Anda di halaman 1dari 71

MEKANISME

PENYUSUNAN KTSP
BUKU I

TIM LPMP
Apa itu Apa itu
Manajemen Buku I
Sekolah? KTSP?
Mengapa
Menyusun
Buku I KTSP?

Bagaimana
Menyusun
Buku I KTSP?
MASALAH
1. KTSP ditempatkan sebagai
kelengkapan administrasi
bukan sebagai rencana kerja
sekolah.
2. Seringkali sekolah mengkopi
Buku I KTSP sekolah lain
tanpa mengetahui esensi
pengembangan KTSP.
PENYELESAIAN MASALAH
1. Menempatkan Buku I KTSP
sebagai rencana kerja atau
rencana operasional pelaksanan
pendidikan di satuan pendidikan.

2. Menyusun sendiri Buku I KTSP


dengan membentuk tim
penyusun dan melaksanakan
penyusunan sesuai langkah-
langkah yang diperlukan.
Komponen KTSP meliputi 3
Dokumen/Buku:

 Dokumen/Buku 1 berisi sekurang-kurangnya visi,


misi, tujuan, muatan kurikulum, pengaturan beban
belajar, dan kalender pendidikan;
 Dokumen/Buku 2 berisi silabus; dan
 Dokumen/Buku 3 berisi RPP yang disusun sesuai
potensi, minat, bakat, dan kemampuan peserta didik
di lingkungan belajar.
1. MENYUSUN VISI, MISI DAN TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
PETA KONSEP
2. MEREVISI MUATAN KURIKULUM

A. PENYUSUNAN KTSP
3. MENGATUR BEBAN BELAJAR
MANAJEMEN IMPLEMENTASI

4. MENYUSUN KALENDER PENDIDIKAN SEKOLAH


KURIKULUM 2013

1. MENETAPKAN SISTEM PENILAIAN (acuan kriteria)

2 MENGKOORDINASIKAN KEGIATAN PENILAIAN


B. PENGELOLAAN PENILAIAN

3. Mengolah hasil penilaian kelas


4. MENINDAKLANJUTI HASIL PENILAIAN

1. PEMINATAN DI SMA
C. PEMINATAN

2. PEMINATAN DI SMK
SISTIMATIKA KTSP
Dokumen Buku 1
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan terdiri atas latar belakang, landasan, tujuan, acuan
konseptual, dan prinsip pengembangan KTSP. Prinsip Pelaksanaan KTSP
Bab II Visi, Misi, Tujuan , strategi dan tujuan Satuan Pendidikan.
Bab III Muatan Kurikuler terdiri atas muatan kurikulum pada tingkat nasional, muatan
kurikulum pada tingkat daerah pada tiap mata pelajaran, muatan kekhasan
satuan pendidikan, bimbingan konseling,(Psiko edukatif) dan ekstrakurikuler,
Beban belajar peserta didik, ketuntasan belajar, remedial/pengayaan, kriteria
kenaikan kelas dan kelulusan., penidikan berbasis keunggulan lokal dan global,
pengembangan budi pekerti dan literasi
Bab IV Kalender pendidikan.
Bab V Penutup
lampiran..
BAGIAN AWAL KTSP
Halaman judul
Kurikulum SD/MI, SMP/M.Ts, SMA/MA, SMK/MK
Tahun Pelajaran
logo satuan pendidikan,
alamat satuan pendidikan.
Halaman pengesahan
Pengantar pengesahan, tanggal pengesahan, tanda tangan kepala sekolah, tanda
tangan ketua komite sekolah, dan tanda tangan pengesahan Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota.
Kata pengantar
Kata pengantar memuat tujuan disusunnya dokumen KTSP, ucapan syukur, ucapan
terima kasih, dan keterbukaan menerima saran.
Daftar isi
Berupa sistematika dokumen dan diikuti nomor halaman.
BAB I. PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Memuat informasi perubahan kurikulum
beserta rasionalnya, keinginan satuan
pendidikan untuk melakukan perubahan
kurikulum, dan harapan pemangku
kepentingan di satuan pendidikan dalam
melaksanakan KTSP.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang
selanjutnya disingkat KTSP adalah
C. PENYUSUNAN KTSPkurikulum
operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan.

