Anda di halaman 1dari 39

http://www.free-powerpoint-templates-design.

com

PEMERIKSAAN SEGMEN POSTERIOR


Referat
PENDAHULUAN
BAB I
Latar Belakang
Efek sistemik dapat diketahui melalui
1 pemeriksaan mata.

Pemeriksaan segmen posterior mata


2  ophthalmoscopy

Pemeriksaan oftalmoskop 
3 untuk melihat dan menilai keadaan
fundus okuli.
Tujuan

Mengetahui dan meningkatkan


kemampuan tentang:

• Pemeriksaan segmen posterior mata


• Penulisan ilmiah di bidang kedokteran.
Manfaat

Menambah wawasan dan pemahaman mengenai


pemeriksaan oftalmoskopi untuk menilai segmen
posterior mata.
TINJAUAN PUSTAKA
BAB II
Anatomi
Segmen Posterior Mata

Vitreous Body

Koroid

Retina

Fundus Optik
Vitreous Body

Membentuk sekitar empat perlima bola mata. Zat seperti


agar-agar ini mengisi ruangan yang dibentuk oleh retina.
Transparan, konsistensinya seperti jeli tipis, dan
tersusun atas cairan albumin terselubungi oleh
membran transparan tipis, membran hyaloid.
Koroid

Koroid adalah bagian mata yang terdiri atas banyak


pembuluh darah dan merupakan lapisan tengah mata
yang terletak diantara Sklera dan Retina. Koroid
berfungsi untuk memberikan nutrisi dan oksigen kepada
bagian lain, terutama untuk retina.
Retina

Struktur tipis, halus dan bening tempat serat-serat saraf


optik didistribusikan. Melapisi bagian dalam 2/3 posterior
dinding bola mata. Secara eksternal dibatasi oleh koroid
dan sklera
Retina

• Arteri sentralis retina memvaskularisasi 2/3 daerah re


tina bagian dalam
• 1/3 daerah retina bagian luar diperdarahi oleh arteri
• koriokapilaris. Fovea sentralis sendiri divaskularisasi
hanya oleh arteri koriokapilaris
Fundus Optik

• Terletak pada bagian posterior mata


• Didalamnya terdapat diskus optikus yang merupakan
daerah berwarna putih merah muda-krem pada
retina.
Pemeriksaan Segmen Posterior
Ophthalmoscopy

• Cahaya  reflex fundus  normal? Patologik?

• Alat yang digunakan: oftalmoskop

• Pada keadaan papil yang sempit  diberikan tetes


midriatil untuk melebarkan pupil sehingga memudah
kan pemeriksaan
Sejarah Oftalmoskop

Oftalmoskop diperkenalkan oleh


Hermann von Helmholtz untuk
pertama kalinya pada bulan
Desember 1850. Sebelumnya
beberapa orang telah gagal untuk
menggambarkan bagian dalam
bola mata.

Hermann von Helmholtz dan oftalmoskopnya


Prinsip-prinsip Oftalmoskopi

You can simply impress your audience and add a


unique. This PowerPoint Template has clean and
neutral design that can be adapted to any content
and meets various market segments.

Oftalmoskop Direk Simple Portfolio Presentation

Emetrop:
cahaya yg berasal dari oftalmoskop 
sinar yg paralel  masuk ke pupil
pemeriksa  difokuskan pada retina
 bayangan akan terbentuk
Oftalmoskopi Direk

• Fundus dapat dilihat hanya bila pemeriksa dan


area fundus yang disinari tumpang tindih
• Von Hemlholtz: semireflecting mirror yg terbuat
dari beberapa buah kaca tipis
• Epkens dan Ruette: cermin konkaf yg berlubang
• Oftalmoskop saat ini memiliki cermin atau prisma
kecil
Oftalmoskop Indirek

Ruete (1852)  oftalmoskop indirek


 meletakkan lensa di antara pasien dan pemeriksa
 dapat digunakan untuk penatalaksanaan kelainan pada segmen posterior
 Hat(headband) indirect, slit-lamp indirect, monocular indirect
Tujuan Pemeriksaan

Pemeriksaan dengan oftalmoskop direk:

Menyinari bagian fundus okuli  bagian yg terang


di dalam fundus okuli dilihat dengan satu mata
melalui celah alat

Pemeriksaan dengan oftalmoskop indirek:

Menyinari bagian fundus okuli  bagian yg terang


di dalam fundus okuli dilihat dengan kedua mata
Teknik Pemeriksaan

Oftalmoskopi Direk

• Memperlihatkan gambaran monocular fundus pembesaran


15 kali
• Mudah dibawa
• Gambaran diskus dan struktur vascular retina yg detil
Teknik Pemeriksaan

