Anda di halaman 1dari 46

Strategi Politeknik Dalam Mengelola Implementasi Kebijakan

Pedoman Statuta dan Organisasi PT dalam Upaya Pencapaian Visi Misi

Workshop Applaied Approach, Fakfak, 22- 26 Juni 2015


Outline Paparan:
1. Penyiapan SDM
2. Pendidikan Politeknik di
Indonesia
3. Peran Politeknik
4. Konstruksi dan Organisasi PT
Vokasi
5. Strategi Pengelolaan PT
Mewujudkan VMTS
Penutup
Bagian 1:
Penyiapan SDM
PENYIAPAN SDM BERORIENTASI INDUSTRI

Politeknik di Indonesia:
• 1976 dengan program pendidikan Diploma III
Politeknik.(PMS Bandung>>> Polman
• Menghasilkan tenaga ahli keindustrian tingkat
pengelola menengah maupun untuk kerja
mandiri (unsupervised job).
• Menekankan kepada practical application on
industrial technology.
PENYIAPAN SDM BERORIENTASI INDUSTRI

Politeknik di Indonesia
• Proyek Politeknik I (1979):
– 6 politeknik, bidang keahlian: Mesin, Elektro dan Sipil.
– Program pendidikan 3 tahun.
– Pendidikan dimulai tahun akademik 1982/1983.

• Proyek Politeknik II (1983):


– 12 politeknik.
– Bidang Teknologi: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Elektronika &
Telekomunikasi, Teknik Mesin & Manufaktur, Teknik Tenaga dan Energi, Teknik
Tata Udara dan Refrigerasi, Teknik Kimia, Teknik Penerbangan, Teknik
Perkapalan, Teknik Pengecoran Logam (Foundry), Teknik Penggunaan
Komputer.
– Bidang Tata Niaga: Kesekretariatan, Akuntansi, Perbankan, Pariwisata.

• Politeknik Pertanian (1984):


– 6 politeknik (termasuk perikanan).
PENYIAPAN SDM BERORIENTASI INDUSTRI

Pemantapan Konsep Pendidikan Politeknik


(1986)
• Pendidikan Tinggi:
– Akademik dan Keahlian Kejuruan.
– Memberikan ketrampilan intelektual, mental dan phisik
• Pendidikan Tinggi jalur Akademik:
– Lebih mengutamakan pada ketrampilan intelektual.
– Menyiapkan tenaga-tenaga dalam Penelitian dan Pengembangan (R & D), Innovasi dan
Kreasi.
– Terdiri dari 3 strata ( S1, S2, dan S3).
– Bersifat Science & Broad – Based.
• Menghasilkan Scientist Engineer atau Engineer Scientist.
• Penelitian (Research) dan Pengembangan (Development).
• Pendidikan Tinggi jalur Keahlian Kejuruan:
– Lebih mengutamakan keseimbangan antara ketrampilan phisik dan intelektual.
– Menyiapkan tenaga-tenaga pelaksana dalam mentransformasikan teknologi melalui
rekayasa menjadi produk nyata.
– Berciri Terapan dan bersifat occupational - ataupun job-spesific.
– Terdiri dari Jenjang Diploma (DI, DII, DIII dan D IV) dan Jenjang Spesialis (SP1, dan SP2).
– Diploma IV di Politeknik diusahakan sepadan dengan FH / HTL / HTS 4 Tahun di Jerman / Swiss /
Austria / Belanda.
PENYIAPAN SDM BERORIENTASI INDUSTRI

Permasalahan pendidikan tinggi terapan


• Di Amerika Serikat:
– Direformasi sejak tahun 1990-an.
– Engineering Criteria 2000 (EC 2000).
– Akademik: Engineering.
– Terapan: Engineering Technology, Applied Science.
• Di Eropa:
– Dilaksanakan sejak lama.
– Direformasi mulai pada tahun 1998.
– Penegasan strata pendidikan tinggi menjadi strata: sarjana (bachelor),
magister (master), dan doktor (doctor) tahun 2010.
– Terapan: Technology, Applied Science, Profesional.
• Di Indonesia:
– Dimulai tahun 1975.
– KKNI 2012.
– Undang-undang Pendidikan Tinggi 2012.
– Terapan: Pendidikan Tinggi Vokasi.
PENYIAPAN SDM BERORIENTASI INDUSTRI

