Anda di halaman 1dari 18

PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA

(ASB)

BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN


PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA
2018
Latar Belakang
Definisi
Analisis Standar Belanja adalah suatu instrument yang digunakan dalam
melaksanakan pengelolaan keuangan daerah dengan pendekatan
penganggaran berbasis kinerja
Penyusunan anggaran didasarkan kepada aktivitas apa saja yang dilaksanakan
agar output dan outcome dari kegiatan dapat tercapai.
Aktivitas yang dilakukan akan memicu berapa anggaran yang harus
disiapkan

Pendekatan Pagu Anggaran Vs Pendekatan Aktivitas


Latar Belakang
Aktivitas yang sama tetapi pagu anggaran yang berbeda
No Nama OPD Anggaran
Contoh: 1 BPBD 1,510,000
Kegiatan Penyusunan Renja OPD pada data 2 DINAS LINGKUNGAN HIDUP 2,125,000
3 INSPEKTORAT 2,949,500
RKA Tahun Anggaran 2017 4 DINAS PAJAK DAN RETRIBUSI 3,200,000
5 KECAMATAN CIPEDES 3,510,000
6 BAPELITBANGDA 4,200,000
Apa yang menjadi pembeda ? 7
8
DINAS PRKP
DINAS PERHUBUNGAN
7,709,500
9,650,000
9 DISKOPUMKMINDAG 10,840,000
10 DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN 12,253,000
11 DINAS KETAHANAN PANGAN 13,000,000
Perlunya suatu standar belanja 12 DINAS TENAGA KERJA 14,843,200
13 DISDIK 14,860,000
ANALISIS STANDAR BELANJA 14 KECAMATAN TAMANSARI 31,300,000
15 DISKOMINFO 32,060,000
16 DISDUKCAPIL 36,000,000
Latar Belakang
Dasar Hukum
PP No. 58 Tahun 2005 --- pasal 39 ayat (2)
“Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja dilakukan berdasarkan
capaian kinerja, indikator kinerja, analisis standar belanja, standar satuan
harga, dan standar pelayanan minimal”

Permendagri 13 Tahun 2006 --- pasal 93 ayat (1)


“Penyusunan RKA-SKPD berdasarkan prestasi kerja berdasarkan pada
indikator kinerja, capaian atau target kinerja, analisis standar belanja,
standar satuan harga, dan standar pelayanan minimal”
Metodologi
1. Pendekatan yang digunakan untuk menyusun Analisis Standar Belanja ini
adalah pendekatan Pembiayaan Berbasis Aktivitas (Activity Based Costing)
Metodologi
2. Mengikuti permintaan input ASB dalam Aplikasi SIMDA
yang akan digunakan di Pemkot Tasikmalaya
Struktur input ASB pada SIMDA
Terdapat 7 struktur input modul ASB SIMDA yaitu:
1. Identitas Perkada : Peraturan Bupati yang mengesahkan ASB
yang akan digunakan
2. Kelompok ASB : Kelompok ASB Kontruksi dan
Kelompok ASB Non Kontruksi
3. Sub Kelompok ASB : Sub kelompok dari kelompok ASB
4. Sub-sub Kelompok ASB :
5. Aktivitas ASB
6. Komponen Aktivitas
7. Rincian Komponen
Contoh Struktur dari ASB
Kelompok: Kontruksi
Sub Kelompok : Pembangunan Gedung
Sub-sub Kelompok: Pembangunan Gedung Sederhana
Aktivitas : Pembangunan Gedung Kantor Tipe C
Komponen Aktivitas: Pemasangan Pondasi
Rincian Komponen Belanja: Semen 10 zak,
Batu pondasi 10 kubik
Kelompok: Non Kontruksi
Sub Kelompok : Administrasi Perkantoran
Sub-sub Kelompok: Pengadaan Alat Tulis Kantor
Aktivitas : Pengadaan ATK untuk OPD bentuk Badan
Komponen Aktivitas: Pengadaan ATK
Rincian Komponen Belanja: Kertas HVS ukuran A4 70 gr 20 rim
Kertas HVS ukuran F4 70 gr 40 rim,
Format ASB Simda
1 KELOMPOK :
2 SUB KELOMPOK :
3 SUB- SUB KELOMPOK :
4 ZONA W ILA YA H SSH :
5 A KTIVITA S
SA TUA N A KTIVITA S : Uraian Satuan
Pemicu Biaya Utama
Pemicu Biaya Derivatif
Range
Kapasitas
6 KOMPONEN/ FC/ VOL/ HARGA
: VC KOEFISIEN
SATUAN
SATUAN
JUMLAH
RINCIA N KOMPONEN
Jenis ASB yang dapat dibuat:
Pada prakteknya ASB dapat di buat:
1. Secara Umum: ASB yang berlaku di semua OPD
contoh: ASB Penyusunan Renja OPD
ASB Penyusunan Lakip
2. Secara Khusus : ASB yang hanya berlaku di OPD
tersebut
contoh: ASB Penyusunan RKPD (Khusus di Bapelitbangda)
ASB Pelatihan Guru PAUD (Khusus di Disdik)

