Anda di halaman 1dari 20

HIDROKORTISON

HIDROKORTISON

• Hidrokortison merupakan suatu senyawa turunan dari kortikosteroid. Hidrokortison


dalam bentuk krim biasanya dikombinasikan dengan suatu asam, misalnya bila
dikombinasikan dengan suatu asam asetat maka nama dari sediaan tersebut adalah
hidrokortison asetat.
• Hidrokortison adalah golongan kortikosteroid yang mempunyai daya kerja antialergi
dan antiradang. Kortikosteroid bekerja dengan cara mencegah reaksi alergi,
mengurangi peradangan, dan menghambat sel epidermis.
HIDROKORTISON

• Hidrokortison asetat (C23H32O6) digolongkan ke dalam obat antiinflamantori


analgesik yaitu obat untuk penyakit yang ditandai dengan adanya rasa nyeri,
bengkak, kekakuan, dan gangguan alat fungsi penggerak.1
SIFAT FISIKA KIMIA

• Rumus molekul : C21H30O5


• Berat molekul : 362,47
• Nama kimia : 11β, 17α, 21 - trihydroxy – 4 –
pregnene – 3,20 – dione
• Nama lain : Cortisol
• Pemerian : Serbuk hablur/kristalin,Putih, Tidak
berbau dan rasa pahit
• Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air, dalam
eter, agak sukar larut dalam aseton dan dalam
etanol, sukar larut dalam kloroform.
DOSIS

• Oral:
• untuk terapi pengganti (replacement therapy) 20-30 mg/hari dalam dosis terbagi
untuk orang dewasa, anak-anak 10-30 mg/hari dalam dosis terbagi, Injeksi im atau iv
lambat atau infus: 100-500 mg, 3-4 kali sehari.
• Anak sampai usia 1 tahun, 25 mg.
• Anak 1-5 tahun, 50 mg.
• Anak 6-12 tahun, 100 mg.
DOSIS

• Dosis hidrokortison tablet:


• 5mg
• 10mg
• 20mg

• Inflammation
• Usia <12 tahun: 2.5-10 mg/kg/hari PO 6-8 jam dosis terbagi
• Usia >12 tahun: 20-240 mg PO per hari
• Status Asthmaticus
• PO Maintenance: 0.5-1 mg/kg per 6 jam
DOSIS

Hidrokortison topikal (salep atau krim) digunakan sebagai anti radang dan
antipruritis.
Sediaan krim hidrokortison:
• 0.1%
• 0.2%
• 0.5%
• 1%
• 2.5%
INDIKASI

• Asma Bronkial
• Insufisiensi adrenokortikal
• Tendonitis
• Small joint arthritis
• Juvenile idiopathic arthritis
• Ulcerative colitis
• Osteoarthritis
• Rheumatoid Arthritis
INDIKASI

• Diindikasikan untuk mengurangi gejala inflamasi dan manifestasi piuritik pada dermatosis yang
bersifat responsive terhadap kortikosteroid. Menekan reaksi radang pada kulit yang bukan
disebabkan infeksi seperti: eksema, dermatitis alergi, dermatitis seboreik, intertrigo, ruam “popok”
pada bayi, pruritus yang tidak dapat diatasi dengan cara lain.
• Mekanisme kerja : Secara umum, kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi
kecepatan sintesis protein.
• Kontra indikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap hidrokortison, infeksi
virus, Tuberkulosis kulit,
• Efek samping : Rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis,
hipertrikosis, erupsi akneiform, dll.
KONTRAINDIKASI
EFEK SAMPING

• Hidrokortison memiliki efek imunosupresan, efek anti radang yang kuat,serta


meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah. Hidrokortison bekerja sebagai
antagonis fisiologis untuk insulin dengan meningkatkan glikogenolisis (penguraian
glikogen), lipolisis (penguraian lipid),dan proteinolisis (penguraian protein),
menurunkan pembentukan glikogen di hati, meningkatkan mobilisasi, asam amino
dan badan keton ekstrahepatik. Ini akan meningkatkan kadar glukosa di dalam
darah. Oleh karena itu, pemberian hidrokortison yang berlebihan dapat
menyebabkan hiperglikemia.
EFEK SAMPING