KTSP disusun sebagai acuan pelaksanaan


pendidikan, pembelajaran, dan penilaian di
satuan pendidikan.
Landasan Penyusunan KTSP
• UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
• PP No 32/13 tahun 2013/2016 tentang Standar Nasional Pendidikan
• Permendikbud No 20 tahun 2016 tentang SKL
• Permendikbud No 21 tahun 2016 tentang Standar Isi
• Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang Standar proses
• Permendikbud No 23 tahun 2016 Standar Penilaian Pendidikan
• Permendikbud No 24 tahun 2016 tentang Kompetensi inti dan
Kompetensi Dasar
• Permendikbud No 61 tahun 2014 tentang KTSP
• Permendikbud no 53 tahun 2015, Penilaian hasil belajar
• Permen 23 2015 GPBP dan GLS
• Peraturan perundang-undangan yang relevan yang diberlakukan di
daerah. ( Pergub 69 2013)
• SK Kepala Sekolah
ACUAN KONSEP KTSP
1. Peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia;
2. Kebutuhan kompetensi masa depan;
3. Peningkatan potensi, kecerdasan, bakat, dan minat sesuai dengan
tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik;
4. Keragaman potensi dan karakteristik daerah serta lingkungan;
5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
6. Tuntutan dunia kerja;
7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
8. Toleransi dan kerukunan umat beragama;
9. Dinamika perkembangan global;
10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan;
11. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat;
12. Kesetaraan jender; dan Karakteristik satuan pendidikan.
PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan


peserta didik dan lingkungannya pada masa kini dan yang akan
datang;
2. Beragam dan terpadu;
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni;
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
5. Menyeluruh dan berkesinambungan;
6. Belajar sepanjang hayat; dan
7. Memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN
SEKOLAH
PENGUATAN
Visi adalah, cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang
dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan

KONDISI YANG
DIHARAPKAN VISI
V
I TARGET
Syarat rumusan visi
1. Bukan fakta tapi pandangan ideal masa depan
2. Memberikan arah mendorong warga sekolah
S WAKTU berkinerja baik
3. Inspiratif dan siap menghadapi tantangan
4. Menjembatani masa kini dan masa datang
I 5. Gambaran realistik dan kredibel dengan masa
depan yang menarik
6. Tidak statis dan tidak untuk selamanya
KONDISI RIIL
sulaeman_mm@yahoo.com
Singkat, padat Inspiratif dan
dan mudah Ideal ingin dicapai
menantang untuk
diingat di masa yang akan
mencapainya
datang

Memungkinkan
perubahan/penyes
Menarik bagi
uaian
warga sekolah
KRITERIA VISI
Menjamin
Memberikan arah
kesinambungan
dan fokus strategi
kepemimpinan

Menumbuhkan Mampu menjadi


komitmen warga Orientasi masa perekat gagasan
sekolah depan strategis
CONTOH VISI

Unggul dalam prestasi beriman dan bertaqwa


Indikator :
 Unggul dalam memperoleh UASBN atau UN
 Unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang pendidikan di
atasnya
 Unggul dalam karya ilmiah remaja
 Unggul dalam lomba kreativitas
 Unggul dalam lomba kesenian
 Unggul dalam lomba olah raga
 Unggul dalam keterampilan (mengoprasikan Komputer dan
internet, Public Speaker)
 Unggul dalam disiplin
 Unggul dalam aktvitas keagamaan
 Unggul dalam kepedulian sosial
sulaeman_mm@yahoo.com
sulaeman_mm@yahoo.com
Contoh lain

• TERWUJUDNYA LULUSAN YANG


CERDAS, KREATIF,INOVATIF,
BERAKHLAQUL KARIMAH DAN
BERWAWASAN GLOBAL
VISI DAN MISI

• Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015 –


2019

• Visi :
• “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan
Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan
Gotong Royong”
• Misi :
• Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan
Kebudayaan yang Kuat
• Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan
Berkeadilan
• Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu
• Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan
Pengembangan Bahasa
• Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta
Pernyataan harus jelas; Kalimat menunjukkan “tindakan”
apa yang hendak dicapai Bukan “keadaaan”

