Anda di halaman 1dari 17

Indri Romdonah

Intan Nirmala
Janifa Novita
Mimin Ati Sudiarti
Psikofisiologis
 Menurut KBBI  Psikofisiologis adalah suatu ilmu dalam
Psikologi yang membahas mengenai gabungan antara jiwa
(Psiko) dan badan (Fisik)

studi mengenai hubungan dari fenomena mental atau behavioral


dengan proses-proses jasmani, khususnya studi mengenai
aktivitas spontan dari bermacam-macam organ jasmaniah seperti
dari otak, jantung, dan otot-otot ketika berlangsungnya perilaku

 Gangguan psikofisiologis ditandai dengan simptom-smmptom


nyata pada fisik yang disebabkan atau diperburuk faktor
psikologis
 Psikofisiologis adalah tentang perubahan dalam fungsi
tubuh sebagai akibat dari pengalaman psikologis
individu
 Respon-respon psikofisiologis seperti jantung
berdebar-debar, wajah yang merona merah, air mata,
gairah seksual, dll
 Respon tersebut merefleksikan keadaan psikologi
seseorang, khususnya derajat & kemungkinan tipe
rangsangan emosional tertentu
Rangsangan Psikofisiologis merupakan hasil dari aktivitas dua sistem komunikasi yang berbeda & berada dalam
tubuh, yaitu:

Sistem Endorkin Sistem Saraf Otonom


 Merupakan sekumpulan glandula/kelenjar  Sistem Saraf Otonom = Merupakan
yang ditemukan di berbagai lokasi Subdivisi dari sistem saraf tepi
diseluruh tubuh  Sistem Saraf Otonom bertanggung jawab
 Kelenjar ini menghasilkan respon-respon untuk reaksi respon psikofisiologis yg
psikofisiologis dengan melepaskan terjadi
hormon ke dalam aliran darah\
 Abnormalitas tertentu dalam fungsi sistem
endokrin diketahui menyebabkan
berbagai simtom psikologis
 Contoh = penyakit hipertiriodisme
(graves), dimana kelenjar tiroid terlalu
banyak menyekresi hormon trikosin, yang
menyebabkan keresahan, agitsai, dan
kecemasan
Gangguan Psikofisiologis
 Psikofisiologis disebut juga Gangguan Psikosomatik = gangguan pada
perkembangan yang disebabkan:
1. Keadaan Fisik
2. Gangguan yg disebabkan oleh Emosi / Keadaan Psikologis lain

 Disebut juga gangguan Psikofisis = merupakan penyakit yang mencakup


kerusakan tubuh yang sebagian besar disebabkan oleh factor psikologis
 Gejala yang banyak dijumpai seperti, sakit kepala, mudah pingsan, jantung
berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pada lambung dan sebagainya
dengan frekuensi yang berulang. Hal tersebut biasanya disebabkan sebuah
beban dalam pikiran, yang berkaitan dengan stress dan tingkat emosi
Stres & Kesehatan
 Stres meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit
fisik, dari mulai gangguan pencernaan sampai penyakit
jantung (e.g., Cohen dkk., 1993)
 Istilah stress digunakan untuk merujuk kondisi
lingkungan yang memicu psikopatologi (studi tentang
penyakit mental, tekanan mental, dan abnormal/perilaku
maladaptive)
 Stress  respons terhadap berbagai kondisi
lingkungan, dan didefenisika sebagai kriteria yang
sangat beragam seperti penderita emosional,deteriorasi
kinerja, atau berbagai perubahan fisiologis seperti
meningkatnya konduktans kulit atau meningkatnya
hormon tertentu.
 Emosi yg negatif bisa menurunkan perilaku hidup sehat
seperti individu jadi cenderung malas berolahraga,
mengkonsumi alkohol, hingga penggunaan obat
terlarang
 Coping Strategi  memfokuskan diri untuk menyelesaikan masalah atau
untuk mengatur berbagai emosi negatif yang ditimbulkan oleh masalah
tersebut. Mencari kenyamanan atau dukungan sosial dari orang lain
merupakan contoh coping yang difokuskan pada emosi

 Prediksi dan control


prediktabilitas dan kontrol dapat mengurangi stres.
Prediktabilitas membantu individu untuk mengantisipasi timbulnya stressor

 Optimis  memiliki sikap positif terhadap stres, dengan berpikir positif


bahwa Stres sebagai tantangan bukan sebagai hambatan. Individu yang
berpikir positif mempunyai kondisi kesehatan yang lebih baik dan lebih
sedikit resiko untuk terserang penyakit (Carver & Scheier, 1999; Kub
zansky et al., 2001).
 Religious Coping
Kepercayaan terhadap Tuhan mendorong aktif,
mengatasi dan
mengurangi rasa sakit, depresi, dan peningkatan
psikologis individu (Abraído-Lanza, Vásquez, &
Echeverría, 2004).
Keyakinan agama dapat membantu penderita untuk
mendapatkan kontrol dengan Tuhan,
 Dukungan Sosial
1. Dukungan Sosial Struktural = Status kehidupan
social, Jumlah Teman, dll
2. Dukungan Sosial Fungsional = Kualitas hubugan
Dukungan Sosial dapat menjadi perantara untuk
mediasi penanganan Stres dengan dukungan dari
orang-orang social di sekitar kita, namun Lingkungan
Sosial juga dapat menjadi factor pemicu stress atau
penambah stress jika dukungan tersebut tidak
didapatkan sesuai harapan
 Teori Biologi
1. Teori Kelemahan Somatik = faktor faktor genetik, penyakit yang
pernah diderita sebelumnya, diet, dan sejenisnya yang dapat
menganggu sistem organ tertentu, yang kemudian menjadi lemah,
dan tidak memiliki daya tahan terhadap stress.
2. Teori Reaksi Spesifik = seseorang merespon stress dengan cara
khas mereka sendiri, dan sistem tubuh yang paling responsif menjadi
kandidat yang paling mungkin mengalami gangguan psikofisiologis
yang terjadi kemudian. Contoh, seseorang yang bereaksi terhadap
stress dengan naiknya tekanan darah lebih dapat beresiko
mengalami hipertens esensial.
Cont…

 Teori Psikofisiologis
1. Teori Psikoanalisis = berpendapat bahwa konflik-konflik
tertentu dan kondisi emosional negatif yang terkait dengannya
memicu terjadinya gangguan psikofisiologis.

Jenis-Jenis penyakit dari Gangguan Psikologis lainnya adalah


Gangguan Kardiovaskular
1. Hipertensi Esensial (Tekanan Darah Tinggi) =
hipertensi tanpa penyebab biologis yang nyata
(hipertensi primer)

2. Penyakit Jantung Koroner = merupakan rasa sakit


di dada secara berkala, biasanya di belakang tulang
dada dan sering kali menyebar ke punggung dan
kadang bahu dan lengan kiri yang disebabka oleh
kurangnya pasokan oksigen ke jantung (iskemia)

3. Asma = terjadi penyempitan saluran udara pada


paru-paru, saluran tersebut bersifat hipersensitif,
sehngga menjadi sangat sulit untuk bernapas
(terutama untuk menhembuskan napas) dan
tersengal senggal. Pemicunya adalah infeksi virus,
zat-zat alergen, polusi, asap, olah raga, kedinginan,
dan kondisi emosional
Psikologi Kesehatan
Psikologi Kesehatan  fokus pada
hubungan antara psikologi dan
kesehatan
Psikologi Kesehatan  peran belief
dan behavior dalam kesehatan dan
penyakit  interaksi mind-body sebagai penyebab dan treatment penyakit
ex :
• Stroke is related to smoking, cholesterol and high blood preasure
• Smoking, alcohol consumption and high fat diets are related to beliefs
• Stres bisa menyebabkan asam lambung bertambah
• Tertawa dapat menghilangkan rasa sakit (Cousin, 1964)
Behavioral medicine  menggunakan
pendekatan psikologi untuk
menginvestigasi simtom, penyebab dan
treatment penyakit fisik
ex :
• Stress management, proper diet, regular
exercise
• Strategi health coping
• Mengedukasi orangtua dalam
menghadapi anaknya yang terkena
penyakit serius
• Mengadakan kelompok dukungan sosial
bagi orang orang pengidap kanker
Relation between psychological and health
Terapi Personal Untuk Gangguan
Psikofisiologis
1. Menangani Hipertensi & Mengurangi Resiko
Penurunan Berat Badan, Mengurangi asupan garam, Berhenti merokok &
Minuman Beralkohol, Berolahraga teratur dan Mengurangi ketegangan sistem saraf
simpatis, melalui latihan relaksasi otot (pendekatan psikologis)
2. Mengurangi Kemarahan dan Hostilitas, Depresi dan Isolasi Sosial
Mengubah gaya bicara menjadi lebih lambat, Mengurangi tuntutan
hidup, Menciptakan situasi dan kondisi yang santai, Interprestasi positif, Perubahan
perilaku
3. Manajemen Stres
Merupakan serangkaian teknik untuk membantu orang-orang yang jarang
dirujuk sebagai pasien untuk menghadapi berbagai tantangan hidup, dengan cara:
Cont…
 Pengurangan ketegangan
 Restrukturisasi kognitif, mengubah sistem kepercayaan dan meningkatkan
kejernihan interprestasi logis
 Pelatihan keterampilan behavioral, penyelesaian tugas yang menantang
 Pendekatan perubahan lingkungan, adaptasi dan dukungan social

4. Manajemen Rasa Sakit


 Pengalihan dan pengendalian rasa sakit
 Rasa sakit akut, melalui kendali pribadi, cara sendiri dari pasien
 Rasa sakit kronis, pasien harus dipandu untuk mendapatkan tujuan realistis yang
dapat mengurangi rasa sakit aktual yang dialami