Anda di halaman 1dari 17

Oleh:

dr. Hadi Widjaja, M.Biomed, Sp.S


Neurologist Siloam Hospital Kupang
Pendahuluan
 Merupakan salah satu penyakit neurologi tertua
 Populasi epilepsi aktif
 4-10 / 1000 penduduk / tahun
 Prevalensi epilepsi
 4-7/ 1000 orang (negara maju)
 5-74/ 1000 orang (negara berkembang)
 Insiden epilepsi
 Bimodal: usia balita & 65 tahun
 Di negera berkembang: bukan bimodal, puncak tertinggi
dewasa muda
Definisi
 Bangkitan (seizure):
 Tanda & gejala yang bersifat sesaat akibat akivitas neuronal
abnormal & berlebihan di otak.

 Epilepsi:
 Sedikitnya terdapat 2 bangkitan tanpa provokasi
(unprovoked seizure) / bangkitan refleks, dengan jarak
antar bangkitan berselang > 24 jam.
 Terdapat 1 bangkitan tanpa provokasi / bangkitan refleks &
kemungkinan timbul bangkitan berulang dalam 10 tahun ke
depan (> 60%). Terutama apabila terdapat lesi struktural di
otak seperti stroke, infeksi SSP, dan bbrp trauma kepala
lainnya.
 Diagnosis sindrom epilepsy
Diagnosis - Anamnesis
 Gejala peri-ictal
 Pre-ictal (prodromal): perubahan perilaku, mood, rasa lapar,
mengantuk
 Ictal: aura, automatism, pola bangkitan, kepala menoleh,
lidah tergigit, inkontinensia, apakah pernah mengalami
kejadian serupa sebelumnya, adakah perubahan pola
bangkitan dibandingkan sebelumnya
 Post ictal: bingung, nyeri kepala, todd parese
 Pencetus: kelelahan, perubahan hormonal, stres psikologis
 Usia
 Respon terapi sblmnya
 Riw penyakit keluarga
 Riw perinatal & tumbuh kembang
Diagnosis - Pemeriksaan
Fisik Umum Neurologis
 Kepala: tanda trauma  Pemeriksaan post ictal:
 Meningeal sign: tanda infeksi  Todd paralisis  tanda
fokalisasi
 Bekas suntikan:
penyalahgunaan obat  Afasia post ictal
 Gangguan kesadaran post
 Tanda keganasan: wasting
ictal
syndrome
Diagnosis – Pemeriksaan Penunjang
Neurofisiologi Neuro-imaging
EEG: Mencari fokus epileptogenik
 MRI:
 Penunjang dx  Mesial temporal sclerotic
 Jenis & sindrom epilepsi  Tumor
 Malformasi pembuluh darah
 Prognosis
 PET Scan
 Pertimbangan memulai &  SPECT
mengakhiri OAE  MR Spektroskopi

Indikasi imaging:
 Bangkitan unprovoked pertama
kali usia dewasa
Diagnosis – Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Penunjang lainnya
 LFT  Punksi Lumbal
 RFT  EKG
 Alb
 FBC
 SE

Diulang 2 bln stlh memulai OAE


 Selanjutnya @ tahun
Terapi
 Tujuan terapi:
 Menghentikan bangkitan
 Mengurangi frekuensi bangkitan
 Menurunkan angka mortalitas & morbilitas

Prinsip memulai OAE:


 Mulai mono-th/

 Start low
Pemilihan OAE sesuai tipe bangkitan
Penghentian OAE
1. Bebas bangkitan minimal 3 tahun & EEG N

2. Penghentian OAE disetujui penyandang &/ keluarga

3. Penghentian dilakukan bertahap: diturunkan 25% @


bulan dari dosis awal dihentikan total dalam waktu
3-6 bulan.

4. Bila menggunakan 2 OAE, penghentian dimulai dari


OAE non dominan.
Definisi
 Bangkitan yang berlangsung > 30 mnt
atau
 Terdapat 2 bangkitan / lebih dan diantara bangkitan tidak
terdapat pemulihan kesadaran.

Klasifikasi SE & potensi komplikasi yang terjadi:


 SE dini: 5-30 mnt
 SE established: > 30 mnt
 Terapi asidosis bila terdapat asidosis berat
 SE refrakter: tetap timbul bangkitan stlh mendapat 2-3 anti
convulsan dosis adekuat
 Syok
 Renal Tubular Necrosis  myoglobinuri
Management SE