MISI
Sesuatu yang harus
diemban/dilaksanakan sebagai
penjabaran visi yang telah
ditetapkan dalam kurun waktu
tertentu untuk menjadi rujukan
bagi penyusunan program jangka
pendek, menengah, dan jangka
panjang, berdasarkan masukan
dari seluruh warga sekolah

 Satu indikator visi dapat Menggambarkan adanya


produk/layanan yang Kualitas produk/layanan
dirumuskan lebih dari memiliki daya saing
diberikan
satu rumusan misi
CONTOH MISI
Mengembangkan sumber daya secara optimal dalam rangka
mempersiapkan siswa di era global
Indikator :
 Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga
setiap peserta didik berkembang secara optimal.
 Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada
seluruh warga sekolah.
 Mendorong dan membantu setiap peserta didik untuk mengenali
potensi dirinya sehingga dapat dapat dikembangkan secara optimal.
 Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut
dan budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam
bertindak.
 Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh
warga sekolah dan stakeholder.
sulaeman_mm@yahoo.com
sulaeman_mm@yahoo.com
Tujuan Strategis

• Penguatan Peran Siswa, Guru, Tenaga Kependidikan, Orang tua,


dan Aparatur Institusi Pendidikan dalam Ekosistem Pendidikan
• Pemberdayaan Pelaku Budaya dalam Melestarikan Kebudayaan
• Peningkatan Akses PAUD, Dikdas, Dikmen, Dikmas, dan
Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
• Peningkatan Mutu dan Relevansi Pembelajaran yang Berorientasi
pada Pembentukan Karakter
• Peningkatan Jati Diri Bangsa melalui Pelestarian dan Diplomasi
Kebudayaan serta Pemakaian Bahasa sebagai Pengantar
Pendidikan
• Peningkatan Sistem Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
dengan Melibatkan Publik
Pencapaian tujuan
berkontribusi
memenuhi misi &
Mendeskripsikan program Relatif jangka
hal-hal yang perlu
panjang
diwujudkan

TUJUAN
Tujuan satuan pendidikan adalah, gambaran tingkat kualitas
yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu maksimal 4
(empat) tahun oleh setiap satuan pendidikan dengan
mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan
pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Menantang,
Menggambar relistik & dapat
Menggambarkan
kan hasil dicapai
arah yang jelas

Spesifik dan Menyatakan kegiatan apa


akuntabel Penjabaran misi yang dikerjakan dan kapan
• "Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3,
• .== Tujuan Pendidikan ==
• TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL ADALAH MENGEMBANGKAN
POTENSI PESERTA DIDIK AGAR MENJADI MANUSIA YANG
BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA,
BERAKHLAK MULIA, SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF,
MANDIRI, DAN MENJADI WARGA NEGARA YANG DEMOKRATIS
SERTA BERTANGGUNG JAWAB
CONTOH TUJUAN

Menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berbudaya

Indikator :
 Pada tahun 2018 rata-rata UASBN mencapai nilai minimal 7,00.
 Pada tahun 2018 proporsi lulusan yang melanjutkan ke sekolah
unggul minimal 40%
 Pada tahun 2018 memiliki tim kesenian yang tampil pada acara
setingkat propinsi.
BAB III
MUATAN KURIKULER
MUATAN KURIKULUM
PERMENDIKBUD,
MUATAN
57,58,59 DAN 60
NASIONAL
TH 2014

MUATAN LOKAL PERDA /KEP GUB,


MUATAN BUPATI/WALI KOTA
KURIKULUM KTSP

MUATAN
KTSP SESUAI KEP.
KEKHASAN SATUAN
KEPALA SEKOLAH
PENDIDIKAN
Struktur Kurikulum SD/MI

ALOKASI WAKTU PER MINGGU


MATA PELAJARAN
I II III IV V VI
Kelompok A (Umum)
1. Pendidikan Agama dan Budi
4 4 4 4 4 4
Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan
5 5 6 5 5 5
Kewarganegaran
3. Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7
4. Matematika 5 6 6 6 6 6
5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3
Kelompok B (Umum)
1. Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4 4 4 4
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga,
Beban Belajar Penugasan Terstruktur dan
Mandiri Sistem Paket