Politeknik saat ini


• Pendidikan tinggi yang secara khusus berupaya
menjawab kebutuhan industri.
• Bidang:
– rekayasa, pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan,
tata niaga, perhotelan, perikanan, pertambangan, bahasa,
kesehatan dan lainnya.
• Tahun 2014 (http://forlap.dikti.go.id):
– 43 politeknik negeri, 83.910 mahasiswa, 6.477 Dosen tetap
– sekitar 200 politeknik swasta.
• Merupakan pendidikan tinggi yang memberikan porsi
yang cukup banyak pada kemampuan terapan.
• Disebut Pendidikan Tinggi Vokasi.
Bagian 2:
Pendidikan Politeknik di Indonesia
PENDIDIKAN POLITEKNIK DI INDONESIA (UUPT,2012)

Bentuk dan program pendidikan di perguruan tinggi .


PENDIDIKAN POLITEKNIK DI INDONESIA (UUPT,2012)

Pendidikan Tinggi Akademik dan Terapan

Doktor Doktor Terapan


Penemuan
Magister Magister
Pengembangan Terapan

Penerapan
Sarjana Sarjana Terapan

Ilmu Penalaran Penelitian Penerapan Penerapan


Teknologi Ilmu
Pengetahuan Ilmiah Ilmiah Teknologi
Pengetahuan
PENDIDIKAN POLITEKNIK DI INDONESIA (UUPT,2012)

Pendidikan politeknik (FDPNI, 2013)


• Pendidikan tinggi yang menghasilkan keahlian
terapan yang didukung oleh keilmuan.
• Proses pendidikannya harus mengedepankan
hands on experience (praktek).
• Proses pembelajarannya akan melibatkan
kegiatan di: Laboratorium, Bengkel-kerja,
Teaching Industry/Factory, serta Industri.
• Politeknik:
– Melaksanakan Tridarma.
– Memiliki karakter industri:
• Peningkatan Produktivitas dan Nilai-tambah.
PENDIDIKAN POLITEKNIK DI INDONESIA (UUPT,2012)

Kerangka Dasar Kurikulum Politeknik


Kompetensi Materi Pokok Karakteristik Program
(Capaian Pembelajaran) Pembelajaran Pendidikan

1. Keahlian terapan yang


1. Sikap.
didukung oleh keilmuan.
2. Hands on experience
2. Pengetahuan. Body of Knowledge
(praktek).
3. Melibatkan kegiatan di:
3. Keterampilan Umum. Bidang/Program Studi
Laboratorium, Bengkel-kerja,
Teaching Industry/Factory,
4. Keterampilan Khusus.
serta Industri.

• Body of Knowledge Bidang Teknologi Rekayasa (Engineering Technology):


 Matematikan & Sain Alam.
 Sain Rekayasa.
 Teknologi Rekayasa/Sain Terapan.
 Humaniora.

ist/komisi pembelajaran/fdpni/09-02-2015
PENDIDIKAN POLITEKNIK DI INDONESIA (UUPT,2012)
Konsep pembelajaran
Skill &
Professional
Development Assesment of
•What performance will meet
Industrial & business Performance &
Production
needs/challenges/ opportunities? Business Requirements
(Industrial
cases/projects)

•Which competencies will meet


Knowledge Aquired
performance toward industrial & Validation
business requirements Competencies
Laboratory/Studio/ (Know./Attitude/Skill)
Workshop

Knowledge Digestion Learning


•What Learning goals/outcomes and (Exercises & Assignments) Process
which objectives will ensure
learners are competent to meet
performance & business
requirements
Knowledge Transfers Basic/
(In class-room) Foundation
ist/komisi pembelajaran/fdpni/09-02-2015
PENDIDIKAN POLITEKNIK DI INDONESIA (UUPT,2012)

