Anda di halaman 1dari 13

PENGANTAR

MK. Teori Perencanaan


Oleh Hadi Wahyono
Spesifikasi MK. Teori Perencanaan
Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah Teori Perencanaan membahas
tentang konsep, prinsip dan jenis-jenis teori
perencanaan, khususnya teori perencanaan
generasi pertama (perencanaan rasional
komprehensif), perencanaan generasi kedua
(perencanaan pos-positivistik) dan
perencanaan generasi ketiga (perencanaan
sosial-construktivistik), yang dapat
dipergunakan sebagai landasan berpikir di
dalam menjalankan proses perencanaan
wilayah dan kota.
Manfaat Mata Kuliah
Mata Kuliah Teori Perencanaan bermanfaat
untuk membangun dan mengembangkan
landasan berpikir mahasiswa yang bersifat
teoritis di dalam proses perencanaan wilayah
dan kota, yang dapat dipergunakan sebagai
bekal kelak untuk menjalankan profesinya
sebagai perencana wilayah dan kota, sehingga
dapat bersikap kritis, kreatif, inovatif, dan
profesional.
Standar Kompetensi (SK)
Setelah mengikuti perkuliahan Mata Kuliah
TeoriPerencanaan, mahasiswa dapat
menggunakan teori-teori perencanaan secara
tepat dan kritis sebagai landasan berpikir
untuk menjalankan proses perencanaan
wilayah dan kota.
Kompetensi Dasar (KD)
1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian teori dan teori perencanaan.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan filsafat dan teori perencanaan.
3. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep, karakteristik dan jenis-jenis teori perencanaan generasi pertama:
perencanaan rasional-komprehensif.
a. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dan karakteristik teori perencanaan rasional-komprehensif.
b. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis teori perencanaan dari atas: rasional komprehensif, mixed scanning,
perencanaan sociatal guidance, dan lain-lain
4. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep, karakteristik dan jenis-jenis teori perencanaan generasi kedua:
perencanaan post-positivistic.
a. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dan prinsip teori perencanaan post-positivistic.
b. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis teori perencanaan dari bawah (1): perencanaan inkremental-
disjointed; social transformation dan lain-lain.
c. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis teori perencanaan dari bawah (2): perencanaan kolaboratif dan lain-
lain.
5. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep, karakteristik dan jenis-jenis teori perencanaan generasi ketiga: social-
constructivistic.
a. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dan karakteristik teori perencanaan social-constructivistic.
b. Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai alternatif teori perencanaan social-constructivistic.
6. Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan dan penerapan teori-teori perencanaan di Indonesia.
7. Mahasiswa dapat memilih teori perencanaan sebagai landasan berpikir untuk melaksanakan proses
perencanaan.
8. Mahasiswa dapat menjelaskan kode etik profesi perencanaan.
Strategi Pembelajaran
Pembelajaran Mata Kuliah Teori Perencanaan
menggunakan pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada mahasiswa
(student centered approach), dengan berbagai
model pembelajaran yang mengajak
mahasiswa untuk bersifat aktif dan proaktif,
yaitu model pembelajaran diskusi kelompok
(small group discussion), penemuan (discovery
learning), dan pemberian tugas (contextual
instruction).
Tugas
Tugas-tugas Mata Kuliah Teori Perencanaan terdiri dari tugas kecil dan tugas besar,
baik dikerjakan secara individual maupun kelompok. Tugas kecil bersifat tugas
individu yang diberikan sebelum perkuliahan, sebagai bekal pengetahuan awal
kepada mahasiswa ketika mengikuti perkuliahan. Tugas besar bersifat tugas
kelompok yang dimaksudkan agar mahasiswa dapat menjelaskan penerapan teori
perencanaan dalam praktek perencanaan wilayah dan kota yang sebenarnya.
Tugas-tugas tersebut adalah:
• Tugas 1 (kecil-individu) : Setiap mahasiswa membuat rangkuman konsep dan
dan karakteristik teori perencanaan generasi pertama: perencanaan