SD/MI
•Maksimal 40% dari tatap muka

SMP
•Maksimal 50% dari tatap muka

SMA/K
•Maksimal 60% dari tatap muka
PENAMBAHAN JAM BELAJAR
Satuan pendidikan boleh menambah beban belajar
berdasarkan pertimbangan kbutuhan belajar pserta
didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial,
budaya, dan faktor lain yang dianggap penting oleh
satuan pendidikan dan/atau daerah, atas beban
pemerintah daerah atau satuan pendidikan yang
menetapkannya.
Konsekuensi penambahan beban belajar pada
satuan pendidikan menjadi tanggung jawab satuan
pendidikan yang bersangkutan.
MUATAN LOKAL MERUPAKAN
Bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan
pendidikan yang berisi muatan dan proses
pembelajaran tentang potensi dan keunikan
lokal, dalam kerangka untuk membentuk
pemahaman peserta didik terhadap keungglan
dan kearifan di daerah tempat tinggalnya.
TUJUAN MUATAN LOKAL
Membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang diperlukan untuk:
a. mengenal dan mencintai lingkungan alam, sosial, budaya, dan
spiritual di daerahnya;
b. melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan
daerah yang berguna bgi diri dan lingkungannya dlm rangka
menunjang pembangunan nasional.
PP No 32/13 Tahun 2013/15 tentang Perubahan Atas PP No 19 Tahun
2005 tentang SNP:
Pasal 77A ayat (2) menyebutkan bahwa

Kerangka Dasar Kurikulum sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai:
a. acuan dalam Pengembangan Struktur Kurikulum pada tingkat
nasional;
b. acuan dalam Pengembangan muatan lokal pada tingkat daerah; dan
c. pedoman dalam Pengembangan KTSP.
PP No 32/13 Tahun 2013: Pasal 38 ayat (2) mengatur bahwa kurikulum
pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan
relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite
sekolah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau
kantor departemen agama kab/kota
Dokumen mulok terdiri atas:
a. Kompetensi Dasar;
b. Silabus; dan
c. Buku Teks Pelajaran.

sulaeman_mm@yahoo.com
LAYANAN BIMBINGAN KONSELING/PSIKO
EDUKATIF
Perlu menjelaskan strategi layanan BK (Sepuluh
layanan, yaitu layanan orientasi, informasi,
penempatan dan penyuluhan, penguasaan
konten, konseling perorangan, bimbingan
kelompok, konseling kelompok, konsultasi,
mediasi, dan advokasi).
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAN KTSP

Pasal 53 ayat (2) butir a PP Nomor 19 Tahun


2005 tentang SNP sebagaimana telah diubah
dengan PP Nomor 32 Tahun 2013 bahwa
kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu
perangkat operasional kurikulum, yang perlu
disusun dan dituangkan dalam rencana kerja
tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan
serta dievaluasi pelaksanaannya setiap semester
oleh satuan pendidikan.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
• Sekolah harus mengembangkan program ekstrakurikuler
pramuka, melalui sistim blok, aktualisasi dan reguler.
Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang
dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minat
masing-masing.
Program Kegiatan Ekstrakurikuler memuat:
rasional dan tujuan umum;
deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler;
pengelolaan;
pendanaan; dan
evaluasi
Pengembangan Pendidikan berbasis
keunggulan lokal/ global
• Pendidikan berbasis keunggulan lokal
terintegrasi pada pendidikan ekstrakurikuler
• sedangkan pendidikan keunggulan global
terintegrasi pada Program Penguasaan IPTEK
melalui ekstrakurikuler komputer,Bahasa
Inggris,Robotik dll
PENGATURAN BEBAN BELAJAR