Matakuliah Praktek
• Kegiatan di:
– Laboratorium Pendidikan: Percobaan/Pemahaman.
– Laboratorium Produksi/Workshop:
• Praktek pembuatan/produksi.
– Benda Latihan, Produk Standar, Produk Industri.
– Penguasaan Teori dan Keterampilan.
• Praktek pembuatan/produksi (di Teaching Factory /
Industri):
– Pengembangan profesionalisme.
– Produk Standar (memiliki nilai ekonomis, nilai waktu).
– Produk Industri (memiliki nilai ekonomis, nilai waktu, dan tingkat
teknologi dari industri).
• Praktek di Industri:
– 1 semester, 18 sks (mengacu pendiddikan tinggi terapan di Eropa).
Bagian 3:
Peran Politeknik
PERAN POLITEKNIK

• Proses realisasi teknologi:

• Peran:
• Tenaga Kerja & Pengembangan Teknologi.
• Bidang (program studi):
• yang meliput industri primer, sekunder/manufaktur, tertier/jasa.
PERAN POLITEKNIK

• Penguatan kemampuan sumber daya manusia.


• Penguatan ilmu pengetahuan & teknologi.
• Bentuk peran:
– Pendidikan:
• menghasilkan sumber daya manusia industri yang sesuai
dengan proses realisasi teknologi.
– Ilmu Pengetahuan & Teknologi:
• menghasilkan produk (komponen, mesin, dan peralatan) dan
proses.
• Ciri yang seharusnya melekat pada institusi Politeknik:
– Memberikan dampak pada masyarakat/perekonomian daerah
dimana institusi tsb berada.
PERAN POLITEKNIK

Bengkel- Teaching
kerja Factory

Rantai nilai ekonomi dan pendidikan politeknik.


Bagian 4:
KONSTRUKSI PT VOKASI
Konstruksi PT Vokasi

Dokumen,
Organisasi,
dan Strategi
Konstruksi PT Vokasi

Dokumen Dokumen Dokumen


Manajemen Akademik Mutu

Statuta Kebijakan Akademik Kebijakan Mutu


OTK Peraturan Akademik Manual Mutu
RIP/Renstra/RenOp Pedoman Akademik Standar Mutu
Standar Akademik
Struktur Organisasi, Kurikulum Prosedur
Peraturan kepegawaian & Silabus Instruksi Kerja
Kode Etik, RPP
Peraturan lain Buku Ajar
AEP (Angket Evaluasi Formulir Kerja
Pembelajaran)
BAP (Berita Acara
Pembelajaran)
Dan Formulir lain
Konstruksi PT Vokasi
ORGAN POLITEKNIK
(lanjutan)
Tata Kelola Organ Politeknik
1. Direktur
menjalankan otonomi perguruan tinggi untuk dan atas nama
Menteri dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, dan bidang lainnya sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
2. Senat
memberi pertimbangan dan melakukan pengawasan terhadap
Direktur dalam pelaksanaan otonomi perguruan tinggi bidang
akademik.
3. Satuan Pengawasan
melakukan pengawasan pelaksanaan otonomi perguruan tinggi
bidang nonakademik untuk dan atas nama Direktur
4. Dewan Pertimbangan
memberi pertimbangan otonomi perguruan tinggi bidang
nonakademik dan fungsi lain sesuai statuta kepada Direktur
Konstruksi PT Vokasi
SUSUNAN ORGANISASI
ORGAN PENGELOLA
1. Unsur pimpinan:
 Direktur dan Pembantu/Wakil Direktur
2. Unsur pembantu pimpinan/pelaksana administrasi:
 Bagian atau sebutan lain: Kabag, kasubbag
2. Unsur pelaksana akademik:
 Jurusan dan Pusat : Kajur, Sekjur, KaProdi, Kelompok Jabatan
Fungsional, dan KaPus (bukan jabatan struktural tetapi jabatan
fungsional yang diberi tugas tambahan), Kasubbag,
4. Unsur pengembangan dan pelaksana tugas strategis:
 Pusat atau sebutan lain: dan KaPus (bukan jabatan struktural
tetapi jabatan fungsional yang diberi tugas tambahan), Kasubbag
5. Unsur penunjang:
 Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Konstruksi PT Vokasi
STRUKTUR ORGANISASI POLITEKNIK
DIREKTUR
SENAT DP
PEMB/WKL DIREKTUR