rasionalistik-komprehensif, yang disertai contoh penerapannya di Indonesia.
Dikumpulkan pada pertemuan minggu ke TUJUH.
• Tugas 2 (kecil-individu): Setiap mahasiswa membuat rangkuman penjelasan
dan karakteristik teori perencanaan generasi kedua: perencanaan post-
positivistik, yang disertai contoh penerapannya di Indonesia. Dikumpulkan
pada pertemuan minggu ke SEBELAS.
• Tugas 3 (besar-kelompok): Setiap kelompok (beranggotakan 10-13 mahasiswa)
membuat rangkuman konsep dan karakteristik teori perencanaan generasi
ketiga: social-konstruktivistik, yang disertai contoh penerapannya. Dikumpulkan
pada pertemuan ke EMPAT BELAS.
Kriteria Penilaian
• Prosentase nilai keterlibatan individual pada
proses pembelajaran 10 %.
• Prosentase nilai tugas 1 dan tugas 2: 20 %
• Prosentase nilai mid-semester: 20 %.
• Prosentase nilai ujian akhir semester: 20 %.
• Prosentase nilai tugas 3/ kelompok: 30 %.
Jadwal Perkuliahan
Jadwal Perkuliahan
Daftar Pustaka
• Allmedinger, P. dan M. Tewdwr-Jones (eds.). (2009). Planning Futures: New Directions for Planning Theory. London: Routledge.
• Beard, V.A. (2002). Covert planning for social transformation in Indonesia, Journal of Planning Education and Research, 22, pp. 15 – 25.
• Beard, V.A. (2003). Learning radical planning: the power of collective action, Planning Theory, 2 (1), pp. 13 – 35.
• Campbell, S. dan S.S. Fainstein (eds.) (1996). Reading In Planning Theory. Cambridge: Blackwell.
• Faludi, A. (1973). Planning Theory. Oxford: Pergamon Press.
• Firman, T. (2002). Urban development in Indonesia, 1990-2001: from the boom to the early reform era through crisis, Habitat International, 26,
pp. 229 – 249.
• Forester, J. (1999). The Deliberative Practitioner: Encouraging Participatory Planning Process. Cambridge: MIT Press.
• Friedmann, J (2011). Insurgencies: Essays in Planning Theory, Routledge, London.
• Friedmann, J. (1987). Planning In The Public Domain: From Knowledge To Action. Princeton: Princeton UniversityPress.
• Friedmann, J. (1998). Planning theory revisited, European Planning Studies, 6 (3), pp 245 – 253.
• Friend, John dan Allen Hickling. 2005. Planning Under Pressure: The Strategic Choice Approach. Third edition.Elsevier Butterworth-Heinemann,
London.
• Healey, P. (2003). Collaborative Planning in Perspective, Planning Theory, 2 (2), pp. 101 – 123.
• Mandelbaum, S., L. Mazza, dan R.W. Burchell (eds.) (1996). Explorations In Planning Theory. New Brunswick: CUPR Rutgers State University.
• Mattingly, M. dan H. Winarso (2003). Spatial planning in the programming of urban investment: the experience of Indonesia’s integrated urban
infrastructure development programme, International Development Planning Review, 24 (2), pp. 109 – 125.
• Rakodi, C. (2001). Forget planning, put politics first? Priorities for urban management in developing countries, Journal of Applied Geo informarion
Sciences, 3 (3), pp. 209 – 223
• Rakodi, C. (2003). Politics and performance: the implications of emerging governance arrangements for urban management approaches and
information systems, Habitat International, 27, pp. 523 – 547.
• Sanyal, B. (2002). Globalization, ethical compromise, and planning theory, Planning Theory, 1 (2), pp. 116 – 123.
• Schönwandt, Walter L. 2008. Planning in Crisis? Theoretical Orientations for Architecture and Planning. Ashgate Publishing Limited, Aldershot.
• Shadr, M.B. 1987. Our Philosophy, Muhammadi Trust, London.
• Watson, V. (2002). The usefulness of normative planning theories in the context of Sub-Saharan Africa, Planning Theory, 1 (1), pp. 27 – 52.
• Winarso, H. et.al (eds.) (2003). Pemikiran dan Praktek Perencanaan dalam Era Transformasi di Indonesia. Bandung: Departemen Teknik Planologi
ITB.
• Winayanti, L. dan H.C. Lang (2004). Provision of urban services in an informal settlement: a case study of Kampung Panas Tanggul, Jakarta,
Habitat International, 28, pp. 41 – 65.
• Sugiri, A., I. Buchori, dan S. Ma’rif (2015). Towards Participatory Spatial Policy: Facilitating Rural Non-farm Activities in Susukan Suburb of
Semarang Metropolitan Region, The International Journal of Civic, Political, and Community Studies, 12 (3): 1-17.
TERIMA KASIH