• Beban belajaran dalam Kurikulum 2013 terdiri atas beban


belajar sisten paket dan sistem SKS. Beban belajar pada
sistem paket terdiri atas pembelajaran tatap muka,
penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri.
PENAMBAHAN JAM BELAJAR
Satuan pendidikan boleh menambah beban belajar
berdasarkan pertimbangan kbutuhan belajar
pserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial,
budaya, dan faktor lain yang dianggap penting oleh
satuan pendidikan dan/atau daerah, atas beban
pemerintah daerah atau satuan pendidikan yang
menetapkannya.
Konsekuensi penambahan beban belajar pada
satuan pendidikan menjadi tanggung jawab satuan
pendidikan yang bersangkutan.
Beban belajar di Sekolah Dasar
Beban belajar di SD dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu.
• Beban belajar satu minggu Kelas 1 ,30 jp, kls 2,32 kls 3,34 kls 4,36,kls
5,36 kls 6,36
• Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
• Beban belajar dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling
banyak 20 minggu.
• Beban belajar pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling
banyak 20 minggu.
• Beban belajar pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan
paling banyak 16 minggu.
• Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu
dan paling banyak 40 minggu.
PENETAPAN KKM MAPEL
Prosedur
1. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran
2. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik (intake)
3. Menentukan karakteristik mata pelajaran (kompleksitas
materi/kompetensi)
4. Menentukan kondisi satuan pendidikan (daya dukung)

Untuk memudahkan analisis setiap KD, perlu dibuat skala


penilaian yang disepakati oleh guru kelas dan guru mata
pelajaran.
PENETAPAN KKM SATUAN PENDIDIKAN

Prosedur :
1. Mengidentifikasi KKM setiap mata pelajaran
2. Menentukan Predikat
3. Menetapkan KKm satuan pendidikan dari KKM terendah
4. KKM Satuan Pendidikan digunakan untuk menentukan
predikat dan deskripsi raport.
Pada kurikulum 2013 telah mengatur 3 syarat kenaikan kelas, ketiga syarat kenaikan kelas tersebut antara lain.
1. Minimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas
Agar siswa naik kelas maka semua nilai mata pelajaran harus tuntas atau minimal sama atau melampaui nilai KKM yang ditetapkan
oleh sekolah. Apabila terdapat 3 mata pelajaran yang nilainya kurang dari KKM maka siswa tersebut masih bisa dinyatakan “naik
kelas”. Sedangkan akan dinyatakan “tinggal kelas” apabila nilai siswa atau hasil evaluasi belajar siswa yang tertuang dalam repor nilai
melebihi 3 mata pelajaran yang nilainya dibawah KKM. Nilai rapor yang dihitung untuk dipertimbangkan naik kelas atau tidak naik
kelas adalah nilai rata-rata mata pelajaran semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

2. Kehadiran minimal 75%


Jumlah kehadiran juga menjadi pertimbangan kenaikan kelas. Siswa yang kehadirannya kurang dari 75% dinyatakan “tinggal kelas”
sedangkan siswa yang kehadirannya 75% ke atas dinyatakan memenuhi syarat kenaikan kelas. Perhitungan kehadiran bukan hanya
kehadiran pada semester dua melainkan kehadiran pada semester satu dan dua.

3. Disesuaikan dan dipertimbangkan oleh Sekolah


Sedangkan syarat yang ketiga adalah kebijakan sekolah dengan mempertimbangkan beberapa hal misalnya sarana dan prasarana
sekolah, sumber materi pelajaran, kompetensi guru dan siswa, media ajar, dan lain-lain. Selain itu, pengaruh luar juga harus

dipertimbangkan misalnya akses ke sekolah, tingkat ekonomi masyarakat sekitar dan lain-lain .
Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan

 Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas


dan kelulusan, serta strategi penanganan peserta didik
yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh
sekolah. Program disusun mengacu pada hal-hal
sebagai berikut:
 Panduan kenaikan kelas yang disusun oleh Dit. Pembinaan
terkait
 Ketentuan kelulusan yang diatur secara khusus dalam
peraturan perundang-undangan tersendiri.
Contoh Kriteria Kenaikan Kelas
(Permendikbud No. 104 Thn 2014 ttg Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Dikdasmen)