1 2 3 4

Pasien duduk dengan Mata penderita ditetesi midriatikum, Pemeriksa berdiri Putar lensa oftalmoskop sesuai
pandangan lurus ke kemudian ditunggu ± 20 menit. di depan samping dgn refraksi mata pemeriksa
depan kanan atau kiri
• Cyclopentolate 1% (cyclogyl), pasien. Misal:
• Tropicamide 1% (Mydriacil) Pemeriksa miop 2D,
• Phenylephrine 2,5% (Mydfrin) Penderita emetrop,
 lensa -2 (warna merah)
Teknik Pemeriksaan

5 6 7 8

Periksa mata kanan Pasien tidak boleh Pasien diminta Pasien diminta
oftalmoskop menggunkan kacamata untuk melihat ke memfiksasi suatu titik
dipegang dgn atau arah dinding yang jauh tak terhingga atau
tangan kanan, lensa kontak saat berlawanan di atas ± 6m
gunakan mata yg pemeriksaan bahu pemeriksa
kanan
Teknik Pemeriksaan
Pemeriksaan Refleks Merah

Pada jarak 30 cm , di depan temporal (±45o) mata penderita, sinar


oftalmoskop diarahkan pada pupil mata penderita
9
Jika cahaya pemeriksa tepat sejajar dengan sumbu
10 visual  lubang pupil dipenuhi oleh warna jingga-
kemerahan
11 Setiap kekeruhan di sepanjang 
menghalangi reflex merah
Kekeruhan fokal  minta pasien
melihat ke tempat lain sejenak dan 12
kemudian kembali melihat cahaya
13

Jika kekeruhan ini tetap bergerak atau melayang:


14
• perdarahan kecil
• katarak fokal
• Parut pada kornea
Teknik Pemeriksaan
Pemeriksaan Fundus

• Menggelapkan ruang periksa


• Memegang oftalmoskop sedekat mungkin ke pupil pasien (kira-kira 1-2 inchi)
• Pasien menatap yang jauh dengan mata sebelahnya  pemeriksa mula-mula membawa detil retina ke
dalam focus.

Cari diskus  teliti bentuk, ukuran, dan Cabang-cabang pembuluh darah retina
warna diskus, ketajaman tepinya, dan uk mendekati dari segala arah tetapi berhen
uran bagian sentralnya yang pucat ti tepat di dekan fovea

Refleksi putih kecil = fovea sentralis Pembuluh-pembuluh retina utama


Daerah fovea ini dikelilingi oleh daerah diperiksa
berpigmen yang lebih gelap dan Vena lebih gelap dan lebih lebar
berbatas kurang tegas, yang disebut daripada arteri
makula
Oftalmoskopi Indirek
Teknik Pemeriksaan

Oftalmoskop indirek dipasang di kepala pemeriksa


 pasien diminta melihat kearah kuadran yang
diteliti sebuah lensa konveks dipegang beberapa
inci dari mata pasien dengan arah yang tepat sehi
ngga serentak memfokuskan cahaya pada retina
Oftalmoskopi Indirek
Teknik Pemeriksaan

 sebuah bayangan retina terletak di udara, antara pasi


en dan pemeriksa  pemeriksa kemudian memfokus
dan melihat bayangan retina di udara itu.
Glaukoma

You can simply impress your audience and add a


unique zing and appeal to your Presentations.

This PowerPoint Template has clean and neutral


design that can be adapted to any content and meets
various market segments. With this many slides you
are able to make a complete PowerPoint
Presentation that best suit your needs.
Retinopati Diabetik

You can simply impress your audience and add a


unique zing and appeal to your Presentations.

This PowerPoint Template has clean and neutral


design that can be adapted to any content and meets
various market segments. With this many slides you
are able to make a complete PowerPoint
Presentation that best suit your needs.
Retinal Artery Occlusion

You can simply impress your audience and add a


unique zing and appeal to your Presentations.

This PowerPoint Template has clean and neutral


design that can be adapted to any content and meets
various market segments. With this many slides you
are able to make a complete PowerPoint
Presentation that best suit your needs.
Ablasio Retina
Degenerasi Makula
Hypertensive Retinophaty
Hypertensive Retinophaty
Papilledema
KESIMPULAN
BAB III
KESIMPULAN

Segmen posterior
Pemeriksaan Dikenal adanya
mata terdiri dari
segmen posterior pemeriksaan
badan kaca (korpus
yg dapat dilakukan oftalmoskopi direk
vitreus), choroid,
yaitu dgn meng- dan indirek
retina, papil saraf
gunakan
optik.
oftalmoskop
Thank you
Wassalamu’alaikum…
Wassalamu’alaikum…