• Hidrokortison meningkatkan tekanan darah dengan jalan meningkatkan kepekaan


pembuluh darah terhadap epinefrin dan norepinefrin.Pemberian hidrokortison topikal
menyebabkan vasokonstriksi. Apabila kekurangan kortisol di dalam darah, maka terjadi
vasodilatasi secara meluas.Hidrokortison menekan sistem imun dengan jalan
menghambat proliferasi sel T. Hidrokortison menurunkan pembentukan tulang,oleh sebab
itu pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis.
EFEK SAMPING

• Hidrokortison dapat diserap dengan baik pada pemberian per oral. Hidrokortison
juga dapat diserap melalui kulit. Tingkat absorpsi melalui kulit dipengaruhi oleh
berbagai faktor,antara lain jenis zat pembawa, integritas sawar epidermal, dan
penggunaan pembalut. Pembalut umumnya akan meningkatkan absorpsi.
Kortikosteroid topikal dapat diserap melalui kulit utuh normal.Adanya radang atau
penyakit lain di kulit dapat meningkatkan absorpsi melalui kulit
EFEK SAMPING

• Pada pemberian per rektal,hidrokortison diserap hanya sebagian, sekitar 30-50%.


Setelah diserap, hidrokortison yang diberikan secara topikal akan mengalami nasib
sama seperti hidrokortison per oral atau per parenteral. Di dalam darah, sebagian
besar(lebih kurang 95%) hidrokortison terikat pada protein antara lain CBG
(corticosteroid binding globulin) dan albumin serum. Hanya hidrokortison dalam
bentuk bebas yang dapat berikatan dengan reseptor dan menimbulkan efek.
Senyawa-senyawa kortikosteroid terutama dimetabolisme di hati, merupakan
substrat dari enzim CYP450: 3A4. Ekskresi terutama melalui ginjal, namun sebagian
kortikosteroid yang diberikan secara topikal dan metabolitnya juga diekskresikan ke
dalam empedu.
INTERAKSI OBAT

• - Dengan Obat Lain :


• Obat-obat yang menginduksi enzim-enzim hepatik, seperti fenobarbital, fenitoin,
dan rifampisin dapat meningkatkan klirens kortikosteroid. Oleh sebab itu jika terapi
kortikosteroid diberikan bersama-sama obat-obat tersebut,maka dosis
kortikosteroid harus ditingkatkan untuk mendapatkan hasil sebagaimana yang
diharapkan. Obat-obat seperti troleandomisin danketokonazol dapat menghambat
metabolisme kortikosteroid, dan akibatnya akan menurunkan klirens atau ekskresi
kortikosteroid. Oleh sebab itu jika diberikan bersamaan, maka dosis kortikosteroid
harus disesuaikan untuk menghindari toksisitas steroid.
INTERAKSI OBAT

• Kortikosteroid dapat meningkatkan klirens aspirin dosis tinggi yang diberikan secara
kronis. Hal ini dapat menurunkan kadar salisilat di dalam serum, dan apabila terapi
kortikosteroid dihentikan akan meningkatkan risiko toksisitas salisilat.
Aspirin harus digunakan secara berhati-hati apabila diberikan bersama-sama dengan
kortikosteroid pada pasien yang menderita hipoprotrombinemia.
Efek kortikosteroid pada terapi antikoagulan oral bervariasi. Beberapa laporan
menunjukkan adanya peningkatan dan laporan lainnya menunjukkan adanya penurunan
efek antikoagulan apabila diberikan bersama-sama dengan kortikosteroid.
• Oleh sebab itu indeks koagulasi harus selalu dimonitor untuk mempertahankan efek
antikoagulan sebagaimana yang diharapkan.
INTERAKSI OBAT

• - Dengan Makanan : Ketika dalam terapi dengan hidrokortison sistemik, sebaiknya


kurangi konsumsi garam, dan makan makanan yang banyak mengandung kalium dan
tinggi protein
MEKANISME KERJA

• Menurunkan inflamasi dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear, dan


peningkatkan permeabilitas kapiler

BENTUK SEDIAAN

• Tablet, Salep, Krim, Serbuk untuk Injeksi


STABILITAS PENYIMPANAN


Simpan dalam wadah aslinya, dalam ruang dengan suhu kamar, jauhkan dari lembab,
panas, dan sinar matahari langsung