SATUAN BANPIN/ PENGEMBANG/TU


PENGAWASAN BAGIAN GAS STRATEGIS

JURUSAN PUSAT

UPT
Bagian 5:
STRATEGI PT VOKASI
Strategi Pengelolaan PT Mewujudkan VMTS

KREDIBEL: Adalah mampu, kapabel, mempunyai kekuatan untuk dapat


dipercaya dibuktikan bahwa pimpinan dipilih oleh senat akademik yang
merupakan representasi dari dosen dan pimpinan jurusan, serta Kemeristek
sebagai atasan langsung

TRANSPARAN: Adalah adanya keterbukaan atas semua informasi yang


berkaitan dengan proses pendidikan diPT dibuktikan dengan adanya berbagai
sarana demi tercapainya keterbukaan manajemen terutama dalam bidang
pendidikan

AKUNTABEL: Adalah bentuk pertanggungjawaban dalam pengelolaan PT


dibuktikan dengan adanya penyusunan LAKIP dalam setiap akhir tahun, audit
yang diakukan oleh BPKP, Irjen, dan lembaga audit eksternal lainnya.

BERTANGGUNGJAWAB: Adalah sejauh mana implementasi kinerja pimpinan


dikaitkan dengan rencana strategis (Renstra). Hal ini dibuktikan dengan adanya
rapat pimpinan yang dilakukan secara periodik (minimal 1 kali/minggu) guna
mengetahui kinerja para kepala bagian/unit dan jurusan/rogram studi.
Strategi Pengelolaan PT Mewujudkan VMTS

Planning

Dokumen: RIP, Renstra, RenOp, Statuta

Organizing
Dokumen: OTK dan peraturan terkait

Staffing

Dokumen: Surat Tugas Direktur dan dokumen terkait

Leading

Dokumen: Pedoman dan Peraturan

Controlling

Dokumen: Audit SPI, BPM, inspektorat, dan eksternal


Strategi Pengelolaan PT Mewujudkan VMTS

Kepemimpinan Operasional

Adalah bagaimana seorang direktur memimpin atau menjalankan roda


organisasi. Hal ini ditandai dengan adanya dokumen-dokumen Planning,
Organizing, Staffing, Leading, dan Controlling
Kepemimpinan Organisasi
Adalah pelaksanaan kepemimpinan yang berhubungan dengan bagaimana
unsur pimpinan mengelola hubungan antar bagian/unit dalam organisasi. Hal
ini ditandai dengan dokumen struktur organisasi, OTK, dan surat tugas

Kepemimpinan Publik

Adalah bagaiman seorang pemimpin suatu lembaga berperan dalam kehidupan


bermasyarakat.
Strategi Pengelolaan PT Mewujudkan VMTS

TUJUAN 1 S1 P1 K1

MISI 1 TUJUAN 2 S2 P2 K2

TUJUAN 3 S3 P3 K3
MISI 2
VISI TUJUAN 4 S4 P4 K4

MISI 3
TUJUAN 5 S5 P5 K5

MISI 4
TUJUAN 6 Sn Pn Kn
Strategi Pengelolaan PT Mewujudkan VMTS
SISTEM AUDIT INTERNAL
Lembaga/Unit kerja
Obyek Badan Penjaminan Mutu Satuan Pengawas Internal
(BPM) (SPI)
Ruang lingkup audit • Proses akademik • Aset dan keuangan
Waktu /periode • 1 kali/tahun • 2 kali/tahun
Auditee • Jurusan/prodi • Seluruh bagian/unit/ pusat

Hasil audit • Ketidaksesuaian (KTS) • Ketidak sesuaian (KTS)

Prosedur :
Mulai
Penentuan Auditor Tdk
auditor berunding dng Ada KTS?
Jadwal Audit auditee ttg
waktu kunjungan Ya
Auditor
Tdk RTM
bersedia
Sosialisasi Pelaksanaan
?
audit
Ya Selesai
SISTEM AUDIT EKSTERNAL
Lembaga/Unit kerja
Obyek
Lembaga sertifikasi ISO (NQA) Irjen/BPK/BPKP
Ruang lingkup audit • Sistem manajemen mutu proses • Pengelolaan aset dan
akademik dan non akademik keuangan
Waktu /periode • 1 kali/tahun • 2 kali/tahun
Auditee • Seluruh jurusan/prodi dan • Seluruh bagian/unit/
bagian/unit/pusat pusat
Hasil audit • Ketidaksesuaian (KTS) • Ketidak sesuaian (KTS)

Prosedur : Mulai
Opening
Perbaikan sesuai yang
meeting
Informasi waktu dijanjikan auditee
audit dari eksternal
auditor ke lembaga Pelaksanaan
audit Closing meeting

Apakah Tdk
Ya
setuju ? Ada KTS? Selesai
Ya Tdk
Strategi Pengelolaan PT Mewujudkan VMTS
BAN PT STANDAR
BNSP
STANDAR
KOMPETENSI KOMPETENSI
LULUSAN KKNI KERJA

BIDANG
KERJA
PERGURUAN TINGGI

Mahasiswa Proses
Baru LEARNING
Pembelajaran OUTCOME

Leader
SPMI Pasar kerja

Masyarakat
akademik

Dosen -pimpinan
Pengakuan
Masyarakat

Dokumen ASOSIASI
Organisasi Pegawai Dana Resources Laboratorium Pustaka Kurikulum PROFESI
TERIMA KASIH
LAMPIRAN
KEANGGOTAAN SENAT
Keanggotaan Senat berasal dari:
1. Wakil dosen;
2. Wakil unsur pimpinan dan jurusan;
3. pemimpin unit kerja yang tugas dan wewenangnya
mempunyai relevansi tinggi dengan perumusan norma
dan ketentuan akademik.
Keanggotaan Senat terdiri atas:
1. Ketua merangkap anggota;
2. Sekretaris merangkap anggota;
3. Anggota.
Catatan:
Perimbangan jumlah anggota senat wakil dosen diupayakan proporsional antarprogram
studi.
KEANGGOTAAN
SATUAN PENGAWASAN
Anggota Satuan Pengawasan, terdiri atas paling
sedikit dengan komposisi keahlian bidang:
 akuntansi/keuangan,
 manajemen sumber daya manusia,
 manajemen aset,
 hukum, dan
 ketatalaksanaan.
KEANGGOTAAN
DEWAN PERTIMBANGAN

Anggota Dewan Pertimbangan dapat terdiri


atas:
 unsur alumni,
 tokoh masyarakat,
 pakar pendidikan,
 unsur lain yang dianggap perlu
TUGAS DAN FUNGSI DIREKTUR

TUGAS:
memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat serta membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan
hubungannya dengan lingkungan.
FUNGSI:
1) penyusunan statuta beserta perubahannya untuk diusulkan kepada
Menteri;
2) penyusunan dan penetapan kebijakan akademik;
3) penyusunan dan penetapan norma akademik setelah mendapat
mendapat pertimbangan Senat;
4) penyusunan dan penetapan kode etik sivitas akademika setelah
mendapat mendapat pertimbangan Senat;
5) penyusunan rencana pengembangan jangka panjang 25 (dua puluh
lima) tahun;
6) penyusunan rencana strategis 5 (lima) tahun dan rencana
pengembangan jangka panjang 25 (dua puluh lima) tahun;
7) penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan politeknik;
TUGAS DAN FUNGSI DIREKTUR
(lanjutan)

FUNGSI:
8) pengelolaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat sesuai dengan rencana kerja dan anggaran tahunan
politeknik;
9) pengangkatan dan pemberhentian wakil direktur atau sebutan lain
yang sejenis, pimpinan unit di bawah direktur berdasarkan
peraturan perundang-undangan;
10) penjatuhan sanksi kepada sivitas akademika yang melakukan
pelanggaran terhadap norma, etika, dan/atau peraturan akademik
berdasarkan rekomendasi Senat politekniki;
11) penjatuhan sanksi kepada dosen dan tenaga kependidikan yang
melakukan pelanggaran sesuai dengan peraturan perundang-
undangan;
12) pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan;
13) pemberian, pemberhentian, pembinaan, dan pengembangan peserta
didik;
TUGAS DAN FUNGSI DIREKTUR
(Lanjutan)

FUNGSI:
14) pengelolaan anggaran politeknik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
15) penyelenggaraan sistem informasi manajemen berbasis teknologi
informasi dan komunikasi yang handal yang mendukung
pengelolaan tridharma perguruan tinggi, akuntansi dan keuangan,
personalia, kemahasiswaan, dan alumni;
16) penyusunan pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan;
17) pembinaan dan pengembangan hubungan dengan alumni,
Pemerintah, pemerintah daerah, lembaga lain, dan masyarakat;
18) pemeliharaan keamanan dan ketertiban kampus serta kenyamanan
kerja untuk menjamin kelancaran kegiatan Tridharma Perguruan
Tinggi; dan
19) tugas lain sesuai kewenangan.
FUNGSI DAN KEWENANGAN SENAT

1) Menetapkan kebijakan pengawasan di bidang akademik;


2) pemberian pertimbangan terhadap norma akademik yang diusulkan
oleh Direktur dan mengawasi penerapannya;
3) pemberian pertimbangan terhadap ketentuan akademik yang
dirumuskan dan diusulkan oleh Direktur;
4) pemberian pertimbangan terhadap kurikulum program studi;
5) pemberian pertimbangan terhadap pemberian penghargaan
akademik;
6) pemberian pertimbangan terhadap kode etik sivitas akademika yang
diusulkan oleh Direktur dan mengawasi pelaksanaannya;
7) pengawasan penerapan ketentuan akademik;
8) pengawasan kebijakan dan pelaksanaan penjaminan mutu
perguruan tinggi mengacu pada SNP;
FUNGSI DAN KEWENANGAN SENAT
(lanjutan)

10) pengawasan pelaksanaan kurikulum;


11) pengawasan dan evaluasi pencapaian proses pembelajaran, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu pada tolok ukur
yang ditetapkan dalam rencana strategis;
12) pemberian pertimbangan dan usul perbaikan proses pembelajaran,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat kepada direktur;
13) pengawasan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar
akademik, dan otonomi keilmuan;
14) pemberian atau pencabutan gelar dan penghargaan akademik;
15) pengawasan pelaksanaan tata tertib akademik;
16) pengawasan pelaksanaan kebijakan penilaian kinerja dosen;
17) pemberian komendasi penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran
norma, etika, dan peraturan akademik oleh sivitas akademika kepada
direktur;
FUNGSI DAN KEWENANGAN
SATUAN PENGAWASAN
1) penetapan kebijakan pengawasan internal bidang
non-akademik;
2) pengawasan internal terhadap pengelolaan
pendidikan bidang non akademik;
3) penyusunan laporan hasil pengawasan internal; dan
4) pemberian saran dan/atau pertimbangan mengenai
perbaikan pengelolaan kegiatan non-akademik pada
direktur atas dasar hasil pengawasan internal
FUNGSI DAN KEWENANGAN
DEWAN PERTIMBANGAN

1. pemberian telaahan terhadap kebijakan rektor, ketua,


atau direktur di bidang non akademik;
2. perumusan saran/pendapat terhadap kebijakan
direktur di bidang non akademik;
3. pemberian nasihat dan pertimbangan kepada
direktur dalam mengelola politeknik
4. fungsi lain di bidang non akademik.