• SD/MI: Menggunakan prinsip kenaikan kelas otomatis;

• SMP, SMA dan SMK: Dinyatakan tidak naik kelas bila terdapat 3 mata
pelajaran atau lebih, pada kompetensi pengetahuan, keterampilan,
dan/atau sikap belum tuntas/belum baik.
PENGELOLAAN PENILAIAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN
(Permenikbud no 23 thn 2016)

a. penetapan KKM yang harus dicapai oleh peserta


didik melalui rapat dewan pendidik;
b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan
pada semua mata pelajaran mencakup aspek
sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
c. penilaian pada akhir jenjang pendidikan dilakukan
melalui ujian sekolah/madrasah;
1

PENETAPAN KKM
KKM
KKM kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan
pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan,
mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata
pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.

INTAKE
KKM

ANALISIS KD

DAYA DUKUNG
PENETAPAN KKM MAPEL
Prosedur
1. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran
2. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik (intake)
3. Menentukan karakteristik mata pelajaran (kompleksitas
materi/kompetensi)
4. Menentukan kondisi satuan pendidikan (daya dukung)

Untuk memudahkan analisis setiap KD, perlu dibuat skala


penilaian yang disepakati oleh guru kelas dan guru mata
pelajaran.
Contoh Kriteria dan Skala Penilaian Penetapan KKM

Aspek yang
Kriteria dan Skala Penilaian
dianalisis
Tinggi Sedang Rendah
Kompleksitas
< 65 65-79 80-100
Tinggi Sedang Rendah
Daya Dukung
80-100 65-79 <65
Intake peserta Tinggi Sedang Rendah
didik 80-100 65-79 <65
KKM per KD =

CONTOH KKM
RUMUS KKM KD

KKM per KD =

Misalkan aspek daya dukung mendapat nilai 90


aspek kompleksitas mendapat nilai 70
aspek intake mendapat skor 65

Jika bobot setiap aspek sama, nilai KKM untuk KD tersebut

=
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
Muatan Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas : I
SUMBER DAYA DUKUNG
INTAKE
KOMPLEKSITAS KETUNTASAN
KOMPETENSI DASAR PENDIDIK*) SARANA PRASARANA**) (POTENSI SISWA)
(%)
40 - 100 40 - 100 40 - 100 40 - 100
3.1 Menjelaskan makna bilangan cacah sampai dengan
99 sebagai banyak anggota suatu kumpulan objek
60 70 70 65 66
3.2 Menjelaskan bilangan sampai dua angka dan nilai
tempat penyusun lambang bilangan menggunakan 65 70 70 65 68
kumpulan benda konkret serta cara membacanya
3.3 Membandingkan dua bilangan sampai dua angka
dengan menggunakan kumpulan benda-benda 65 70 60 65 65
konkret
3.4 Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan
pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan
cacah sampai dengan 99 dalam kehidupan sehari-hari
60 70 70 65 66
serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan
3.5 Mengenal pola bilangan yang berkaitan dengan
kumpulan benda/gambar/gerakan atau lainnya
60 70 65 65 65
3.6 Mengenal bangun ruang dan bangun datar dengan
menggunakan berbagai benda konkret
70 70 65 65 68
3.7 Mengidentifikasi bangun datar yang dapat disusun
membentuk pola pengubinan
60 70 65 65 65
3.8 Mengenal dan menentukan panjang dan berat
dengan satuan tidak baku menggunakan 70 70 65 70 69
benda/situasi konkret
3.9 Membandingkan panjang, berat, lamanya waktu, dan
suhu menggunakan benda/situasi konkret
70 70 70 70 70

4.1 Menyajikan bilangan cacah sampai dengan 99 yang


bersesuaian dengan banyak anggota kumpulan objek 60 70 70 60 65
yang disajikan
4.2 Menuliskan lambang bilangan sampai dua angka
yang menyatakan banyak anggota suatu kumpulan 60 70 70 60 65
objek dengan ide nilai tempat
4.3 Mengurutkan bilangan-bilangan sampai dua angka
dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar atau
sebaliknya dengan menggunakan kumpulan benda-
65 70 65 65 66
benda konkret
4.4 Menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang
berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai
60 70 65 60 64
dengan 99
4.5 Memprediksi dan membuat pola bilangan yang
berkaitan dengan kumpulan benda/gambar/ gerakan 65 60 65 60 63
atau lainnya
4.6 Mengklasifikasi bangun ruang dan bangun datar
dengan menggunakan berbagai benda konkret
65 70 70 65 68
4.7 Menyusun bangun-bangun datar untuk membentuk
pola pengubinan
65 70 70 65 68
4.8 Melakukan pengukuran panjang dan berat dalam
satuan tidak baku dengan menggunakan 70 70 70 70 70
benda/situasi konkret
4.9
sulaeman_mm@yahoo.com
Mengurutkan benda/kejadian/ keadaan berdasarkan
panjang, berat, lamanya waktu, dan suhu
70 70 70 70 70
KKM MUATAN PELAJARAN MATEMATIKA 67
REKAPITULASI KKM TIAP MATA
PELAJARAN DI SETIAP KELAS
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

• Penentuan ketuntasan hasil belajar dilakukan pada


awal tahun pelajaran melalui musyawarah oleh
satuan pendidikan. Nilai ketuntasan minimal untuk
KD pengetahuan dan KD keterampilan adalah 60,
sedangkan untuk sikap spiritual dan sikap social
adalah baik (B). Satuan pendidikan dapat
menentukan nilai ketuntasan minimal diatas nilai
ketuntasan minimal yang ditentukan pemerintah,
melalui proses analisis kondisi sekolah
PROGRAM REMEDIAL DAN CARA PELAKSANAANNYA

Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk


Kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran
remedial diberikan kepada siswa yang belum mencapai KBM/KKM.
Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:
• pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang
berbeda, menyesuaikan dengan gaya belajar siswa;
• pemberian bimbingan secara perorangan;
• pemberian tugas-tugas atau latihan secara khusus, dimulai dengan
tugas-tugas atau latihan sesuai dengan kemampuannya;
• pemanfaatan tutor sebaya, yaitu siswa dibantu oleh teman sekelas
yang telah mencapai KBM/KKM.
• Pembelajaran remedial diberikan segera setelah siswa diketahui belum
mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PH, PTS, atau PAS.
PROGRAM PENGAYAAN
Pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:
• Belajar kelompok, yaitu sekelompok siswa diberi tugas pengayaan untuk
dikerjakan bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran;
• Belajar mandiri, yaitu siswa diberi tugas pengayaan untuk dikerjakan
sendiri/individual;
• Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada
tema tertentu sehingga siswa dapat mempelajari hubungan antara
berbagai disiplin ilmu.
• Pengayaan biasanya diberikan segera setelah siswa diketahui telah
mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil PH. Mereka yang telah mencapai
KBM/KKM berdasarkan hasil PTS dan PAS umumnya tidak diberi
pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali,
tidak berulang-kali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran
pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian.
KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
Siswa SD dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat:
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada
tahun pelajaran yang diikuti.
2. Deskripsi sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan oleh satuan pendidikan.
3. Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan minimal BAIK.
4. Tidak memiliki LEBIH DARI dua mata pelajaran yang masing-masing nilai
kompetensi pengetahuan dan/atau kompetensi keterampilannya di bawah
KBM/KKM.
5. Seorang siswa naik kelas atau tidak didasarkan pada hasil rapat pleno dewan
guru dengan mempertimbangkan kebijakan sekolah, seperti minimal
kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di
sekolah tersebut
Kriteria Kenaikan Kelas
Berdasarkan Permendikbud No.23 Tahun 2016 tentang Penilaian Hasil
Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah, kriteria kenaikan kelas adalah sebagai berikut:

1. Kenaikan kelas dan/atau kelulusan peserta didik ditetapkan


melalui rapat dewan guru.
2. Hasil belajar yang diperoleh dari penilaian oleh pendidik,
digunakan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik.
3. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar
paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi
pengetahuan, keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.

sulaeman_mm@yahoo.com
KALENDER PENIDIKAN
Permulaan tahun pelajaran

Pengaturan waktu belajar efektif

Kalender
Pengaturan Waktu Libur
Pendidikan
4.
Rincian Kegiatan sekolah
KALENDER PENDIDIKAN

Tentukan alokasi waktu yang pasti berdasarkan Pedoman Alokasi


Waktu Pada Kalender Pendidikan berikut ini.
No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan Digunakan untuk kegiatan


maksimum 38 minggu pembelajaran efektif pada setiap
satuan pendidikan
2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester

3. Jeda antarsemester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II

4. Libur akhir tahun Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan


pelajaran kegiatan dan administrasi akhir dan
awal tahun pelajaran
LANJUTAN

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

5. Hari libur keagamaan 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur


keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya
sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif
6. Hari libur umum/nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

7. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri
kekhususan masing-masing
8. Kegiatan khusus Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan
sekolah/madrasah secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa
mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan
waktu pembelajaran efektif

Jabarkan dalam rincian kegiatan setiap bulan dalan satu tahun pelajaran
MANAJEMEN PENYUSUNAN KTSP

Penyusun KTSP
Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di satuan pendidikan yang
ditetapkan oleh Kepala Sekolah. TPK sebagai tim penyusun
KTSP terdiri atas: guru, konselor, dan kepala sekolah sebagai
ketua merangkap anggota. Dalam kegiatan penyusunan KTSP,
tim penyusun melibatkan komite sekolah, nara sumber, dan
pihak lain yang terkait. Koordinasi dan supervisi dilakukan
oleh dinas yang bertanggung jawab di bidang pendidikan
tingkat kabupaten/kota.
LANJUTAN

Penyusunan KTSP
Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah.
Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah yang
diselenggarakan sebelum tahun pelajaran baru.
Pengesahan KTSP
Kepala sekolah, Komite Sekolah, dan disahkan oleh Kepala Dinas pendidikan tingkat
kabupatenk/kota.

Perevisian KTSP
KTSP dapat direvisi dalam tahun berjalan sesuai dengan tujuan sekolah yang ingin
dicapai, dengan catatan revisi diarahkan untuk peningkatan mutu satuan pendidikan
bukan untuk penurunan mutu.
Tugas
Diskusikan dalam kelompok:

1. Menganalisis muatan dan struktur kurikulum


pada Dokumen I KTSP
2. Merancang program kegiatan kepramukaan.
3. Merancang program budi pekerti an literasi
3. Pengembangan program muatan lokal.

Gunakan LK 1, 2, 3
PROGRAM SEKOLAH
Pengertian Program
• Program merupakan implementasi dari visi, misi dan
tujuan.
• Program yang dimaksudkan dalam makalah ini
adalah program operasional.
• Program operasional didefinisikan sebagai kumpulan
kegiatan yang dihimpun dalam satu kelompok yang
sama secara sendiri-sndiri atau bersama-sama untuk
mencapai tujuan dan sasaran (Kdon, 2006:135).
• Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan
terpadu, dilaksanakan oleh satu instansi pemerintah atau
lebih ataupun dalam rangka kerja sama dengan masyarakat
atau yang merupakan partisipasi aktif masyarakat guna
mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
• Wujud nyata sebuah organisasi adalah adanya program
operasional yang akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan.
• Beberapa ciri-ciri program operasional adalah:
• 1) Program kerja operasional didasarkan atas
perumusan visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan
yang telah ditetapkan.
• 2) Program kerja operasional pada dasarnya
merupakan upaya untuk implementasi strategi
organisasi.
• 3) Program kerja operasional merupakan proses
penentuan jumlah dan jenis sumber daya yang
diperlukan dalam rangka pelaksanaan satu rencana.
• 4) Program operasional merupakan penjabaran riil
tentang langkah-langkah yang diambil untuk
menjabarkan kebijakan.
• 5) Program operasional dapat bersifat jangka
panjang dan menengah, atau bersifat tahunan.
• 6) Program kerja operasional tidak terlepas dari
kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.
SEKIAN
DAN TERIMAKASIH