurut Tarwoto (2009:314) ginjal terdiri dari 3
area yaitu:
 Korteks
 Medulla
 pelvis
c. Fungsi Ginjal
Menurut Syaifuddin (2006:237) ginjal memilki
beberapa fungsi, yaitu:
 Mengatur volume air (cairan) dalam tubuh.
 Mengatur keseimbangan osmotik dan
mempertahankan keseimbangan ion yang
optimal dalam plasma (keseimbangan elektrolit).
 Mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh.
 Ekskresi sisa metabolisme (ureum, asam urat,
kreatinin) zat-zat toksik, obat-obatan, hasil
metabolisme hemoglobin dan bahan kimia asing
(pestisida).
 Fungsi hormonal dan metabolisme.
d. Aliran darah di Ginjal dan Persarafan Ginjal

Menurut Arif Muttaqin (2011:6) ginjal


menerima sekitar 1.200 ml darah per menit atau
21 % dari curah jantung.Aliran darah yang sangat
besar ini tidak ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan energi yang berlebihan, tetapi agar
ginjal dapat secara terus-menerus menyesuaikan
komposisi

e. Persyarafan Ginjal
Menurut Syaifuddin (2006:240) ginjal
mendapatkan persarafan dari fleksus renalis
(vasomotor).Saraf ini berfungsi untuk mengatur
jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf
ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah
yang masuk ke ginjal.
f. Proses Pembentukan Urin
Menurut Syaifuddin (2006:239) ada 3
tahap dalam pembentukan urine, yaitu :
1) Filtrasi
2) Reabsorpsi
3) Sekresi

g. Ureter
h. Vesika urinaria (kandung kemih)
i. uretra
3. Etiologi
Menurut Kartika S. W. (2013:183) ada
beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya
batu pada ginjal, yaitu :
1) Faktor dari dalam (intrinsik), seperti keturunan,
usia (lebih banyak pada usia 30-50 tahun, dan
jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada
perempuan.
2) Faktor dari luar (ekstrinsik), seperti geografi,
cuaca dan suhu, asupan air

Berapa penyebab lain adalah :


 Infeksi saluran kemih
 Suhu
 Idiopatik
4. Klasifikasi
 Klasifikasi tidak ditemukan pada penyakit ini.

5. Manifestasi klinis

 Nyeri dan pegal di daerah pinggang


 Hematuria
 Infeksi
 Kencing panas dan nyeri.
 Adanya nyeri tekan pada daerah ginjal
6. Komplikasi
Menurut (Nursalam, 2011:67) komplikasi
yang disebabkan dari batunefrolitiasis adalah:
 Sumbatan: akibat pecahan batu
 Infeksi: akibat diseminasi partikel batu ginjal
atau bakteri akibat obstruksi.
 Kerusakan fungsi ginjal: akibat sumbatan
yang lama sebelum pengobatan dan
pengangkatan batu ginjal
 Hidronefrosis
7. Patofisiologi
Menurut batu terbentuk di traktus
urinarius ketika konsertrasi substansi
tertentu seperti Ca oksalat,kalsium fosfat,
dan asam urat meningkat. Batu juga dapat
terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi
tertentu, seperti sitrat yang secara normal
pencegah kristalisasi dalam urin. Kondisi lain
yang mempengaruhi laju pembentukan batu
mencakup PH urine dan status cairan pasien.
Ketika batu menghambat aliran urin,
terjadi obstruksi, menyebabkan peningkatan
tekanan hidrostatik dan distensi piala ginjal
serta ureter proksimal
Batu yang terjebak di ureter,
menyebabkan gelombang nyeri yang luar
biasa.Pasien sering merasa ingin berkemih,
namun hanya sedikit yang keluar dan
biasanya mengandung darah.

Selain itu ada beberapa teori yang


,membahas tentang proses pembentukan
batu yaitu:
 Teori inti (nucleus)
 Teori matriks
 Teori inhibitor kristalisasi
9. Pemeriksaan Penunjang

o Urin
o Darah
o Radiologist
o USG abdomen
10. Penatalaksanaan
1) Terapi medis dan simtomatik
Terapi medis berusaha untuk
mengeluarkan batu atau melarutkan batu
yang dapat dilarutkan adalah batu asam
urat, dilarutkan dengan pelarut solutin
2) Terapi mekanik (Litotripsi)
3) Tindakan bedah
1) Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan
adanya atau pasase batu ginjal dan atau insisi bedah
2) Perubahan eliminasi urine yang berhubungan dengan
stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal,
atau ureter, obstruksi mekanik atau infalamsi
3) Resiko ketidaksimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan berhubungan dengan mual, muntah efek
sekunder dari nyeri kolik
4) Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif
5) Defisit pengetahuan (mengenai proses penyakit,
pemeriksaan urologi, dan pengobatan) berhubungan
dengan tidak adanya informasi
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai