Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN UJI TUNTAS

&
PENDAPAT HUKUM
Iswahjudi A. Karim, S.H., LL.M
Standar Profesi
Konsultan Hukum Pasar Modal
1. Berlaku untuk Laporan Uji Tuntas & Pendapat
Hukum pada transaksi-transaksi di pasar modal.
2. Berlaku mulai tanggal 18 Agustus 2005 (6 bulan
sejak disahkan tanggal 18 Februari 2005)
3. Prinsip dan tata laksananya sangat baik diikuti
untuk membuat Laporan Uji Tuntas / Pendapat
Hukum untuk transaksi-transaksi non-pasar
modal
Prinsip-prinsip
1. Keterbukaan : ungkapan pelanggaran, ketentuan
yang tidak lazim, fakta material yang dapat
menimbulkan resiko bagi Perusahaan. Tidak
bertentangan dengan prinsip kerahasiaan pada
Ps. 19:1 UU Advokat, karena merupakan
pengecualian, yaitu dalam hal “ditentukan lain
oleh undang-undang”, dalam hal ini UU Pasar
Modal.
2. Materialitas : ungkapkan fakta yang relevan yang
dapat mempengaruhi harga efek atau keputusan
pemodal.
3. Pertimbangan Professional: Menerapkan prinsip-prinsip
Keterbukaan dan Materialitas tidak ada standar bakunya. Dengan
pertimbangan professionalnya konsultan hukum harus
memutuskan apa yang sepatutnya atau seharusnya dilakukan
guna memenuhi prinsip-prinsip tersebut.
4. Bukan merupakan Exhaustive List (Daftar Lengkap): Karena Uji
Tuntas harus dibuat berdasarkan pertimbangan professional,
maka daftar dokumen yang dibuat dalam SPKHPM hanya
merupakan pedoman.
5. Tanggung Jawab: Konsultan Hukum bertanggung jawab penuh
atas seluruh pekerjaan yang dilakukan Asisten dan staf pelaksana
sehubungan dengan pelaksanaan Uji Tuntas. Dalam hal konsultan
hukum bukan merupakan sekutu (partner) pada kantor hukum
tempatnya bekerja maka seorang sekutu (partner) pada kantor
hukum tersebut harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang
dilakuka oleh Konsultan Hukum, yang dibuktikan dengan
pernyataan tertulis dari sekutu (partner) yang bersangkutan.
Proses Uji Tuntas

Kertas Kerja
(Internal Lawfirm)

Laporan Uji Tuntas


(ke Perusahaan dan Bapepam)

Pendapat Hukum
(ke Perusahaan, salinan ke Bapepam)
(dicantumkan dalam prospektus)

Catatan : dulu kertas Kerja tersebut berbentuk “laporan Pemeriksaan Dari Segi Hukum”
yang diserahkan ke Bapapam-LK
Proses Uji Tuntas
1. Pemeriksaan.
2. Objek IPO (Initial Public Offering): Pemegang
saham & Perusahaan.
3. Objek HMETD (Hak Memesan Efek terlebih
Dahulu).
4. Objek Merger.
5. Objek Akuisisi Saham.
6. Objek Pengambilalihan Aset.
7. Objek Transaksi Benturan Kepentingan.
8. Objek Transaksi lainnya.
Pemeriksaan
1. Dokumen : Laporan Keuangan (Neraca &
Laporan Laba/Rugi).
2. Tanya-jawab
3. Due Diligence meeting: Pertemuan
membahas emisi: 1. Saham & derivatif; 2.
Utang & derivatif.
4. Site Visit.
5. Cross Checking.
Objek IPO
1. Identitas Pemegang Saham (vide Peraturan Bapepam-LK No.
IX.A.12).
2. Anggaran Dasar.
3. Notulen Rapat.
4. Saham dan permodalan.
5. Direksi dan Dewan Komisaris (CV).
6. Izin dan Persetujuan.
7. Aset: Benda bergerak (tidak usah ditanya bukti vide Ps. 1977 : In
Bezit Sterling) & Benda tidak bergerak (tanya bukti).
8. Asuransi (hanya yang masih aktif).
9. Ketenagakerjaan (Periksa UMR).
10. Perjanjian-perjanjian (periksa seluruhnya).
11. Perkara (tidak ada dikewajiban di HKHPM, namun dianjurkan vide
Ps. 118 HIR).
12. Laporan Keuangan (Neraca & Laporan L/R) & Management Letter
(Laporan keuangan tahunan).
Objek HMETD
Sama dengan IPO, tetapi dibatas yang berlaku
pada saat HMETD
Objek Penggabungan dan Peleburan
Periksa Peraturan Bapepam-LK No. IX.G.1:
Hambatan, Akibat Hukum, Konversi Saham,
Struktur Permodalan, Aktiva/Pasiva,
Perubahan Anggaran Dasar, Tindakan
Korporasi & Persetujuan Yang Di Perlukan
(vide PS. 102 UUPT)
Objek Akuisisi Saham
Periksa Peraturan Bapepam No. IX.G.1:
Hambatan, Akibat Hukum, Struktur Permodalan,
Aktiva/Pasiva Target Coy, Perubahan Anggaran
Dasar Target Coy, Tindakan Korporasi &
Persetujuan yang diperlukan.
Objek Pengambilalihan Aset
Periksa hambatan, batasan, Akibat Hukum,
Tindakan Korporasi yang diperlukan.

+50% Perlu RUPS


Objek Transaksi Benturan Kepentingan

Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.1 :


Pihak-pihak yang mempunyai benturan
kepentingan dan analisa sifat benturan
kepentingan.
Objek Transaksi Lainnya
Periksa:
1. Dokumen-dokumen yang perlu dianalisa
pada transaksi tersebut.
2. Peraturan perundang-undangan yang
mengatur transaksi tersebut.
3. Perhatikan kepentingan pemodal.
Uji Tuntas Pada Subsidiari, Afiliasi,
Pengendali
1. > 50%  Uji Tuntas Menyeluruh.
2. < 50%  Pemeriksaan terbatas sesuai
dengan kebutuhan.
3. < 50% tetapi mengendalikan  Uji Tuntas
menyeluruh.
Pelanggaran terhadap Peraturan perundang-
undangan, Anggaran Dasar, Perikatan-perikatan
1. Beritahu agar Perusahaan dapat segera
memperbaikinya.
2. Jika tidak diperbaiki atau tidak dapat
diperbaiki lagi dengan akibat yang material
bagi operasi dan keuangan Perusahaan,
Konsultan Hukum wajib menginformasikan
dan memberikan pendapatnya dalam
Pendapat Hukum.
Laporan Uji Tuntas
1. Tujuan Uji Tuntas.
2. Asumsi dan Kualifikasi.
3. Batas waktu pelaksanaan Uji Tuntas.
4. Ringkasan eksekutif atas hasil Uji Tuntas
(Legal Audit).
5. Akibat hukumd ari pelanggaran yang
mempunyai akibat material bagi operasi dan
hasil keuangan Perusahaan.
Pendapat Hukum
1. Identitas dari Konsultan Hukum yang
bersangkutan.
2. Pihak yang menerima Pendapat Hukum.
3. Dasar penunjukannya sebagai Konsultan
Hukum oleh Perusahaan.
4. Tujuan diterbitkan pendapat hukum.
5. Pendapat Hukum atas transaksi tertentu
berdasarkan Laporan Uji Tuntas termasuk
Asumsi, Kualifikasi, apabila ada.
Pelanggaran
Diadili oleh Dewan Kehormatan dengan
ketentuan dan prosedur yang diatur dalam
kode Etik HKHPM (Himpunan Konsultan
Hukum Pasar Modal).
TERIMA KASIH