“Semakin banyak ASB yang menjadi standar dan berlaku umum


semakin baik”
Penyusunan ASB Umum
1. Kegiatan dilakukan pada semua OPD
2. Teridentifikasi aktivitas standar yang harus
dilakukan OPD
3. Teridentifikasi komponen pembelanjaan yang
standar untuk melaksanakan aktivitas.
4. Tersedianya data pelaksanaan aktivitas tersebut di
masa lalu sebagai bahan dalam menentukan jenis
dan volume item belanja.
5. Tersedianya standar satuan harga.
ASB Khusus
• Kegiatan hanya dilakukan pada satu atau lebih OPD
• Teridentifikasinya aktivitas-aktivitas yang khusus
yang tidak dapat dilakukan di OPD lain
• Tersedianya dasar atau panduan baik data masa lalu
atau peraturan yang mendasari perlunya aktivitas-
aktivitas khusus tersebut.
• Terdapat standar satuan harga
Contoh aktivitas yang dilaksanakan hampir di semua
OPD
1 Penyediaan jasa surat menyurat 18 Pengadaan perlengkapan gedung kantor
2 Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik 19 Pengadaan peralatan rumah jabatan/dinas
3 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor 20 Pengadaan peralatan gedung kantor
4 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional 21 Pengadaan mebeleur
5 Penyediaan jasa kebersihan kantor 22 Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan
6 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 23 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
7 Penyediaan alat tulis kantor 24 Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur
8 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 25 Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan
9 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 26 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
10 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 27 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan rumah jabatan/dinas
11 Penyediaan peralatan rumah tangga 28 Rehabilitasi sedang/berat mobil jabatan
12 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 29 Rehabilitasi sedang/berat kendaraan dinas/opasional
13 Penyediaan makanan dan minuman 30 Penyusunan Lakip
14 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah 31 Penyusunan Laporan Keuangan
15 Pengadaan mobil jabatan 32 Penyusunan Laporan barang
16 Pengadaan kendaraan dinas/operasional 33 Penyusunan Renja
17 Pengadaan perlengkapan rumah jabatan/dinas 34 Penyusunan Renstra
ASB Umum yang telah dikerjakan oleh bagian
Administrasi Pembangunan
1. ASB Aktivitas Penyusunan Laporan Keuangan.
2. ASB Aktivitas Penyusunan Laporan Barang.
3. ASB Aktivitas Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
4. ASB Aktivitas Penyusunan Rencana Kerja OPD (Renja)
5. ASB Aktivitas Penyusunan Rencana Strategis OPD (Renstra).
6. ASB Aktivitas Pemeliharaan Mobil usia dibawah Satu Tahun
7. ASB Aktivitas Pemeliharaan Mobil usia satu sampai dengan tiga tahun
8. ASB Aktivitas Pemeliharaan Mobil usia tiga sampai tujuh tahun.
9. ASB Aktivitas Pengadaan Alat Tulis Kantor Badan.
10. ASB Aktivitas Pengadaan Alat Tulis Kantor Dinas Teknis.
11. ASB Aktivitas Pengadaan Alat Tulis Kantor Kecamatan.
12. ASB Aktivitas Sosialisasi Kepada Masyarakat
13. ASB Aktivitas Pelatihan IKM Konveksi
14. ASB Aktivitas Pelatihan IKM Konveksi dengan pemberian alat.
Contoh Proses Penyusunan ASB Umum
ASB Aktivitas Penyusunan Rencana Kerja
Deskripsi Kegiatan:
Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh
setiap OPD di Kota Tasikmalaya. Kewajiban pembuatan laporan ini sebagai implementasi dari Undang-undang No
25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana, dan Permendagri No 54 tahun
2010 tentang Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah.

Deskripsi Aktivitas
Aktivitas yang dilakukan dalam proses penyusunan Rencana Kerja terdiri dari:
1. Rapat persiapan
2. Proses penyusunan draft Renja
3. Proses pembahasan
4. Proses Sinkronisasi dan Pengesahan Renja.
5. Proses pencetakan Renja.
Penyusunan ASB Renja
Komponen Pembiayaan Kegiatan
Biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan aktivitas diatas terdiri dari:
1. Pembelian ATK untuk proses penyusunan laporan dan pembahasan serta
administrasi kegiatan.
2. Makan minum untuk rapat persiapan dan rapat pembahasan dengan jumlah
tergantung kepada jumlah orang dalam tim.
3. Makan minum untuk proses penyusunan, dimana biaya nya tergantung kepada
banyaknya jumlah tim dan waktu dalam hari untuk proses penyelesaiannya.
4. Biaya lembur untuk tim, untuk pengerjaan melebihi jam kerja.
5. Biaya penggandaan dan pencetakan laporan dengan jumlah 10 eksemplar untuk
proses photo copy dan penjilidan.

Identifikasi Cost Driver: Jumlah Tim Penyusun


Fix Cost, Variabel Cost
1 PERANGKAT DAERAH
ASB Renja :
2 KELOMPOK : Non Kontruksi
3 SUB KELOMPOK : ADMINISTRASI PERKANTORAN
4 SUB- SUB KELOMPOK : Perencanaan Kerja
5 ZONA WILAYAH SSH : Semua Wilayah
6 AKTIVITAS : Penyusunan Rencana Kerja Tanpa Forum SKPD
7 SATUAN AKTIVITAS :
Pemicu Biaya Utama Jumlah Tim
Pemicu Biaya Derivatif Hari Kerja Tim
Range
Kapasitas
VOL/ HARGA
8 KOMPONEN/RINCIAN KOMPONEN : FC/ VC SATUAN JUMLAH
KOEFISIEN SATUAN

5 BELANJA
5.2 BELANJA LANGSUNG
5.2.2 Belanja Barang dan Jasa
5.2.2.01 Belanja bahan Habis Pakai
5.2.2.01.01 BelanjaAlat Tulis Kantor
BelanjaAlat Tulis Kantor
Ballpoint biasa FC 12 Unit
Kertas HVS F4 70 gr FC 7 Rim
Tinta printer black (refill) FC 4 Buah
Kertas HVS A4 80 gr FC 4 Buah
Tinta printer color (refill) FC 4 Buah

5.2.2.06 Belanja cetak dan pengadaan


5.2.2.06. 02 Belanja pengadaan
Belanja pengadaan
Poto copy FC 5,189 lembar

5.2.2.06. 04 Belanja penjilidan


Belanja penjilidan
Penjilidan FC 10 Jilid

5.2.2.01. 18 Belanja peralatan dan perlengkapan kantor


Belanja peralatan dan perlengkapan kantor
Map biasa FC 135 buah

5.2.2.11 Belanja makan dan minum


Makan VC 2 Dus
Snack VC 2 Dus
Terima Kasih